• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (5MB) - UNDARIS Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Download (5MB) - UNDARIS Repository"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

YAYASAN UNIVER$ITAS DARUL ULUM ISI.AMIC CENTRE SUDIRMAN GUPPI

UNIVERSITAS DARUL ULUM ISI.AMIC CENTRE SUDIRMAN GUPPI

UNDARIS

Jl. Tentana Pelajar No.13 Telp.(02a)6923180, Fax.(024)76911689 Ungaran 50514

SURAT TUGAS

Nomor i o2,fl11.3fiA2020

Menunjuk

Surat Kepala Lembaga Layanan Pendidikan

Tinger GL-DIKTD Wilayah VI Nomor 030tLL6lKSl2020

bertanggal 13 Jaruaxi 2020 perihal Permohonan Narasumber pada Lokakarya Peningkatan Keterampilan Dasar

Teknik

Instruksional

(PEKERTI)

bagi Dosen

STIKES

Mambaul

Lllum

SurakartA yang diselenggarakan pada

tanggal

17

- 2l

Februari 2520; dengan

ini PimpinanUNDARIS

memberi tugas kepada:

Nama Lengkap NIP

/NIDN

Pangkat, Golongan Jabatan Fungsional

Unit

Organisasi

Tugas

Penyele,lrggara

Tempat Pelaksanaan

Hari, tanggal

Dr.

Drs.

Lamijan,

S.H.,

M.Si

r 95906071 98703 I 002

/

00.070659.02 Pembina Utama

Muda, tv/c

Lektor Kepala

UNDARIS

Ungaran Semmang

Narasumber pada Lokakarya PEKERTI, dengan

topik:

1.

Hakikat Metode Pernbelajaran

2.

Metode Team Teaching dalam Pembelajaran

3.

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Kerjasama STIKES Mambaul

Ulum

Srnakarta dan

LL-DIKTI

Wilayah

VI

Jawa Tengah

Hotel Loji

Solo

JI. Hasanudin No. I 34, Kota Surakarta

Kamis-Jumat

20-21Februari 202CI, Pkl 07.30 - Selesai

Demikian

agar dilaksanakan sebaik-baiknya, dan menyampaikan laporan setelah selesai melaksarakan tugas.

15 Februari

2020

(3)

DAFAR PESERTA DAN NILAI PELATIHAN PEKERTI DI STIKES MAMBAUL ULUM SURAKARTA

TANGGAL 17-21 FEBRUARI 2020

No Nama Peserta Status Pre Test

Pro- ses

Pro- duk

Pros&

Prod

Pos Test

Nilai Akhir

L / TL 1 Emah Marhamah, S.

Kep, Ns, M. Kes

Aktif 47.50 85.00 85.40 85.12 60.00 75.07 Lulus

2 Novita Eka Sari., S.Tr.keb. M.Kes

Aktif 52.50 82.39 81.20 82.03 60.00 73.22 Lulus

3 Aditya Liliyan, S.M.B., M.M.

Aktif 47.50 80.79 83.60 81.63 62.50 73.98 Lulus

4 Arif Farida, S.E., M.A. Aktif 62.50 79.79 80.60 80.03 47.50 67.02 Lulus 5 Arif Nugroho

Rachman, S.E., M.M.

Aktif 60.00 80.00 80.40 80.12 70.00 76.07 Lulus

6 Astuning Saharsini, S.E., M.Acc.

Aktif 52.50 82.79 84.60 83.33 70.00 78.00 Lulus

7 Atik Lusia, S.E., M.B.A.

Aktif 52.50 78.79 77.60 78.43 55.00 69.06 Lulus

8 Tri Ratna Pamikatsih, S.E., M.B.A.

Aktif 55.00 79.81 65.00 75.37 67.50 72.22 Lulus

9 Almas Awanis, S.Fis., M.PH.

Aktif 40.00 79.00 79.40 79.12 67.50 74.47 Lulus

10 Alip Desi Suyono Sapu- tri, S.Farm., M.Farm

Aktif 40.00 80.80 81.40 80.98 70.00 76.59 Lulus

11 Totok Susilo Pamuji Nugroho, S.E.,MS.i

Aktif 45.00 79.80 81.40 80.28 62.50 73.17 Lulus

12 Nina Adelina, SE, MM

Aktif 52.50 81.39 80.20 81.03 60.00 72.62 Lulus

13 Feby Evelyna, S.E.,M.M.

Aktif 42.50 80.79 79.60 80.43 52.50 69.26 Lulus

14 Intan Muliana Rham- dhani, SE. Sy., MM

Aktif 50.00 80.80 81.80 81.10 72.50 77.66 Lulus

15 Ira Pangesti, S.Tr.A.K.,M.Imun

Aktif 42.50 80.00 81.40 80.42 52.50 69.25 Lulus

16 Akhmad Mubarok, S.Tr.A.K., M.Imun

Aktif 40.00 83.61 81.80 83.07 45.00 67.84 Lulus

17 Yusuf Eko Nugroho, S.Tr.A.K.,M.Imun.

Aktif 62.50 81.19 81.00 81.13 57.50 71.68 Lulus

(4)

18 Meka Faizal Farabi, S.Tr.A.K., M. Imun

Aktif 57.50 80.81 80.00 80.57 70.00 76.34 Lulus

19 Ahmad Syauqi Mubarok, S.Kep, Ns.

Aktif 47.50 80.00 80.60 80.18 70.00 76.11 Lulus

20 Aris Widiyanto, S.Kep., M.K.M.

Aktif 45.00 84.20 81.60 83.42 70.00 78.05 Lulus

21 Daryanto, S.Ag, MPI Aktif 32.50 82.80 80.20 82.02 52.50 70.21 Lulus 22 Joko Tri Atmojo,

S.Kep., MKM

Aktif 42.50 83.60 85.20 84.08 60.00 74.45 Lulus

23 Rina Tri Handayani, S.Kep., Ns., M.Psi

Aktif 45.00 85.21 83.40 84.67 72.50 79.80 Lulus

24 Yeni Nur Rahmayanti, S.Kep., Ns. M.Kep

Aktif 40.00 80.80 79.20 80.32 45.00 66.19 Lulus

25 Saifudin Zukhri, SKp., M.Kes

Aktif 67.50 84.60 81.60 83.70 85.00 84.22 Lulus

26 Sri Handayani, SKM, M.Kes

Aktif 45.00 78.99 80.80 79.53 65.00 73.72 Lulus

27 Sri Sat Titi Hamra-nani, S.Kep., Ns., M.Kep.

Aktif 50.00 80.81 80.00 80.57 60.00 72.34 Lulus

28 Hesti Nurlaeli, M.Si Aktif 55.00 80.00 83.40 81.02 77.50 79.61 Lulus 29 Kusmiyati, M.Pd Aktif 52.50 82.60 84.60 83.20 70.00 77.92 Lulus 30 Hetyorini, ST, MT Aktif 67.50 81.59 81.40 81.53 57.50 71.92 Lu 31 Helmy Apreliasari,

