Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol. 15 No. 5 (1998) pp. 323 - 336
S E G M E N T A S I PASAR JASA R E K R E A S I HUTAN (Market Segmentation of Forest Recreation Service)
Oleh /By:
Satrla A$tana
Summary
The significant implication of research on further development of forest recreation service depends on the progress of market research on tlie service itself. As a part of the effort to addressing such issue, this study aims at identifying the market segments of recreation service at three sample forest units, namely: Carita, Situgunung and Sukamantri, all in West Java. The study reveals that university students, private officers and high school students, mostly living in Jakarta, were respectively significant variables for segmenting markets of the service offered. In addition, the marketing management of the service has been ineffectively designed, targeted and promoted to other growing markets such as young families with middle income status.
Keywords: forest recreation service, market segment, marketing management.
/. PENDAHULUAN
Pengusaliaaii jasa rekreasi hutan di hidonesia telah lama dilaksanakan tetapi perkenibanganiiya lerlihat inasili belmii iiieniuaskaii secara ekonomi niaupun lingkungan.
Lebih dari itii pengembangan pengusaliaan jasa rekreasi hutan masili didominasi oleh pemerintaii kendati beberapa kalangan swasta juga telali terdapat yang masuk. Jumlah hutan wisata' yang dikelola oleh pemerintah melaiui B M U N seperti Perum Perhutani hingga saat iiii teiali mencapai 130 unit di antaranya terdapat yang disediakan untuk konsumen mancanegara yakni locotour di Cepu, Jawa Tengah, Sedangkan jumlah hutan wisata yang dikelola oleh swasta dan pemerintaii daerali (Pemda) di berbagai propinsi belum terdata dengan baik tetapi salali satu hutan wisata swasta yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalali Tainan Safari di Cisarua Bogor, Jawa Barat.
Walaupun pengusaliaan jasa rekreasi hutan telali lama dilakukan, penelitian manfaat ekonominya baru niulai dilakukan secara intensif pada awal tahun 1990-an, antara lain oleh Ibraliim (1990), Darusman (1991), Hidayat (1992), Baliruni (1993), Pangemanan (1993) dan Hihiii (1994). Hasil-hasil penelitian tersebut berguna untuk memahami nietode-nietode bagaimana mengidair manfaat ekonomi jasa yang dihasilkan. Sumberdaya
' Penjm Perixjtani inenggunakan istilah wanawisata, sedangkan UU No, 5 Tahun 1990 menggunakan istilah Taman Wisate Alam untuk menggambatkan manfaat wsala dan kavasan petestanan alam. Menunjt UU No. 5 Tahun 1990, Taman Wisala Alam dktefiniakan sebagai kawasan petestarian abm yang tenjtama dmanfaalkan untuk parwisata dan rekreasi alam (Bab 1 Pasal Ayat 16). Sedangkan UU No. 5 Tahun 1967 menggunakan istilah hulan wsata, yang didefinisikan setagai Kavasan hutan yang dipefuntukkan secara khusus untuk dibina dan diieihara guna kepenlingan panvijsala dan atau wsata buru (Bab 1 Pasal 3 Ayat 4). Termasuk ke dalam hutan wisata adalah taman wsata dan taman bum. Taman wisala, yaitu hutan wsata yang memiiki keindahan alam, baik keindahan nabab, keindahan hewani, inaupun keindahan alamnya sendri, yang mempunyai corak khas untuk dimanfaalkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan; taman bum. yaitu hutan wisala yang cf datemnya terdapat satwa buru ^ memungkmkan diselenggarakan pemburuan yang teratur bagi kepentingan rekreasi. Dalam tulsan ini digunakan isliah hutan wisata deh karena istilah hutan wisala telah Isbih sehng digunakan daripada istilah wanaMsal» Juga lidak digunakan istilah taman wisala slam karena kawasan yang dimanfaalkan sebagai parawisala tidak selalu kawasan pelestarian, tetapi dapat juga k a v ^
hutan yang begitu luas d i hidonesi a serin
g menjad i alasa
n utam a kenap a manfaa t ekonom
i
jasa rekreasi huta
n ham s dipahami . Tetap
i sebalikny a peneUtian-penehtia
n yan g lebi h
diarahkan untuk menjawab
bagaimana memasarica n jas
a rekreas i huta
n secar a lebi h
efisien dan efektif t^liha t belu
m pema h dilakukan . Hasil-hasi
l penelitia n yan
g disebu t
terakhir bergun a untu
k memaham i permasalaha
n bagaiman a mengembangka
n pengusa -
haan jasa rekrepsi huta
n sehingg a investas
i yan g ditana m dapa
t berkemban g denga
n baik .
Dengan asumsi bahw
a pengelolaa n setia
p huta n wisat a membutuhka n investas
i
sebesar R p 10 0 jut a (taksira n terendah
) mak a tota l investas i yan
g tela h ditana m
imtuk 130 unit huta n wisat a Peru m Perhutan i adala
h R p 1 3 milyar . Ditamba h denga
n
investasi huta n wisat a yan g dikelol a ole
h piha k swast a da n Pemd a d
i berbaga i
propinsi, membuktika n bahw
a investas i d
i pengusahaa n huta
n wisat a tergolon g cuku
p
tinggi. Disadari bahwa
supaya mvestasi yan
g tela h ditana m dapa
t berkembang ,
persoalan utama yang hams dipaham i adala
h pemasarannya . Persoala
n pemasara n
adalah kompleks da
n dapa t dikaj i dar i berbaga i aspek
. Segmentas i pasa
r mempaka n
salah satu aspek yang hams dipaham i untu
k menetapka n targe
t pasa r secar a tepat .
Selaras denga n ha
l tersebut , penelitia
n in i bertujua n untuk
: (1 ) mengidentifikas i
segmen-segmen pasar jas a rekreas i hutan
, (2 ) mengkaj i segme
n pasa r man a yan g
relatif efisie n da
n efekti f sebaga i sasara
n pemasaran . Sebaga
i stud i kasus , penelitia n
ini dilaksanaka n d
i tig a uni t pengelolaa n huta
n wisat a yait u Carit a KP H (Kesatua n ^
Pemangkuan Hutan) Banten
, Situgimun g KP
H Sukabumi^
, da n Sukamantr i KP
H
Bogor. Hasi l penelitia n in
i diharapka n dapa
t bergun a untu
k memperbaik i pemahama
n
mengenai menejeme n pemasara
n temtam a jas
a rekreas i huta
n yan g dikaji .
