• Tidak ada hasil yang ditemukan

Edukasi Pencegahan Penularan Covid Bagi Warga Desa Santan Aceh Besar pada Masa New Normal Marwan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Edukasi Pencegahan Penularan Covid Bagi Warga Desa Santan Aceh Besar pada Masa New Normal Marwan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

18

Edukasi Pencegahan Penularan Covid Bagi Warga Desa Santan Aceh Besar pada Masa New Normal

Marwan1, Sufriadi 2 , Ibrahim 3, Muhammad Ridhwan4, Jailani5, Juli Firmanyah6

1) Universitas Almuslim Bireun Aceh

2)UIN Ar Raniry Banda Aceh

3,4,5,6) Univesrsitas Serambi Mekkah Banda Aceh [email protected]., ibrahim.sufi@[email protected].,

[email protected]

[email protected], [email protected]

ABSTRAK

Munculnya wabah corona virus akhir tahun 2019 telah merusak semua pondasi kehidupan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia bahkan sampai ke Aceh. Pemerintah dan warga masyarakat dengan bermacam kebijakan telah diupayakan dan dilakukan terutama pola hidup bersih dan sehat untuk pencegahan penyebaran Covid 19. Tetapi perilaku kita, pendidikan dan pengetahuan, sikap, cara hidup bersih dan sehat belum dipahami secara benar.

Kami bertujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi atau pelatihan pembuatan pembuatan cairan hand sanitizer sederhana bagi kader Gampong Santan dan Tanjong Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan bahan alami yang ada sekitar rumah warga dan juga bahan kimia yang ada dipasaran. Cara yang kami jalankan dalam pengabdian ini melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi kader PKK/Posyandu, kader pemuda untuk kami latih dan kami berikan informasi tentang pembuatan sanitizer, pola hidup yang higenis termasuk menyiapkan ramuan yang berkualitas bagi keluarga mereka pada masa pandemi Covid 19. Hasil edukasi atau pelatihan yang kami berikan dapat menambah pengetahuan para kader desa untuk menyampaikan kembali ke masyarakat sekitar tentang pembuatan cairan sanitizer alami. Kemudian pola hidup yang sehat dengan asupan yang benar serta peningkatan imun bagi warga desa dan yang tidak kalah penting kita semakin dekat dengan Rabb, memakai masker, menjaga jarak sebagai ikhtiar kita semua dan bermunajat kepada Allah.

Kata Kunci: Edukasi, sikap, pengetahuan dan sanitizer.

PENDAHULUAN

Kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada masa kini telah mengubah tatanan baru dalam kehidupan sosial dan ekonomi serta tradisi sehari-hari. Pola kehidupan yang muncul dari pengaruh covid hinga new normal merupakan bentuk adaptasi dengan keadaan pada saat dan setelah pandemik tentunya terjadi secara alami (Sari, M. K,2020). Salah satu bentuk adaptif terhadap tatanan baru adalah menggunakan masker, hand sanitizer yang merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Namun pada mula terjadi awal pandemik ini bahan

(2)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Maret 2022 pISSN 2685-0303

19 sanitizer menjadi barang yang langka dan memiliki harga yang cukup lumayan mahal menjadi hal utama dalam kebutuhan hidup kita. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku bisnis yang memproduksi / membuat cairan hand sanitizer palsu dengan campuran alkohol secara tak menetu. Menghadapi kondisi tersebut, banyak juga ibu rumah tangga yang terinspirasi untuk membuat sanitizer yang penting mengandung alkohol walaupun tidak jelas ukurannya tidak jelas. Kondisi ini tentunya menjadi suatu permasalahan ketika untuk digunakan untuk tujuan mencegah penyebaran virus corona. Bahkan muncul masalah baru saat pandemik Covid19 juga berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi masyarakat maka angka kemiskinan semakin tinggi. Bahkan, banyak pekerja yang bekerja di kota besar terdampak terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga memaksa mereka untuk mudik kampung dengan beban hidup yang berat. Hal ini juga yang memicu banyaknya warga yang masih melakukan aktivitas di luar rumah meskipun di tengah pandemik, meskipun pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan ketika PSBB diberlakukan, aktivitas di luar rumah diperbolehkan dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

