• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SENAM HAMIL TERHADAP KELANCARAN PROSES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SENAM HAMIL TERHADAP KELANCARAN PROSES"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Persalinan lama adalah persalinan lama (partus) yang ditandai dengan fase laten lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih tanpa lahirnya bayi, dan pembukaan serviks di sebelah kanan garis peringatan pada partograf (Wiknjosastro, 2012). ). Salah satu faktor yang berperan penting dalam proses kelahiran adalah kekuatan mendorong janin keluar, termasuk (kekuatan rahim) dan kontraksi otot-otot dinding perut. Varney (1997) dan Hanton (2001) menjelaskan bahwa senam hamil menghasilkan produk kehamilan atau outcome kelahiran yang lebih baik, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil.

Penggunaan senam hamil dilaporkan dapat menurunkan kejadian bayi berat lahir rendah, menurunkan denyut jantung, kelainan tali pusat dan mekonium, mengurangi penggunaan energi, mengurangi nyeri, mengurangi terjadinya kelahiran prematur, menurunkan kejadian operasi caesar dan meningkatkan Skor Apgar dan psikomotorik janin. Senam hamil tidak bisa dikatakan sempurna jika penyajiannya tidak dilakukan secara rutin, yakni minimal seminggu sekali terhitung sejak minggu ke-24 kehamilan. Dengan mengikuti senam hamil secara teratur dan intensif, maka wanita akan menjaga kesehatan tubuhnya dan janin yang dikandungnya secara optimal (Evariny, 2007).

Studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Masitah pada tanggal 12 s/d 15 November 2019 terdapat 5 orang kelahiran, dari 5 orang kelahiran tersebut terdapat 3 orang yang mengikuti senam hamil dan proses persalinannya lancar, sedangkan dari 2 orang kelahiran yang tidak ikut senam hamil, 1 orang mengalami kelahiran lancar dan 1 orang mengalami kelahiran tidak lancar. Efektivitas pelaksanaan senam hamil terhadap kelancaran proses persalinan ibu melahirkan di klinik Masitah Muara Jawa.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan senam hamil dalam kelancaran persalinan pada ibu bersalin di Klinik Masitah Muara Jawa.

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Persalinan
  • Senam Hamil

Gerakan-gerakan senam saat hamil disesuaikan dengan berbagai perubahan fisik seperti alat kelamin, pembesaran perut, dan lain-lain. Dengan mengikuti senam hamil secara rutin dan giat, ibu hamil dapat menjaga kesehatan tubuh dan janinnya secara optimal. Senam kehamilan merupakan upaya untuk mencapai kondisi optimal dalam persiapan proses persalinan melalui senam yang dirancang untuk ibu hamil (Maryunani dan Sukarti, 2011).

Olahraga yang disebutkan di atas tidak. Dianjurkan bagi ibu hamil yang sudah lama tidak melakukan latihan fisik atau olah raga. Senam kehamilan baik untuk wanita hamil mana pun yang memiliki perut sehat dan tidak ada komplikasi atau kelainan. Senam hamil bisa dilakukan sejak awal kehamilan, namun lebih cocok dilakukan setelah usia kehamilan 6 bulan.

Jika sebelumnya ibu hamil belum atau jarang berolahraga, senam hamil bisa dimulai dan dilakukan dengan gerakan yang paling ringan. Hubungan Senam Hamil dengan Kelancaran Proses Persalinan Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot agar dapat berfungsi maksimal pada persalinan normal. Anjuran senam hamil terutama ditujukan pada ibu hamil dengan kondisi normal atau dengan kata lain tidak ada kondisi yang membahayakan ibu atau janin, misalnya perdarahan, preeklampsia berat, penyakit jantung, kelainan posisi, panggul sempit, dll. (Errol Norwitz & John O. Schorge, 2007).