//. METODE PENELITIAN
A Pendekatan Masalah
Pengertian jasa (service) didefmisika
n sebaga i suat
u aktivita s (activity
) ata u
manfaat (benefit ) yan
g ole h suat u piha k ditawarka n kepad
a piha k lai n yan g
sebenamya intangible dan
tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun (Kotler da
n
Armstrong, 1991) . Kotle
r da n Armstron g (1991
) mengklasifikasika n bisni
s jas a
menjadi du a bagian , yait
u : bisnis jas a basi s perlengkapa n (Equipment-based
) da n
bisnis jas a basi s tenag a kerj a (People-based ) (Gamba
r 1) .
Jenis Bisni s Jas a
(Type at Senkx Busiiess)
Basis Periengkapa n
Basis Tenag a Koj a
(PeafiM»sed) (Equpenwnt-tossd)
t
1
r Buruh Kasa h r ole Otomatis DimonHo(Unskilled Labor ] Buruh Tertati i
(S»ed Labor) Profesional
(Pnjflesionals) r h Operato r ole f Operato (Automated) Rebli
(Wonitored bf {Operated by
Relatively Operators) Sidle d Operators )
Sumber (Source): Kotle r an d Armstron g (1991)
.
Gambar 1 . Jenis-Jeni s Bisni
s Jas a
Figure 1.
Types of Service Business
^ tehu n anggara n 1995/1996 , pengelolaa n Situgunun g tela h djtangan i de h pihal t swast a P T Stnne a Baiit o Wisat a
Bui. Pen 324
. Has . Hut , Vol . 1 5 No . 5 (1998)
Jasa rekreasi hutan dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi jasa di atas terutama untuk jasa seperti taman niainan anak-anak atau tempat penginapan (Equipment- based), dan pemandu wisata atau petugas keanianan berkemah (people-based). Untuk jasa rekreasi hutan lainnya seperti pemandangan, pendakian (hiking), pemancingan, pemandian atau air terjun, sebenamya tidak dapat disaniakan. Sebab, jenis-jenis jasa tersebut dapat menjadi suatu kelompok tersendiri sebagai jasa basis suniberdaya alam (Natural resource-based)^.
Menyadari bahvva nietode kuantifikasi nilai manfaat ekononii jasa rekreasi hutan belum tersedia atau bila tersedia niasih tergolong lemah, maka nilainya sering tidak diperhitungkan. Konsekuensinya, nilai ekonomi yang diperhitungkan hanya nilai basis perlengkapan iiiaupun tenaga kerja. Hal ini menyebabkan jasa rekreasi hutan cenderung dipasarkan dalam bentuk paket, yang oleh Gregory (1972) dari sisi pemiintaan dikatakan sebagai komponen-komponen yang dikonsumsi dibeli bersama- saiiia dan nierupakan salah satu sifat jasa rekreasi hutan, selain sifat lain yaitu dikonsumsi di tempat.
Sebagai "barang" yang dikonsumsi, jasa rekreasi hutan memiliki konsumen dengan berbagai karakteristik. Sebagai contoh, para pengunjung yang datang ke tempat rekreasi hutan, masing-masing individu dapat memiliki tujuan atau motivasi yang bcrbeda. Mereka dapat juga berasal dari lapisan sosial ekonomi yang berbeda dan dari daerah serta dengan tingkat kepuasan yang berbeda. Sebagai pasar konsumen, mereka merupakan aspek penting untuk dikaji. Segmentasi pasamya dibutuhkan terutama bila terdapat rencana untuk mengembangkan pengelolaan atau nieningkatkan perolehan pendapatan. Segmentasi bertujuan untuk memahami kelompok-kelompok mana di antara mereka yang patut dijadikan sasaran pemasaran yang relatif efisien dan efektif.
Sebagaimana pasar konsumen produk lain, untuk menibuat segmentasi pasar jasa tidak terdapat formula yang baku (Lancaster and Massingham, 1988 ; Kotler and Aniistrong, 1991), Semua peubah pada hakekatnya dapat dijadikan alat untuk membuat segmentasi. Empat peubah yang umum dipakai sebagai alat segmentasi pasar konsumen, yaitu: geografis, demografis, psikografis (psychographic), dan perilaku (behavioristic) (Kotler and Armstrong, 1991). Dari keempat peubah tersebut, penelitian ini mengadopsi tiga peubah, yaitu: geografis, demografis dan perilaku. Unsur peubah geografis dan perilaku yang diidentifikasi masing-masing hanya satu berturut-turut yaitu: daerah asal pengunjung dan lama kunjungan (tingkat penggunaan). Sedangkan unsur-unsur peubah demografis yang diamati terdiri dari:
umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan pengunjung.
Sumberdaya alam dapat saja sebagai salah satu jenis produk jasa tersendiri (Natural resource-based) tetapi untuk itu memeriukan dukungan penelitian metode bagaimana menilai manfaat ekonomi intangible sumberdaya yang bersangkutan. Selama ini nilai manfaat produk jasa rekreasi belum dipertiitungkan ke dalam perhitungan biaya Yang dinllai selama ini baru nilai |asa orang yang bekerja (upah tenaga) dan nilai |asa peralatan atau perlengkapan (biaya pembangunan dan pemeiharaan). Nila produk jasa bekim diperhitungkan, misalnya berapa sebenannya nilai pe.nandangan air tequn dan apakah same dengan nilai jasa pemandangan di dalam suatu gua? Penggunaan istilah produk jasa atau jasa rekreasi di sini merujuk pada pengertian jasa orang atau peralatan (perlengkapan), sehingga konsep nilai manfaat ekonomi dan suatu sumberdaya (hutan atau alam) dapat lebih mudah dipahami.
