Skripsi berjudul: “Pengembangan Media Tabung Angka Untuk Menghitung Awal Matematika Anak Usia 4-5 Tahun” yang disusun oleh Yeni Oktavia NIM dipertahankan di hadapan dewan penguji skripsi fakultas tarbiyah dan tadris IAIN Bengkulu pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 dan telah dinyatakan layak pakai memperoleh gelar sarjana pendidikan Islam anak usia dini. Pengembangan media tabung digit perhitungan matematika awal untuk anak usia 4-5 tahun” merupakan karya asli atau penelitian saya sendiri dan bukan plagiat karya orang lain. Berkat bimbingan dan bimbingan Allah SWT, serta bimbingan Bapak/Ibu dosen yang membimbing penyusunan disertasi ini, alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul: “Pengembangan Media Tabung Bilangan untuk Perhitungan Matematika untuk Anak-anak 4 -5 tahun".
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan Media Pembelajaran Numeral Tube untuk berhitung permulaan pada anak usia 4-5 tahun. Dan mengetahui hasil validitas produk media tabung bicara anak usia dini untuk pembelajaran sehari-hari.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Lebih lanjut, dalam penelitian ini penulis membatasi uji validasi hanya karena adanya pandemi Covid-19, sehingga produk dapat digunakan untuk anak usia dini. Kemudian untuk prosedur pengembangannya, peneliti ini hanya sebatas pada tahap review saja, belum melakukan tes pada anak usia dini.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Mempermudah siswa dalam belajar dan diharapkan siswa lebih tertarik untuk belajar berhitung melalui alat pembelajaran tabung bilangan. Dapat menambah wawasan tentang media dan pentingnya media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini.
LANDASAN TEORI
Konsep Media Pembelajaran
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kartu lempar terhadap keterampilan bilangan awal anak usia 4-5 tahun. Pengaruh permainan kartu lempar terhadap kemampuan awal berhitung anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 3 Kota Pekanbaru. Topik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah media pembelajaran tabung bilangan yang akan diteliti kelayakan tabung bilangan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan.
Tujuan penelitian ini adalah permasalahan yang ingin diteliti yaitu peningkatan matematika permulaan anak usia 4-5 tahun melalui media tabung bilangan. Hasil analisis tersebut selanjutnya digunakan untuk melakukan perbaikan atau revisi media pembelajaran tabung bilangan untuk meningkatkan kemampuan permulaan berhitung pada anak usia 4-5 tahun. Lembar validasi ini diberikan secara langsung agar peneliti dapat mengetahui kualitas produk media pembelajaran tabung bilangan untuk meningkatkan keterampilan berhitung permulaan anak usia 4-5 tahun.
Langkah-langkah pengembangan instrumen angket yang dilakukan pada pengembangan media pembelajaran tabung bilangan dalam meningkatkan keterampilan numerik awal anak usia 4-5 tahun, yaitu (1) pengembangan jaringan instrumen, (2) konsultasi jaringan instrumen media. ahli dan ahli materi, (3) penataan kembali dan penyelesaian instrumen yang telah mendapat expert judgement. Data yang telah dianalisis, baik kualitatif maupun kuantitatif, dijadikan dasar peninjauan terhadap media pembelajaran tabung bilangan yang dikembangkan. Data kuantitatif, diperoleh dari hasil validasi ahli penelitian terhadap aktivitas penggunaan media yang dikembangkan untuk menentukan media pengajaran bilangan tabung matematika permulaan anak usia 4-5 tahun, anak yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus sebagai berikut.
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui tujuan dan materi pembelajaran dalam penyusunan RPPH media pembelajaran Angka Tabung pada berhitung awal anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini hanya sebatas memvalidasi ahli materi dan ahli media saja. Tujuannya untuk mencari saran mengenai kekurangan media pembelajaran Gambar Tabung guna mengetahui keefektifan media anak usia dini. Dari berbagai tahapan proses pengembangan seperti pendefinisian, perancangan dan pengembangan media pembelajaran tabung bilangan untuk permulaan matematika anak usia 4-5 tahun, suatu produk telah divalidasi dan direview oleh ahli media dan materi.
