• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (222kB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (222kB)"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul dampak pelatihan berpikir positif dalam kepemimpinan kelompok terhadap peningkatan harga diri siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Barru. Gazda (Romlah, 1989: 5) menyatakan bahwa “bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan kepada individu dalam situasi kelompok.

Latihan Berpikir Positif

Pada pembahasan awal kami telah menjelaskan pengertian berpikir positif, selanjutnya kami akan menjelaskan beberapa kelebihan berpikir positif. Strategi reframing merupakan strategi/teknik berpikir positif yang diciptakan oleh Elfiky dalam Terapi Berpikir Positif.

Harga Diri

Rosenberg (Emaliny, 2007) menyatakan bahwa harga diri adalah apa yang dipikirkan dan dirasakan seseorang tentang dirinya sendiri, dan bukan apa yang dipikirkan orang lain. Perasaan rendah diri menunjukkan penolakan diri, sikap mencela diri sendiri, dan evaluasi diri yang negatif. Perera (2004) menyatakan bahwa harga diri adalah sikap terhadap diri sendiri yang diwujudkan dalam sikap positif atau negatif.

Individu yang memiliki harga diri rendah mungkin ditandai dengan kepekaan yang tinggi terhadap kritik dan tidak mampu membangun hubungan. Evaluasi dari orang tua, teman, serta pengalaman sukses dan gagal juga mewarnai konsep harga diri seseorang. Orang dengan harga diri tinggi mengungkapkan perasaan baik tentang diri mereka sendiri dan orang lain dengan cara yang halus.

Sebaliknya, orang yang mempunyai harga diri yang rendah akan menyatakan perasaan ketidakseimbangan mereka terhadap orang lain sebagai sejenis putus asa.

Hasil-hasil penelitian yang relevan

Hal yang perlu diapresiasi antara lain penampilan yang meyakinkan sehingga membuat seseorang merasa dan memikirkan dirinya sendiri dengan percaya diri, karena penampilan langsung memberikan rasa percaya diri, begitu pula orang-orang disekitarnya yang percaya melalui penampilannya. Hidup dengan kesadaran penuh adalah kehidupan yang bertanggung jawab terhadap realitas, kehidupan yang menghormati berbagai realitas, pengetahuan dan kebenaran, sarana untuk meningkatkan tingkat kesadaran melampaui tindakan. Hasil Penelitian Harga Diri Penelitian tesis Emaliny yang berjudul “Niat menyontek yang dibuktikan dengan tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba” (2007).

Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan negatif antara harga diri dengan perilaku menyontek siswa, yang berarti semakin tinggi harga diri maka semakin rendah perilaku menyontek siswa dan semakin rendah harga diri maka semakin tinggi pula perilaku menyontek siswa. niat curang. Selain itu, penelitian juga dilakukan oleh Sri Hayati dalam tesisnya yang berjudul “Perbedaan Harga Diri dan Motif Berprestasi Siswa Kelas Eksekutif dan Reguler SMP Negeri 3 Tanete Rilau Kabupaten Barru” (2005). Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan tingkat harga diri siswa kelas tinggi dan reguler, yaitu tingkat harga diri siswa kelas tinggi lebih tinggi dibandingkan siswa kelas reguler.

Kerangka Pikir

Sebaliknya remaja dengan harga diri rendah cenderung memandang dirinya negatif dan fokus pada kelemahannya Aditomo & Retnowati (Emaliny, 2007). Pemberian pelatihan berpikir positif dengan strategi redefinisi dimaksudkan untuk meningkatkan harga diri siswa, karena dengan latihan ini siswa melatih dirinya untuk mengubah definisi negatif yang melekat pada dirinya. Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas maka hipotesis penelitiannya adalah “terdapat pengaruh penerapan latihan berpikir positif dalam konseling kelompok terhadap peningkatan harga diri siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Barru.