Penggunaan senam hamil dilaporkan dapat menurunkan angka kejadian bayi berat lahir rendah, menurunkan kelainan nadi, tali pusat dan mekonium, menurunkan pengeluaran energi, mengurangi nyeri, menurunkan angka kejadian kelahiran prematur, menurunkan angka kejadian.

Gambar 2.1 Gerakan Latihan 2 Untuk Otot Dasar Panggul 3) Latihan III
Gambar 2.1 Gerakan Latihan 2 Untuk Otot Dasar Panggul 3) Latihan III

Kerangka Teoritis

Gerakan-gerakan dan senam dari senam hamil tidak hanya memberikan manfaat bagi ibu, namun juga memberikan dampak yang besar bagi kesehatan bayi yang dikandungnya. Saat bayi mulai bisa bernapas sendiri, oksigen akan dialirkan melalui plasenta, yaitu dari aliran darah ibu ke aliran darah bayi yang dikandungnya. Senam hamil akan meningkatkan jumlah oksigen dalam darah ke seluruh tubuh ibu, sehingga aliran oksigen ke bayi melalui plasenta juga akan lancar (Sani, 2012).

Kerangka Konsep

Hipotesis

PROSEDUR PENELITIAN

Jenis, dan Desain Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Identifikasi Variabel Penelitian

Definisi Operasional

Instrumen Penelitian

Prosedur Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data

  • Etika Penelitian

HASIL PENELITIAN DA PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan tabel hasil analisis hubungan senam hamil dengan kelancaran persalinan diperoleh hasil bahwa dari 48 ibu yang proses persalinannya lancar, sebanyak 41 orang (85,4%) ikut senam hamil dan 7 orang melakukan senam hamil. (14,6%) tidak berpartisipasi dalam pelatihan kehamilan. Sedangkan dari 25 orang yang proses persalinannya tidak lancar, sebanyak 20 orang (80%) mengikuti senam hamil, dan hanya 5 orang (20%) yang mengikuti senam hamil. Hasil uji Chi Square dengan melihat koreksi kontinuitas diperoleh P-value sebesar 0,000 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan pelatihan kehamilan dengan kelancaran proses persalinan di Masitah. Klinik Muara Jawa tahun 2019 yang artinya senam hamil efektif dalam kelancaran persalinan. .

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu di Klinik Masitah Muara Jawa melakukan senam hamil secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan yaitu 3 kali dalam seminggu. Hal ini dikarenakan senam antenatal merupakan program rutin dan ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal di Klinik Masitah akan diberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang pentingnya mengikuti senam antenatal, sehingga ibu yang melakukan ANC di Klinik Masitah rata-rata akan ikut serta. latihan antenatal. Berdasarkan latar belakang responden terlihat bahwa sebagian besar ibu yang mengikuti senam antenatal adalah ibu yang berumur antara 20 sampai 35 tahun dan mempunyai pendidikan SMA atau Perguruan Tinggi. Hal ini dikarenakan responden mengetahui pentingnya senam hamil. apalagi ibu tidak bekerja sehingga bisa ikut senam hamil, perempuan dirawat di Klinik Masitah sedangkan ibu bekerja tidak bisa mengikuti jadwal senam hamil tiga kali seminggu karena bertepatan dengan jam kerja, sedangkan untuk paritas senam hamil bisa dilakukan. Dihadiri oleh ibu dengan primigravida, multigravida, namun ibu dengan grandemulti tidak hadir. Distribusi frekuensi responden didasarkan pada kelancaran proses penyampaian. Sebagian besar proses persalinan di Klinik Masitah berjalan lancar yaitu 65,8%.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan senam hamil dengan kelancaran proses persalinan yang ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,000. Hal ini didukung oleh data penelitian dimana ibu yang mengikuti senam hamil lebih lancar yaitu sebesar 85,4% sedangkan ibu yang tidak mengikuti senam hamil lebih banyak yang tidak lancar yaitu sebesar 80%, hal ini menunjukkan adanya kecenderungan untuk hamil. wanita untuk melakukan senam kehamilan. Proses melahirkan lebih lancar dibandingkan ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil dengan peluang 23,429 kali lebih besar. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Luluk Susiloningtyas (2013) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan antara senam hamil dengan kelancaran kala II persalinan pada primigravida di wilayah persalinan Puskesmas Wates Kabupaten Kediri.