S.ST., M. Keb

Aktif 62.50 83.21 82.40 82.97 72.50 78.78 Lulus

32 Ika Yuli Ayuningrum, MPH

Mundur 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Tidak Lulus 33 Betty Nurizky Ariwar-

dani, S.Keb., MKM

Aktif 55.00 78.81 80.00 79.17 75.00 77.50 Lulus

34 Firdaus, S.AP., M.Si. Aktif 80.00 84.81 79.00 83.07 72.50 78.84 Lulus 35 Agus Rianto, S.T.,M.T. Aktif 35.00 79.20 78.20 78.90 37.50 62.34 Lulus

Bersyarat

36 Ali Arif Setiawan, S.Sos, M.I.Kom

Aktif 62.50 81.20 82.20 81.50 50.00 68.90 Lulus

37 Diana Kesumasari, S.T., M.Sc.

Aktif 70.00 82.80 85.40 83.58 80.00 82.15 Lulus

38 Dody Irnawan, S.T., M.T.

Aktif 47.50 78.81 77.00 78.27 67.50 73.96 Lulus

39 Dwi Ely Wardani, S.T., MSc.

Aktif 60.00 77.79 77.60 77.73 50.00 66.64 Lulus

(5)

40 Jeratallah Aram Dani, SKM., M.I.kom

Aktif 55.00 80.80 79.80 80.50 72.50 77.30 Lulus

41 Lely Hendarti, S.T.,M.T.

Aktif 60.00 79.41 82.60 80.37 75.00 78.22 Lulus

42 Nina Pebriana, ST, MT

Aktif 55.00 80.20 80.20 80.20 65.00 74.12 Lulus

43 Sidha Pangesti Anjarwulan, S.T., M.T

Aktif 50.00 82.61 82.80 82.67 57.50 72.60 Lulus

44 Prosawita R Kusuma- sari, S.S.,M.Hum

Aktif 50.00 80.40 80.40 80.40 67.50 75.24 Lulus

45 Herlina Ika Martaning- rum, S.Tr. Keb, M.KM

Aktif 50.00 80.80 81.40 80.98 80.00 80.59 Lulus

46 Eleonora Maryeta Toyo, M.Farm., Apt.

Aktif 37.50 79.19 80.00 79.43 57.50 70.66 Lulus

47 Faiz Rahman Siddiq, SE., M.Ak

Aktif 55.00 79.81 80.00 79.87 60.00 71.92 Lulus

48 Yuniar Fatmasari, S.S., M.A.

Aktif 52.50 83.60 82.00 83.12 72.50 78.87 Lulus

49 Dr. Sutarmin, S.Si., M.M.

Aktif 50.00 86.00 82.00 84.80 52.50 71.88 Lulus

50 Ns. Pandu Aseta, M.Kep.

Aktif 50.00 82.40 81.80 82.22 65.00 75.33 Lulus

51 Aryati Wuryandari, ST., M.Kom.

Aktif 47.50 85.80 86.40 85.98 57.50 74.59 Lulus

52 Mauritz Pandapotan Marpaung, S.Pd, M.Si.

Aktif 52.50 84.81 85.00 84.87 55.00 72.92 Lulus

53 Asruria Sani Fajriah, SST., MKM.

Aktif 42.50 78.00 78.00 78.00 70.00 74.80 Lulus

54 Anggraeni Sih Prabandari, S.Si., M.Sc

Aktif 67.50 82.40 82.00 82.28 80.00 81.37 Lulus

55 Pipi Anonyma, AMK., SE., MPH

Aktif 55.00 81.79 83.60 82.33 32.50 62.40 Lulus Bersyarat 56 Suci Prasasti, S.Pd.,

M.Pd

Aktif 52.50 81.60 82.00 81.72 80.00 81.03 Lulus

Surakarta, 21 Februari 2020

(6)

LAM 1

oleh

Dr. Drs. LAMIJAN, S.H., M.Si

FASILITATOR PEKERTI DAN AA LLDIKTI WILAYAH VI

LOKAKARYA PEKERTI BAGI DOSEN STIKES MAMBAUL ULUM SURAKARTA

17 21 Februari 2020

(7)

Capaian Pembelajaran

Peserta dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dng tujuan/capaian pembelajaran

Kemampuan Akhir

Menjelaskan cara memilih metode pembelajaran

Menjelaskan hubungan antara metode

pembelajaran dan prinsip-prinsip belajar

Menyusun skenario pelaksanaan pembelajaran matakuliah yang diampu dengan metode

belajar tertentu

(8)

LAM 3

Apa Metode Pembelajaran?

Cara menyajikan materi perkuliahan (materi belajar) kepada mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran Strategi pembelajaran yang efektif, efisien, dan mengaktifkan mahasiswa, dalam upaya menyampaikan atau

mengakuisisi bahan kajian selama proses

pembelajaran, untuk mencapai CPL

(9)

Fungsi metode pembelajaran sebagai sarana/alat untuk

◼ memenuhi capaian pembelajaran.

◼ memotivasi belajar mahasiswa.

◼ meningkatkan daya serap mahasiswa.

◼ mensiasati perbedaan individual

mahasiswa.

(10)

PAU-PPAI-UT 5

Faktor yang dipertimbangkan

dalam memilih metode

3. Pengetahuan Awal &Pengalam- man mahasiswa 6.Pengalaman

& Kepribadian

dosen

(11)

Bagaimana

Metode Pembelajaran yang Baik?

Sesuai

Prinsip-prinsip Belajar

(12)

LAM 7

Kecepatan belajar

Umpan balik

& Penguatan

Keaktifan Belajar

mahasiswa Motivasi

PRINSIP–PRINSIP BELAJAR

METODE PEMBELAJARAN DAN PRINSIP BELAJAR

(13)

METODE PEMBELAJARAN

Ceramah Demonstrasi

Simulasi

Sumbang Saran

Diskusi

(14)

Macam Metode Pembelajaran SCL

1. Small Group Discussion

2. Simulation and Demontration

3. Case Study

4. Discovery Learning (DL)

5. Self Directed Learning (SDL)

6. Cooperative Learning (CL)

7. Collaborative Learning(CbL)

8. Contextual Instruction (CI)

9. Project Based Learning (PjBL)

10. Problem Based Learning and Inquiry

LAM 9

(15)

Metode Ceramah

Keunggulan

q cepat menyampaikan informasi

q banyak informasi yang disampaikan dalam waktu singkat

q menjangkau banyak audiens

Kelemahan

q komunikasi satu arah q sukar memenuhi

kebutuhan individual

q proses belajar mengajar

berpusat pada dosen

(16)

LAM 11

Metode Diskusi

Keunggulan

q ada interaksi antara dosen-mahasiswa, mahasiswa- mahasiswa

q dapat menilai penguasaan konsep mahasiswa

q dapat melihat reaksi mahasiswa terhadap ide-ide baru

Kelemahan

q tidak efektif bila mahasiswa belum menguasai konsep dasar

q menyita banyak waktu

(17)

