• Tidak ada hasil yang ditemukan

Drama audio usianya jauh sebelum televisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Drama audio usianya jauh sebelum televisi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Karya sastra merupakan hasil dari pemikiran atau imajinatif pengarang yang diungkapkan berupa tulisan maupun lisan yang memberi daya tarik pada pembaca.

Sejalan dengan itu Suhardi (2011:12) mengatakan “karya sastra merupakan karya seni yang lahir sebagai hasil kontemplasi pengarang dengan realitas yang ada saat itu”. Berdasarkan bentuknya karya sastra terdiri dari prosa, puisi, prosa liris dan drama. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil objek karya sastra berupa novel dan drama.

Novel merupakan karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang sekelilingnya yang mana setiap orang memiliki watak dan sifat yang berbeda antara satu dengan yang lain. Berbeda dengan novel, drama yaitu suatu karya sastra yang menggambarkan konflik kehidupan dengan bermediakan bahasa dalam wujud cakapan baik dialog, monolog maupun solilokui, dan dirancang untuk dipentaskan di depan publik penonton. Drama memiliki beberapa jenis salah satunya yang peneliti ambil sebagai objek karya sastra adalah drama audio.

Drama audio adalah media yang memungkinkan pendengar membebaskan imajinasinya, pendengar dapat berkhayal untuk menghayati cerita yang akan diperdengarkan. Drama audio usianya jauh sebelum televisi. Awalnya dari drama panggung, kemudian berkembang menjadi drama audio. Popularitas drama audio berkembang sejak tahun 1920. Namun, pada tahun 1940 masa penjajahan Jepang

(2)

di Indonesia, perkembangan drama audio kurang menggembirakan karena semakin banyak tantangan baru muncul seperti berkembangnya media elektronik seperti televisi.

Pada masa sekarang perkembangan zaman manusia dipengaruhi oleh teknologi, salah satunya bentuk teknologi ialah podcast. Podcast merupakan konten yang sedang populer dikalangan masyarakat. Podcast dapat dinikmati di berbagai platform media sosial, salah satunya yaitu Spotify. Spotify adalah layanan musik streaming, podcast dan video komersial yang berasal dari Swedia.

Pada masa pandemi Covid-19, Kemendikbud meluncurkan sebuah program podcast yaitu podcast sandiwara sastra yang terdapat di Spotify. Podcast ini bertujuan menghidupkan kembali dan mengenal karya-karya sastra terbaik Indonesia melalui podcast sandiwara sastra. Bahkan dengan adanya podcast ini merupakan salah satu program belajar dari rumah. Podcast ini sangat kreatif karena adanya perubahan atau memodifikasi dari karya-karya sastra yang dialihwahanakan. Salah satu drama audio yang merupakan proses alih wahana adalah drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto yang diterbitkan pertama kali 29 Juli 2020 di aplikasi musik Spotify dengan durasi 29 menit 50 detik.

Pengarah program sandiwara sastra ini adalah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sandiwara sastra ini diproduseri oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara yang bekerja sama dengan Titimangsa Foundation dan Kawan-Kawan Media. Pengisi suara pada sandiwara sastra ini merupakan aktor dan aktris ternama di Indonesia yaitu Marsha

(3)

Timothy sebagai Helen Maria Eleonora, Vino G. Bastian sebagai Sukanta dan Nicholas Saputra sebagai Narator.

Drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto ini berasal dari novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq yang diterbitkan pada tahun 2019 dengan tebal 362 halaman. Pidi Baiq adalah seniman multitalenta, penulis novel dan buku, dosen, illustrator, komikus, musisi dan pencipta lagu.

Beliau pernah meraih penghargaan sebagai Writer of the Year pada pameran buku tahunan, Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) pada tahun 2017. Beberapa novel karya Pidi Baiq yang populer yaitu: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (2014), Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 (2016), Suara Dari Dilan (2016).

dan masih banyak lagi karyanya yang cukup popular.

Novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq ini berkisah tentang seorang wanita bernama Helen Maria Eleonora.Gadis Belanda yang lahir tahun 1924 dan besar di Tjiwidei (Ciwidey). Tumbuh dalam keluarga Belanda khas dan hidup berkecukupan, juga mengutamakan nilai-nilai budaya barat, termasuk Pendidikan Katolik yang taat. Helen lebih banyak menghabiskan masa kecilnya di dalam rumah. Hanya berteman dengan buku-buku, biola dan Sitih pembantunya. Beranjak remaja, Helen jatuh cinta dengan Sukanta pemuda pribumi dan juga anak seorang

“pemberontak”. Kisah cintanya dengan Sukanta begitu banyak rintangan, mulai dari agama, budaya, bahasa dan kasta. Streotip tentang perbedaan kasta antara masyarakat Belanda sebagai penguasa Hindia dan masyarakat pribumi sebagai pihak inlander pada zaman itu tentulah menjadi halangan besar.

