PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
KajianTeori
- Karakter
- Pendidikan Islam Non Formal
15 Kurniawan, Konseptualisasi pendidikan karakter dan pelaksanaannya secara terpadu dalam lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat, 42. Penguatan pendidikan karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi hati (etika), akal (estetika), berpikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan keterlibatan masyarakat dan kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara bertahap mulai tahun 2016 sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 1 ayat (1) UU No.
Kebijakan pendidikan karakter terus berkembang hingga terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. 20 Mikka Wildha Nurrochsyam, dkk, Penguatan Pendidikan Karakter pada Masyarakat Multikultural di Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah, (Jakarta: Pusat Penelitian dan Perbukuan Kebijakan dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020), 2. Pengembangan Pendidikan Karakter di sekolah pada hakikatnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Melalui pendidikan karakter, peserta didik diharapkan mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan ilmunya, mengkaji, menginternalisasikan dan mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia agar terwujud dalam perilaku sehari-hari. Dalam konteks yang lebih luas, tujuan pendidikan karakter dapat dibedakan menjadi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Pendidikan karakter mempunyai lima tujuan, yaitu: 1) mengembangkan potensi hati/hati nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang mempunyai nilai-nilai karakter bangsa.
Pendidikan karakter memerlukan suatu proses, keteladanan dan pembiasaan atau pembudayaan di lingkungan peserta didik. Staf sekolah merupakan komunitas pembelajaran beretika yang berbagi tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai inti yang membimbing siswa.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis, gambar dan bukan angka-angka, dimana data diperoleh dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena-fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan melalui uraian dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks yang khusus dan alami. dan dengan menggunakan berbagai metode alam.1 Pendekatan kualitatif lebih menekankan pada analisis proses berpikir induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang dialami dan selalu menggunakan logika ilmiah.2. Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Dalam penelitian ini akan diuraikan hasil data yang peneliti peroleh mengenai implementasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan nonformal melalui studi kasus di Medresah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo.
Kehadiran Peneliti
Lokasi Penelitian
Diniyah Kanjeng Sunan, peneliti akan mendeskripsikan pendidikan karakter yang ada di lembaga pendidikan nonformal. Alasan peneliti tertarik dengan lokasi ini karena upaya yang dilakukan Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan dalam menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas yang memuat pendidikan karakter.
Data dan Sumber Data
Prosedur Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data ini didasarkan pada laporan diri sendiri atau setidaknya berdasarkan pengetahuan dan keyakinan pribadi. Wawancara terstruktur merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti jika peneliti mengetahui secara pasti informasi apa yang akan diperoleh. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti tidak mengetahui secara pasti informasi apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti banyak mendengarkan cerita dari responden untuk memperoleh data.
Penelitian ini memadukan dua teknik wawancara, yaitu teknik wawancara terstruktur dan teknik wawancara tidak terstruktur. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang lebih mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti akan mewawancarai Kepala Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan yaitu Bapak Imam Mahmud, S.Pd., beberapa ustadz dan ustadzah, serta santri Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan untuk memperoleh data yang lebih luas dan mendalam mengenai pelaksanaan pendidikan karakter yang ada di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo.
Dalam penelitian kualitatif, observasi merupakan suatu proses dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian.8. Observasi bukanlah suatu kegiatan yang mudah, karena setiap orang pasti mempunyai kecenderungan-kecenderungan yang ada dalam dirinya.9 Dalam penelitian ini peneliti akan mengamati implementasi pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data terkait implementasi pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo melalui dokumen berupa gambar dan tulisan.
Teknik Analisis Data
Menurut Miles dan Huberman, hal yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah metode analisisnya tidak dirancang dengan baik.13. Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis yang didasarkan pada data yang diperoleh, kemudian mengembangkan pola hubungan tertentu menjadi hipotesis. Analisis data dalam penelitian kualitatif berlangsung pada saat pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu.
Miles dan Huberman menyatakan bahwa kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, diagram alir dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan bahwa cara yang paling banyak digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif, menurut Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan dan memverifikasinya. Kesimpulan yang diharapkan dalam penelitian kualitatif adalah temuan-temuan baru yang belum ada sebelumnya. Jadi berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa penelitian ini menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, yaitu menggunakan tiga langkah analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data (penyampaian data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Pengecekan Keabsahan Data
Berbagai program dan kegiatan dilakukan di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada diri siswa. Selain faktor pendukung, tentunya terdapat pula faktor penghambat dalam proses pembentukan nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam proses pembentukan pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan.
Penanaman nilai-nilai karakter juga berpengaruh terhadap perilaku siswa di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Penanaman nilai-nilai karakter juga dilakukan di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo dalam membentuk karakter peserta didik. Sehingga hal ini menjadi salah satu kendala dalam proses penanaman nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan.