Artinya, penelitian ini membandingkan tingkat harga diri siswa yang mendapat perlakuan berupa melakukan latihan berpikir positif dengan yang tidak mendapat perlakuan di SMA Negeri 1 Barro. Pre-test dilakukan terhadap dua kelompok subjek eksperimen berupa pemberian skala penelitian yang berisi daftar pertanyaan/pernyataan tentang tingkat harga diri siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Barru. Perlakuan yang dilakukan berupa penggunaan latihan berpikir positif pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan apapun.

Post-test dilakukan terhadap dua kelompok subjek eksperimen berupa pemberian skala penelitian yang berisi item pertanyaan/pernyataan tentang tingkat harga diri siswa, seperti halnya pada pre-test.

Tabel 3.1 Pendekatan dan desain penelitian
Tabel 3.1 Pendekatan dan desain penelitian

Peubah dan Definisi Operasional

Harga diri siswa merupakan hasil penilaian siswa terhadap dirinya sendiri, yang tercermin dalam sikap-sikap yang dapat bersifat positif dan negatif serta menunjukkan tingkat keyakinan siswa bahwa dirinya adalah seseorang yang mampu, penting, berharga, dan sukses. Harga diri dapat diturunkan dari tingkat kepercayaan diri, penerimaan diri, kecemasan, sosialisasi, penyesuaian diri, ketegasan, kemandirian, kreativitas, kompetensi, kepekaan terhadap kritik, harapan, dan pengakuan dari orang lain.

Populasi Dan Sampel 1. Populasi

IPS 1 IPS 2

Sampel

Harga diri dapat dilihat dari tingkat kepercayaan diri, penerimaan diri, kecemasan, sosialisasi, penyesuaian diri, ketegasan, kemandirian, kreativitas, kemampuan, kepekaan terhadap kritik, harapan dan pengakuan orang lain pada diri seseorang.. maka dari itu penelitian ini dilakukan. memutuskan sampel dari populasi. Karena seluruh anggota populasi dianggap homogen, maka semua kelas merupakan populasi. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 3 dan kelas XI IPS 4. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: 1).

Melakukan pengacakan kelas untuk mendapatkan 2 kelas sampel dari seluruh Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Barru. Penentuan kelas yang akan menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yaitu kelas XI IPS 3 yang berjumlah 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan kelas XI IPS 4 yang berjumlah 30 siswa untuk kelompok kontrol. Berdasarkan pendapat di atas maka seluruh populasi penelitian dijadikan sampel penelitian karena jumlahnya kurang dari 100 orang.

Tabel 3.3 Penyebaran Siswa Yang Menjadi Subjek Penelitian
Tabel 3.3 Penyebaran Siswa Yang Menjadi Subjek Penelitian

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

  • Bahan Perlakuan
  • Teknik Pengumpulan Data

Skala ini disusun peneliti berdasarkan ciri-ciri harga diri yang dikemukakan oleh Coopersmith (1967), yang meliputi rasa percaya diri, penerimaan diri, kecemasan, sosialisasi, adaptasi, ketegasan, kemandirian, kreativitas, kemampuan, kepekaan terhadap kritik seseorang. , harapan dan pengakuan orang lain. Penilaian pada skala ini adalah semakin tinggi skor yang dicapai maka semakin tinggi harga diri individu tersebut dan semakin rendah skor yang dicapai maka semakin rendah harga diri individu tersebut. Dari hasil uji validitas skala dengan menggunakan program pengolah komputer SPSS 16.0 diperoleh 52 kalimat yang tidak valid.

Observasi peneliti digunakan untuk mencatat respon dan partisipasi siswa selama pelatihan berpikir positif melalui observasi langsung terhadap subjek. Analisis data penelitian bertujuan untuk menganalisis hasil tes penelitian yang berkaitan dengan harga diri siswa. Teknik yang digunakan untuk analisis data adalah analisis deskriptif dan analisis uji t untuk pengujian hipotesis. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat harga diri siswa SMA Negeri 1 Barru sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dalam bentuk skenario latihan berpikir positif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dengan rumus persentase yaitu .

Dari nilai pretest dan posttest tingkat harga diri siswa di SMA Negeri 1 Barru.