Media Terdahulu
Perkembangan Kognitif
Proses kognitif berkaitan dengan tingkat kecerdasan (intelligence) yang menjadi ciri seseorang dengan berbagai minat yang khususnya ditujukan untuk mempelajari gagasan. Pada tahap ini operasi mental tidak lagi terbatas pada objek konkrit saja, tetapi dapat juga diterapkan pada kalimat verbal atau logika, yang tidak hanya menjangkau kenyataan, tetapi juga berbagai kemungkinan, tidak hanya menjangkau masa depan, masa kini, tetapi juga masa depan. Pada kelompok usia 3-4 hingga 5-6 tahun, anak mulai memasuki masa pra sekolah yang merupakan masa kesiapan memasuki pendidikan formal sesungguhnya di sekolah dasar.
Artinya ketika orang tua mengetahui bahwa anaknya telah memasuki masa sensitif dan segera memberikan stimulasi yang tepat maka akan mempercepat penguasaan tugas perkembangan pada usianya. Masa sensitif pada anak usia 3,5 tahun ditandai dengan keadaan dimana potensi menunjukkan kepekaan (kerentanan) terhadap perkembangan. Oleh karena itu, masa sensitif ini merupakan masa yang efektif bagi orang tua atau pendidik untuk menjamin pemahaman atau pembelajaran anak melalui contoh nyata atau dalam bentuk demonstrasi pendidikan yang akan diterima anak dengan lebih efektif.
Kalimat-kalimat yang diucapkan anak mengalami perbaikan, sehingga masa ini disebut masa perkembangan fungsi bicara. Berbeda dengan para ahli lainnya yang berpendapat bahwa anak usia 3-5 tahun berada pada tahap falish, yaitu perhatian anak pada tahap ini berkaitan dengan peran seksualnya. Selain itu, usia 3-5 tahun mulai mengamati bentuk tubuhnya sendiri maupun orang lain; Perkembangan kepribadian juga lebih kompleks.
Sifat egosentrisnya menjadi kuat; pada masa ini juga pada diri anak bercampur perasaan bangga, kacau dan benci, kognisi dan pengetahuan disebut kecerdasan.
Matematika Pada Anak Usia Dini
Anak pintar matematika merupakan modal bagi perkembangan banyak hal dalam kehidupannya, terutama anak yang membutuhkan kemampuan matematika untuk menyelesaikan permasalahannya. Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari matematika, karena tanpa disadari matematika menjadi bagian yang sangat penting dan dibutuhkan selalu dan dimana saja. Pada umumnya anak menyukai matematika karena pola pengajaran yang menyenangkan dan kreatif yang diberikan oleh guru atau orang tua.
Laju perkembangan dan kemampuan matematika setiap anak berbeda-beda, maka yang dilakukan adalah dengan mendorong anak agar menyukai matematika dan menumbuhkan sikap positif terhadap matematika, sehingga tujuan pembelajaran matematika untuk anak usia dini dapat tercapai. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan salah satu bagian kognisi yang sangat penting bagi perkembangan kecerdasan anak.
Konsep Berhitung Permulaan
Ade Astri Anggeriani, dkk, dengan judul Pengaruh Permainan Kartu Terhadap Perkembangan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun di TK Pembina 3 Negri Kota Pekanbaru. 33. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat pengaruh permainan lempar kartu terhadap kemampuan awal matematika anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 3 Kota Pekanbaru. Pengaruh permainan lempar kartu terhadap kemampuan awal berhitung anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 3 Kota Pekanbaru Skripsi Universitas Riau.
Oleh karena itu peneliti mengangkat judul Pengembangan Media Tabung Bilangan untuk Perhitungan Matematika Anak Usia Dini. Penulis juga meminta pendapat dari ahli media dan materi agar efektif untuk anak usia dini. Berdasarkan hasil validasi dapat disimpulkan bahwa pengembangan media tabung bilangan untuk permulaan matematika pada anak usia 4-5 tahun sudah tepat.
