• Tidak ada hasil yang ditemukan

Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol pdf

N/A
N/A
Daniel Indra Kusuma

Academic year: 2024

Membagikan "Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol pdf"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Judul: Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol Karya: Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero

Terjemahan: Drs. Sapardi Joko Damono Pemain:

1. Donna Laura: Wanita tua, berumur kira-kira 70 tahun.

Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik.

2. Don Gonzalo: Lelaki tua, berumur kira-kira 70 tahun lebih. Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran.

3. Petra: Gadis pembantu Laura

4. Juanito: Pemuda pembantu Gonzalo

(Donna dan Laura masuk sambil berpegangan tangan pada Petra. Tangannya yang lain membawa payung yang juga untuk tongkatnya)

LAURA : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. Duhai, pagi yang cerah! Cerah sekali.

PETRA : Tapi matahari agak panas, Senora.

LAURA : Ya, kau masih duapuluh tahun (ia duduk di bangku belakang). Aku merasa lebih letih dari biasanya

(2)

(melihat petra yang nampak tak sabaR), pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu!

PETRA : Dia bukan tukang kebunku, Senora, dia tukang kebun taman ini!

LAURA : Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Cari saja dia. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku.

PETRA : Saya sudah melihatnya di sana, menanti.

LAURA : Pergilah, tapi jangan lebih dari sepuluh menit!

PETRA : Baik, Senora (berjalan ke kanan) LAURA : Hei, nanti dulu!

PETRA : Ada apa lagi, Senora?

LAURA : Berikan remah-remah roti itu!

PETRA : Ah, pelupa benar aku ini!

LAURA : (senyum) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana, heh, si tukang kebun itu!

PETRA : Ini, Senora (mengeluarkan bungkusan roti. Keluar ke kanan)

(3)

LAURA : Adios! (memandang ke arah pepohonan). Ha, mereka datang. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (bangkit dan menyerahkan remah-remah roti). Ini buat yang putih, ini untuk yang coklat, dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes. (tertawa dan duduk lagi memandang

merpati yang sedang makan). Ah, merpati-merpati yang manis. Itu yang besar mesti lebih dulu, kentara dari

kepalanya yang besar

Referensi

Dokumen terkait