Karena alasan tersebut, istilah produk jasa atau |asa rekreasi hutan iebih pas digunakan di sini dibandingkan dengan istilah obyek rekreasi hutan, sebagaimana pada UU No 5 Tahun 1990. Dalam UU No 9 Tahun 1990 disebutkan bahwa obyek dan daya tank wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata (Bab 1 pasal 1 Avat 6). Penggunaan istilah obyek hanya menggambarisan kondisi fisik (suatu sumberdaya hutan atau alam), yatu apakah meminhi daya tank yang tinggi atau tidak, tetapi belum rrwmperlimbangkan konsep nilai dan daya tariknya itu sendiri
R Pengumpulan Data
Pengumpulan data difokuskan
untuk memperoleh
beberapa informasi. Pertama
,
data sekunder yan
g terdir i dari : (1 ) Jeni s da n karakteristi k produ
k jas a yan g
ditawarkan, da h (2 ) Perkembanga n jumla
h pengunjung
; masing-masin g diperole
h
dengan cara mencatat dat
a yan g tela h tersedi a d
i ketig a KP H conto h da n kemudia n
diverifikasi d i lapangan . Kedua
, dat a prime r meliputi:
(1) Peuba h geografi
s (daera h
asa) pengunjung),(2 ) Peuba
h demografi s (umur
, jeni s kelamin , pendidikan
, pekerjaa n
dan pendapatan
pengunjung, da n (3 ) Peuba h perilak
u (lam a kunjungan) . Dat
a prime r
dikumpulkan dengan cara wawancara
dengan responden
dengan memakai ala
t bant u
daftar pertanyaan . Responde
n dipili h secar a sengaj a (purposiv
e sampling ) da
n yan g
berhasil diwawancara i untu
k Carit a da n Situgunun g masing-masin
g berjumla h 7
2
orang dan 34 orang untuk Sukamantri Pengumpula
n dat a dilakuka n pad
a har i Sabt u
dan Minggu
bulan Oktober 199
5
C. Analisis Data
Identifikasi segme n pasa
r domina n dilakuka
n melalu i du
a pendekatan . Pertama
,
suatu pendekatan
segmentasi pasa r d
i dala m individ u huta
n wisat a contoh
.
Kegunaannya adalah untuk melihat peuba
h man a yan g palin g tepa t dijadika n ala
t
segmentasi pasa r ole h pengelol a huta
n wisata . Kedua , suat
u pendekata n segmentas
i
keseluruhan hutan wisata contoh. Kegunaamiy
a adala h untu k meliha t tida
k saj a
peubah mana yan g tepa t sebaga i ala
t segmentasi , tetap
i jug a untxi k meliha t tingka
t
persaingan antar huta n wisat a contoh . Pendekata
n yan g kedu a mengharuska n adany
a
asumsi bahw a pangs
a pasa r ketig a huta n wisat a conto h diperebutka n hany
a ole h
hutan wisata
contoh yang bersangkutan. Identifikas
i segme n pasa
r domina n
menggxmakan kritena
pengambilan keputusan
sebagai berikut :
1. Individ u huta
n wisat a conto h
Jika P,j=100%:k
dan k adala h jumla h segme n pasa r yan g terbentu k pad
a peuba h j,
maka nila i P, , dapa t digimaka n sebaga
i kriteri a dala m mengambi l keputusa
n apaka h
Sij merupaka n segme
n pasa r domina n ata
u buka n selani a S ij didefinisika n sebaga
i
persentase jumlah pengunjung
di segme n pasa
r k e i yang terbentuk
pada peuba h k
e j .
Pada individu
hutan wisata contoh S, j dapa t diformulasika n sebaga
i berikut :
i=l
di man a : my=Jumlah
pengunjung di segme n pasa
r k e i pada peuba h k
e j
;
Mj=Jumlah pengunjung
di seluru h segme
n pasa r pad a peuba h k e j .
Jika k>2 dan Sy > Py , mak a segme n pasa
r k e i pada peuba h k
e j merupakan
segmen pasar domina n da
n sebalikny a bil
a S y <
Py, segme n pasa
r k e i pada peuba h
ke j bukan
merupakan segmen
pasar yan g dominan . Tetap
i jik a k=2 , mak a berlak u
Sij=(m,j/Mj)*100% (1)
k
=X
Mj mij (2)326 Bui. Pen
. Has . Hut . Vol . 1 5 No . 5 (199S)
ketentuan bahwa kedua segmen pasar pada peubah ke j merupakan segmen pasar dominan selama (Sij-S2j)=Pij dan hanya salah yang dominan selama (Sij- S2j)>Pu.
2. Keseluruhan hutan wisata contoh
Identifikasi segmen pasar dominan pada keseluruhan hutan wisata contoh tidak berbeda dengan individu contoh. Perbedaannya hanya pada jumlah segmen pasar yang terbentuk pada suatu peubah dan jumlah peubah yang menjadi alat segmentasi.
Untuk membedakaimya, maka notasi K adalah jumlah segmen pasar keseluruhan hutan wisata contoh dan P*ij=100%:K. P ij digimakan sebagai kriteria pengambilan keputusan apakah Wy merupakan segmen pasar dominan atau bukan selama Wij didefinisikan sebagai persentase jumlah pengunjung di segmen pasar ke i yang terbentuk pada peubah ke j . Pada keseluruhan hutan wisata contoh, Wij dapat diformulasikan sebagai berikut:
Wij=i(n,j/Nj)*100% (3)
K
N,=Sny (4) i=l
di mana : nij=Jumlah pengunjung di segmen pasar ke i pada peubah ke j ; Nj=Jumlah pengunjung di seluruh segmen pasar pada peubah ke j .