Konsep Bermain anak Usia Dini
Kajian Hasil penelitian
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
Subjek Dan Objek Penelitian
Prosedur Pengembangan
Berisi kegiatan mengubah suatu desain menjadi produk dan menguji keabsahan produk berulang kali hingga produk diproduksi sesuai spesifikasi. Dalam penelitian ini penulis mengembangkan hanya tiga langkah saja karena wabah covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, sehingga penulis tidak melakukan uji coba di lapangan maupun di sekolah, hanya validasi materi dan media. para ahli. Media Pembelajaran Tabung dikatakan layak apabila skor hasil penyajiannya lebih dari 31 sampai dengan 40, dengan 80% dinyatakan valid.
Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data
Data kuantitatif merupakan data berupa penilaian yang dikumpulkan melalui angket evaluasi produk kepada ahli, yang kemudian peneliti menghitung derajat kelayakan produk.
Pengembangan Instrumen Penelitian
Teknik Analisis Data
Penelitian ini melakukan analisis data secara deskriptif kualitatif dan menggabungkan data kuantitatif untuk mengulas pengembangan produk media pembelajaran melalui kegiatan permainan tabung angka. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari analisis angket oleh ahli materi, ahli media dan hasil serangkaian uji validasi yang kemudian diolah menjadi data kualitatif dan dijadikan dasar review produk pengembangan media pembelajaran visual ini. . Data kualitatif, data kualitatif dijadikan dasar pembuatan produk dan peninjauan produk media pembelajaran melalui media pembelajaran.
Tabung Bilangan merupakan media pembelajaran berbentuk tabung yang berisi koin-koin bergambar angka dan buah-buahan, serta papan untuk mencocokkan koin-koin tersebut dengan gambarnya. Peneliti berharap dengan adanya media angka ini anak akan lebih tertarik, bersemangat dan lebih mudah belajar berhitung. Dalam merancang suatu produk, penulis harus menentukan produk mana yang ingin dikembangkan sesuai Pengembangan dan Pembelajaran Kurikulum 2013 sesuai dengan enam aspek perkembangan anak usia dini yang mendukung indikator Kompetensi Utama (KI) dan Kompetensi Inti (KD).
Setelah dilakukan pengembangan tahap selanjutnya yaitu melakukan uji keabsahan produk secara berulang-ulang kepada ahli materi dan ahli media hingga produk dihasilkan dan valid sesuai spesifikasi. Oleh karena itu penulis membuat media tersebut sesuai dengan ciri-ciri media tersebut dan juga menurut beberapa pendapat para ahli yaitu salah satunya. Berdasarkan prinsip di atas maka pembuatan media tabung bilangan sesuai dengan kaidah media dan sesuai dengan perkembangan nilai religi, kognitif, fisik-motorik, sosial emosional, bahasa, seni dan telah diadaptasi oleh penulis. . dalam peraturan standar nasional pendidik yaitu kompetensi dasar, kompetensi inti dan indikator.
Media ini merupakan bentuk terakhir yang telah diperbaiki dan valid atas saran ahli validasi yaitu ahli media dan ahli materi. Jumlah media tabung yang valid dari ahli media yang berbeda dan ahli materi yang dibuat tahap ketiga valid dari validasi ahli. Bagi para guru hendaknya selalu melakukan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan kreatif agar anak-anak dapat lebih antusias dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh gurunya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahsan
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Bagi anak hendaknya selalu memperhatikan apa yang disampaikan guru dengan baik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Irna Isnaini Susanti, Pengembangan kemampuan berhitung 1-10 melalui media angka ulat pada kelompok TK Candra Puspita Kecandran Kecamatan Sido Muncul Kota Salatiga, skripsi di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. 2019, Meningkatkan kemampuan berhitung melalui permainan berjemur angka pada anak kelompok B3 TK Adhyaksa Banda Aceh, skripsi Universitas Islam Negeri AR-RANIRY Banda Aceh.