• Tidak ada hasil yang ditemukan

drh.Asri Training farm Sidorahayu 2018

N/A
N/A
drh.asri setiyowati S.KH.

Academic year: 2025

Membagikan "drh.Asri Training farm Sidorahayu 2018"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN KERJA

KONSEP PEMELIHARAN AYAM PETELUR (LAYER)

(2)

KON SEP PE MEL IHA RAA N

PERSIAPAN KANDANG

CHICK IN

FASE STARTER (1-4 MG)

FASE GROWER (5-16 MG)

FASE PRE LAYING – LAYING ( 17-18 DAN 19 MG)

PROGRAM MEDIKASI

PROGRAM VAKSINASI DAN

BIOSECURITY

(3)

PERSIAPAN KANDANG

PENCUCIAN DAN DESINFEKTAN KANDANG

PERSIAPAN SEBELUM PENCUCIAN

PENCUCIAN PERATAN

PENEMPATAN PERALATAN

DESINFEKSI KANDANG DAN PERALATAN

FUMIGASI KANDANG (CLOSED HOUSE)

ISTIRAHAT KANDANG

H-1 CHICK IN

(4)

PERSIAPAN SEBELUM PENCUCIAN

 TANGKI AIR, GALLON AIR MINUM, NIPPLE, PIPA

 PERALATAN (FEED TRAY, KORAN, DLL)

 SISTEM VENTILASI DAN BROODER

(5)

PENCUCIAN PERALATAN

o

Rendam dan singkirkan semua bahan organik yang ada.

o

Bilas dengan air biasa.

o

Cuci dengan menggunakan deterjen secara menyeluruh kemudian bilas dengan air bersih.

o

Terakhir, cuci secara menyeluruh dengan menggunakan desinfektan kemudian bilas dengan air bersih.

o

Biarkan mengering tapi jangan dijemur di

bawah sinar matahari langsung karena

bisa menyebabkan peralatan cepat rusak.

(6)

PENEMPATAN PERALATAN

Setelah semua peralatan kandang

kering, segera masukkan kembali ke

dalam kandang dan langsung diatur.

(7)

DESINFEKSI KANDANG DAN PERALATAN

PIPA-PIPA AIR

o Persiapkan larutan klorin dengan konsentrasi tinggi (200 ppm) di dalam tanki air. Prinsipnya adalah klorin berfungsi untuk mengikat bakteri dan virus yang terdapat dalam air. Setelah mengikat bakteri atau virus, ditunggu selama 6-8 jam agar terjadi endapan karena tidak tersedianya oksigen. Apabila ada oksigen, maka tidak akan terjadi endapan.

o Buka katup tanki agar bisa mengalirkan larutan klorin ke pipa-pipa air dan tutup bagian ujungnya serta diamkan larutan tersebut di dalam pipa-pipa air selama 24 jam.

o Setelah itu, kuras semua sirkuit air. Jangan lupa terakhir tutup rapat tanki air untuk mencegah dari debu masuk ke dalam.

(8)

DESINFEKSI KANDANG DAN FUMIGASI

KANDANG

o Kandang dan peralatan didesinfeksi dengan menggunakan desinfektan bakterisidal, virucidal, dan fungisidal yang homolog, gunakan alat semprot manual atau sprayer bertekanan rendah.

o Fumigasi kandang dilakukan pada H-3 atau H-4 sebelum masuknya DOC. Kandang yang akan difumigasi ditutup rapat menggunakan terpal. Bahan yang digunakan adalah serbuk PK dengan dosis 30 gr/m3 dan formalin dengan dosis 45 cc/m3. Prosedurnya adalah serbuk PK dan formalin dibagi rata di beberapa wadah disesuaikan dengan luas kandang. Serbuk PK dan formalin diletakkan bersebelahan dan dicampur serentak bersama-sama. Setelah dicampur, petugas segera keluar dari kandang dan menutup rapat pintu. Kandang dibiarkan tertutup rapat dan jangan dibuka sampai H-1 chick in.

(9)

ISTIRAHAT KANDANG

Istirahat kandang bisa dilakukan setelah semua kegiatan pencucian dan desinfeksi kandang telah selesai dilaksanakan.

Minimal waktu istirahat kandang apabila terjadi outbreak adalah sekitar 5 bulan.

Sedangkan untuk waktu istirahat normal

adalah minimal 14 hari sebelum DOC

masuk, tetapi waktu istirahat kandang

harus juga disesuaikan topografi dab tipe

kandangnya.