Jika K>2 dan Wij > P*ij, maka segmen pasar ke i pada peubah ke j merupakan segmen pasar dominan dan sebaliknya bila Wij< Pij, segmen pasar ke i pada peubah ke j bukan merupakan segmen pasar yang dominan. Tetapi jika K=2, maka berlaku ketentuan bahwa kedua segmen pasar pada peubah ke j merupakan segmen pasar dominan selama (Wij -W2j)=P ij dan hanya salah yang dominan selama (Wij -W2j) >
in. HASH DAN PEMBAHASAN A Jenls dan Karakteristik Jasa Rekreasi
Dalam konteks konsep industri, pengertian (produk) jasa rekreasi hutan seharusnya dibedakan dengan pengertian fasilitas, karena keduanya memiliki implikasi menejemen yang berbeda. Produk dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dihasilkan oleh suatu proses produksi. Dalam kasus industri jasa rekreasi hutan, maka hutan dan laut beserta isinya dapat dianggap sebagai salah satu sumberdaya atau sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan "produk jasa rekreasi" (Natural resource-based). Sedangkan pengertian fasilitas dapat diinterpretasikan sebagai
"mesin" pengolah bahan baku (Equipment and people-based). Dalam pengertian ini, maka apa yang dilakukan selama ini sebenan ya hanya menyewakan "mesin-mesin".
tetapi belu m menjua l produkny
a itu sendiri. Bagaiman
a mengola h da
n menghasilka
n i produk n menikmat i da a mengkonsums a seharusny a bagaiman produk sert
, h l 1 n istila a Tabe a rekreas . Pad s jas l 1 a digimaka u jeni a Tabe n sat n pad a (selanjutny k jas h disajika g menawarka . s produ g yan a conto atas, jeni n wisat a pengunjung* n di n Situgunun a kepad tiga huta a da i di i pengertia a Carit ) rekreas Terlepas dar diserahkan sepenuhny terlihat hany jasa saja
i a n danau n di a sama-sam , pemandanga t pemancinga r terjun h keempatny i ai n tempa a da t kema a rekreas k Carit . n tempa s jas i untu ) da a contoh n jeni h panta n wisat n (hiking t adala a huta . Sedangka h tig (panorama), pendakia ditawarkan ole berbeda berturut-turu untuk Situgunung
Tabel 1 . Jeni s Jas a Rekreas i d
i Huta n Wisat a Conto
h Forest Unit at Sample Recreation Service Types of Table 1.
Hutan Wisat No.
a (Sample Forest Unit)
Jems Jas a Rekreas i
[Types of Recreation Service)
Sukamantri KP 1 H Bogo
Pemandangan (Panorama) r
; Pendakia n (Hiking) , Tempa t Kema h (Campin g
Ground); Ai r Terju n (Wate r Fall) .
Carita KP 2 H Bante Pemandangan (Panorama) n
, Pendakia n (Hiking) , Tempa t Kemat i (Campin g
Ground); Panta i (Beacfi)
; Ai r Terju n (Wate r Fall)
; Penginapa n (Lodging
)
Situgunung KP 3 H
Sukabumi Pemandangan (Panorama)
; Pendakia n (Hiking)
; Tempa t Kema h (Campin g
Ground); Pemancinga n da
n Dana u (Lak e an d Fishing)
; Ai r Terju n (Wate r Fall) ,
Penginapan (Lodging) .
Untuk mengembangka n jas
a rekreas i (huta
n ata u alani ) ke arah industr i jas
a yan
g c research r (basi n dasa n penelitian-penelitia n diperluka h da h jau sesungguhnya masi
) . Sebaga g bersangkutan ) yan u alam n ata a (huta k sumberday mengenai kerakteristi
i a dapa a panoram s bahw i hipotesi k menguj n untu n kesehata contoh, penelitia
t t memperera a dapa ) bersam i (hiking u mendak , ata menghilangkan stress
t , dsb h hidup n gaira t membangkitka m dapa i ala g d a burun persaudaraan, suar
. t r g t yan a kasa n dasa , secar k sediki h tida n deniikian a penelitian-penelitia a conto a bil . Walaupu n wisat i huta dapat diperkay h berkenibang . l 2) n tela t lokasi-lokas g berbeda i (Tabe n keunika k yan ) terliha a rekreas n da l image memiiiki karakteristi Karakteristik jas tentang keindaha mata (visua
* K on s ep ya n g b ela k an g an ter c er m in da l am pe n ge r tia n usah a p a hw i sa t a s^agaiman a pad
a U U N o 5 Ta h un 19 9 0 d an Ke p utu s an Me
n ten da u an t a,f tuj i saI se a hw n g yaa p t an e gia a saran h k , usah d ala a a i k wisata t ar y a da usaha pariwsat d an h wa e k ba o by k an a n l ash ak d ije u sa 9 0 e ng 19 u m h un ata Ta k an . 5 e dia No e ny UU m l am a tau Da t a 9 94 w isa n 1 p an jasa 7 Tahu 16k an a ra N o. n gg y ele Kehutaian m en
n t a t ar r an i sa y a g ga a nw da e ien a pd an e ny e k a p a usaho by l a a hw a n jas g eb n b n d m en a na e lay dan , diiel3sl<a a p g un l 7 b an , jas m em I V Pasa a b a n g iat m B ke a perencanaan d ala u ti: a n n jas e tp . d d iaa a (m n ye a t 5) pe Ay i k wisat u ti: i 1 tar e fp ( ma ya 1 Pasa t a n d i sa B ab k da a hw u t ( b ye a p s eb n o ter a jash aa a ng u sa bid) usahe ng di ) p m : (a k ait, (b t erl 8)d ala n g ke ya k an l ain o ng usaha d igdpahwisata, Pasa
i k No a n. n an g un h uta b an e m Ke t enn p i ataM en k ega n t i; t us e pu e ipu m K a (m d ala a n a pariwsaln gk e da . S a saran l 22) c) usah . Pasa a n { k an , d e riu l 15) dip a ng , Pasa n y k an a na e riu e lay dip a p a ng , serla y a n saran n fasiitas a d i aa y ed p en a n a prasaran n d l aa g elo wisata besert p en