Langkah Mengelola Diskusi

Persiapan Pelaksanaan Penutup

• Rumuskan tujuan

• Tentukan topik

• Karakteristik mhs

• Kerangka diskusi

• Fasilitas

• Kemukakan tujuan

• Komunikasikan topik

• Jelaskan prosedur

• Bagi kelompok

• Bimbing diskusi

• Laporan kelompok

• Tanggapan kelom-

• pok Umpan balik dan penguatan

• Kesimpulan

(18)

LAM 13

Metode Demonstrasi

Konsep yang diajarkan menjadi lebih nyata

Kesamaan pengertian terhadap suatu konsep

Cocok untuk mengajar keterampilan

Pelaksanaan:

Ada prosedur tertulis untuk mahasiswa

Pelaksana demonstrasi siap dan terampil

(19)

Metode Sumbang Saran

Memotivasi mahasiswa untuk:

• Berpartisipasi aktif memberikan pendapat

• Menghargai pendapat orang lain

(20)

LAM 15

Memotivasi mahasiswa untuk:

q Memahami perasaan orang lain q Memecahkan masalah bersama q Berlatih mengambil keputusan q Mengembangkan kreativitas

Metode Simulasi

(21)

Bentuk Simulasi

Role Playing Peer Teaching

Games

(22)

LAM 17

No Metode Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Dosen

1 Small Group

Discussion Membentuk kelompok (5- 10) memilih bahan diskusi mempresentasikan paper dan mendiskusikan di

kelas

a. Membuat rancangan bahan dikusi dan aturan diskusi.

b. Menjadi moderator dan sekaligus mengulas pada setiap akhir sesion diskusi mahasiswa.

2 Simulasi mempelajari dan men-

jalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya.

Atau mempraktikkan berbagai model

(komputer) yang telah disiapkan.

a. Merancang situasi/

kegiatan yang mirip dengan yang sesungguhnya, bisa berupa bermain peran, model komputer, atau berbagai latihan simulasi.

b. Membahas kinerja mahasiswa.

AKTIVITAS MAHASISWA DAN DOSEN

(23)

No Metode Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Dosen

3 Discovery

Learning mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk

mendeskripsikan suatu pengetahuan.

a. Menyediakan data, atau petunjuk (metode) untuk menelusuri suatu

pengetahuan yang harus dipelajari oleh mahasiswa.

b. Memeriksa dan memberi ulasan terhadap hasil belajar mandiri

mahasiswa.

4 Self-

Directed Learning

merencanakan kegiatan belajar, melaksanakan, dan menilai pengalaman belajarnya sendiri.

Sebagai fasilitator, memberi arahan, bimbingan, dan

konfirmasi terhadap

kemajuan belajar yang telah dilakukan individu

mahasiswa.

(24)

LAM 19

No Metode Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Dosen

5 Cooperative

Learning Membahas dan

menyimpulkan masalah/

tugas yang diberikan dosen secara

berkelompok.

a. Merancang dan dimonitor proses belajar dan hasil belajar kelompok

mahasiswa.

b. Menyiapkan suatu masalah/ kasus atau bentuk tugas untuk diselesaikan oleh mahasiswa secara berkelompok.

6 Collaborative

Learning a. Bekerja sama dengan anggota kelompok- nya dalam mengerja- kan tugas

b. Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasar- kan consensus

kelompoknya sendiri.

a. Merancang tugas yang bersifat open ended.

b. Sebagai fasilitator dan

motivator.

(25)

No Metode Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Dosen

7 Contextual Instructi- on /

Learning

a. Membahas konsep (teori) kaitannya dengan situasi nyata

b. Melakukan studi lapang/

terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori.

a. Menjelaskan bahan kajian yang bersifat teori dan mengkaitkannya dengan

situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, atau kerja

profesional, atau manajerial, atau entrepreneurial.

b. Menyusun tugas untuk studi mahasiswa terjun ke lapangan 8 Project

Based Learning

a. Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara b. sistematis. Menunjukan

kinerja dan

mempertanggung

jawabkan hasil kerjanya di forum.

a. Merancang suatu tugas

(proyek) yang sistematik agar mahasiswa belajar penge-

tahuan dan keterampilan melalui proses pencarian/

penggalian (inquiry), yang terstruktur dan kompleks.

b. Merumuskan dan melakukan

proses pembimbingan dan

asesmen.

(26)

LAM 21

No Metode Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Dosen

9 Problem Based Learning

Belajar dengan

menggali / mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual /

yang ditetapkan oleh dosen.

a. Merancang tugas untuk mencapai

kompetensi tertentu b. Membuat petunjuk

(metode) untuk

mahasiswa dalam

mencari pemecahan

masalah yang dipilih

oleh mahasiswa sendiri

atau yang ditetapkan.

(27)

Rangkuman

Metode Pembelajaran adalah cara menyajikan materi pembelajaran

Ada berbagai pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran

Terdapat hubungan antara metode pembelajaran dan prinsip belajar

Perlu menyusun rancangan/skenario

pelaksanaan pembelajaran dengan

metode tertentu

(28)

Tugas 1: Pemilihan Metode

◼ Coba identifikasi dan pilihlah metode pembelajaran yg paling tepat utk tiap

pokok bahasan / bahan kajian pada satu mata kuliah yang Saudara ampu dalam satu semester ini. Berikan pula alasan / rasional ketepatan Saudara memilih

metode tersebut.

◼ Gunakan format sebagai berikut:

LAM 23

(29)

Ketepatan Pemilihan Metode Pembelajaran

No Pokok Bahasan / Bahan

/ Materi Kajian Metode yg

Dipilih Alasan Pemilihan

1 2 3 4 5 6 dst

Mata Kuliah : ………

Dosen Pengampu : ……….

Nomor Peserta : ……….

(30)

Tugas 2 :

Susunlah contoh langkah penerapan metode pembelajaran tertentu

LAM 25

Berdasarkan pemilihan metode

pembelajaran pada bahan kajian/pokok

bahasan tertentu, Saudara pilih salah satu saja, bagaimana cara / langkah / skenario penerapannya dalam pembelajaran?

Skenario tsb terbagai dalam tahap:

1. persiapan/rancangan 2. pelaksanaan, dan

3. penutup/simpulan

(31)

Untuk kepentingan nilai produk, Saudara jangan lupa….

Softcopy tugas tersebut dikirim ke :

[email protected]

(32)

LAM 27

(33)

Oleh

Dr. Drs. LAMIJAN, S.H., M.Si

TIM FASILTATOR PEKERTI DAN AA LL-DIKTI WILAYAH VI

LOKAKARYA PEKERTI BAGI DOSEN STIKES MAMBAUL ULUM SURAKARTA

17 21 Febrauri 2020

(34)

LAMIJAN 2

Peserta dapat melaksanakan team teaching dalam pembelajaran /

perkuliahan

(35)

1. Menjelaskan definisi team teaching dari berbagai sudut pandang

2. Membedakan team teaching dengan mengajar bergilir 3. Menjelaskan manfaat/kegunaan team teaching

4. Menjelaskan variasi team teaching

5. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan team teaching

6. Mengidentifikasi kriteria dalam team teaching 7. Merencanakan team teaching

8. Menjelaskan cara menilai kualitas team teaching

9. Menjelaskan implikasi team tea ching dalam pengelolaan

lembaga

(36)

LAMIJAN 4

TEAM TEACHING

(37)

1. Apa Team Teahing itu?

2. Apakah team Teahing diperlukan?

Mengapa diperlukan?