(4)

Menurut Damono (2015: 96), “Karya sastra tidak hanya bisa diterjemahkan, yakni dialihkan dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga dialihwahanakan yakni bisa diubah menjadi jenis kesenian lain”. Damono (2018: 12) menambahkan bahwa saat ini satu jenis kesenian semakin membutuhkan jenis kesenian lain, kegiatan penelitian di bidang ini akan menyadarkan kita bahwa sastra dapat bergerak ke sana ke mari, berubah-ubah unsur-unsurnya agar bisa sesuai dengan wahananya yang baru. Inilah yang menjadi dasar peneliti mengambil ini sebagai bahan penelitian, peneliti ingin melihat apa sajakah proses alih wahana yang muncul pada novel Helen dan Sukanta karya Pidi baiq dan drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto. Proses alih wahana ini akan menimbulkan beberapa perubahan, perubahan yang menyebabkan perbedaan inilah yang dikaji dalam teori alih wahana. Dalam kajian alih wahana, upaya utama yang dilakukan adalah menemukan perbedaan-perbedaan dengan cara membandingkan karya yang dialihwahanakan dengan karya yang diadaptasi. Perbandingan ini di ungkapkan Eneste dalam bukunya Novel dan Film, yang akan menemukan tiga kemungkinan perubahan, yaitu berupa pengurangan/penciutan, penambahan dan perubahan bervariasi. Pada penelitian ini peneliti hanya mengambil beberapa bagian unsur instrinsik sebagai pembanding hal itu disebabkan karena hanya pada bagian tertentu terdapat perbedaannya lebih tepatnya pada alur, tokoh dan latar.

Alasan peneliti memilih novel dan drama audio Helen Menunggu di Amsterdam ini karena peneliti melihat novel ini sebagai salah satu novel yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran itu disebabkan karena novel ini berlatar zaman Hindia Belanda yang banyak mengandung nilai sejarah. Novel ini menjadi

(5)

salah satu novel yang dipilih yang di ubah ke bentuk drama audio sebagai wujud menghidupkan dan mengenalkan kembali karya sastra terbaik Indonesia.

Berdasarkan hal di atas, maka peneliti meneliti Alih Wahana Novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq ke Bentuk Drama Audio Helen Menunggu di Amsterdam Karya Sutradara Gunawan Maryanto.

1.2 Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang penulisan yang peneliti ungkapkan tersebut, maka fokus penelitian ini adalah analisis alih wahana pada alur, tokoh dan latar dari novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka permasalahan penelitian ini yaitu:

1. Bagaimanakah proses alih wahana yang muncul pada alur dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto?

2. Bagaimanakah proses alih wahana yang muncul pada tokoh dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto?

3. Bagaimanakah proses alih wahana yang muncul pada latar dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto?

(6)

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu:

1. Mendeskripsikan proses alih wahana yang muncul pada alur dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto

2. Mendeskripsikan proses alih wahana yang muncul pada tokoh dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto

3. Mendeskripsikan proses alih wahana yang muncul pada latar dalam novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq dan pada drama audio Helen Menunggu di Amsterdam karya sutradara Gunawan Maryanto

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah sasaran yang ingin dicapai setelah melakukan penelitian. Secara operasional manfaat penelitian dibagi menjadi dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian diatas, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut.

1.5.1 Teoretis

Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan memberikan ilmu pengetahuan dalam membangun konsep teoretis bidang ilmu sastra dan kajian alih wahana sastra.

(7)

1.5.2 Praktis

Secara praktis, penelitian ini dilakukan tentunya bermanfaat bagi peneliti, pembaca, penulis, mahasiswa, dan peneliti lain.

a. Peneliti

Hasi penelitian ini dapat menambah pengalaman serta pengetahuan dan dapat meningkatkan kemampuan peneliti dalam bidang sastra khususnya kajian alih wahana sastra.

b. Pembaca

Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi dan memperluas pengetahuan tentang kajian alih wahana sastra khususnya pada novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq.

c. Penulis

Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap penulisnya sendiri dalam pemilihan diksi dengan harapan karya-karya selanjutnya akan lebih baik dan indah.

d. Mahasiswa

Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan referensi dalam pembelajaran alih wahana sastra.

e. Peneliti lain

Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh peneliti lain sebagai referensi, panduan, dan pertimbangan dalam penelitian lain untuk menambah atau memperluas pokok bahasan dalam penelitian yang berhubungan dengan alih wahana sastra.

(8)

1.6 Definisi Istilah

1. Alih wahana adalah kegiatan penerjemahan, penyaduran dan pemindahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lain.

2. Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang sekelilingnya yang mana setiap orang memiliki watak dan sifat yang berbeda antara satu dengan yang lain.

3. Drama audio adalah dialog yang diucapkan lewat media radio atau audio yang memungkinkan pendengar membebaskan imajinasinya, pendengar dapat berkhayal untuk menghayati cerita yang akan diperdengarkan

4. Novel Helen dan Sukanta merupakan novel yang diterbitkan pada 2017 oleh The Panasdalam Publishing sebuah karya yang ditulis oleh Pidi Baiq, novel ini mengisahkan sepasang kekasih yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda.

Referensi

Dokumen terkait

4.1087 Ilmy Amiqoh Ilmu Administrasi Publik 4.1088 Dikhla Rif`A Ilmu Administrasi Publik 2.39 4.1089 Elfananda Istiqlalia Ilmu Administrasi Publik 4.1090 Hamida Condrowati Jayadi

Pranikah dan Prakonsepsi NO NPM NAMA MAHASISWA SIKAP 10% PENGETAHUAN 45% Keterampilan/ Praktikum 45% NILAI