NAMA FADILLAH AHMAD BATUBARA
NIM 855858521
MATA KULIAH PDGK4109/BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA DI SD
DUA SAUDARA PENJUAL NANGKA
Karya Fadillah Ahmad Batubara
Bu Narti memiliki 2 anak perempuan, bernama Tika dan Lana. Sehabis pulang sekolah, mereka bergegas membuka baju sekolah dan buru-buru ingin bermain. Dari dapur Bu Narti yang sedang menyiapkan nangka-nangka untuk dijual lantas memanggil tika dan lana.
Bu Narti : (Bu Narti berteriak memanggil kedua anaknya) “Tika, Lana pergi jual nangka ini!”
(Tika dan Lana yang mendengar Ibunya pun saling berpandangan) Tika : “Kau ajalah sana yang jual”
Lana : “Enak aja. Kaulah sana, kau kan kakak”
Tika : “Kau sana”
Lana : “Kau”
(Mendengar anaknya yang bertengkar, Bu Narti pun dengan marah menemui mereka)
Bu Narti : (dengan nada marah) “Kalian disuruh jual nangka malah bertengkar!!. Lana!, kau bawa nangka itu junjung baskomnya itu.”
(Lana yang mendengarnya pun seketika menangis)
Lana : “Huaaaa... Gak mau... Berat makk, sakit kepalaku nanti. Si Tika aja suruh”
Bu Narti : (Bu Narti lantas mencubit lengan Lana) “Anak ini disuruh kok nyuruh orang.
Yasudah, Tika angkat baskom itu. Dan Lana angkat keranjangnya”
(Lana pun meringis kesakitan dan menangis kejar dicubit Mamaknya)
Tika : (Dengan muka kesal membawa baskom berisi nangka dan diletakkan dikepalanya) “Ishh... Ayo Lana cepatlah. Kami pergi Mak, Assalamu’alaikum”
Bu Narti : (Dengan menggeleng-gelengkan kepala) “Wa’alaikumsalam”
(Tika dan Lana pun pergi berkeliling menjual nangka. Lana yang masih menangis sesenggukan menjajahkan dagangannya)
Lana : (sambil terseduh-seduh ) “Nangkaa....Nangkaa.... Hikss....Hikss.... Nangkaa....”
Tika : (Tika yang kesal mendengar suara Lana menangis) “Kau ini malah nangis”
“Nangkaa...Nangkaa....”
(Tika dan Lana terus berjalan menjual nangkanya)
Wak India : (Didepan teras rumahnya) “Tika.... Berapa nangkamu, mau beli wak dulu”
(Tika dan Lana yang mendengar Wak India memanggil langsung kedepan rumahnya) Wak India : “Berapa nangkamu Tik?”
Tika : “Satu tusuk isi 3, Rp.1000 Wak”
Wak India : “ Beli lah uwak 3 tusuk ya”
Tika : “Oke wak”
(Tika dan Lana langsung membungkus Nangka pesanan Wak India) Lana : “Ini ya wak, Rp.3000 semua”
Wak India : “Oh iya, ini uangnya”
Tika : “Makasih ya wak, kami pergi dulu”
Wak India : “Iya, laris manis ya dagangannya”
(Mereka pun pergi menjual nangka kembali, namun sudah setengah jam berjual belum juga ada yang membeli. Mereka pun memutuskan beristirahat sebentar, kebetulan didepan rumah Pak Ustad ada dudukan dekat parit rumahnya)
(Pak Ustad yang berdiri didepan teras rumahnya melihat Tika dan Lana)
Pak Ustad : (Pak Ustad pun memanggil Tika dan Lana) “Hei kalian, sini...”
(Tika dan Lana yang mendengar Pak ustad memanggil langsung mendatanginya) Pak Ustad : “Apa yang kalian jual itu?”
Tika : “Nangka Pak Ustad, tinggal 7 tusuk lagi Pak”
Pak Ustad : “Saya beli semuanya ya”
Lana : “Ahhh... Serius pak? Mau beli semuanya?”
Pak Ustad : (Pak ustad tersenyum) “Iya, semuanya ya”
(Tika dan Lana yang masih kaget, langsung membungkus semua nangka dari baskom mereka) Tika : “Ini pak nangkanya, Rp.7000 semuanya pak”
Pak Ustad : (Pak Ustad memberi mereka uang Rp.10.000) “Ini uangnya ya, kembaliannya buat kalian saja”
Tika : “Eh yang benar pak?”
Pak Ustad : “Iya bener, langsung pulang kalian sudah mau sore ini”
Tika : “Iya pak, terimakasih pak terimakasih ya”
(Dengan hati senang Tika dan Lana pun bergegas pulang kerumah. Nangka yang mereka jual pun akhirnya habis terjual)