3. Apakah pada Progdi Bapak/Ibu sudah menerapkan Team Teahing?

4. YA/ TIDAK -Mengapa...???

Refleksi

(38)

APAKAH BENAR ?

1. Pada umumnya proses pembelajaran dilaku- kan dosen secara soliter (perencanaan,

pelaksanaan, evaluasi dilakukan individual).

2. Dosen dituntut lebih inovatif dan kreatif, karena kurikulum pendidikan di Indonesia selalu dan semakin berkembang.

3. Dosen dituntut lebih mengenal setiap

individu dari diri mahasiswa, sementara rasio dosen dan mhs kurang seimbang.

4. Dosen juga manusia, punya keterbatasan.

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com)

LAMIJAN 6

Refleksi

(39)

Pendahuluan

Hakikat Team Teaching

Variasi Team Teaching

Kekuatan dan Kelemahan Team Teaching

Kriteria Team Teaching

Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian

Implikasi bagi Lembaga Pendidikan

(40)

Latar belakang Team Teaching (1)

1. Dampak perkembangan IPTEK. Dosen harus selalu meng-update diri.

2. Hakikat mata kuliah. Ada mata kuliah yang cakupan materi sangat luas dan kompleks.

3. Jumlah mahasiswa yang mengikuti kuliah

sangat banyak. Dibuat menjadi beberapa kelas dan dibuat agar penguasaan mahasiswa tidak bervariasi .

LAMIJAN 8

PENDAHULUAN

(41)

Latar belakang Team Teaching (2)

4. Keragaman latar belakang / kemampuan

mahasiswa. Dosen perlu memberi perhatian kepada perbedaan individual mahasiswa.

5. Keterbatasan dosen. Dosen tidak mungkin menguasai semuanya (misal: ada aplikasi konsep yang melibatkan keterampilan), sehingga perlu team teaching untuk saling melengkapi.

6. Team teaching lebih memungkinkan dosen memikirkan suatu perubahan atau perbaik- an bagi pembelajaran dibandingkan jika ia selalu mengajar seorang diri secara

terisolasi.

(42)

Latar belakang Team Teaching (3)

7. Team teaching meningkatkan

kebutuhan dosen untuk bekerja sama / berkolaborasi, karena tuntutan

perkembangan teknologi pembelajaran.

8. Team teaching merupakan satu modus yang menjanjikan, karena memberi

peluang kepada dosen muda untuk bertim berkolaborasi dengan dosen senior.

LAMIJAN 10

(43)

1. Dampak perkembangan IPTEK 2. Hakikat mata kuliah

3. Jumlah mahasiswa

4. Keragaman latar belakang dan kemampuan mahasiswa

5. Keterbatasan dosen 6. Kebutuhan kolaborasi 7. Perbaikan pembelajaran

8. Modus pembelajaran yang menjanjikan

Ringkasan Latar Belakang

(44)

12

* Apakah berbagai alasan yang

dipaparkan tersebut memang sesuai dengan kenyataan di lapangan !

* Adakah alasan lain untuk memilih team teaching sebagai salah satu modus pembelajaran !

LAMIJAN

(45)

HAKIKAT TEAM TEACHING

Marleen Pugach (1998):

Team Teaching adalah dua orang dosen atau

lebih yang mengajar bersama-sama dalam kelas yang sama dan pada waktu yang sama.

Tim LP3-ITB (1998):

Team Teaching adalah satu matakuliah untuk

sekelompok mahasiswa tertentu yang diajarkan

oleh lebih dari satu orang dosen secara terpisah

menurut pembagian tugas yang telah disepakati.

(46)

Hakikat TT

Materi P3AI ITS (1999):

Team Teaching adalah satu matakuliah yang diajar oleh lebih dari satu orang dosen secara terpisah berdasarkan pembagian tugas.

Ditjen Dikti (2005):

Team Teaching adalah sekelompok dosen yang mengajar secara tim dalam proses pembelajaran satu mata kuliah

LAMIJAN 14

(47)

mengajar dalam tim

satu mata kuliah diajar oleh lebih dari satu orang dosen secara terpisah berdasarkan pembagian tugas

dua orang dosen atau lebih mengajar bersama

dalam kelas dan waktu yang sama

(48)

VARIASI

TEAM TEACHING

LAMIJAN 16

(49)

1. Semi Team Teaching 2. Team Teaching penuh

(50)

LAMIJAN 18

Pembuatan Rencana Pembelajaran (RPS/RPP) bersama, tetapi mengajar sendiri-sendiri

mata kuliah kewiraan

Kelas A

Dosen 1

Kelas B

Dosen 2

Kelas C Dosen 3 Pengertian

Variasi 1:

(51)

Variasi 2:

Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan

Kelompok 1

Dosen 1

Kelas A

Dosen 2 Kelompok

2

Dosen 3 Kelompok

3

(52)

LAMIJAN 20

Variasi 3:

Mata Kuliah Pengantar Sosiologi

Topik a Topik b Topik c Kelas A

(dosen 1) (dosen 2) (dosen 3)

(53)

Pelaksanaan

Rencana dibuat bersama sebelum perkuliahan

Substansi perencanaan:

m RPS/RPP/Kontrak Perkuliahan

m pembagian tugas

m teknik pengamatan/pemberian balikan

m teknik evaluasi/bobot nilai

Perlu ada evaluasi perencanaan

pertemuan tim dosen secara periodik

(54)

LAMIJAN 22

Satu tim mengajar di satu kelas dalam waktu yang sama

Pengertian

Prinsip Pelaksanaan, perlu :

Penilaian berkesinambungan

Kesepakatan bersama

Komitmen bersama

(55)

Variasi 1:

Mata Kuliah Pengantar Sosiologi

KELAS A

Dosen 1 (presentasi)

Dosen 2

(peragaan/contoh)

(56)

LAMIJAN 24

Variasi 2:

Mata Kuliah Matematika Lanjut

KELAS B

Topik 1 Dosen 1

Topik 2 Dosen 2

Topik 3

Dosen 3

(57)

Variasi 3:

Mata Kuliah Fisika Dasar 1

KELAS C

Klp. 1 Klp. 2 Klp. 3 Dosen 1 Dosen 2 Dosen 3 Pendalaman Materi/Praktikum

Dosen 1

(presentasi)

(58)

LAMIJAN 26

2 . Substansi perencanaan:

- Perangkat Pembelajaran - Skenario kegiatan:

* apa yg akan ditampilkan

* siapa yg akan menampilkan

* kapan ditampilkan - Pembagian tugas

- Antisipasi hal-hal yg akan terjadi

3. Perlu evaluasi perencanaan

4. Pertemuan team secara periodik

1. Perencanaan bersama yang akurat

(59)

m Model kerja sama

m Perhatian & interaksi dengan mahasiswa meningkat

m Dosen lebih nyaman m Dosen menampilkan

yang terbaik

m Balikan bagi mahasiswa banyak & komprehensif m Variasi yang menantang

m Persiapan yg matang m Waktu yg ekstra

m Tidak mudah menjadi anggota tim yang

kompak

m Dana dan fasilitas

yang ekstra

(60)

LAMIJAN 28

ruang kelas ekstra

Dana

bertambah

Layanan

permintaan ke bagian

perlengkapan

penyusunan jadwal mengajar yg baik

penyerahan nilai yang tepat waktu

pernah mengamati team teaching

Kemauan yg kuat

mampu memberi kepercayaan pada orang lain

a lot of give and take

mau & mampu memperdalam bidang keahlian

Fasilitas Administrasi

Dosen

(61)

Program:

penilaian sajian oleh mahasiswa

refleksi diri bagi anggota tim

Hasil Belajar:

menilai hasil belajar

mahasiswa

sesuai dengan kesepakatan

siapa, kapan, di mana

tetapkan tujuan team teaching

variasi/jenis team teaching

sepakati RPS/RPP

sepakati

pengorganisasian materi

pilih model team teaching

langkah

pelaksanaan

Penilaian Pelaksanaan

Perencanaan

(62)

LAMIJAN 30

PROAKTIF:

Mengembangkan & menyebarluaskan pedoman team teaching

Memfasilitasi dosen untuk ber-team teaching

Pelatihan team teaching

Pemantauan pelaksanaan team teaching

LPTK: perlu promosi untuk menggunakan team

teaching

(63)

1 . Jelaskan perbedaan antara mengajar model soliter dan mengajar model team teaching !

2. Jelaskan perbedaan mendasar antara semi team teaching dan team

teaching penuh !

3. Jelaskan tentang kelebihan team

teaching penuh daripada semi team teaching!

SOAL LATIHAN

(64)

32

1. Coba Anda jajagi kemungkinan untuk mengajar dalam tim. Apa saja aspek-aspek yang Anda pertimbangkan dalam penjajagan ini ?

2. Rencanakan satu team teaching berdasarkan hasil penjajagan Anda pada nomor 1,

kemudian laksanakan rencana tsb, serta lakukan penilaian !

3. Setelah Anda mencoba melaksanakan team teaching, cobalah bandingkan pengalaman Anda dalam team teaching dgn pengalaman Anda ketika mengajar sendiri !

LAMIJAN

IMAGINASI / PREDIKSIKAN

(65)

LAMIJAN

TERIMA KASIH

(66)

LAMIJAN 1

Oleh

Dr. Drs. LAMIJAN, S.H., M.Si

TIM FASILTATOR PEKERTI DAN AA LL-DIKTI WILAYAH VI

LOKAKARYA PEKERTI BAGI DOSEN STIKES MAMBAUL ULUM SURAKARTA

17 21 Februari 2020

(67)

Peserta lokakarya dapat merancang Penilaian Hasil Belajar mata kuliah yang diampu

Capaian Pembelajaran

(68)

LAMIJAN 3

Kemampuan akhir :

1. Membedakan pengertian dan kegunaan tes, pengukuran dan penilaian hasil belajar

2. Menjelaskan etika melakukan tes, pengukuran dan penilaian

3. Menyusun perencanaan tes hasil belajar (dalam bentuk kisi-kisi)

4. Mengkonstruksi butir soal objektif dan soal uraian 5. Menyusun pedoman penskoran tes objektif dan tes

uraian

6. Menjelaskan cara mengadministrasikan dan mengolah hasil tes

7. Menjelaskan penggunaan berbagai pendekatan penilaian

hasil belajar

(69)

EVALUASI PROSES BELAJAR

EVALUASI HASIL BELAJAR

EVALUASI

EVALUASI / PENILAIAN

(70)

Berbagai Tujuan

1. Cita-cita Nasional dan Tujuan Nasional (Pembukaan UUD NRI 1945)

2. Tujuan Pembangunan Nasional (UU PPN) 3. Tujuan Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) 4. Tujuan Institusional (tiap aras pendidikan) 5. Tujuan Kurikuler (tiap bidang studi /mata

kuliah)

6. Tujuan Pembelajaran (CP dan KAD)

LAMIJAN 5

(71)

RANAH CAPAIAN/TUJUAN PEMBELAJARAN

Nilai dan Sikap (Affective) Kemampuan

Berpikir (Cognitive)

Keterampilan (Psychomotor)

C6 Evaluasi (evaluation) C5 Sintesis

(synthesis) C4 Analisis

(analysis) C3 Penerapan

(application) C2 Pemahaman

(comprehension) C1 Ingatan

(knowledge)

A5 Menjadikan pola hidup

(characterization) A4 Mengatur diri

(organization) A3 Menghargai

(valuing) A2 Menanggapi

(responding) A1 Menerima

(receiving)

P5 Naturalisasi (naturalization) P4 Perangkaian

(articulation) P3 Ketepatan

(precision) P2 Penggunaan

(manipulation) P1 Peniruan

(imitation)

(72)

LAMIJAN 7

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

C . PENILAIAN (EVALUASI HASIL

BELAJAR) B. PELAKSANAAN

(PROSES BELAJAR)

HUBUNGAN TUJUAN - PROSES - PENILAIAN

(MODEL TYLER)

(73)

JENIS PROFESI ALAT UKUR HASIL

PENGUKURAN

HASIL PENILAIAN 1. Dokter

umum

Termometer, tensimeter, timbangan, meteran, dsb.

Suhu badan, tekanan darah, berat badan, tinggi badan

Pasien mengidap darah tinggi

2. Guru Tes hasil belajar,

Pedoman obser- vasi,

Skala sikap, Angket,

dsb.

Kebanyakan pertanyaan dapat dijawab dengan benar.

Murid tidak per- nah terlambat

Murid A termasuk 5 besar dalam kelasnya

PENGUKURAN DAN PENILAIAN

(74)

LAMIJAN 9

ISTILAH Tes

Pengukuran

Penilaian

KONSEP SINONIM Alat ukur

Penampilan dalam bentuk simbol

Pertimbangan

WUJUD

THB, Pedoman Observasi,

Skala Penilaian Sifat, karakter (skor)

Nilai

(75)

DEFINISI

Penilaian (Evaluasi) HB adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan

instrumen tes maupun non-tes.

Penilaian adalah memberi nilai

terhadap mutu atau kualitas sesuatu.