(10)

Kriteria DOC

 Lincah, responsif, warna bulu tidak kusam

 Pusar kering dan tertutup dengan baik

 Tidak memiliki cacat fisik atau abnormalitas fisik

 Punya sisik kaki warna kuning cerah dan tidak kering

 Cepat adaptasi

 Uniformity minimal 85%

(11)

H-1 CHICK

IN

H-1 sebelum DOC datang dilakukan pengecekan lampu, pemanas, dan semua peralatan untuk memastikan semuanya dapat bekerja dengan baik.

Taruh litter baru (jangan pernah gunakan bahan berjamur) dan spray permukaan dengan insektisida jenis larvasida.

Peralatan dipersiapkan di dalam area brooding.

Letakkan kertas koran di atas litter sebanyak 5 lapisan dan diambil satu persatu per harinya. Kertas koran digunakan maksimal selama 5 hari pertama DOC masuk.

Fungsi kertas koran antara lain:

o Menghalangi tercampurnya bahan alas (sekam, serbuk gergaji, pasir, atau lainnya) dengan pakan sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

o Membantu kondisi dalam kandang agar bersih, hangat, dan aman.

o Mengurangi pengaruh debu yang bisa menyebabkan penyakit pernafasan pada anak ayam.

o Menyerap cairan kotoran ayam sehingga kotoran ayam cepat kering.

o Sebagai pendukung untuk proses pembentukan tulang.

o Untuk mencegah anak ayam agar tidak memakan litter.

(12)

CHICK IN

Pemanas sudah dinyalakan 6-8 jam sebelumnya.

Air minum yang disiapkan adalah air matang hangat yang telah dicampur dengan vitamin dan antistress.

Pakan sudah harus tersedia di dalam feed tray dan di atas koran beberapa saat sebelum DOC di masukkan dalam cages

Lakukan penimbangan bobot badan dan lakukan seleksi dengan melihat bobot badan, paruh, reflex, panjang ayam, tali pusar, dan kondisi kaki.

Setelah ditimbang dan diseleksi, DOC dimasukkan ke kandang dan langsung diletakkan di dekat pakannya agar DOC dapat segera makan.

(13)

CHICK IN

± 3 jam setelah diberikan pakan, DOC diberikan minum yang sudah dicampur dengan vitamin dan antistress.

Pemberian pakan pada umur 1-7 hari dilakukan sesering mungkin (2 jam sekali) secara ad libitum.

Selanjutnya melihat umur ayam, frekuensi pemberian pakan dikurangi menjadi 4-5 jam sekali dan akhirnya menjadi 1 kali sehari.

Agar efektif, hendaknya dibuat jadwal

untuk operator kandang agar pemberian

pakan sesuai dengan yang diharapkan.

(14)
(15)

CHICK IN

Kontrol dilakukan 2 jam sekali untuk

mengecek penghangat apakah suhunya sudah tepat,

penyebaran DOC apakah menyebar atau bergerombol,

reflex DOC saat diberikan bunyi-bunyian,

kecepatan angin,

ventilasi dalam kandang.

Pada 2 jam pertama dilakukan tes tembolok dan tes kaki.

Tembolok dipegang dan dirasakan konsistensinya.

Tes kaki dilakukan dengan cara memegang telapak kaki DOC atau meletakkan telapak kaki DOC di pipi.

(16)

CHICK IN

Kontrol juga dilakukan dengan melihat penyebaran DOC.

Jika DOC kelihatan bergerombol menandakan suhu rendah (DOC kedinginan) dengan ciri-ciri tidak nafsu makan, DOC diam saja,

Jika DOC kelihatan berpencar menandakan suhu tinggi (DOC kepanasan) dengan ciri-ciri dehidrasi, lemas, panting, konsumsi air meningkat, konsumsi pakan rendah, Konsumsi pakan yang menurun dan konsumsi air minum meningkat terkadang menyebabkan feses encer.

Adaptasi panas pada ayam ada beberapa macam yaitu: Radiasi (bulu leher berdiri), Konveksi (banyak minum), dan Panting yang merupakan

“alarm” yang menandakan ayam sudah tidak bisa mengadaptasi panas lagi.

(17)

FASE STARTER - GROWER

Pada umur 7 hari dilakukan pergantian tempat minum dari gallon ke nipple.

Penyesuaian pergantian tempat minum dilakukan selama ± 3 hari.