Kehadiran teknologi pada saat ini juga menjadi salah satu faktor penghambat proses penanaman nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Seperti halnya Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan yang mempunyai tujuan khusus dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Dampak penanaman nilai-nilai karakter pada Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan sudah dirasakan banyak pihak.
HASIL PENELITIAN
GambaranUmum Latar Penelitian
- Sejarah Berdirinya Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan
- Letak Geografis Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan
- Visi dan Misi Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan
- Struktur Organisasi Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan
- Sumber Daya Manusia (ustadz, ustadzah, dan santri)
Sejarah Berdirinya Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan didirikan oleh Bapak. Imam Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan didirikan oleh Bpk. Imam Mahmud, S.Pd. Pembelajaran dimulai dari awal dengan menjaga privat an-Nahdliyah jilid 1 sampai dengan 6. Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan bertambah menjadi 137 siswa, sehingga pembelajaran diundur ke sore hari dengan penambahan tenaga pengajar. Pada awal berdirinya Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Kyai Imam Mahmud dibantu oleh 5 orang rekan masyarakat setempat yaitu istrinya sendiri, Ny. Siti Sarah, Ltd.
Agar proses pembelajaran berjalan lancar, ia menginisiasi pemanfaatan tanah wakaf di samping masjid untuk pembangunan ruang kelas. Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan berdiri dari sini yang berlangsung pada sore hari. Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan secara geografis terletak di RT.02/ RW.06, Dusun Demungan, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Provinsi Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan merupakan satu-satunya lembaga pendidikan non formal di Dusun Demungan yang merupakan salah satu dusun yang cukup besar di Desa Karangjoho Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo.2.
Dengan adanya struktur organisasi pada Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo, setiap unit dapat saling bekerjasama dan membantu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jumlah ustadz dan ustadzah yang aktif mengajar di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan selama ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari 3 ustadz dan 9 ustadzah.5. Jumlah siswa Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan mencapai 95 siswa pada tahun ajaran 2021-2022 yang terdiri dari 46 siswa laki-laki dan 49 siswa perempuan.6.
Paparan Data
- Faktor Pendukung Dan Penghambat Proses Penanaman nilai
- Dampak Penanaman Nilai Karakter Terhadap Perilaku Santri di
Penanaman pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan dilakukan melalui kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas. Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya membangun akhlak mulia pada diri siswa di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Berbagai keteladanan juga diberikan ustadz dan ustadzah Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada diri para santri.
Hukuman pendidikan juga merupakan bentuk ketabahan di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Sehingga melalui hal tersebut kita dapat menanamkan nilai karakter disiplin pada siswa Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo.17. Faktor pendukung dan penghambat proses penanaman nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo.
Sebab Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan sangat membutuhkan guru-guru yang mempunyai potensi di bidang keagamaan. Perkembangan teknologi saat ini juga menjadi faktor penghambat proses penanaman nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan. Dampak Penanaman Nilai Karakter Terhadap Perilaku Santri Di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo.
Pembahasan
- Analisis Data Tentang Nilai Karakter yang ditanamkan di
- Analisis Data Tentang Faktor Pendukung Dan Penghambat
- Analisis Data Tentang Dampak Penanaman Nilai Karakter
PENUTUP
Kesimpulan
Nilai-nilai khas yang ditanamkan di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo diimplementasikan melalui beberapa program dan kegiatan di dalam dan di luar kelas. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada diri siswa di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan antara lain karakter religius, karakter disiplin, karakter santun, dan karakter rendah hati. Faktor pendukung proses penanaman nilai-nilai karakter di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo adalah adanya kerjasama yang baik antara kepala madrasah dan seluruh ustadz ustadz, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat dan pemerintah desa. .
Pengaruh penanaman nilai-nilai karakter terhadap perilaku siswa di Madrasah Diniyah Kanjeng Sunan Badegan Ponorogo meliputi perubahan akhlak siswa, karakter religius siswa meningkat, kedisiplinan siswa meningkat, dan karakter siswa meningkat. kesantunan dan kerendahan hati siswa juga semakin meningkat.
Saran
Persepsi dan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Lingkungan Terpadu di Keluarga, Sekolah, Universitas dan Masyarakat, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013. Pendidikan untuk membentuk karakter, bagaimana sekolah dapat memberikan pendidikan dengan sikap saling menghargai dan bertanggung jawab, Jakarta: Bumi Aksara, 2013 .Pedoman Penulisan Disertasi Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Kuantitatif, Kualitatif, Perpustakaan dan PTK Ponorogo: Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2021.
Nilai Pendidikan Karakter Anak di Sekolah, Perspektif Kementerian Pendidikan Nasional, International Journal of Child and Gender Studies, 1, (2018).