(76)

FUNGSI PENILAIAN

1. Pengukuran Keberhasilan (Quality Control = capaian standar kompetensi minimal)

2. Selection = standar penerimaan, penjurusan, perkembangan kompetensi

3. Diagnostik = mencari sebab kelemahan, kelebihan, perbaikan, umpan balik

4. Placement = penempatan seseorang pada karakteristik yg sesuai dan tepat.

5. Motivator = kondisi memaksa, yang menekan untuk melakukan sesuatu

6. Public Accountability = informasi kepada publik, orangtua, stokeholder

7. Legitimation = sebagai tanda kelulusan, pengakuan, sertifikasi, lisensi

LAMIJAN 11

(77)

DOSEN INSTITUSI

MASYARAKAT PEMERINTAH MAHASISWA

MANFAAT

PENILAIAN

(78)

PRINSIP PENILAIAN

Edukatif,

Otentik,

Objektif,

Akuntabel, dan

Transparan

yang dilakukan secara terintegrasi

(Pasal 22 (1) Permen Dikbud No.3 Th 2020 ttg SN-Dikti)

LAMIJAN 13

(79)

TEKNIK PENILAIAN

Salah satu/beberapa/gabungan dari :

Observasi,

Partisipasi,

Unjuk kerja,

Tes tertulis,

Tes lisan, dan

Angket.

(Pasal 23 (1) Permen Dikbud No.3 Th 2020 ttg SN-Dikti)

(80)

INSTRUMEN PENILAIAN

Instrumen Penilaian:

penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/ atau

penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain.

Hasil akhir penilaian merupakan

integrasi antara berbagai teknik dan instrumen penilaian yang digunakan.

LAMIJAN 15

(81)

RUANG LINGKUP PENILAIAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

•Tes Praktek

• Kerja Projek

• Portofolio

▪ Observasi

▪ Penilaian diri

▪ Penilaian antar peserta didik

▪ Jurnal harian

▪ Tes Tulis

▪ Tes Lisan

▪ Penugasan

(82)

Instrumen Penilaian Pengetahuan

Tes Lisan

Penugasan Tes

Tertulis

LAMIJAN 17

Pilihan Ganda, Isian, Jawaban singkat,

Menjodohkan, Benar- salah, Uraian

Daftar pertanyaan

Lembar penugasan

(PR, susun kliping/mkl)

(83)

PRINSIP PENYUSUNAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR

1. Tes harus dapat mengukur apa-apa yang dipelajari dalam proses belajar sesuai

tujuan/capaian pembelajaran.

2. Tes disusun benar-benar mewakili bahan yang telah dipelajari.

3. Pertanyaan tes hendaknya disesuaikan dengan aspek tingkat belajar yang

diharapkan.

(84)

Prinsip Penyunan THB (2)

4. Tes disusun sesuai tujuan penggunan tes itu sendiri, karena tes dapat disusun utk

keperluan: (pre-test, post-test, mastery test, diagnostic test, general achievement,

formatif test, dan sumatif test).

5. Tes disusun sesuai pendekatan pengukuran yang dianut (PAP atau PAN).

6. Tes hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

LAMIJAN 19

(85)

Pilihan Ganda Biasa

Pilihan Ganda Hub Antar Hal

Pilihan Ganda Analisis Kasus

Pilihan Ganda Kompleks

Pilihan Ganda Membaca Diagram/

Grafik/

Gambar Terbuka Terbatas Benar-Salah Menjodohkan Pilihan Ganda

URAIAN OBJEKTIF

JENIS TES

(86)

LAMIJAN 21

PERBANDINGAN ANTARA

TES OBJEKTIF DENGAN TES URAIAN

Tes Objektif Tes Uraian

1. Taksonomi yang diukur

2. Jumlah sampel materi

3. Penyusunan pertanyaan

Baik untuk mengukur C1, C2, C3, dan C4.

Kurang tepat untuk mengukur C5 dan C6 Dapat menanyakan lebih banyak sampel materi / bahan sehingga benar- benar mewakili bahan yang dipelajari

Menyusun pertanyaan yang baik, sukar dan memerlukan waktu yg lama

Kurang baik untuk mengukur C1.

Baik untuk mengukur C2, C3, C4, C5, dan C6

Hanya dapat menanyakan beberapa pertanyaan

sehingga kurang mewakili materi yang pernah

diajarkan

Menyusun pertanyaan

yang baik sukar tetapi lbh

mudah dari pertanyaan

objektif, waktu yang

diperlukan singkat

(87)

PERBANDINGAN BUTIR PERTANYAAN BENTUK OBJEKTIF DENGAN URAIAN

Pertanyaan Objektif Pertanyaan Uraian

4. Pengolahan

5. Faktor-faktor yg mengganggu

hasil pengolahan

6. Pengaruh

terhadap murid

Pengolahan objektif,

sederhana, dan ketepatan yg tinggi

Hasil kemampuan murid dapat terganggu oleh kemampuan membaca dan terkesan

Mendorong murid untuk banyak mengingat,

membuat interpretasi, dan analisis ide orang lain

Pengolahan sangat subjektif, sukar, dan ketepatannya kurang Hasil kemampuan murid dapat terganggu oleh kemampuan menulis dan mendongeng / bercerita Mendorong murid untuk mengorganisasi,

menghubungkan,

menyatakan idenya

sendiri

(88)

TABEL SPESIFIKASI DAN KISI-KISI TES)

▪ Tabel Spesifikasi Tes adalah tampilan dalam bentuk matriks yang menunjukkan proporsi dan jumlah

angka mutlak dari setiap aspek butir soal (tes objektif dan esai) yang membentuk suatu

perangkat tes.

▪ Dlm Tabel Spesifikasi Tes harus dgn mudah terbaca:

(1) bahan kajian yang diuji, (2) kemampuan /

kompetensi yang diuji (level ranah kognitif, dan (3) tingkat kesukaran butir soal dengan asumsi pertimbangan ada pada dosen/penulis soal.

(Asmawi Zainul & Noehi Nasution, 2005: 24)

LAMIJAN 23

(89)

Langkah Menyusun Tabel Spesifikasi

1. Menginventarisasi semua tujuan pembelajaran (kemampuan akhir) pada setiap pertemuan

pada lingkup yang dievaluasi

2. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

3. Membuat tabel spesifikasi untuk ketiga ranah tersebut, secara sendiri-sendiri maupun secara terintegrasi

(Sunandar, 2016: 45)

(90)

LAMIJAN 25

Kemampu- an akhir

Tingkat/ Jenjang Kognitif

C1 Jmlh

(ingatan)

C2 (pmahamn)

C3 (pnerapan)

C4 (analisis)

C5 (evaluasi)

C6 (kreasi)

Ke-1 (..%)

Ke-2 (..%)

…..

Ke-n (..%)

Jumlah

Tabel Spesifikasi Ranah Kognitif

(91)

Kemampuan akhir

Tingkat/Jenjang Kognitif

Jumlah (100%)

C1 (ingatan)

10%

C2 (pemahamn)

16,7%

C3 (penerapan)

26,7%

C4 (anaisis)

30%

C5 (evaluasi)

10%

C6 (kreasi)

6,6%

Ke-1 (5%) 1 1 2

Ke-2 (7%) 1 1 1 3

Ke-3 (10%) 1 1 1 1 4

….. …. …. …. …. …. …. …..