. , n a a n t a a l amn ca e lum l am n g n d d an t a re yaw isa dan b a na a n ka a ra a saran< an ken an l ayn da g un g an s ah n p pek an n gua pa b an r daD en h aa bag ga u ngn gk a n usah e m . be u sai hitr ake rie a lah e hin a p k an i pee ng, sa lamu p g ga adi ay g du ng t a a p ata (b e lena lam r tiita lam y an t a t anw isa e nyp an t a d ipe i sar alaa n |asa g ka a k k m w isa r awi lai pe a n prasaranr ien tam a ra u ntu pak tid a nd an , dt au pe t a n pt ant anq a a n a hw t aun aa t 3)y a h aa kew isa e gia g iat s b , da da Ayn ai k u sa kea ga g k l ata tar n tul<t ena tue ngu t jela n jan n raya e ra a ya sua p Pasal 1 s eb m be e nu jasa a ph utat erd i d i p mea lah i laia b 1 a n e nja ada sarana ng (Ba i jasa n tam m ) y nil a hw a lam a lam a ng a tanl amn pad a n sebaga t a d an n bt a ) y u ar i<au kk a nla t kas isa definisi-definisi w isa l am ataa sa n jnt r ave bu p em a ra keija) a lamu a did pad ipeu lan b k dis n p. Da ga ataj ut (ha an y a m ata i atat en a t 4) lana ya u tan s aha nn a ta- k eg a h Ay a (h b erd n gue btha dae m a n nasional, b (up . Lb era sd ay pet uhs um m an e t^a Pasal 1 b er ke e bu h waa t 2) n tab 1u m a k jasa a ng i t) usah ba Ayh i k i si lai a atau yr of e nu k an a n (pa nf b ut e mm em Pasal 1 g an jasa tenag d ise tercapai (Ba a pn a t un b 1n depresias i lai4 , p at gu e un segala sesuat g ka l zon da1 99h n n (Ba k ann k i tun a lah h an u n l aad ala t ukn ga p erh ad u da r una a tahg elo i iitu m em 1 67parawisata d p end ipea lamk emb iaypemeiharaan), sebatkny p er
Bui. Pen 328
. Has
. Hut
. Vol
. 15
No. 5
(1998)
Tabel 2. Karakteristtk Jasa Rekreasi di Hutan Wisata Contoh
Table 2. Characteristics of Recreation Service at Sample Forest Unit
No. Jenis Jasa Rekreasi (Type of Recreation Service)
Karakterlstik {Characteristics)
1 Pemandangan {Panorama)
Carita KPH Banten Sukamantrl KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Teluk (bay): hutan alam {natural forest): hutan tanaman mahoni dan meranti {man-made forest ofmahagony and meranti).
Kota {city); hutan alam {natural forest), hutan tanaman pinus {man- made forest of pine).
Danau {lake), hutan alam {natural forest), hutan tanaman damar {man- made forest of damar).
2 Pendakian {Hiking Carita KPH Banten Sukamantri KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
2 km, 4 km, 8 km.
Tidak ada spesifikasi (unspecified).
Tidak ada spesifikasi {unspecified).
3 Tempat Kemah {Camping Ground) Carita KPH Banten Sukamantn KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Bukit di atas sungal {Hill upper the river).
Bukit (Hill).
Bukit di atas danau {Hill upper the lake).
4 AirTerjun (Wafer Fa/1) Carita KPH Banten Sukamantri KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Air terjun ke tempat yang dinamai gendang (Wa ter fall goes through the tocus so-called gendang).
Tidak ada spesifikasi {unspecified).
Tidak ada spesifikasi {unspecified).
5 Pantai {Beach)
Carita KPH Banten Sukamantn KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Teluk {Bay).
Tidak ada spesifikasi {unspecified).
Tidak ada spesifikasi {unspecified).
6 Pemancingan {Fishing Carita KPH Banten Sukamantri KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Sungai dan teluk (River dan bay).
Tidak ada (None).
Danau (Lake).
7 Penglnapan {Lodging) Carita KPH Banten Sukamantri KPH Bogor Situgunung KPH Sukabumi
Bukit (on MO.
Tidak ada (None).
Tepi danau (Ctose to (he lake).
Sebagaimana terlihat pada Tabel 2 kendati jenis jasa pemandangan (panorama) terdapat di semua hutan wisata contoh, akan tetapi masing-masing memiliki kasat mata (visual image) yang berbeda. Panorama Carita selain memiliki pemandangan hutan pegunungan, juga memiliki pemandangan laut (Selat Sunda). Sukamantri mempunyai pemandangan hutan pegunungan dan pemandangan kehidupan kota (Bogor). Sedangkan Situgunung selain memiliki panorama hutan pegunungan, juga
memiliki panoram a sit
u (danau) . Masing-masin
g huta n wisat a conto h memilik
i t (Carita) n lau h pemandanga t adaia n berturut-turu g membedaka karaktenstik yan
, i s s a n n g a d a haru k yan a huta m kasu dan faun t dibedaka . . Dala , sementar dan faun , flora . Panoram h dapa i karakteristi i flora h spesifik n meranti n masi n tanaman u (Situgunung) n ekosistem i da a memilik a lebi n huta a huta g ad n dana n inventarisas a secar h mahon m da n yan m da i berdasarka . n jas n ala , panoram n adaia n lag n pemandanga a huta n doniina n ekosiste ) da l image) n domina t dibedaka s tanama i panoram a mengembangka Situgunung damar a penelitia a (visua s dapa n di a tanama n yakn i upay a (Sukamantri s da t mat , jenis-jeni , karenany a biologi i Carit a bagia Secara kasa alam, secar Sukamantri pinu menjadi dq dilakukan sebaga hutan tanaman berbeda. D pemandangan kot yang dimiliki
& Segmentasi
Pasar Hasil segmentas
i pasa r secar a individua l da
n keseluruha n huta
n wisat a conto
h u P', j ata i P, a nila i bahw t dimengert , dapa l 3 i Tabe . Dar l 3 a Tabe disajikan pad
