• Tidak ada hasil yang ditemukan

eBook-SABK-April-2014-Lingkar-Ganja-Nusantara.pdf

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "eBook-SABK-April-2014-Lingkar-Ganja-Nusantara.pdf"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Bagaimana dengan nasib para WNI yang kini terpidana dan tercerai berai di penjara-penjara di Indonesia. 35 Tahun 2009 efektif menjamin pengguna ganja yang digolongkan sebagai pecandu tidak dipidana, melainkan direhabilitasi. Namun kenyataannya, hak rehabilitasi tidak pernah diberikan oleh penegak hukum di lapangan kepada warga negara yang terjerat kasus ganja.

Dengan demikian, buku ini sebenarnya dimaksudkan sebagai panduan praktis bagi warga pengguna ganja untuk mendapatkan haknya di hadapan sidang Mahkamah Konstitusi. Kejadian tersebut terjadi pada seorang warga pengguna ganja yang terlibat dalam transaksi ganja kemudian ditangkap oleh Satresnarkoba Polda DIY. Yang dimaksud adalah warga negara yang baik dan berasal dari keluarga terhormat dari Jogjakarta.

35 Tahun 2009 terkait Narkotika telah memakan banyak korban dan korban dari undang-undang ini adalah warga negara Republik Indonesia sendiri.

PROLOG

SEKARANG AKU, BESOK KAMU!”

Artinya, kasus penyalahgunaan kekuasaan yang merenggut nyawa warga pengguna ganja tentu saja tidak bisa lolos begitu saja tanpa evaluasi kritis. Kata-kata tersebut kami temukan secara kebetulan di bekas Ruang Rapat Landraad (sebuah pelataran pada zaman penjajahan Hindia Belanda) yang terletak di tengah kota Bandung dan sekarang disebut Gedung Indonesia Mengjuang. Saat LGN mengucapkan kata-kata "Hari ini aku, besok kamu!" saat menyiapkan lokasi sehari sebelum acara, kata-kata tersebut langsung menjadi perbincangan serius.

Namun ketika kata-kata ini ditempatkan dalam konteks peristiwa dan kejadian yang menimpa Bung Karno dan kawan-kawan, menjadi sangat jelas. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, banyak warga negara yang harus menghadapi berbagai bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di lapangan. Padahal, jika kita menggunakan logika yang sama dengan yang diajarkan Bung Karno tadi, kita (rakyat dan warga negara hukum Republik Indonesia) berhak dan bahkan berkewajiban hukum untuk menggugat penyelenggara negara jika terbukti secara hukum memang melakukan penyalahgunaan. posisi dan otoritas mereka.

Sebagai warga negara hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, LGN berkewajiban mengingatkan aparat penegak hukum untuk mematuhi amanat konstitusi, menjalankan perintah undang-undang dalam setiap tindakan yang dilakukan di lapangan. Booklet ini merupakan upaya LGN untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga negara hukum negara kesatuan Republik Indonesia untuk mengingatkan penyelenggara negara atas penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan amanat konstitusi. Pada saat yang sama, booklet ini juga mengajak warga negara pengguna ganja untuk berani memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara yang sah dari negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan konstitusi atau undang-undang.

Buku ini bertujuan untuk menunjukkan apa yang dapat digunakan untuk memperjuangkan hak sebagai pengguna ganja dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara untuk mengingatkan pemimpin yang tidak memenuhi kewajibannya. Kata-kata Bung Karno yang kami temui di GIM, "Hari ini aku, besok kamu!" mengingatkan kita semua bahwa selama sistem hukumnya sewenang-wenang dan tetap sewenang-wenang, maka siapapun bisa menjadi korban. Maka mari bersama-sama kita sebagai warga negara menunaikan kewajiban mengingatkan aparat penegak hukum di lapangan dan pembuat kebijakan demi terwujudnya sistem hukum yang benar-benar dapat menjamin rasa aman bagi seluruh warga negara.

Sejarah Singkat Perkembangan UU Narkotika di Indonesia

Bahwa UU Narkotika yang baru merupakan hukum yang manusiawi tampaknya menjadi tema utama kampanye yang beberapa kali disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN); khususnya di forum seminar dan lembaga pendidikan. Pada umumnya para penegak hukum masih menganggap Narkotika sebagai kejahatan berat (extra ordinary crime) sehingga harus dipidana seberat-beratnya. Kedua, nilai-nilai Persatuan Indonesia (sila ke-3 Pancasila) belum tertanam dalam benak para penegak hukum republik ini.