Ke-n (8%) 1 1 1 3

Jumlah 4 7 11 12 4 2 40 btr

Contoh isian: Tabel Spesifikasi Ranah Kognitif

(92)

Contoh: Tabel Kisi-kisi Tes Objektif & Tes Esei Ranah Kognitif

Ranah yg diukur KA /

Materi Kajian

Ingatan (C1) 10%

Pemaha man (C2) 20%

Aplikasi (C3)

40%

Analisis, Evaluasi, Kreasi

(C4,C5,C6) 30%

Jumlah

Kompetensi Dasar I

25%

1 md

2 Sd,sk

sd*

4

Md,2sd,1sk

3 2sd,1sk

sk*

10 (2)

Kompetensi Dasar II

40%

2 Md,sd

3 Md,sd, sk, sk*

6

2md,3sd, 1sk, sk*

5

1md,3sd, 1sk, sk*

16 (3)

Kompetensi Dasar III 35%

1 md

3

2md,1sd, md*

6

2md,3sd, 1sk, sd*

4 3sd, 1sk

sk*

14 (3)

Jumlah 4 8 (3) 16 (2) 12 (3) 40 (8)

LAMIJAN 27

(93)

Form Kisi-kisi Tes Objektif (Pilihan Ganda)

No KA / MATERI KAJIAN

JENJANG KEMAMPUAN DAN TINGKAT KESUKARAN

JUMLAH BUTIR

SOAL %

C1 C2 C3 C4, 5, 6

M U D H A

S E D A N G

U S K A R

M U D H A

S E D N A G

U S K A R

M U D H A

S E D N A G

U S K A R

M U D H A

S E D A N G

U S K A R

JUMLAH BUTIR SOAL

PROSENTASE 100

(94)

Contoh: KISI-KISI TES OBJEKTIF (PILIHAN GANDA)

No KA / Materi Kajian

C1 C2 C3 C4, C5, C6 Jml

md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk

1 1

- -

- - -

- - -

- - -

2 - -

- - 3

4 -

5 6

7 - -

8 9

- 10

10

2 11

12

- 13 14

15

16 17

18 19

20 21

22

23 24

25 26

16

3 27 - -

28 29

30 -

31 32

33 34

35 36

- 37

38 39

40

14

Jlh 3 1 0 3 3 2 5 8 3 1 8 3 40

LAMIJAN 29

(95)

Form Kisi-Kisi Tes Uraian Mata Kuliah : …..

NO KA / MATERI

KAJIAN JUMLAH SOAL PROSES BERPIKIR

MAKSIMAL JMLAH

BUTIR SOAL

%

C2 C3 C4 C5 C6

1.

2.

3.

4.

...

...

...

dst...

md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk

JUMLAH BUTIR SOAL PROSENTAS

E 100

(96)

Contoh: KISI-KISI TES URAIAN Mata Kuliah : ………

No KAD / Materi Kajian

C2 C3 C4 C5, C6 Jml

md sd sk md Sd sk md sd sk md sd sk

1 1...

2...

3...

- - - - 1 - - - - - -

2 2

2 1...

2...

3...

- - - - -

3

- - 4 - -

5 3

3 1...

2...

3...

- - - 6 - - -

7

- - -

8 3

Jlh 1 1 1 1 1 3 8

LAMIJAN 31

(97)

1. Saripati permasalahan harus ditempatkan pada pokok soal (Stem)

2. Hindari pengulangan kata-kata yang sama dalam pilihan

3. Hindari rumusan kata yang berlebihan

4. Bila pokok soal merupakan pernyataan yang belum lengkap, maka kata yang melengkapi harus

diletakkan pada ujung pernyataan, bukan di tengah- tengah kalimat

5. Susunan alternatif jawaban dibuat teratur dan

sederhana

(98)

LAMIJAN 33

6. Hindari kata-kata teknis, ilmiah atau istilah yang aneh atau mentereng

7. Semua pilihan jawaban harus homogen dan dimungkinkan sebagai jawaban yang benar 8. Hindari keadaan di mana jawaban yang benar

selalu ditulis lebih panjang dari jawaban yang salah

9. Hindari adanya petunjuk / indikator pada jawaban yang benar

10. Hindari menggunakan pilihan yang berbunyi

“semua yang di atas benar” atau “tidak satu pun

yang di atas benar”

(99)

11. Gunakan tiga atau lebih alternatif pilihan

12. Pokok soal diusahakan tidak menggunakan ungkapan atau kata-kata yang bermakna tidak tentu

13. Pokok soal sedapat mungkin dalam pernyataan atau pertanyaan positif

14. Pokok soal jangan mengarah pada pilihan jawaban yang benar

15. Gunakan bahasa/kata yang efektif dan efisen,

serta penulisan yang baku/benar.

(100)

1. Beritahukan sebelumnya tentang penggunaan tipe tes uraian,

2. Batasi ruang lingkup materi/bahan tes secara pasti,

3. Usahakan pertanyaan untuk mengukur tujuan hasil belajar yang penting saja,

4. Jangan gunakan tipe tes uraian ini untuk mengukur kemampuan mengingat

(menghapal),

LAMIJAN 35

(101)

5. Mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan menulis peserta tes,

6. Jangan memberikan butir soal yang

dapat dipilih atau dapat tidak dikerjakan, 7. Setiap soal harus jelas, apakah jenis

jawaban bebas/terbuka atau jawaban terbatas,

8. Dalam setiap perangkat tes hendaknya

ada kombinasi tipe tes uraian terbatas

dan tipe tes uraian bebas ,

(102)

9. Dalam setiap butir soal harus dijelaskan skor maksimal untuk jawaban yg sesuai 10. Tulislah petunjuk awal yang jelas, dan

tidak multi tafsir,

11. Waktu yang tersedia harus diperkirakan

“cukup” (tidak kurang dan tidak lebih), 12. Hendaknya pertanyaan menuntut

respon / jawaban yang bersifat baru atau hasil pemikiran kritis peserta tes,

LAMIJAN 37

(103)

13. Gunakan kata-kata deskriptif, seperti tulislah garis besar, pilihlah, berilah ilustrasi atau

contoh, kelompokkanlah, bedakanlah,

bandingkanlah, dan beberapa kata perintah yang bersifat deskriptif lainnya.

14. Jangan mulai kalimat butir soal dengan kata- kata seperti apa dan siapa, karena berisi jawaban singkat yang bersifat ingatan,

15. Makin banyak jumlah butir soal untuk setiap

perangkat soal semakin baik.