j g a a u h t saj n ata r yan y tinggi a jumla . Sehingg i jik n pasa u W n dapa r domina u P*,j j ata n tingg h segme j ata i S, n pasa i Pj i nila g bersangkuta n seniaki k jumla u segnie h nila r yan ,j aka . Kendat h suat n banya u P n renda n pasa n apaka n sedikit , seniaki i ata , segme a semaki a lain , nila , mak k semaki n keputusa n kat j rendah u Wj u peubah g terbentu . Sebaliknya . Denga j ata a pengambila h suat r yan i Si h unik sebagai kriteri terbentuk ole tergolong dominan segmen pasa tidak, adaia kendati nila
, r a h h l 3 l ole n wisat h adaia i Tabe k terliha . Sekeda , disusu n huta , dar a conto n banya k doniinan n wisat l (12,5%) k keseluruha k semaki g tida l pengunjung a huta n untu h asa h terkeci i tig g terbentu n d a tergolon . Bahka h daera a adaia r yan t saj r domina i (50%) i Carit n pasa n peuba n dapa y d n pasa i P i denga h segme n Sukamantr i segme i nila ) da g bersangkuta a jumla ) tetap k segmentas a kendat r yan h karen Situgimung (14,3% segmen pasa ilustrasi, untu terlihat bahw sama (Jakarta contoh ole
t n r a a a n n g a n , 5 n di , da n pasa g yan h asa r Jakart n wisat i kriteri . Kelim % da a semaki t segmentasi n pasa , segme g bersangkuta a huta Carita. Denga s 12,5 h daera . Selam a contoh k menjad , pendidikan y di n ala i ata . n pengunjun n yan i ketig i P h segme n bai a d n wisat n d n peuba i nila l pengunjung atas 9,1% y segme g dijadika s kelamin a conto g dominan i Carit a huta i S a di n kebutuha ) dar y semaki h asa g d h yan , jeni g konsiste u P n wisat a nila i ketig i hany n yan n tergolon n berdasarka h (9,1% h daera y ata r yan n d n jik s uiuur n huta i 7 peuba i P n denga u segme n pasa h renda y mencapa , kela n peuba . Dar g domina n menggambarka h nila n domina g konsiste i W ) lebi h suat i keseluruha h asal i denga n segme r palin u aka l yan . D a nila a contoh n renda n semaki n apaka i bar n contoh % dibandingka n jik n hasi : daera n pasa n wisat s 14,3% s 50 a semaki k segmentas h segme i dari i ata g menghasilka i ata h domina i Sukamantr , untu ij (keseluruha Individu huta pendapatan. Segme Situgunung d peubah menunjukka peubah yan contoh terdir nilai P kata lain Jakarta d mencapat d bahkan tela banyak jumla bervariasi, mak pengambilan keputusa
l n n g g h yan h yan s kelami h pendidika n adaia a peuba n jeni , da a kedu n peuba h pendapata 5 tahun r 21-2 . Selanjutny n peuba n berdasarka r bulan g herumu g domina 0 pe n berdasarka h yan g palin A da p 200.00 r adaia r yan n SLT 0 - R s umu n pasa p 100.00 , kela . Segme g berpendidika adaiah Jakarta adaiah pria adaiah yan berpendapatan R
Bui. Pen
. Has
. Hut
. Vol
. 15
No. 5
(1998)
tnenghasilkan segmen pasar yang tidak konsisten adalaLpeubah pekerjaan dan lama kimjmigan. Berdasarkan peubah pekerjaan, kendati yang bekerja sebagai pegawai swasta merupakan segmen pasar paling dominan di Carita tetapi tidak dominan di dua hutan wisata lain berhubung segmen pasar yang paling dominan di Situgunung dan Sukamantri masing-masing adalah mahasiswa. Demikian juga berdasarkan peubah lama kunjungan, kendati segmen pasar paling domiiian di Carita adalah yang harian tetapi di Situgunung dan Sukamantri masing-masing adalah yang berkemaJi.
Tabel 3. Segmen Pasar Dominan Jasa Rekreasi di Hutan Wisata Contoh Table 3. Dominant Market Segment of Recreation Service at Sample Forest Unit
No. Peubah
(Variable)
Segmen Pasar Dominan (Dominant Market Segment)
No. Peubah
(Variable) Canta Situgunung Sukamantri KeseJuruhan (Whoh Units)
1 Daerah Asal Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta
(Residence Area) Tangerang Sukabumi Bogor Bogor
Pandeglang (14,3%) (50%) Sukabumi
Bogor (9,1%)
Bekasi (12,5%)
2 Kelas Umur 21-25 th (yr) 21-25 th(yr) 21-25 th(yr) 21-25*1 (yr)(16,7%) (Age Class) 15-20th (yr) 16-20lh (yr) 15-20th (yr)
31-35lh (yr) (16,7%) (25,0%)
(16,7%)
3 Jenis Kelamin Pna (Male) Pna (Mate) Pria (Mate) Pria (Mate)
(Sex) Wanlla (Female) Wanita (Female) (60%) Wanita (Female)
(50%) (50%) (50%)
4 Pendidikan aTA (Senior High a i A (Senior High Scttool) SLTA (Senior High SchooO a i A (Seniof High School) (Eckxation) School) Universitas (University) (25%) Universitas (University)
(25%) Akademi (Academy) (20%)
(20%)
5 Pekeqaan Pegawai Swasta Mahasiswa (Univ Student) Mahasiswa (Univ. Student) Mahasisvra (Univ. Sludenl)
(Jot) (Private Officer) Pelajar Pegawai Swasta Pegawai Swasta
Mahasiswa (High School Students) (Private Officer) (Private Officer)
(Univ. 's Student) Pegawai Swasta (16,7%) P^sr (High School
(16,7%) (Private Officer) Students)
(12,5%) (12,5%)
6 =endapatan per Bula RplOO-200 RplOO-200 RplOO-200 RplOO-200
(Monthly Income) Rp200-300 <Rp50 Rp200-300 Rp200-300
(X Rp 1000) (20%) (20%) >Rp400 <Rp50
(20%) (20%)
7 Lama Kunjungan Harian (One day visit) Berkemah (Camping) Berkemah (Camping) Harian (One day visit)
(Visit Duration) (50%) Harian (One day visit) (60%) Beriiemah (Camping)
(60%) (50%)
Keterangan (Remarks):
Angka dalam kurung (Figures in the bracket) adalah nilai (is the values of) Pjj atau P'lj, Dalam masing-masing peubah, segmen pasar dominan ditempatkan secara berurutan {/n each variable, dominant market segment is placed subsequently).