Sayangnya, ini tidak diikuti oleh semua warga masyarakat yang menandakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya Covid19 tidak terkecuali warga Desa Santan dan Desa Tanjong Kabupaten Aceh Besar. Keadaan ini juga disebabkan oleh banyak faktor diantaranya ketersediaan sanitizer yang langka dan mahal sehingga sebagian masyarakat memilih tidak mengikuti protokol kesehatan yang seharusnya dengan alasan ekonomi Maka produk cairan Sanitizer secara sederhana dapat dibuat dengan menggunakan alkohol 96% maupun 70% dicampur dengan gliserol dan aquadest atau air rebusan daun sirih (Ibrahim dan Almukarrmah, 2020). Begitu halnya bahan alami yang dibuat dengan menggunakan daun sirih, yang secara fitokimia dapat menggantikan fungsi alkohol 70%. Dalam hal ini, sanitizer yang baik memiliki kandungan 70% alkohol dari total gabungan komponen yang lain. Jurusan Pendidikan Biologi melalui Laboratorium Mikrobiologi sudah membuat co- biosanitizer selama pandemik Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika. Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Oleh karena itu, berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan serta kondisi yang masih terjadi di kedua Desa, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembuatan sanitizer di kedua gampong tersebut melalui pembuatan dengan bahan kimia dan bahan alami (Agung, I. M. 2020).

METODE PELAKSANAAN

Pengabdian dilaksanakan tanggal 27 s/d 28 Desember 2021 bertempat di Desa Santan dan Desa Tanjong Kabupaten Aceh Besar. Pengabdian dilakukan kepada semua kader desa yang terdapat pada kedua desa tersebut meliputi semua kader PKK, kader Posyandu dan para pemuda dua desa trsebut. Waktu dan tempat pengabdian dilakukan di kantor desa Santan dan kantor desa Tanjong di Aceh Besar.

Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan secara langsung kepada PKK, Posyandu, Pemuda desa Santan dan kantor desa Tanjong di Aceh Besar sebagai tujuan pengabdian dengan fase-fase seperti berikut ini:

1. Pemahaman bahaya Covid19; penyuluhan mengenai Covid19 dilakukan pada tahap pertama pertemuan agar masyarakat lebih paham atas bahaya virus corona dan punya trik untuk pencegahanya.

(3)

20

2. Edukasi tentang pola hidup sehat; penyuluhan dan pelatihan hygenis dilakukan pada tahap kedua pertemuan agar masyarakat lebih paham dan sadar akan pentingnya hidup sehat dalam kondisi new normal.

3. Kegiatan pembuatan sanitizer; pelatihan pembuatan sanitizer dilakukan melalui praktik langsung meliputi pembuatan sanitizer dengan menggunakan bahan kimia dan bahan alami yang terdapat disekitar masyarakat.

4. Dilakukan bimbingan berkelanjutan pada semua kegiatan sudah selesai dilakukan, kami siap menjadi agen perubahan agar masyarakat kedua desa didampingi untuk hidup sehat dalam masa pandemic.

Cara kita dapat melihat bagaimana pengetahuan, sikap, dan perilaku responden sekaitan dengan penyebaran Covid19 dan pencegahannya, dibuat instrumen penelitian teknik non tes berupa angket meliputi angket pengetahuan terdiri dari 10 pernyataan dengan pilihan jawaban benar dan salah; angket sikap terdiri dari 10 pernyataan dengan pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju; serta angket perilaku terdiri dari 10 pernyataan dengan pilihan selalu, sering, terkadang, dan tidak pernah. Untuk teknis analisis datanya dilakukan secara deskriptif kualitatif.

Alat yang digunakan meliputi penangas air, pengaduk, gelas ukur, timbangan, dan botol penyimpanan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sanitizer meliputi air/aquades yang berfungsi sebagai pelarut, 200 ml ethanol berkadar alkohol 95 persen yang berfungsi sebagai antiseptik, satu sendok teh carbomer untuk pengental, 33 ml propylene glycol yang berfungsi sebagai pelembab, dan 3 tetes triethanolamine yang berfungsi sebagai pengikat pH. Formula ini menghasilkan 250 ml hand sanitizer berkadar alkohol 70 persen. Adapun untuk pembuatan sanitizer secara alami dengan menggunakan daun sirih, jeruk nipis, belimbing uluh dan garam solium dibuat secara alami.

