PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Efikasi diri sangat diperlukan dalam menghadapi kekerasan verbal terhadap diri sendiri karena dengan efikasi diri yang baik, seseorang dapat menyelesaikan masalah melalui berbagai kemampuan dan kemungkinan yang ada dalam diri sendiri. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan masalah ini dengan judul “Efikasi Diri Dalam Mengatasi Verbal Abuse Pada Keluarga Broken Home (Studi Kasus 3 Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Angkatan 2019)".
Definisi Operasional
Tujuan efikasi diri dalam penelitian ini adalah kepercayaan diri atau kemampuan dan kekuatan dalam menghadapi masalah kekerasan verbal yang dilakukan oleh keluarga broken home. Verbal abuse dalam penelitian ini adalah verbal abuse yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga di rumah tanpa disadari merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal.
Rumusan Masalah
Dalam hal broken home, yaitu kondisi keluarga yang digambarkan dengan kurangnya kasih sayang dan perhatian dari keluarga, yang identik dengan ketidakharmonisan keluarga, dan keluarga yang tidak lengkap, karena sering terjadi konflik di dalamnya, bahkan sampai pada perceraian. Maksud dari broken family dalam penelitian ini adalah keadaan keluarga yang tidak harmonis dan tidak utuh terutama yang orang tuanya bercerai, seperti yang dialami oleh 3 orang mahasiswa UIN Prof.K.H.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Kesamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas kekerasan verbal yang dilakukan orang tua terhadap anaknya. Kesamaan penelitian ini adalah sama-sama mengkaji efikasi diri pada anak dengan latar belakang keluarga broken home seperti perceraian.
Sistematika Penulisan
KAJIAN TEORI
Self-efficacy
- Pengertian Self-efficacy
- Tahap Perkembangan Self-efficacy
- Proses Pembentukan Self-efficacy
- Aspek Self-efficacy
- Fungsi Self-efficacy
- Klasifikasi Self-efficacy
- Dimensi Self-efficacy
- Sumber Self-efficacy
- Peranan Self-efficacy
Ketika individu pernah mengalami kesuksesan di masa lalu, individu tersebut cenderung memiliki efikasi diri yang tinggi. Sebaliknya, jika individu pernah gagal di masa lalu, individu tersebut cenderung memiliki efikasi diri yang rendah.
Verbal Abuse
- Pengertian Verbal Abuse
- Bentuk-bentuk Verbal Abuse
- Faktor-faktor Verbal Abuse dalam Keluarga
- Solusi Verbal Abuse
Orang tua yang mengalami bentuk-bentuk kekerasan verbal pada masa anak-anak merupakan situasi yang memicu terjadinya kekerasan verbal pada anak. Sebagai sarana komunikasi yang efektif bagi masyarakat luas, televisi memiliki potensi terbesar untuk mempengaruhi perilaku verbal kekerasan orang tua terhadap anak.
Keluarga Broken Home
- Pengertian Keluarga
- Fungsi Keluarga
- Pengertian Broken Home
- Penyebab Broken Home
- Dampak Broken Home
62 Nurjanah Sania, “Kesehatan Mental Anak Pada Keluarga Broken Home (Studi Kasus Siswa X SMA N 1 Tanjung Tiram)”, Skripsi: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN. Akan ada keluarga yang mengalami perpecahan, salah satunya adalah perceraian yang menyebabkan gagalnya sebuah keluarga atau dengan kata lain broken home. Menurut Kamus Psikologi Besar, keluarga yang rusak berarti keluarga yang rusak atau rumah tangga yang rusak.
Broken house adalah keluarga yang salah satu orang tuanya (ayah atau ibu) tidak ada, karena meninggal, cerai atau pindah rumah 69 Broken house adalah arti dari dua kata gabungan yaitu broken yang artinya "hancur" dan house yang artinya "rumah". Broken home adalah suatu kondisi yang tidak ingin dirasakan oleh siapapun, keretakan keluarga yang terjadi karena berbagai faktor, baik dari kematian pasangan atau perceraian yang biasanya disebabkan oleh broken home. Willis, broken home adalah kondisi keluarga dimana struktur keluarga mengalami perpecahan, yang disebabkan oleh banyak hal, selain itu kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua membuat mental anak semakin buruk, bahkan frustasi.