Keseluruhan hutan wisata contoh. Untuk keseluruhan hutan wisata contoh, segmen pasar dominan berdasarkan peubah daerah asal sebagaimana terlihat pada Tabel 3 adalah Jakarta, kemudian disusul oleh Bogor dan Sukabumi. Sedangkan berdasarkan peubah kelas umur adalah yang berumur 21-25 tahun dan peubah jenis kelamin adalah pria kemudian wanita. Berdasarkan peubah pendidikan, segmen pasar dominan adalah yang berpendidikan SLTA, kemudian disusul oleh yang
berpendidikan universitas. Walaupu
n berdasarka n peuba
h pekerjaan , segme
n pasa r
dominannya adalah yang sebagai mahasiswa
, kemudia n disusu
l ole h yan g sebaga i
pegawai swast a da n pelajar . Berdasarka
n peuba h pendapatan , segme
n pasa r domina n
adalah yang berpendapatan
Rp 100.000
- R p 200.00 0 pe
r bulan , kemudia n disusu
l
oleh yan^
berpendapatan Rp 200.000-Rp
300.000 per bula n da n yan g kuran g dar i R p
50.000 per bula n da n berdasarka n peuba
h lam a kunjunga n adala
h yan g harian ,
kemudian disusul ole
h yan g berkemah . Dapa
t disimpulka n bahw
a 5 peubah
yang
menghasilkan segmen
pasar palin g domina
n d i masing-masin g huta
n wisat a conto h
konsisten dengan segmen
pasar palin g domina
n d i keseluruha n huta
n wisat a contoh .
Peubah pekerjaan
di keseluruha n huta
n wisat a conto h lebi h konsiste n denga
n yan g
terjadi d i Carit a da n ata u Sukamantr i dibandingka
n denga n yan g d i Situgimung .
Sebaliknya peubah
lama kimjungannya
lebih konsisten
dengan yang terjadi d
i
Situgimung.
C. Implikasi Manajemen Pemasaran
Hasil pemantaua n lapanga
n memperlihatka n terdapa
t kecenderunga n pandanga
n
yang pro dan kontra
bila dihadapkan
pada piliha n apaka
h haru s ata u tida k
mengembangkan hutan wisata. Kecenderunga
n pandanga n yan
g demikia n dapa
t
dimengerti selam a pengetahua
n mengena i pasa
r belun i sepenuhny
a dikuasai .
Pengetahuan tentang
pasar sepert i bagaiman
a haru s niengantisipas i perkembanga
n
jumlah pengunjung
(Gambar 2 ) yan g cenderun g meroso
t d i Sukamantr i ata
u car a
mempertahankan yang cenderung
meningkat ata u mencega h penuruna
n d i Carit a ata u
cara meningkatkan
pendapatan dari kondis i yan
g cenderun g berfluktuas
i d i
Situgimung, belu m tersedi a secar
a baik .
Hasil segmentas i pasa
r d i ata s merupaka n sebagia
n keci l pengetahua n pasa
r yan g
diperlukan imtuk memahami persoalannya
. Berdasarka n hasi
l segmentas i menuru
t
daerah asal, mak a dapa t dipaham i baliw
a pengembanga n masing-masin
g huta n
wisata contoh
perlu mempertimbangkan
segmen pasar Jakart a selam
a Jakart a
merupakan segmen
pasar palin g dominan
. Lebi h dar i itu , selam a segme n pasa
r
Jakarta di masing-masin g da
n d i keseluruha n huta
n wisat a conto h adala h konsiste n
satu sama lain, mak a pengembanga
n individ u huta
n wisat a conto
h perl u
memperhatikan juga persaingan
yang timbul. Denga
n kat a lain , strateg i
pengembangan jasa yang lebih spesifik
di sat u huta n wisat a conto h merupaka
n
strategi pengembanga n yan
g seharusny a dicennat
i gun a memenangka n persaingan
.
Untuk itu hasil segmentas i menuru
t peubal i demografi
s dapa t digunaka n sebaga
i
saiah satu alat dala m menentuka n sasara
n pemasara n secar
a lebi h spesifik . Dar
i hasi l
segmentasi d i atas , dapa t dipiii h beberap a yan
g relati f efekti f da n efisien . Denga
n
mengacu pada nilai P y yan g rendah , mak
a untu k keseluruha n huta
n wisat a contoh ,
peubah demografis terbai
k yan g dapa t dijadika n dasa
r segmentas i adala
h pekerjaa n
(P ij = 12,5%). Dar
i hasi l segmentas i menuru
t pekerjaa n diketahu
i bahw a segme n
pasar yan g domina n adala
h mahasiswa , kemudia
n disusu l ole h pegawa i swast
a da n
pelajar. Denga n demikian
, sasara n pemasara
n dapa t diarahka n untu
k ketig a segme n
pasar tersebut .
332 Bui. Pen
. Has . Hut . Vol . 1 5 No . 5 (1998)
70
" • - C a r t a
••—Situgunung
• A ^ S u k a m a n t r i
0 4—
1990
t 1
1991 1992 1993 1994
T a h u n (Year)
Gambar 2. Perkembangan Jumlah Pengunjung untuk Rekreasi di Hutan Wisata Contoh, 1990-1994
Figure 2. Development of Visitor Numbers for Recreation at Sample Forest Units, 1990-1994
Disadari bahwa hasil segmentasi yang belakangan belum mencakup pasar lain yang lebih potensial seperti kelompok keluarga muda yang berpenghasilan menengah ke atas. Hal ini karena segmentasi dilakukan hanya pada permintaan efektif.
Perniintaan yang lebih potensial belum digarap oleh pihak pengelola karena beberapa alasan. Pertama, kegiatan pengelolaan hutan wisata oleh Perum Perhutani secara umum cenderung diaralikan untuk tujuan sosial daripada komersial' , sehingga wajar bila pengunjung cenderung berasal dari kelompok yang belum berpenghasilan seperti pelajar atau mahasiswa dan atau yang berpendapatan menengah kebawah. Kedua, sebagaimana diutarakan di atas, pengetahuan pasar belum dipahami secara baik, sehingga nienghanibat upaya pengembangan pengelolaannya termasuk mengakibat- kan menejenien pemasaran tidak menjangkau potensi pasar lain seperti kalangan keluarga muda berpengliasilan menengah ke atas atau yang lain.