Gambar 1. Program pengabdian Edukasi Covid 19

HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknis dalam mengidentifikasi sejauh mana masyarakat memahami akan pengetahuan terkait dengan COVID-19 dan bagaimana menjalaninya, dilakukan lewat angket tertutup. Adapun hasil angket untuk aspek pengetahuan dari keseluruhan kader untuk dua desa disajikan seperti tabel berikut ini.

(4)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Maret 2022 pISSN 2685-0303

21 Tabel 1. Persentase aspek pengetahuan responden

No Pengetahuan Masyarakat Jawaban (%)

Benar Salah 1 Anggapan masyarakat Covid itu hanya flu biasa dan tidak

berbahaya

12,20 8080 2 Masyarakat dia ajar untuk hidup bersama covid -19

dengan cara menjaga imum tubuh yang kuat

75,00 25,00 3 Virus korona Omikroun payah asal orang tersebut

kondisi sehat

25,90 74,10 4 Masker dan cuci tangan diperlukan saat aktivitas di

pasaran aja

83,00 27,00 5 Susah ditemukan anak-anak terkena Covid karena bagus

daya tahan

23,20 76,80 6 Orang tua/remaja /gampang terinfeksi Covid jika hidup

tidak bersih

86,00 14,00 7 Warga yang memiliki gejala Covid terinfeksi segra isolasi 26,60 73,40 8 Kematian akibat COVID-19 lebih sedikit dibanding

dengan jantung

26,30 73,70 9 Hidup saat New normal bermakna kembali kepada

kebiasaan

29,25 70,75

Data diatas tentang pengetahuan awal warga ada tiga pernyataan dapat dikategorikan baik tentang aspek pengetahuan responden. Namun, ada tujuh pernyataan responden yang masih dikategorikan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh para kader desa perlu untuk diberikan penyuluhan dan penguatan yang lebih tentang kondisi pandemik dari Covid-19.Tiga pernyataan tersebut meliputi pernyataan nomor 2 “masyarakat diajarkan utuk hidup /bertahan hidup lama di lingkungan bersama covid”, nomor 5 nomor masker diperlukan saat kerja diluar rumah dan soal 7 bahwa Orang tua/remaja /gampang terinfeksi Covid jika hidup tidak bersih/ hidup tidak sehat, sedangkan yang lainnya mereka salah dalam menjawab pada tujuh soal tentang cara hidup “new normal artinya kembali kepada kebiasaan semula sebelum munculnya covid-19. Berdasarkan hasil angket tersebut dilakukan bentuk penyuluhan dan pelatihan mengenai pola hidup sehat yang dilakukan terhadap dua desa direspon dengan antusias sekali oleh para kader desa. Selama ini bentuk yang sering mereka terima lebih ke sosialisasi dari berbagai pemangku kebijakan. Berikut Gambar ketika sedang melakukan penyuluhan dan pelatihan sekaitan dengan pola hidup sehat.

(5)

22

Gambar 2 Ibu kader PKK/Posyandu mencoba hand sanitazer

Gambar 3 Sedang mendengar edukasi pencegahan Covid-19

Kami lakukan edukasi dan pelatihan pembuatan cairan sanitizer secara langsung meliputi pembuatan sanitizer dengan menggunakan bahan kimia dan bahan alami. Cara kerja pembuatan sanitizer, pertama dengan mencampurkan air dan propylene glycol ke dalam wadah bersih (panci alumunium atau pinggan pyrex) sambil dipanaskan dan diaduk. Lalu tambahkan carbomer sedikit demi sedikit sampai temperatur mencapai 80-900C dan semua bahan tercampur dan larut sempurna.

Proses selanjutnya adalah penambahan triethanolamine agar campuran tersebut berubah menjadi gel. Lalu penambahan ethanol sedikit demi sedikit ke dalam campuran gel. Tahap ini dilakukan tanpa proses pemanasan untuk menghindari penguapan dan pengadukan dilakukan selama kurang lebih 15 menit hingga hand sanitizer yang berbentuk gel ini siap digunakan.