Pada minggu kedua umumnya terdapat banyak perlakuan (potong paruh, vaksinasi, timbang BB). Untuk menghindari ayam stress maka dianjurkan memberikan vitamin dalam air minum sebelum, saat, dan sesudah perlakuan.

Pada umur 25 – 28 hari karpet alas diambil.

Monitor berat badan dan keseragaman

dilakukan setiap minggu mulai dari awal

masuk DOC.

(18)

FASE STARTER-GROWER

Kontrol berat badan

Penimbangan sampling dilakukan pada umur 1-3 minggu. Umur 4 minggu dilakukan penimbangan dan seleksi.

Sebisa mungkin penimbangan berat badan ayam dilakukan setiap minggu untuk mengontrol pencapaian berat badan standar di setiap umurnya.

Kontrol keseragaman (Uniformity)

Target keseragaman adalah untuk memastikan 85% dari populasi ayam, berat badannya ada pada kisaran +10% dan -10%

dari rata-rata berat badan satu flock tersebut.

(19)

FASE STATER- GROWER

Masa starter: intensitas cahaya paling tinggi (20-40 lux).

Durasi penyinaran paling lama yaitu sekitar 24 jam pada 1 minggu pertama.

Tujuannya adalah untuk mempermudah ayam mengenali lingkungannya terutama tempat pakan dan air minum dan juga untuk memacu pertumbuhan.

Masa grower: intensitas cahaya rendah (5-10 lux). Durasi penyinaran paling singkat yaitu sekitar 12 jam atau sesuai dengan cahaya matahari.

Tujuannya adalah untuk mengontrol perkembangan saluran reproduksi dan pencapaian berat badan yang optimal saat mulai berproduksi.

Masa layer: intensitas cahaya 10-20 lux. Durasi pencahayaan 16 jam.

Tujuannya adalah untuk membantu proses pembentukan telur, pertumbuhan berat badan, dan untuk membantu metabolism Ca dan P yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan kerabang telur dan tulang.

(20)

FASE STARTER-GROWER

Periode gelap dibutuhkan oleh ayam untuk memberi waktu istirahat agar pakan yang dikonsumsi dapat

dimetabolisme dengan tuntas. Selain itu, periode gelap juga penting karena pada periode gelap hormon melatonin baru disekresikan. Hormon melatonin berfungsi untuk menstimulasi kelenjar timus dan bursa fabrisius

menghasilkan immunoglobulin.

(21)

PROGRAM PENCAHAYAAN

(22)
(23)

PENGATURAN SUHU,

VENTILASI DAN KELEMBABAN

Ventilasi adalah pergerakan udara yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara kotor dengan udara segar.

Tujuan ventilasi antara lain:

Menyediakan udara yang sehat bagi ayam yaitu udara yang menghadirkan banyak oksigen.

Mengeluarkan sesegera mungkin panas atau gas- gas berbahaya (ammonia, karbondioksida, maupun karbonmonoksida) sehingga memberikan kenyamanan pada ayam yang dipelihara dan produktivitas ayam menjadi optimal.

Menghilangkan bau dan mengurangi debu.

Menghilangkan/mengurangi kelembaban berlebih dalam kandang.

(24)

Suhu merupakan ukuran relatif

tentang panas dan dinginnya suatu

kondisi udara. Tujuan pengukuran

suhu adalah untuk mengetahui suhu

di dalam kandang sehingga suhu

dapat selalu terkontrol dan terjaga

dengan baik agar ayam nyaman

sehingga produktivitas ayam optimal.

(25)

FASE STARTER- GROWER

Sistem Thermoregulatori Ayam disebut juga sistem pengaturan suhu tubuh, dimana pada ayam bersifat homeotermik atau suhu ayam relatif stabil pada kisaran 40-41

o

C.

Namun saat berumur 0-5 hari, ayam masih belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri.

Ayam baru bisa mengatur suhu tubuhnya

secara optimal sejak umur 2 minggu. Oleh

karena itu, peran pemanas saat brooder

(indukan) sangat penting untuk menjaga

suhu kandang tetap dalam zona nyaman

ayam.

(26)

Selain suhu, kelembaban udara (kadar

air yang terikat di dalam udara) juga

diperhatikan karena kelembaban akan

mempengaruhi suhu yang dirasakan

ayam. Hal ini disebabkan pengeluaran

panas tubuh ayam dilakukan melalui

panting. Semakin tinggi kelembaban,

suhu efektif yang dirasakan ayam juga

semakin tinggi. Sebaliknya, ayam akan

merasa suhu lebih dingin dibanding

suhu lingkungan ketika kelembaban

rendah.