Peubah lama kunjungan dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan dan atau mengembangkan jasa yang ditawarkan. Dari hasil segmentasi di atas diketahui bahwa untuk keselurulian hutan wisata contoh antara harian dan berkemah, sama- sama sebagai segmen pasar dominan. Senientara itu, segmen pasar dominan menurut daerah asal untuk keseluruhan hutan wisata contoh adalah Jakarta, kemudian disusul oleh Bogor dan Sukabunii (P ^ = 9,1%). Jika hanya segmen Jakarta dan Bogor sebagai dua segmen yang dianalisis dan pola harian dan berkemah sebagai jenis jasa yang ditawarkan, maka pemasaran kedua produk tersebut di segmen pasar Jakarta dan Bogor sedang menghadapi persaingan yang cukup tinggi. Persaingan di segmen pasar Jakarta terjadi untuk seluruh hutan wisata contoh (Gambar 3a), tetapi di
' MIsakiya tercantum dabm Sufal Edaran Direksi Pefum Pertnitani No. 043.7/Dir/1980 tentang Pedoman Pengembangan Wana Wisata, yang juga diacu oleh Direktofat Produksi Penim Peitiutani (1994).
segmen pasar Bogo r terutam a terjad
i antar a Carit a denga n Sukamantr i (Gamba
r 3b )
Implikasinya, besa r kemungkina n penuruna
n ata u kenaika n jumla
h pengunjun g
(Gambar 2\ akibat persainga
n tersebut . Ole
h seba b itu , untu k memenangka n
persaingan, piha k pengelol
a masing-masin g huta
n wisat a conto
h haru s lebi h
meningkatkan dan mengembangkan
produk jasa sesuai denga
n kebutuha n da
n
keinginan pengimjung.
Segmen Pasa r Jakart
a Segment) {Jakarta Market
Segmen Pasa r Bogo r
{Bogor Market Segment)
(a ) (b
)
Keterangan {Remarks):
Ca=Carita; St=Situgunung
; Sk=Sukamantri .
(a) : Pangsa pasa
r yan g diperebutka n d
i segme n pasa r Jakart a (/Market share
under competition a {amongst) Carita, Situgunun ) antar , Sk segment), (Ca, St within Jakarta market
g da n
{and) a {between) ) antar , Sk {and) Situgunung; (Ca n a {between) Carita da ) antar Sukamantri; (Ca,St
Carita da n {and)
Sukamantri; (St.Sk ) antar a {between) Situgunung da
n (and ) Sukamantri .
<b) : Pangsa pasa
r yan g diperebutka n d
i segme n pasa r Bogo r {Market share
under competition
within Bogor market segmenl,
(Ca, Sk)
; antar a {between) Carita da
n {and) Sukamantri.
Gambar 3. Persainga n d
i Segme n Pasa
r Jakart a da
n Bogo r
Figure 3. Competition within
Jakarta and Bogor Market
Segments
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A Kesimpulan 1. Jas a rekreas i huta
n masi h diusahaka n berdasarka
n nila i basi s perlengkapa n
(Equipment-based) maupu n basi
s tenag a kerj a (People-based) , sementar
a nila i
basis sumberday a ala
m (Natura l resource-based
) belu m diperhitungka n karen
a
masih terdapat kendal
a dala m metod e penilaiannya .
Diperebutkan ole Carita da ^i n Sukamantr
i karen a segme n pasa r Bogo r hany a domina n d l du a huta n wisat
a . l 3) a Tabe g yieriks i Situgunun n d k domina u tida tersebut ata
334 Bui. Pen
. Has . Hut . Vol . 1 5 No . 5 (1998)
2. Segmentasi pasar bergima sebagai alat imtuk menentukan sasaran pemasaran secara lebih baik, sehingga pengembangan pengelolaan dan atau menejemen pemasaran jasa dapat lebih terarah dan hasilnya dapat lebih mudah dievaluasl 3. Dari 7 peubah yang diuji, peubah daerah asal pengunjung merupakan peubah
yang relatif paling efektif dan efisien sebagai alat segmentasi pasar (P ij=9,l%), kemudian disusul oleh peubah pekerjaan (P ij=12,5%).
4. Berdasarkan peubah daerah asal pengunjung, Jakarta merupakan segmen pasar paling dominan di masing-masing dan keseluruhan hutan wisata contoh, sementara berdasarkan peubah pekerjaan, segmen pasar paling dominan di keseluruhan hutan wisata contoh adalah mahasiswa, kemudian disusul oleh pegawai swasta dan pel ajar.
5. Segmen pasar paling dominan berdasarkan peubah pekerjaan di Carita adalah pegawai swasta, sedangkan di Situgunung dan Sukamantri konsisten dengan keseluruhan hutan wisata contoh yaitu mahasiswa. Di Carita, mahasiswa merupakan segmen pasar dominan setelah pegawai swasta, sementara di Situgunung pegawai swasta berada setelah pelajar dan di Sukamantri berada setelah mahasiswa.
B. Saran
1. Mengingat pengetahuan pasar jasa rekreasi hutan belum dikuasai sepenuhnya (tennasuk potensi pasar baru seperti keluarga muda yang berpendapatan menengah ke atas), maka studi pasar perlu terus dikembangkan sebagai upaya agar dapat saling melengkapi dengan hasil-hasil peneiitian nilai manfaat ekonomi hutan, dan lebih diaralikan untiik memperoleh pengetahuan yang dapat memperbaiki menejemen pemasaran.
2. Sasaran pemasaran (termasuk promosi) di ketiga hutan wisata contoh dapat lebih efektif dan efisien bila diarahkan berturut-turut kepada mahasiswa, pegawai swasta dan pelajar yang berdomisili di wilayah Jakarta.
3. Sebagai upaya mencapai sasaran pemasaran secara lebih baik, ketiga hutan wisata contoh perlu meningkatkan dan mengembangkan kualitas jasa harian dan berkemah yang ditawarkan, sebab untuk merebut segmen pasar Jakarta masing- masing harus bersaing, dan untuk Carita dan Sukamantri, persaingan juga teijadi di segmen pasar Bogor.
DAFTAR PUSTAKA
Bahruni. 1993. Penilaian Manfaat Wisata Alam Kawasan Konservasi" dan Peranannya terhadap Pembangunan Wilayah. Tesis Mahasiswa Pasca Sarjana IPB. Tidak Diterbitkan.
Direksi Perum Perhutani. 1980. Surat Edaran Direksi Perum Perhutani No.
143.7/Dir/1980 tentang Pedoman Pengembangan Wana Wisata. Tanggal 5 Nopember 1980.