Cara pembuatan cairan sanitizer berbahan kimia dengan komposisi hasil adopsi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Selain itu para kader juga diberikan pelatihan pembuatan sanitizer berbahan alam, ini dengan tujuan ketika

(6)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Maret 2022 pISSN 2685-0303

23 bahan kimia sulit didapat masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah (Han, E. S., & Goleman, dkk. 2019). Tidak sedikit pula pengaruh dari bahan kimia dapat menyebabkan iritasi pada kulit, sehingga alternatifnya dengan menggunakan bahan alami (Ariyanto, A., Sudarsono, A., dkk,.2020). Adapun bahan tersebut meliputi daun sirih segar baik sirih hijau atau merah dan air perasan jeruk nipis. Bahan-bahan tersebut menjadi suatu komposisi yang pas ketika dipadukan dengan takaran yang tepat. Adapun cara pembuatannya 50 gram daun sirih segar dicuci bersih kemudian dirajang atau dipotong kecil-kecil.

(Ibrahim, Jalaluddin, dkk.,2020). Rebus 200 ml air sampai mendidih dan diamkan sebentar sampai suhu turun kisaran 750C. Masukan potongan daun sirih tadi ke dalam air rebusan kemudian steam dengan menggunakan api kecil selama 30 menit. Hasil air rebusan daun sirih secara fitokimia dapat memenuhi standar etanol 75% ketika sudah dingin. Namun, sifat dari air rebusan daun sirih mudah teroksidasi sehingga dapat berubah warna. Untuk mengurangi efek tersebut diberikan air perasan jeruk nipis yang mempunyai sifat pro-oksidan (Erlina Burhan, Agus Dwi Susanto, dkk. 2020)..

Pembuatan dengan bahan alami ini tentunya tidak tahan lama halnya seperti bahan kimia. Untuk itu dianjurkan cukup skala kecil, untuk pemakaian sehari-hari. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat hasil dari kuesioer aspek sikap yang disajikan pada Tabel 2 dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Pernyataan ini menggambarkan sikap kader desa dalam menyikapi Covid19.

Hasil analisis dari sepuluh pernyataan sikap sudah menunjukkan kategori baik untuk pemahaman di kehidupan sehari-hari. Ini dikarenakan sejak adanya pandemi Covid19 sampai dengan sekarang kurang lebih sepuluh bulan berlangsung, setidaknya para kader sudah banyak melihat banyak kejadian baik secara langsung maupun tidak langsung. Kenyataan ini sedikitnya berdampak terhadap pemahaman para kader karena dituntut juga untuk bisa mensosialisasikan ke masyarakat di kedua desa tersebut. Adapun tentang aspek perilaku responden persentase jawaban warga.

Aspek perilaku meliputi pilihan jawaban selalu, sering, terkadang, dan tidak pernah.

Analisis hasil responden dari aspek perilaku menggambarkan kebiasaan yang bagus dalam kategori baik untuk hampir semua item pernyataan. Sebagai kader yang mempunyai tanggung jawab tidak hanya cukup dengan sosialisasi saja tetapi perilaku yang baik ini akan menjadi contoh untuk masyarakatnya.lihat tabel 2 berikut ini:

(7)

24

Grafik 1. Respon kader PKK dan Posyandu

Dalam proses penyuluhan respon ibu-ibu kader dalam dua desa tersebut sangat baik dilakukan dalam bentuk diskusi, tanya jawab terutama dengan pembuatan sanitizer secara alami, penggunaan masker dan asupan yang jadi imun tubuh.

Masyarakat lebih tertarik dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di pekarangan rumah dan mudah didapatkannya. Bahkan sengaja menanamnya dengan alasan agar mudah didapati, murah biaya, bentuk original serta pengolahan yang simpel untuk diracik. Mereka Setuju dan sangat setuju berkisar antara 84,10%

sdangkan yang tidak tahu bahkan tidak setuju berada pada level 15,90% maknanya sedikit sekali yang tak ada pengetahuan setelah mengikuti edukasi.

