Edy Suranta Ginting, Seniman yang Sulap Sampah Plastik Jadi Lukisan
Edy Suranta Ginting asal Medan berhasil mengubah sampah plastik jadi lukisan. Sampah terutama yang bentuk limbah plastik susah terurai akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan membuat tidak sedap dipandang mata. Tidak hanya bergerak di bidang seni, pria yang tepatnya berasal dari daerah Brastagi ini juga aktif dalam bidang peduli lingkungan hidup dan edukasi terutama dalam hal pengolahan limbah. Edy Suranta Ginting kini menjadi viral saat kerap membagikan momen saat mengubah sampah plastik jadi lukisan melalui media sosial TikTok miliknya @edy_art_studio. Terlihat di salah satu video Tiktoknya ia menggunakan limbah plastik ketimbang cat layaknya seorang pelukis, namun tetap bisa membuat karya seni yang indah.
“Melukis adalah hobby saya, bukan prioritas untuk mencari nafkah. Saya memanfaatkan sampah sebagai media lukisan, hanya untuk mengurangi dampak sampah.” tulis Edy di unggahan TikToknya pada (3/11/2020) lalu. Lebih lanjut, pria kelahiran Tanahkaro itu juga mengajak semua masyarakat indonesia untuk peduli pada sampah dengan memanfaatkannya, misalnya seperti dia yang memanfaatkan dan mengolah sampah plastik jadi lukisan.
Di lain kesempatan Edy juga mengungkapkan kepada detik.com bahwa ia sejak kecil hobi menggambar dan berfokus di seni tepatnya di seni rupa. Ide untuk mengubah sampah plastik jadi lukisan muncul pada awal tahun 2016. Edy juga dulunya menggunakan cat minyak, namun karena dulu pernah terjadi cedera hingga hidungnya mengeluarkan darah maka dia tidak lagi diizinkan melukis dengan cat minyak. Tak habis ide, Edy pun kemudian membuat inovasi dengan mengunakan bumbu dapur seperti kunyit, jahe, lumpur dan kopi. Setelahnya baru ia beralih menggunakan sampah plastik untuk membuat lukisan.
Di Pulau Dewata, Edy bertemu orang-orang yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan seperti Navicula dan Jerinx SID. Mereka berkolaborasi melakukan gerakan bersama, para artis dengan lagu-lagu yang mereka ciptakan, Edy lewat lukisan yang merupakan basisnya. Sebelum melukis, ia lebih dulu membuat rumah dari segala jenis sampah seperti pembalut wanita dan popok bayi. Rumah-rumah buatannya berada di Sulawesi tengah, Sulawesi Selatan, Wamena dan Halmahera Utara, digunakan sebagai tempat belajar dan berkreasi. Sayang, tidak terpublikasi.
Penggunaan sampah menjadi lukisan mulai benar-benar dilakukannya pada 2000-an. Dia aktif di kegiatan penyelamatan lingkungan, terutama dalam hal mengolah limbah plastik, edukasi anak- anak pedalaman, organic farming dan home industry. Sampah yang digunakan Edy adalah kantong kresek atau asoy sebab lebih transparan sehingga lebih mudah menggradasikan warna.
Bungkus deterjen atau sejenisnya bisa dipakai, namun hasilnya akan seperti siluet. Kalau untuk membuat rumah, tidak dipilih-pilih kecuali sampah medis. Alasannya, sampah medis tidak boleh ditangani per-individu, harus ada izin, masker sekali pakai menurutnya termasuk sampah medis.
Cara membuat lukisan dari limbah plastik pernah dibuatkan tutorialnya oleh Edy. Bahan yang digunakan selain tentunya limbah plastik adalah lem fox transparan yang ketika kering dapat memunculkan warna aslinya, juga gunting dan kanvas. Selanjutnya, sama dengan proses melukis pada umumnya, yaitu membuat sketsa dan setelahnya menggunting plastik menyesuaikan pola yang diinginkan kemudian ditempel. Lakukan juga gradasi warna agar lukisan lebih unik dan menarik.
Karena kisah inspiratifnya, pria yang lukisan plastiknya sudah terjual hingga ke mancanegara dengan harga 170 juta ini sudah banyak diundang ke stasiun televisi untuk mengisi acara talkshow sekaligus membuat lukisan potret artis dari sampah plastik. Beberapa artis yang pernah dilukis Edy diantaranya Ruben Onsu, Nikita Mirzani hingga Rizky Billar yang bisa disaksikan baik di akun TikTok miliknya hingga akun YouTube Edy Art Studio. Edy juga mendapatkan penghargaan atas prestasinya, salah satunya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas gagasan dan konsistensinya dalam menggerakan kampanye memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna hingga mengalokasikan pendapatannya dari melukis untuk dana kemanusiaan.
Sumber:
https://sampaijauh.com/edy-suranta-ginting-4384
https://www.kompas.com/properti/read/2022/01/04/060000121/cerita-edy-ginting-pelukis- sampah-yang-karyanya-diminati-orang-asing-di?page=all