• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektifitas manajemen kelas dalam meningkatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "efektifitas manajemen kelas dalam meningkatkan"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

Dua variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu efektivitas pengelolaan kelas dan peningkatan proses pembelajaran pendidikan agama Islam. Tesis ini berjudul “Efektivitas Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis kemudian merumuskan permasalahan yang dipandang perlu untuk diteliti lebih lanjut.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manajemen Kelas

Sedangkan menurut (Wina Sanjaya, 2005:174), manajemen kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara hubungan kelas yang dapat mengganggu pembelajaran. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menyediakan fasilitas bagi berbagai kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual.kelas.

رﺎﱠﻨﻟا

Pendidikan Agama Islam

  • Pengertian Pendidikan Agama Islam
  • Landasan Pendidikan Agama Islam
  • Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sengaja untuk membina dan membina peserta didik agar selalu memahami ajaran Islam secara utuh (kaffah). Suatu riwayat juga menjelaskan pentingnya pendidikan agama Islam bagi setiap orang dan petunjuk mengenai pentingnya agama sejak kecil. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam berarti suatu sistem pendidikan yang dapat membekali seseorang dengan kemampuan untuk menjalani hidupnya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai Islam yang menjiwai dan mewarnai kepribadiannya, seperti: Islam menjadi pedoman seluruh aspek kehidupan manusia, baik dunia maupun akhirat.

Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang sadar dan bertujuan, Allah telah menciptakan tujuan pendidikan yang jelas bagi semua orang melalui hukum Islam. Tujuan Pendidikan Agama Islam identik dengan tujuan agama Islam, karena tujuan agama adalah agar manusia mempunyai keyakinan yang kuat yang dapat dijadikan pedoman hidup, yaitu mengembangkan pola kepribadian yang utuh dan melalui berbagai cara. proses bisnis yang dilakukan. Oleh karena itu, tujuan Pendidikan Agama Islam merupakan suatu harapan yang diinginkan oleh Pendidikan Islam itu sendiri.

Arifin, tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk mewujudkan insan yang berilmu tinggi, di mana keimanan dan ketakwaan menjadi pengendali dalam penerapan atau pengaruhnya dalam masyarakat. Penentuan tujuan pendidikan agama Islam dapat difahami kerana menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan (Allah SWT) yang wajib berkhidmat dalam dirinya. Dari pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, sebagai tujuan hidup manusia itu sendiri dan merupakan aktualisasi hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Pencipta, hubungan manusia dengan Tuhannya. . sesama manusia dan alam semula jadi.

Lokasi dan Obyek Penelitian

Menurut Suharsima Arikunta, deskripsi kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala itu dalam kaitannya dengan keadaannya pada saat penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat fakta, data, situasi atau peristiwa serta karakteristik penduduk dalam kaitannya dengan efektivitas pengelolaan kelas dalam meningkatkan proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Muhammadiyyah 14 Makassar.

Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sedangkan besarnya sampel yang diambil berdasarkan pendapat Suharsimi Arikunto, jika subjeknya kurang dari 100 orang, sebaiknya diambil seluruh populasinya agar menjadi populasi penelitian, namun jika jumlah sumbernya banyak atau lebih. banyak. dari seratus orang, bisa diambil antara 10-15% atau 20-25. % atau lebih". Sampel yang digunakan adalah teknik random sampling yaitu 60 siswa kelas VII, 72 siswa kelas VIII, 64 siswa kelas IX dan 2 guru PAI, besar sampel ditentukan 10% dari anggota (subjek) dari populasi, 198 X 10% = 19, jadi jumlah sampel yang diambil dari seluruh populasi adalah 19 responden.

Instrumen penelitian

Menurut Sugiyon, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu proses mengamati secara langsung obyek penelitian guna melihat secara dekat kegiatan yang dilakukan.

Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto, dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data tentang suatu hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulensi, rapor, agenda dan lain sebagainya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati objek penelitian, dan hasil observasi tersebut dijadikan data yang akan menjadi data untuk pengembangan karya ilmiah.

Wawancara merupakan suatu tindakan komunikasi atau percakapan dengan responden yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai permasalahan yang telah dirumuskan. Dokumentasi merupakan suatu bentuk pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data mengenai permasalahan melalui dokumen tertulis baik dari instansi terkait maupun referensi ilmiah lainnya.

Teknik Analisis Data

Deskripsikan Lokasi Penelitian

  • Sejarah Berdirinya SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
  • Visi, dan Misi SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar Visi
  • Personal Sekolah
  • Keadaan Guru

Para guru di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dengan berbagai disiplin ilmunya telah berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam pendidikan siswa dengan sebaik-baiknya. Karena pembentukan kepribadian seorang siswa salah satunya ditentukan oleh lingkungan sekolah tempat ia memperoleh ilmu. Sarana dan Prasarana adalah segala sarana yang ada di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar untuk menunjang kegiatan dan administrasi sekolah serta untuk mencapai tujuan proses pembelajaran di sekolah.

Sumber Data : SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar Tahun 2015-2016 Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar, seperti yang tertera pada tabel diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dapat menunjang proses yang berkesinambungan. sedang belajar. Sebab sarana dan prasarana yang dimiliki SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar tidak hanya fasilitas siswa saja, namun guru juga mempunyai fasilitas yang baik seperti ruangan, dll.

Bentuk-bentuk Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah

Daftar penilaian tingkat kemampuan siswa kelas VII.A SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam membaca Al-Quran. Guru yang bekerja secara profesional harus mempunyai kemampuan mempengaruhi peserta didik agar dapat meningkatkan proses pembelajaran khususnya pada pendidikan agama Islam. Pada hasil observasi yang dilakukan penulis mengenai penataan ruangan yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 14 Makassar yaitu.