(27)

MANAJEMEN SUHU DAN KELEMBAPAN

1. Membuat database suhu dan kelembaban di kandang

Pencatatan mengenai suhu dan kelembaban di kandang pada pagi, siang, sore, malam, dan dini hari. Termasuk respon ayam saat pencatatan, apakah ada yang panting atau tidak. Disini akan terlihat rangkuman rentang suhu dan kelembaban ideal dimana tidak terjadi panting.

Jadi ketika suhu dan kelembaban melebihi rentang ideal tersebut, operator dapat segera bertindak.

2. Pengaturan kepadatan

Kandang yang terlalu padat akan meningkatkan

suhu kandang. Lakukan pengaturan kepadatan

agar ayam nyaman.

(28)

3. Pemberian vitamin dan elektrolit

Vitamin C dan E akan membantu menekan efek heat stress maupun cold stress. Elektrolit akan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh ayam.

4. Manajemen buka tutup tirai

Sistem ventilasi yang baik, sangat

efektif untuk menurunkan suhu dalam

kandang. Buka tirai kandang saat suhu

meningkat. Saat angin bertiup kencang

atau suhu turun, tirai kandang dapat

diturunkan

(29)

FASE STARTER-GROWER

PROSES PINDAH KANDANG (11-12 MG)

 H-1 sebelum pindah kandang dan saat hari pindah kandang, ayam diberikan vitamin dan antistress dalam air minumnya.

 Sebelum dipindahkan, ayam

ditimbang terlebih dahulu sekaligus

dilakukan afkir pada ayam yang

berat badannya tidak mencapai

standar.

(30)

FASE LAYING

Transfer disarankan dilakukan pada sekitar umur 11-12 minggu (lebih awal lebih baik) dilakukan pada sore hari untuk meminimalkan heat stress.

Sebelum ditemukan telur pertama kali di kandang.

Setelah perlakuan vaksinasi terakhir, direncanakan 1 minggu sebelum dilakukan transfer.

Setelah de-worming flock selesai (3 hari sebelum transfer).

Pemberian vitamin dan antistress dilakukan melalui air minum pada sehari sebelum transfer, pada saat transfer, dan sesudah transfer.

(31)

FASE LAYING

 Pada saat transfer dilakukan

penimbangan total ayam grower dan grading.

Kelompokkan ayam berdasar kan BB,

dan pertumbuhan jengger

(32)

Kegiatan Harian

Tanggal Jam Kegiatan Keterangan

3/12/2018 s.d 20/12/201

8  

7.30 Karyawan mengisi daftar hadir

Sanitasi karyawan

Membuka kandang

Control air

Flusing Air minum

Mengecek pakan

Membersihkan kandang

Menyiapkan sanitasi Kandang  

Menyiapkan EggTray

Fingerprint

Mandi, mengganti baju, melewati ruang sanitasi  

Lihat kondisi air, (air mengalir atau tidak)

Membuka saluran air biarkan air keluar sampai 30 menit

Bila pakan masih sisa, pakan diratakan

Menyapu lantai kandang

Membersihkan tempat sanitasi, mengganti air sanitasi (Air bersih + Desinfektan merek Istam)

 

8.00 Campur Pakan Hari Senin (Kandang 1)

Campur Pakan Hari Selasa (Kandang 2)

Campur Pakan Hari Rabu (Kandang 4)

Campur Pakan Hari Kamis (Kandang 3)

 Pakan dicampur sesuai dengan kebutuhan penelitian

10.00 Hitung jumlah telur perUnit per Straint

Pengambilan Telur

Timbang telur  

Sebelum telur diambil, telur dihitung jumlahnya perunit per Strain

Telur diambil secara manual, pengambilan telur berdasarkan strain ayam ( Novogen, Hyline, Isa Brown,Lohman)

 

11.00 Timbang sisa pakan

Ngetaps pakan Hari Senin (Kandang 1)

Ngetaps pakan Hari Selasa (Kandang 2)

Ngetaps pakan Hari Rabu (Kandang 4)

Ngetaps pakan Hari Kamis (Kandang 3)  

Dilakukan setiap seminggu sekali sesuai jadwal Pakan sisa di tampung dan ditimbang. Penampungan sisa pakan juga bertujuan untuk membersihkan pakan sisa seminggu yang di khawatirkan dapat tercemar jamur dan agen infeksius lainnya.