Sedangkan untuk unsur pemuda dan aparatur desa berada dalam kondisi sangat memahami akan kegunaan dari edukasi yang kita lakukan bagi kader pemuda dalam memahami pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang sanitasi dalam menghadapi covid-19 ini. Mereka sangat setuju dan setuju bahwa virus covid dapat minimalirkan sesuai dengan kondisi masyarakat dan pola hidup yang sehat mencapai 72, 40%. Sedangkan yang kurang atau tak setuju sebanyak 27,60% mereka tidak respek terhadap bahaya, atau kehancuran sumber ekonomi dan tatanan hidup masyarakat desa sepeti dilihat pada grafik dua berikut ini :

Grafik 2 Respon kader pemuda

(8)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Maret 2022 pISSN 2685-0303

25 KESIMPULAN

Pengabdian tentang edukadi kesehatan tentang virus corona dapat berjalan baik dan para kader PKK/Posyandu, serta kader pemuda dapat mengikuti dengan baik. Pemuatan cairan Sanitizer cukup mudah untuk dibuat,bahan alami yang tersedia di sekitar kita dapat dimanfaatkan dengan baik. Aktivitas masyarakat sangat baik dalam menyikapi kehidupan pada era new normal dengan hidup bersih, sehat dapat dijadi kebiasaan warga desa. Edukasi berhasil sukses atas partisipasi warga kedua gampong di kecamatan ingin jaya Aceh Besar.

REKOMENDASI

Kami sangat berharap agar masyarakat dapat mandiri dalam untuk mencoba bahan alami lainnya sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer, tetapi tetap dalam protokol kesehatan sebagaimana himbauan pemerintah.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terutama kami ucapkan terimakasih kepada lembaga Universitas Serambi Mekka dan jajarannya atas Edukasi kesehatan Kepada Masyarakat. Terimakasih kami ucapkan juga kepada pemerintahan Gampong Santan dan Gampong Tanjong sebagai mitra kami untuk menjalankan pengabdian ini.Smoga bermanfaat,.

DAFTAR PUSTAKA

Agung, I. M. (2020). Memahami Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Psikologi Sosial.

Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi.4(2) 34-39

Ariyanto, A., Sudarsono, A., Ivantan, I., Akbar, M. F., & Munarsih, M. (2020).

Pengembangan Potensi Destinasi Wisata Curug Angkrek melalui Media Sosial Tasikmalaya Jawa Barat. BAKTIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 95–

99.

Asngad, A., & Bagas, A. R. (2018). Kualitas pembersih Tangan Hand Sanitizer.

Jurnal Bioeksperimen.

Dewi, R., Chairiyah, J., Nisa, C., Afandi, R., & Pratiwi, A. (2020). Penyuluhan pembuatan teh kunyit ( curcuma domestica ) Jurnal Martabe, 3, 367–370.

Erlina Burhan, Agus Dwi Susanto, dkk. (2020). Protokol Tatalaksana Covid-19. 1.

Han, E. S., & Goleman, dkk. (2019). Kesehatan untuk Masyarakat Umum Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Ibrahim, Jalaluddin , dkk.,(2020) Pengenalan zat aditif pada makanan jajanan serta dampaknya terhadap kesehatan di SMP Banda aceh. Jurnal Baktimas. 2(3).164- 172

Ibrahim, Marwan, dkk, (2020) Tantangan Guru dalam mengajar pada Era revolusi Industri 4.0 Sefa bumi persada Lhokseumawe.

Ibrahim, Almukarramah dkk, (2020) pelaksanaan pendekatan integratif dalam meningkatkan pembelajaran ipa biologi pada sekolah menengah pertama aceh indonesia. Jornal visipena 11(2) 116-131.

Sari, M. K. (2020). Sosialisasi tentang Pencegahan Covid-19 di Kalangan Siswa Sekolah Dasar di SD Minggiran 2 Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Jurnal Karya Abdi.5(2)102-109.

(9)

26

Yanti, B., Priyanto, H., & Zulfikar, T. (2020). Sosialisasi Waspada Infeksi Corona Virus Pada Lansia Di Sekolah Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang, Dinas Sosial Aceh. MARTABE Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 67–72

Referensi

Dokumen terkait