Selain itu, keluarga yang retak juga bisa disebabkan oleh kurangnya atau bahkan terputusnya komunikasi antar anggota keluarga, masalah keuangan dalam keluarga, keegoisan, masalah keuangan dalam keluarga, pendidikan.
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Metode Analisis Data
Kayak anak saya telu telune, dia lebokna sama sekali pesantren, mba, ben kamu bisa mengalahkan wong Tuane Ming seperti surga, amin.” . , tapi sekarang aku sudah dewasa aku bisa menjaga diriku sendiri sehingga aku bisa menerimanya." 126. Tapi di awal broken house, saya benar-benar tidak terima, tapi sekarang saya sudah lebih besar, saya bisa menjaga diri sendiri, terima saja."
Jadi nek, ibu senang, saya tetap senang, tapi nenek, ibu ra mod, saya wedi disit karena saya harus istirahat (informan menangis). tidak mungkin, itu saja." 34;Dalam hal ini, saya mungkin masih bisa diyakinkan, tetapi di sisi lain, saya membutuhkan orang lain untuk membantu saya.".
Kayane anakku telu ora mlebu pesantren, mbak, bisa ngirim wong tuwa menyang suwarga, amin.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Saifuddin Zuhri Purwokerto berawal dari berkembangnya fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang yang berkedudukan di Purwokerto. Saifuddin Zuhri Purwokerto atau UIN Saizu adalah Universitas Islam Negeri (UIN) yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 40A, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Saifuddin Zuhri Purwokerto Bersama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Syariah, Ekonomi dan Bisnis, Ushuluddin Adab dan Humaniora.
Oleh karena itu, Jurusan Dakwah UIN Prof.K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto memberikan pembinaan akademik dan profesi dengan tujuan mendidik para sarjana dengan fokus disiplin keilmuan Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Da' wah Manajemen (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam adalah program studi yang menggali keahlian dalam membantu individu untuk mandiri dan berkembang secara optimal dalam segala bidang baik bidang pribadi, akademik, profesional maupun bidang lainnya melalui berbagai kegiatan pengabdian dan penunjang khusus, yang berlandaskan pada bimbingan fikih. , itu adalah. 111 Nurul Aisya Maulana, “Efektivitas Bimbingan Konseling Islam Terhadap Akhlak Santri di Pesantren Darul Arqam Punnia Muhammadiyah Kabupaten Pinrang”, Skripsi: Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Agama Islam, (Juli 2020), hlm.6, . https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/12781-Full_Text.pdf.
Pada tahun 2039, unggul dalam kajian dan pengembangan Bimbingan dan Konseling Islami menuju masyarakat madani.
Self-efficacy 3 Mahasiswi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Prof.K.H
Informan DSQ lebih sering mengalami bentuk-bentuk kekerasan verbal berupa meremehkan harga diri atau disamakan dengan orang lain, kebiasaan. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa informan IM mengalami kekerasan verbal yang cukup kompleks dibandingkan informan lainnya, bahkan kekerasan fisik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa bentuk kekerasan verbal memiliki faktor pendorong di dalamnya.
Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa faktor yang mendorong kekerasan verbal dari orang tua kepada anaknya disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Nyonya. DSQ menyatakan bahwa faktor yang mendorongnya melakukan kekerasan verbal adalah faktor pendidikan/pengetahuan dan ekonomi. Penelitian ini mengungkap bentuk-bentuk tindakan atau perilaku ketiga informan berdasarkan self-efficacy mereka dalam mengatasi kekerasan verbal pada keluarga broken home.
Dari segi pengobatan, saya pernah ada niat ke konselor P4K kampus, tapi belum sempat.” yang diutarakan oleh ketiga informan hampir sama yakni lebih mengutamakan curhat pada orang yang dipercaya dan dihindari orang tua. ketika ada tanda-tanda kekerasan verbal.