(104)

PEMERIKSAAN HASIL TES URAIAN

1. Menyusun pedoman jawaban (kunci jawab) dan skor penilaiannya

2. Menyeragamkan persepsi semua pemeriksa terhadap pedoman

jawaban dan skor penilaian

3. Memeriksa nomor demi nomor jawaban

untuk setiap mahasiswa (bukan memeriksa semua nomor untuk setiap mahasiswa)

LAMIJAN 39

(105)

PERTANYAAN: Hitunglah nilai X dari persamaan: X (X-5) = 4X-14 Contoh Pedoman Penskoran

NO.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

ASPEK / KONSEP YANG DINILAI X (X-5) = 4X - 14

X . X - 5 . X = 4X - 14 (KONSEP DISTRIBUTIF) X

2

- 5X = 4X - 14 (KONSEP KOMUTATIF) X

2

- 5X - 4X = 4X - 4X - 14 (KONSEP ADITIF) X

2

- 9X = -14

X

2

- 9X + 14 = 0

a. X

1,2

= atau b. (x - 7) (x - 2) = 0 X

1,2

=

X

1,2

= X - 7 = 0

X - 2 = 0

X

1

= = 7

X1 - 7 = 0

X

2

= = 2 X2 - 2 = 0

Skor Maksimum

SKOR 1 1 1 1 1 1 1 1

1

1 10 -b + b

2

- 4ac

2a

9 + 81 - 56 2

9 + 25 2 9 + 25 9 - 5 2

2

}

}

(106)

PEDOMAN PEMBERIAN SKOR/NILAI Untuk Butir Soal Uraian Terbuka

Jumlah rerata:

Persentase skor = Jumlah skor rerata yang dicapai x 100 jumlah skor maksimum

Skor

Pemeriksa 1 Pemeriksa 2 Rerata Skor

Maksimum

Bobot Kriteria

1. Materi

2. Organisasi 3. Proses:

3.1. Penyelesaian jawaban

- Ketelitian - Konsisten - Keaslian 3.2. Argumentasi

- Ketelitian - Konsisten - Keaslian

Jumlah Skor Maksimum

1 1/4

1/8 1/8 1/8 1/8 1/8 1/8

24 6

3 3 3 3 3 3 48

LAMIJAN 41

(107)

PERSYARATAN TES

VALIDITAS

RELIABELITAS

DAYA PEMBEDA BUTIR

TINGKAT KESUKARAN BUTIR

EFEKTIVITAS DISTRAKTOR

(108)

LAMIJAN 43

(109)

PENILAIAN OTENTIK

Tes Perbuatan Pedoman Obsevasi

Rubrik Penilaian (Aspek yg dinilai dan skore nilainya)

Tes Hasil Kerja Portofolio

Rubrik Penilaian (Aspek yg diniai

dan skore nilainya)

(110)

Berdasarkan kriteria

yg terukur / terskala Berdasarkan nilai kelompok

PENILAIAN ACUAN PATOKAN

(PAP)

PENILAIAN ACUAN NORMA

(PAN)

PENDEKATAN PENILAIAN

LAMIJAN 45

(111)

DUA MACAM

STANDAR/NORMA/KRITERIA/ACUAN)

1. PAP = Penilaian Acuan Patokan

= Criterian Based Evaluation

= Criterian Referenced Evaluation

= Standar Mutlak = Norma Ideal 2. PAN = Penilaian Acuan Norma

= Norm Based Evaluation

= Norm Referenced Evaluation

= Standar Relatif = Norma Empiris

(112)

A. PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP)

• Patokan yang dimaksud adalah tujuan yang dicita-citakan, yaitu menguasai seluruh materi (100%), bila tidak mampu, diperhitungkan

berapa % dari 100% tersebut.

• Patokan 100% tersebut adalah:

* angka 100 (skala penilaian 1-100)

* angka 10 (skala penilaian 1-10)

* angka 4/A (skala penilaian 0-4 / E-A)

LAMIJAN 47

(113)

PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP)

• Bagi yang tidak mampu menguasai materi 100%, skornya ditetapkan dengan rumus:

ΣD X = skor (nilai) mahasiswa X = ΣD = jumlah jawaban benar

N (penguasaan materi)

N = jumlah soal/materi yang

harus dikuasai

(114)

PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP) Contoh:

Nilai tertinggi yang ditetapkan = 100.

Jumlah soal/materi yang harus dikuasai = 10.

Seorang mahasiswa hanya menguasai 4.

Nilai mahasiswa tersebut: (4:10) X 100 = 40.

Nilai 40 tetap 40, berapapun nilai teman-temannya, karena tidak tergantung dengan perolehan nilai

temannya.

Terkait tentang lulus/tidak lulus ada kriteria sendiri, misalnya nilai 60, jadi mahasiswa tsb tidak lulus.

LAMIJAN 49

(115)

B. PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN)

• Norma yang dimaksud adalah nilai tertinggi yang diperoleh kelompok / kelasnya (norma empiris), bersifat relatif, tergantung perolehan teman satu kelas / kelompoknya.

• Untuk menentukan kedudukan setiap

mahasiswa di dalam kelompoknya digunakan

acuan kurve normal, maka disebut Penilaian

Acuan Norma.

(116)

STANDAR PENILAIAN

(MENGACU KURVE NORMAL)

• Ada beberapa standar:

( 1) standar seratus, (2) tandar sepuluh, (3) standar sembilan, dan (4) standar lima.

• Teknik penghitungan menggunakan kurve normal dengan langkah:

(1) menyusun kategori, (2) menghitung angka batas kategori, dan (3) memberi nilai (menyatakan skor

seorang siswa termasuk dalam kategori yang mana).

LAMIJAN 51

(117)

PENILAIAN DENGAN STANDAR LIMA

• Skor terbagi atas lima kategori: A, B, C, D, E atau 1, 2, 3, 4, 5.

• Ada tiga cara menentukan angka-angka batas kategori, yaitu:

1. M x ± 0,50 SD dan ± 1,50 SD.

2. M x ± 1,00 SD dan ± 2,00 SD.

3. Penghitungan persentil tertentu, yaitu:

P 10 , P 30 , P 70 , dan P 90

(118)

1. PENGHITUNGAN PENILAIAN STANDAR LIMA DENGAN:

MEAN ±0,50 SD DAN ±1.50 SD

• 6.68% 24,17% 38,30% 24,17% 6,68%

• ( 7% ) ( 24% ) ( 38% ) ( 24% ) (7% )

- 1,5 SD - 0,50 SD + 0,50 SD + 1,5 SD E D C B A 0 1 2 3 4

P 7 P 31 P 69 P 93

LAMIJAN 53

(119)

1. PENGHITUNGAN PENILAIAN STANDAR LIMA DNG:

MEAN ±0,50 SD DAN ±1.50 SD

• Diandaikan M x = 60 dan SD = 10.

• M x ± 0,50 SD = 60 ± 0,50 X 10 = 60 ± 5 Jadi, angka batas kategori 55 dan 65.

• M x ± 1,50 SD = 60 ± 1,50 X 10 = 60 ± 15 Jadi, angka batas kategori 45 dan 75.

• Bila angka-angka batas kategori hasil

penghitungan di atas dimasukkan pada

gambar kurve normal, sebagai berikut:

Gambar

Tabel Spesifikasi Ranah Kognitif
TABEL II

Referensi

Dokumen terkait

2005; ISBN: 0-7803-9484-4 King Fahd University of Petroleum & Minerals http://www.kfupm.edu.sa Summary A mathematical model for the open-circuit output voltage of a micromachined

2005; ISBN: 0-7803-9484-4 King Fahd University of Petroleum & Minerals http://www.kfupm.edu.sa Summary A mathematical model for the open-circuit output voltage of a micromachined