Pejabat terkait yang paling bertanggung jawab atas masalah narkoba (Kapolri, Mahkamah Agung, pejabat BNN, hingga Presiden) berulang kali menegaskan bahwa arah dan tujuan 'perang narkoba' di Indonesia adalah menggulung pengedar dan merehabilitasi pengguna. Beberapa waktu lalu, pada 25 Februari 2014, Selasa Kliwon, Indonesia Lawyers Club (ILC) mengangkat tema tentang kenyataan buruk dan memalukan di lapangan terkait implementasi UU RI No. Ada kepala BNN, kepala Direktorat Narkoba Mabes Polri, mantan hakim Mahkamah Agung, akademisi (termasuk salah satu penggagas pemisahan TNI dan Polri), pimpinan lembaga rehabilitasi dan politisi Senayan dari Komisi III DPR RI (komisi yang bertanggung jawab atas penyiapan UU Narkotika yang selama ini selalu menghindari forum-forum diskusi yang membahas UU yang mereka rancang), para korban dari implementasi undang-undang di lapangan, dan tentunya para budayawan.

Namun, ia dan Kepala Direktorat Narkoba Mabes Polri tak banyak berkomentar soal banyaknya penyimpangan praktik di daerah terkait penegakan hukum UU No. Terkait dengan terbitnya SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) yang mengatur tentang rehabilitasi, dia mengatakan bahwa SEMA seharusnya tidak hanya mengikat hakim tetapi juga seluruh penegak hukum di lapangan. Apalagi karena proses kriminalisasi pengguna ganja bukan hanya sesuatu yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, tetapi juga karena kriminalisasi pengguna ganja adalah sesuatu yang mutlak bertentangan dengan ajaran Pancasila.

Data jumlah penyalahguna narkoba menurut provinsi menurut jenis narkoba tahun 2011 yang dipublikasikan BNN dan Puslit UI, Maret 2012, menyebutkan jumlah penyalahguna ganja sebanyak 2.816.429 orang. Urgensi kebutuhan kita untuk mendapatkan data jumlah pengguna ganja yang dijatuhi hukuman rehabilitasi oleh pengadilan adalah untuk melihat bagaimana korelasi atau sinkronisitasnya jika kedua data tersebut dibandingkan secara objektif. Rupanya, menggunakan logika sederhana, pengguna ganja adalah penghuni pusat rehabilitasi yang paling sering.

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN REHABILITASI

HAK WARGA NEGARA PENGGUNA DAN PECANDU GANJA

Selain pengobatan dan/atau rehabilitasi medis, pemulihan pecandu narkoba dapat dilakukan oleh instansi pemerintah atau masyarakat melalui pendekatan agama dan adat.

DOKUMEN-DOKUMEN NEGARA YANG MENGATUR REHABILITASI

  • INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NO. 12 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL
  • SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NO. 04 TAHUN 2010 TENTANG PENEMPATAN PENYALAHGUNAAN, KORBAN
  • SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NO. 03 TAHUN 2011 TENTANG PENEMPATAN KORBAN PENYALAHGUNAAN
  • SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NO. 2 TAHUN 2013 TENTANG PENEMPATAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KE
  • PETUNJUK TEKNIS JAKSA AGUNG MUDA TINDAK PIDANA UMUM (J.A.M
  • PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO. 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN
  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 25 TAHUN 2011 TENTANG PENJELASAN PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU
  • KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 1305 TAHUN 2011 TENTANG INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR
  • KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 2171 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN WAJIB LAPOR
  • KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 293 TAHUN 2013 TENTANG INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR
  • PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 2415 TAHUN 2011 TENTANG REHABILITASI MEDIS PECANDU, PENYALAHGUNA
  • PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 37 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU
  • PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NO. 03 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN
  • PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NO. 26 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN
  • PERATURAN BERSAMA MAKUMJAKPOL TAHUN 2014 TENTANG PENANGANAN PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN

2171 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN WAJIB LAPORAN, 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN WAJIB LAPORAN NARKOBA TAHUN 2011. S PENYALAHGUNAAN ABE OF NARKOBA. 37 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN WAJIB LAPORAN OBAT TAMBAHAN

03 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN TENTANG LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN NARKOTIK, PSIKOTROPIKA DAN ZAT KECANDUAN LAINNYA. 26 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN TENTANG LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN NARKOTIK, PSIKOTROPIKA DAN ZAT KECANDUAN LAINNYA. 15. PERATURAN BERSAMA MAKUM-JAPOL TAHUN 2014 TENTANG PERAWATAN PEDAGANG NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN DI LEMBAGA REHABILITASI.