12.00  

ISTIRAHAT ISTIRAHAT

13.30 Memberikan pakan (sesuaikan suhu panas)  

 

Pakan diberikan dalam satu kandang bisa berbeda setiap strain (Karena ayam digunakan dalam penelitian) tapi jumlah pakan yang diberikan berdasarkan kebutuhan ayam perumur.

15.30 Absensi Pulang - Fingerprint

 

       

(33)

Farm

Sidorahayu

STRUKTUR ORGANISASI

KEPALA FARM : BAPAK FATROH EFFENDI KASIE KESEHATAN : DRH. LAUDITA SETIA BUSTA KASIE PEMELIHARAAN : ADETYA

SATPAM : BAPAK SOLEMAN, BAPAK RAWI, BAPAK SIANTO

OPERATOR KANDANG : RIDWAN (PULLET), FREDY (K.1), EKO (K.2), SUPRI (K.3), EFENDI (K.4)

OPERATOR GUDANG : PRIADI, DIAN

SERBAGUNA : RADI

(34)

KANDANG PULLET

TIPE CLOSED HOUSE LUAS : 10m X 42m

(35)

PULLET

KAPASITAS 57 UNIT

1 UNIT : 4 CAGES 1 CAGES : 11 EKOR

TOTAL 2508 EKOR

(36)

LAYER

KANDANG TIPE OPEN HOUSE LUAS 3,5m X 70m

Ukuran cages p.45cm X l.35cm X t.40cm KAPASITAS

66 UNIT

1 UNIT : 15 CAGES 1 CAGES : 2 DAN 3 EKOR TOTAL : 2310 EKOR KANDANG 1 DAN 2 SIKLUS

UMUR : 59 Minggu dan 39 Minggu (13

des 2018)

POPULASI : 2136 dan 2125

ADA 4 STRAIN : NOVOGEN, HYLINE, ISA,LOHMAN

KANDANG 3 DAN 4 SIKLUS

UMUR : 19 Minggu dan 80 minggu POPULASI : 2310 dan 2109

ADA 4 STRAIN : NOVOGEN, HYLINE, ISA,LOHMAN

(37)

LAYER

(38)
(39)
(40)

Suhu

Wakut Suhu RH kecepatan Angin Suhu yang terasa

8 25 82% 29-30  

12 27-28 79%   29-30  

15 24 84%   27  

Suhu rata-rata lingkungan peternakan

SUHU RH Kecepatan Angin SUHU TERASA

26 81%   28-29

26.5 79%   30

26.5 80%   30

28 79%   31

35 79%   31

29 80%   31

25 82%   28

24 81%   28

24.4 81%   27.8

       

27 80%   29.7

Suhu rata-rata dalam kandang/jam/bagian kandang

Suhu sejuk, tidak pernah terjadi panas ekstrim, curah hujan lebih banyak dibandingkan cuaca panas. Hujan biasa terjadi di siang-sore hari. Kecepatan angin rata-rata 0,5m/s.

(41)

LIMBAH

Nilai amonia dalam kandang bagian depan 0-5, tidak tercium bau amonia, kondisi kotoran kering.

(42)

Nilai kadar amonia 5-10 , amonia tidak tercium, tetapi feses terlihat agak basah.

(43)

Nilai kadar amonia dalam kandang bagian tengah 5-10, tercium bau feses, kondisi feses basah karena nipel bocor.

(44)

KESADAHAN & Ph AIR MINUM AYAM

Kesadahan Air Tandon Utama 168 ppm

Kesadahan Air Tandon+ Garam Mineral 165 ppm pH air 9 pada Air Minum tandon+Garam mineral

(45)

PERFORMA KANDANG 1-4 FARM SIDORAHAYU

Kandang/

Umur Populasi Jumlah

Telur HD% Keterangan

1/59 MG 2136

ekor 1761 82% (STD

86%) Infeksi

(AI,ND,EDS),Mekanis (adagangguan burung dara, ular, asap

pembakaran kebun tebu) 2/39 MG 2125

ekor 1650 78% (STD

94%) Infeksi (AI,ND,EDS) 3/19 MG 2310

ekor 12 0,5% (STD

1%) (Baru mulai produksi) 4/80 MG 2109

ekor 1657 79% (72%) Menuju afkir dan ada indikasi (AI LPAI)

total 8680

ekor

Catatan : Ayam Mati ditemukan karena Mekanis (Dimakan Ular), Prolapsus (FLS/FLHS), dan beberapa mati dengan indikasi AI dan ND.

Referensi

Dokumen terkait