Analisis Self-efficacy pada 3 Mahasiswi Bimbingan dan Konseling Islam
Efikasi diri 3 informan untuk mengatasi kekerasan verbal pada keluarga broken home termasuk memiliki efikasi diri yang baik. Menurut Anda sendiri, apa yang menyebabkan pelaku melakukan beberapa bentuk caci maki terhadap Anda. 6 Menurut pendapat Anda sendiri, apa yang menyebabkan pelaku menunjukkan suatu bentuk caci maki terhadap Anda.
34; Kekerasan fisik sudah banyak, sudah beberapa kali, kekerasan verbal, apa lagi, sangat sering, kekerasan emosional juga ada, dan ini sangat tidak wajar, gila!!, saya bukan satu-satunya yang berpikir bahwa itu tidak benar, karena pada saat itu, kesalahannya sangat kecil.” 7 Menurut Anda, apa yang sebenarnya menyebabkan seseorang melakukan suatu bentuk caci maki terhadap Anda. kalau saya percaya sama teman ya saya selektif dengan hasil cerita saya kuat atau tidaknya saya kuat saya yakin selesai, padahal saya sudah sangat galau soal masalah , tetapi faktanya adalah saya bisa saya melewatinya."
34; DSQ baik, sopan, kelebihannya disiplin, tapi kadang dia lebih perfeksionis, kalau salah ya kadang saya bilang, kalau ternyata kasar, saya pikirkan itu, Nona, tapi DSQ menerima kritik baik saya dan memperbaikinya."
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis dengan mengamati, mewawancarai dan mendokumentasikan bentuk-bentuk kekerasan verbal dan bentuk efikasi diri pada 3 mahasiswa UIN Prof.K.H. Beban akibat broken home berujung pada beberapa bentuk kekerasan verbal yang dilakukan oleh keluarga 3 orang informan. Bentuk caci maki yang dilakukan oleh keluarga 3 informan pada umumnya adalah caci maki dan pemotongan harga.
Dilihat dari bentuk efikasi diri 3 informan dalam mengambil keputusan tentang bagaimana bertindak dalam menyelesaikan kekerasan verbal di keluarganya. Bentuk tindakan yang mereka lakukan umumnya dengan curhat kepada orang yang dipercaya, menghindari dan memperbaiki kesalahan.
Saran
Serta pemahaman yang lebih baik tentang hubungan keluarga, bahwa kekerasan verbal hanya untuk mengkritik dan mendidik anak agar menjadi lebih baik di masa depan. Penulis berpesan kepada masyarakat umum untuk tidak melecehkan siapapun secara verbal karena mentalitas seseorang pada dasarnya berbeda. 34;Hubungan Pelecehan Verbal dengan Perkembangan Kognitif Anak Prasekolah di Desa Reban Kabupaten Batang”, skripsi: Universitas Diponegoro, Fakultas Kedokteran, Jurusan Keperawatan, https://core.ac.uk/download/pdf/84727754 .pdf.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menginvestigasi data tentang efikasi diri dalam mengatasi kekerasan verbal pada keluarga broken home, dan tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengungkapkan kualitas efikasi diri informan dalam mengatasi kekerasan verbal pada keluarga broken home. . Dan ya alhamdulillah saya pribadi masih bisa menahan emosi saya Mel, saya takut kesehatan mental orang lain berbeda Mel, jadi saya sangat benci caci maki dari orang jujur. 34; Jika saya membentak saya, solusi saya adalah memastikan hal itu tidak terjadi lagi, ketika ibu saya sudah memiliki tanda-tanda bahwa dia ingin melecehkan saya secara verbal, saya menghindarinya, sehingga ketika saya tidak di depan dia, dia tidak bisa melecehkan saya secara verbal.
34;Ya, kamu tahu mel, aku seperti anak kecil, aku sudah terbiasa dengan masalah, bahkan masalah seberat hidup, kamu tahu, aku merasakan tidak hanya pelecehan verbal, tetapi juga kekerasan fisik. Jadi saya merasa baik-baik saja, hanya butuh waktu untuk menghilangkan trauma kekerasan fisik dan pelecehan verbal dari orang tua saya, biasanya saya coba.