• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of THE EFFICIENCY OF INDEPENDENT II STUDENT EXCHANGE PROGRAM (PMM II) AS AN ALTERNATIVE INTEGRATION OF CULTURE THROUGH ARCHIPELAGO MODULE ACTIVITIES (CASE STUDY OF PMM II UNIVERSITAS SAMUDRA)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "View of THE EFFICIENCY OF INDEPENDENT II STUDENT EXCHANGE PROGRAM (PMM II) AS AN ALTERNATIVE INTEGRATION OF CULTURE THROUGH ARCHIPELAGO MODULE ACTIVITIES (CASE STUDY OF PMM II UNIVERSITAS SAMUDRA)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

28

EFISIENSI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA II (PMM II) SEBAGAI ALTERNATIF PENGINTEGRASIAN BUDAYA

MELALUI KEGIATAN MODUL NUSANTARA (STUDI KASUS PMM II UNIVERSITAS SAMUDRA)

Muhamad Fauzi Efendi1*, Rima Meilita Sari2

1Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

2Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra

*[email protected]

INFO ARTIKEL ABSTRAK

Riwayat Artikel: Integrating the nation as a means of strengthening diversity needs to be instilled in students through the Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) program. One of PMM activities is the Nusantara Module which functions as social and cultural integration through diversity activities, reflection, inspiration, and social contributions. The purpose of this study was to examine the efficiency of the Nusantara module activities as an alternative to integrating regional culture for the purposes of describing and analyzing results related to the implemented programs. The method used is through a quantitative approach with analytical techniques in the form of descriptive statistics. The instruments used were questionnaires or interviews with a Likert scale system and documentation studies. The number of samples studied were 36 student exchange participants at Samudra University. The results show that the Nusantara module activities are efficient as an alternative to cultural integration.

Pengintegrasian bangsa sebagai sarana memperkuat kebhinekaan perlu ditanamkan kepada mahasiswa melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Salah satu kegiatan PMM berupa Modul Nusantara yang berfungsi sebagai pengintegrasian sosial dan budaya melalui kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi, dan kontribusi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efisiensi kegiatan modul nusantara sebagai alternatif pengintegrasian budaya daerah guna gambaran dan hasil analisis terkait program yang dilaksanakan. Metode yang digunakan melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis berupa statistika deskriptif. Instrument yang digunakan berupa kuisioner atau wawancara dengan sistem skala likert dan studi dokumentasi. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 36 peserta pertukaran mahasiswa di Universitas Samudra. Hasil menunjukan jika kegiatan modul nusantara efisien sebagai alternatif pengintegrasian budaya.

Dikirim Disetujui Diterbitkan

: : :

13-11-2022 05-01-2023 31-01-2023 Kata kunci:

Pertukaran mahasiswa; modul nusantara; integritas bangsa

PENDAHULUAN

Pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berpokus pada pembelajaran di kelas, tetapi menggerakan mahasiswa menjadi agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Jannah and Sulianti 2021).

Pembelajaran yang diterima tidak hanya sebatas teori, tetapi dapat mengedepankan pembelajaran berbasis masalah, project, dan

high order thinking sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikannya dalam lingkungan masyarakat (Mayangsari 2017) dan (Fakhriyah 2014). Selain itu, penerapan keterampilan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan kreatif merupakan bagian dari pembelajaran abad 21 dengan tujuan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa problem solving (Pramudita, Praherdhiono,

(2)

29 and Adi 2021). Hal ini didorong dalam rangka

mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian guna membentuk mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjawab tantangan bangsa untuk merealisasikan tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa (Ariani 2019). Pendidikan mahasiswa diperoleh melalui pembelajaran internal di kampus ataupun eksternal di luar kampus guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang ilmu tertentu. Sedangkan, penelitian penting dilakukan sebagai bentuk implementasi keilmuan yang didapatkan guna pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Adapun pengabdian dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Namun, pengimplementasian berbagai keterampilan dan pendekatan pembelajaran dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki rintangan di tengah multikultural kehidupan masyarakat yaitu ancaman disintegrasi bangsa. Ancaman disintegrasi bangsa menjadi permasalahan yang harus secepatnya dibenahi agar terwujudnya kehidupan bangsa yang bermartabat (Azizah, Dewi, and Furnamasari 2021). Oleh karena itu, pengintegrasian bangsa sangat penting demi terciptanya kehidupan bangsa yang bersatu, bermadani, dan bermoderasi. Kehidupan bangsa yang bersatu, bermadani, dan bermoderasi tersebut dapat tercapai melalui pendidikan yang baik dan menginternalisasi nilai-nilai positif untuk mengdekadensi moral (Inanna 2018). Maka dari itu, salah satu upaya pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menyokong integrasi bangsa dapat ditempuh melalui program pertukaran mahasiswa dalam skala nasional.