PENUTUP

MASA DEPAN KEBIJAKAN GANJA ADA DI TANGAN KITA

Buktinya jelas, undang-undang narkoba yang diratifikasi Konvensi PBB diratifikasi pada masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. 35 Tahun 2009 yang berlaku sampai sekarang adalah pohon besar yang tumbuh dari benih yang disebut UN Single Convention on Narcotic Drugs. Perjuangan untuk hak rehabilitasi bagi warga pengguna ganja harus dilihat sebagai strategi jangka pendek untuk mengeluarkan Anda dari penjara.

Di tengah maraknya penentangan terhadap UU Narkotika yang ada, LGN justru mengeluarkan panduan agar warga pengguna ganja mengikuti aturan hukum. Oleh karena itu, LGN menegaskan sekali lagi bahwa perjuangan merebut hak rehabilitasi yang tertuang dalam undang-undang biadab ini merupakan strategi jangka pendek. Kembali pada fenomena legalisasi ganja yang saat ini sedang berlangsung di Uruguay dan 2 negara bagian di Amerika, sebenarnya menunjukkan adanya perubahan sistem dalam perlakuan terhadap manusia pengguna ganja.

Kami telah menunjukkan indikasi pertama dari awal dimana perusahaan farmasi dan serat swasta mulai mengambil alih pengelolaan tanaman ganja. Bisa dibayangkan kandungan psikoaktif ganja di dalam ganja yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Jika ganja Aceh (Cannabis Sativa) bisa menghasilkan 7% THC, maka ganja di sana telah dimodifikasi hingga mencapai 36% THC.

Jangan dikira ganja jenis ini tidak berbahaya, apalagi jika digunakan oleh kalangan muda. Semoga prediksi LGN salah total dan perjuangan kita segera terwujud agar segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman ganja di Indonesia dapat dirumuskan dengan nilai dan jiwa Pancasila, pada akhirnya membawa bangsa dan negara Indonesia menuju keadilan, hidup sejahtera dan damai. Ayo berjuang bersama menjunjung tinggi nilai dan semangat Pancasila dalam merumuskan Undang-Undang Pengelolaan Ganja di republik ini, karena masa depan kebijakan ganja Indonesia ada di tangan Anda.

DAFTAR PUSTAKA

LEMBAGA BANTUAN HUKUM LGN

Oleh karena itu, kami berharap ini dapat menjadi upaya kritik dan evaluasi secara simultan guna mendukung penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ajaran Pancasila. Keberadaan LBH juga diharapkan dapat menjawab keraguan para pejuang akan keseriusan LGN dalam memperjuangkan legalisasi ganja di Indonesia. Padahal, jika rekan-rekan se-Indonesia tidak keberatan untuk memperhatikan dan mencermati secara seksama langkah-langkah perjuangan LGN, maka dapat dimaklumi bahwa bagi Lingkar Ganja Nusantara, legalisasi ganja bukanlah soal kategori “on the way”.

Bagi LGN, upaya legalisasi ganja di Indonesia merupakan langkah awal menuju terciptanya masyarakat yang ADIL, SEJAHTERA, SENTOSA. Langkah pertama mengembalikan proses pertumbuhan dan perkembangan yang menyimpang dari cita-cita dan janji Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945; Langkah pertama adalah menjaga kedaulatan dan membangun peradaban bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang dikaruniai kekayaan alam yang tak terhingga;

Langkah pertama adalah kembali menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang mampu memberikan keseimbangan tatanan dunia yang lebih menjamin KEMERDEKAAN UNTUK SEMUA BANGSA. Beri tahu petugas yang melakukan penangkapan, "Tolong tunjukkan surat perintah Anda dan surat perintah terhadap saya." Periksa dengan hati-hati bagaimana kedengarannya dan apakah nama Anda benar-benar tercantum dalam surat perintah.

Buat surat kuasa (unduh lampiran SABK) yang menyatakan bahwa Anda secara hukum memberi wewenang kepada LGN untuk melakukan peninjauan kembali (PK) atas kasus Anda.

Bagaimana Cara Gotong Royong Bersama LGN?

Menjadi Anggota LGN

Menjadi Relawan #GotongRoyong

Donasi Kampanye LGN (SABK!)

Referensi

Dokumen terkait

Negara Indonesia adalah negara hukum sebagai perwujudan dari suatu negara hukum ini perlu memberikan jaminan perlindungan kepada warga negaranya dan juga harus