Kesimpulan penelitian ini adalah responden yang melakukan senam hamil mengalami kelancaran proses persalinan kala II. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa senam hamil dapat membantu memperlancar proses persalinan, karena menurut Mufdlilah (2009), tujuan senam hamil adalah melahirkan secara fisiologis (alami) dengan ibu dan anak yang sehat, persiapan mental dan fisik ibu. ibu hamil, kontraksi yang baik, berirama dan kuat pada segmen bawah rahim, leher rahim, otot dasar panggul, relaksasi dan informasi kesehatan (termasuk) tentang kehamilan bagi ibu, suami, keluarga atau masyarakat. Senam hamil berperan dalam memperkuat kontraksi dan menjaga kelenturan otot dinding perut, ligamen, otot dasar panggul dan lain-lain yang menanggung tekanan tambahan terkait persalinan.

Olah raga selama kehamilan dapat menyebabkan vaskularisasi yang lebih baik dari rahim ke plasenta, sehingga menjamin pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup ke janin. Tujuan utama dari senam yang dilakukan pada senam hamil adalah agar ibu hamil memperoleh kekuatan dan tonus otot yang baik, teknik pernafasan yang baik.Pada persalinan kala II yang terpenting adalah kekuatan pada saat persalinan. Penelitian menunjukkan ibu yang mengikuti senam hamil pada kala II persalinan lebih cepat masing-masing < 1 jam.

Namun data penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 5 orang ibu hamil yang mengikuti senam hamil namun proses persalinannya tidak berjalan lancar, hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, misalnya panggul yang sempit sehingga membuat proses persalinan menjadi lebih lambat, selain itu bisa juga karena berat badan yang ditimbulkan. Tubuh bayi yang besar, hal ini juga mempengaruhi kelancaran proses kelahirannya. Namun data survei juga menunjukkan terdapat 7 ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil, namun proses persalinannya berjalan lancar. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor paritas dimana kelahiran ini merupakan kelahiran anak ke 2 atau ke 3 sehingga lancarnya jalan lahir, selain itu juga dapat dipengaruhi oleh kebersihan ibu yang cukup sehingga meskipun demikian. tidak ikut senam hamil, proses persalinan tetap lancar. Menurut peneliti, lancarnya proses persalinan di Klinik Masitah karena dilaksanakannya senam hamil. Selain itu pada saat senam hamil kesehatan ibu selalu dipantau melalui buku KIA, ibu hamil diberikan pendidikan kesehatan tentang cara menjaga kesehatan ibu dan janin serta memberikan nasehat persiapan persalinan, sehingga ibu dapat menjaga kesehatan ibu dan janinnya. mempersiapkan mental dan fisik untuk melahirkan.

Keterbatasan Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Gambar 2.2. Latihan 3 untuk melatih otot perut
Gambar 2.1 Gerakan Latihan 2 Untuk Otot Dasar Panggul 3) Latihan III
Gambar 2.3. Latihan 4 untuk melatih otot tulang belakang 6) Latihan VI
Gambar 2.4. Latihan 5 untuk melatih persendian panggul 7) Latihan Pernapasan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan Aritonang, dkk 2020 menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman pada ibu hamil mengenai pencegahan COVID-19 efektif dalam menurunkan kecemasan di kalangan ibu

Pada uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara stres terhadap timbulnya akne vulgaris yang signifikan ditunjukkan dengan nilai p = 0,003 p< 0,05 dan nilai OR sebesar 10,400 yang