Pertukaran Mahasiswa adalah serangkaian kegiatan pembelajaran dan pengalaman yang dilakukan dengan cara menjalin hubungan dan interaksi sosial antara mahasiswa yang memiliki latarbelakang perguruan tinggi dan budaya yang berbeda (Insani, Fitriasari, and Iswandi 2021).

Pertukaran mahasiswa memiliki manfaat untuk memahami keilmuan melalui sudut pandang yang berbeda dengan pengenalan dan pemersatuan bangsa dan interaksi budaya

(Faiz and Purwati 2021). Melalui pertukaran mahasiswa, peserta akan bertukar informasi mengenai bidang keilmuan, sosial, dan budaya sehingga menambah wawasan nusantara dan meningkatkan potensi akademik. Selain itu, berbagai cara dan metode pembelajaran yang baru akan diterima oleh masing-masing peserta di perguruan tinggi penerima.

Diharapkan mahasiswa dapat menjunjung bhineka tunggal ika secara langsung laksana Indonesia kecil yang terhimpun di dalam satu perguruan tinggi penerima pertukaran mahasiswa.

Salah satu perguruan tinggi penerima pertukaran mahasiswa adalah Universitas Samudra di kota Langsa, Aceh. Perguruan tinggi tersebut ikut serta dalam program penerimaan pertukaran mahasiswa untuk yang kedua kalinya pada tahun 2022 setelah melaksanakan program pertukaran mahasiswa yang pertama pada tahun 2021. Dalam kegiatan pertukaran mahasiswa tersebut, peserta mengikuti perkuliahan sesuai dengan keilmuan yang dipilih oleh masing-masing peserta. Pada pembelajarannya, mahasiswa kerap dibekali dengan kegiatan modul nusantara berupa kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi, dan kontribusi sosial guna memupuk rasa persaudaraan dan pengintegrasian bangsa. Oleh karena itu, peneliti memandang jika diperlukannya kajian mengenai efisiensi program pertukaran mahasiswa di Universitas Samudra sebagai langkah pengintegrasian budaya melalui kegiatan modul nusantara. Peneliti tertarik mengkaji Efisiensi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka II (PMM II) Sebagai Alternatif Pengintegrasian Budaya Melalui Kegiatan Modul Nusantara (Studi Kasus PMM II Universitas Samudra). Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk mengkaji kegiatan modul nusantara sebagai alternatif pengintegrasian budaya daerah guna penggambaran dan penganalisisan terkait efisiensi program yang sudah dilaksanakan terkhusus pada program pertukaran mahasiswa 2022.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dibuat untuk mengkaji Efisiensi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka II (PMM II) Sebagai Alternatif Pengintegrasian Budaya Melalui Kegiatan Modul Nusantara

(3)

30 (Studi Kasus PMM II Universitas Samudra).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan data yang digunakan berupa hasil wawancara/kuisioner dan studi dokumentasi.

Teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 36 peserta pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas Samudra yang mewakili masing-masing suku daerah peserta tersebut yang tersebar di beberapa pulau di luar pulau Sumatera. Perwakilan dari daerah pulau Sumatera tidak dimasukan ke dalam data dikarenakan berdasarkan aturan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka II yang dimana mahasiswa tidak diperkenankan untuk memilih perguruang tinggi penerima yang sama dengan letak pulau asal domisili peserta sehingga mahasiswa domisili Sumatera tidak diperkenankan untuk memilih perguruan

tinggi penerima di pulau Sumatera (Program PMM II – Kemendikbud Ristek 2022).

Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari 11 pernyataan pada masing-masing indikator efisiensi yang diteliti yaitu efisiensi pembelajaran, efisiensi waktu pelaksanaan, dan efisiensi pelayanan (pendanaan, sumber daya manusia, dan fasilitas penunjang) sehingga total pernyataan berjumlah 33 butir.

Pengukuran dari tiap pernyataan dibuat menggunakan skala likert melalui pengukuran alternatif pilihan jawaban responden dengan peringkat 1 “Sangat Tidak Setuju” sampai dengan peringkat 5 “Sangat Setuju”.

Pengolahan data ditunjang melalui program Ms. Excel dan SPSS versi 26 dengan perhitungan melalui teknik analisis kuantitatif deskriptif guna mengetahui besaran persentase (%) jawaban. Adapun kriteria penafsiran dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Kriteria Penafsiran Efisiensi