Tabel 3.4 Pembobotan Item Angket
Tabel 3.4 Pembobotan Item Angket

BAB IV

Hasil Penelitian

  • Gambaran Pelaksanaan Latihan Berpikir Positif
  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Statistik Inferensial a. Uji Prasyarat Penelitian

Gambaran tingkat harga diri siswa pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapat pelatihan berpikir positif. Artinya tingkat harga diri siswa kelompok eksperimen setelah mendapat pelatihan berpikir positif di SMA Negeri 1 Barru berada pada kategori sedang (meningkat). Artinya tingkat harga diri siswa kelompok kontrol di SMA Negeri 1 Barru berada pada kategori sedang.

Artinya tingkat harga diri siswa kelompok kontrol di SMA Negeri 1 Barru berdasarkan hasil post-test berada pada kategori sedang (teguh). Sehingga tingkat harga diri siswa antara sebelum dan sesudah mendapat perlakuan berupa latihan berpikir positif menunjukkan adanya peningkatan. “Tidak ada pengaruh pelatihan berpikir positif dalam bimbingan kelompok terhadap peningkatan harga diri siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Barru,” dinyatakan ditolak.

Dengan demikian penerapan latihan berpikir positif dalam pengelolaan kelompok berpengaruh terhadap peningkatan harga diri siswa XI SPI.

Tabel 4.1. Tingkat harga diri siswa pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan latihan berpikir positif
Tabel 4.1. Tingkat harga diri siswa pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan latihan berpikir positif

Pembahasan

Latihan berpikir positif dalam konseling kelompok merupakan salah satu metode untuk meningkatkan harga diri siswa. Untuk membantu meningkatkan harga diri siswa di sekolah, peneliti memberikan bantuan berupa penerapan latihan berpikir positif dalam konseling kelompok, yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri siswa sebagai salah satu upaya siswa untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan perasaan negatif. . dan sikap yang umum ditemukan pada siswa dengan harga diri rendah. Sejalan dengan hal di atas, pada kenyataannya siswa SMA Negeri 1 Barru khususnya kelas.

Berdasarkan hasil angket, hal ini disebabkan karena siswa yang mendapat perlakuan berupa melakukan latihan berpikir positif dalam kepemimpinan kelompok dilatih secara sistematis untuk meningkatkan harga dirinya. Berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat dianalisis bahwa pada dasarnya terdapat peningkatan rasa percaya diri siswa kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupa pelatihan berpikir positif dalam konseling. Hal ini juga didukung dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa penggunaan latihan berpikir positif dalam kepemimpinan kelompok dapat meningkatkan harga diri siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Barru.

Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa penerapan latihan berpikir positif dalam pengelolaan kelompok dapat meningkatkan harga diri siswa.

Kesimpulan

Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan latihan berpikir positif dalam konseling kelompok terhadap peningkatan harga diri siswa IPS Kelas XI SMA Negeri 1 Barru. Artinya kelompok siswa yang mendapat pelatihan berpikir positif menunjukkan peningkatan harga diri dibandingkan dengan kelompok siswa yang tidak mendapat pelatihan berpikir positif.

Saran

Bagi siswa hendaknya selalu melakukan latihan-latihan berupa latihan berpikir positif secara mandiri yang sebelumnya telah diberikan oleh peneliti, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Kepada rekan-rekan mahasiswa dan peneliti Departemen Psikologi Pendidikan dan Konseling, agar dapat mengembangkan metode penerapan latihan berpikir positif dalam konseling kelompok terhadap permasalahan yang relevan. Media Pembelajaran Psikologi dan Bimbingan Konseling (http://belajar-politik.com/pengertian-harga-diri/ diakses 4 Maret 2011).

Hubungan Harga Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja Putus Sekolah Yang Diasuh Di Panti Sosial Marsudi Putra Toddopuli Makassar. Niat menyontek dilihat dari tingkat harga diri dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Psikologi remaja, ciri-ciri dan permasalahannya. online) (http://episentrum.com/article-psychology/psikologi-belas-kerja-characteristik-dan-perproblemannya/, diakses 3 Maret 2011).

Referensi

Dokumen terkait