Dan menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas siswa SMP Muhammadiyah 14 Makassar dapat diklasifikasikan seperti yang dikatakan oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah 14 Makassar. Guru-guru di SMP Muhammadiyah 14 Makassar sangat memahami bagaimana mengelola kelas yang baik dengan menggunakan berbagai metode program supervisi maupun metode sendiri. Keberadaan SMP Muhammadiyah 14 Makassar menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya dan tempat belajar.

Siswa belajar selain dari orang tua dan lingkungan kesehariannya di rumah, mereka juga belajar bersosialisasi dengan lebih banyak orang seperti guru dan teman di SMP Muhammadiyah 14 Makassar. Anak juga mengalami tahapan yang sangat penting bagi perkembangan dan pendidikannya ke jenjang selanjutnya. bahkan lebih tinggi. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengelolaan kelas guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dinilai baik. Dengan pengelolaan kelas dan pemahaman guru dalam mengelola kelas, terbukti di SMA Muhammadiyah 14 Makassar siswa berprestasi dengan nilai UN tertinggi di kota Makassar dan nilai prestasi anak mendominasi di sekolah. .

Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektifitas manajemen kelas dalam meningkatkan proses pembelajaran

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung peningkatan pembelajaran adalah guru yang mempunyai kemampuan sesuai dengan latar belakang pembelajaran yang diajar. Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah merupakan faktor pendukung untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, Selain itu sekolah juga memerlukan kedisiplinan dan suasana keagamaan sesuai dengan nama sekolahnya yaitu SMP Muhammadiya yang mengajarkan nilai-nilai agama kepada siswanya. Kebanyakan orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada guru untuk meningkatkan hasil belajar anak, sedangkan guru memiliki keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran dan waktu untuk memantau anak guna meningkatkan kinerja belajar (Wawancara 28 Juli 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Makassar).

Faktor yang menjadi penghambat peningkatan prestasi belajar siswa adalah perbedaan tingkat kecerdasan siswa di sekolah ini. Oleh karena itu, kesimpulan dari hasil observasi adalah bahwa faktor pendukung dan penghambat pengelolaan kelas dapat timbul dari komponen-komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai salah satu komponen yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran, anak merupakan salah satu aspek yang dapat menjadi faktor penghambat dalam pengelolaan kelas.

Dengan kata lain, kegiatan pengelolaan kelas yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran tidak akan terwujud jika anak menunjukkan perilaku yang mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Faktor yang muncul dari lingkungan dan keluarga. Ruang kelas merupakan tempat bertemunya anak sebagai individu anggota masyarakat. Terkait dengan pengelolaan kelas, faktor lingkungan dan keluarga mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap kegiatan pengelolaan kelas.

Usaha-usaha yang ditempuh dalam meningkatkan efektifitas manajemen kelas sehingga dapat meningkatkan prosesmanajemen kelas sehingga dapat meningkatkan proses

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas agar proses pengelolaan kelas dapat diperbaiki sehingga proses dapat ditingkatkan. Guru kemudian memberikan penilaian dan beberapa pertanyaan mengenai pembelajaran yang telah dipelajari siswa. Implementasi pendidikan agama Islam yang dilakukan guru dalam meningkatkan kinerja siswa adalah melalui pemberian tugas kepada siswa sebagai bahan evaluasi setelah proses pembelajaran, secara tidak langsung mengetahui kemampuannya (kemampuan yang dimiliki siswa), menyadarkan siswa untuk meningkatkan kemampuannya. keterampilan sehingga memberikan motivasi belajar kepada siswa dan siswa juga mempunyai kesempatan untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Selain itu juga dengan mengembangkan kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan, Mengembangkan kurikulum mata pelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi inti, Merencanakan RPP berdasarkan kurikulum yang dikembangkan, Merancang pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan kelas, Menilai hasil belajar siswa, Membimbing siswa dalam berbagai aspek. , misalnya: pelajaran, kepribadian, bakat, minat dan karir. Kembangkan profesionalisme Anda sebagai guru. Dari pandangan di atas dapat dipastikan bahwa kemampuan mengelola siswa guru pendidikan agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar adalah efektif. Guru Pendidikan Agama Islam berusaha mengembangkan keterampilannya melalui workshop dan pelatihan tentang pendidikan agar siswa dalam proses pembelajaran dapat dengan mudah memahami materi yang diajarkan.

Oleh karena itu, guru senantiasa belajar dalam upaya menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan kelas, metode yang tepat digunakan dalam pembelajaran agar siswa memahami berbagai materi yang diajarkan guna meningkatkan proses pembelajaran. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien di kelas sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Jelas bahwa peningkatan proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik apabila ada interaksi antara guru dengan siswa, sesama siswa atau dengan sumber belajar lainnya.

PENUTUP

Berdasarkan uraian kesimpulan tersebut maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut

DAFTAR PUSTAKA Al-Qur'an al-karim. prosedur penelitian, pendekatan praktis, Jakarta: cipta rineka. Djamara Bahri Syaiful Guru dan Siswa dalam Interaksi Edukasi dengan Pendekatan Teori Psikologi (Jakarta: PT. Rineka Cipta, Edisi Revisi, Cetakan Ketiga, September 2005).

Gambar

Table II

Referensi

Dokumen terkait

ACORN Board of Directors Rebecca East President Trent Batchelor Director Standards Committee Chair Patricia Flood Director Journal Committee Chair, Acting Journal Editor and