No Persentase Kategori Keterangan

1. 81-100 % Sangat Setuju Sangat Efisien

2. 61-80% Setuju Efisien

3. 41-60% Cukup Setuju/Sedang Cukup Efisien

4. 21-40% Tidak Setuju Tidak Efisien

5. 0-20% Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Efisiens

Referensi : Damayanti (2022) Selanjutnya, data penunjang

didapatkan melalui data sekunder dari berbagai sumber literatur yang relevan dengan tema penelitian yang dikaji guna kepentingan analisis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi telah mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) dengan sasaran implementasi untuk dilakukan oleh perguruan tinggi, civitas akademik, dan mahasiswa. Oleh karena itu, partisipasi elemen kampus sangat menunjang realisasi berbagai program MBKM guna meningkatkan mutu pendidikan, kompetensi lulusan, dan aspek pengembangan atau keterampilan diri (Insani, Fitriasari, dan Iswandi 2021). Berbagai program telah dirancang dan ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek dalam rangka memfasilitasi perguruan

tinggi untuk menunjang kegiatan MBKM yang dimana salah satunya adalah program pertukaran mahasiswa dalam negeri yang disebut sebagai Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Fungsi dari program pertukaran mahasiswa tersebut adalah (1) Menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta budaya, dan memperkuat bhineka tunggal ika, (2) Pengintegrasian bangsa, (3) Penguatan kompetensi bagi jenjang karir mahasiswa, (4) agen perubahan, (5) Sarana kontribusi sosial, dan (6) Mempersiapkan pemimpin masa depan.

Saat ini, mahasiswa perlu dibekali nilai inti sebagai bentuk peningkatan hard skills dan soft skills yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat seperti kemampuan beradaptasi, kemampuan resiliensi, kemampuan integritas, dan peningkatan kompentensi (Faiz and Purwati 2021).

Kemampuan-kemampuan tersebut dapat menunjang dalam meningkatkan wawasan

(4)

31 sosial budaya dan media persatuan ditengah

ancaman disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) diharapkan jiwa integrasi bangsa dapat terpupuk melalui rancangan pembelajaran yang akan didapatkan oleh masing-masing mahasiswa di perguruan tinggi penerima. Salah satu program implementasi dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) adalah kegiatan pembelajaran Modul Nusantara. Kegiatan tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pembelajaran dengan metode experiential learning dan metode learning by doing yang memiliki arti jika pembelajaran didasarkan pada pengalaman dan tindakan langsung (Jumansyah et al. 2022).

Modul Nusantara merupakan kegiatan wajib yang diikuti oleh peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang kegiatannya meliputi aspek pembelajaran kebhinekaan, refleksi, inspirasi, dan kontribusi sosial.

Kebhinekaan dimaksudkan sebagai media promosi kebudayaan yang diadakan oleh perguruan tinggi penerima. Pada PMM 2022 dalam kegiatannya dititikberatkan pada aspek integrasi bangsa meliputi penumbuhan sikap toleransi, kajian isu sosial, pemecahan masalah kultural, dan pengamatan kebudayaan daerah.

Kebhinekaan yang dilakukan di Universitas Samudra meliputi kegiatan (1) mengkaji dan membedah isu toleransi dan intoleransi melalui kegiatan diskusi dan bedah film, (2) mengkaji dan membedah isu integrasi dan disintegrasi dari berbagai studi kasus yang pernah terjadi, baik ruang lingkup di daerah Aceh maupun di luar daerah Aceh, (3) pemupukan sikap bangga terhadap bagian dari budaya nasional melalui pengenalan dan pelatihan seni budaya Aceh, baik dari segi seni ukir, seni tari, dan kuliner, dan (4) pengenalan warisan budaya Aceh, baik di museum atau di tempat cagar budaya.

Kemudian dalam kegiatan refleksi, mahasiswa merefleksikan pengalaman kebhinekaan untuk memupuk rasa solidaritas dalam rangka memahami dan menghargai keragaman sosial budaya di Indonesia.

Refleksi disisipi dengan berbagai kegiatan

game edukatif yang membangkitkan kembali ingatan mengenai warisan permainan tradisional. Selain itu, pembelajaran diperkuat melalui kegiatan inspirasi yang memfasilitasi mahasiswa untuk menerima pengajaran dari figure inspiratif daerah setempat. Kegiatan inspirasi meliputi kegiatan (1) podcast isu sosial dan budaya, (2) analisis data dan pustaka mengenai keadaan sosial dan budaya, (3) riset seniman muda, (4) kegiatan motivasi, dan (5) eduwisata. Terakhir melalui kegiatan kontribusi sosial, mahasiswa melakukan tindakan nyata dalam mengimplementasikan keilmuan, gagasan, dan kreativitas secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan yang dapat diikuti berupa pentas budaya, bakti sosial, relawan rumah sakit, relawan panti, relawan bencana, dan mengajar di sekolah.

Di Universitas Samudra, kegiatan modul Nusantara hampir setiap minggu dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang diangkat sesuai dengan tema kebhinekaan, refleksi, inspirasi, dan kontribusi sosial.

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Modul Nusantara. Universitas Samudra menerima peserta pertukaran mahasiswa dimulai dari awal bulan September hingga akhir Desember 2022 dengan kegiatan yang dilakukan di beberapa lokasi di Provinsi Aceh. Tujuan kegiatan dari modul Nusantara yaitu (1) Memperkuat kebhinekaan dan integritas bangsa, (2) Pembelajaran berbasis pengalaman dan tindakan, (3) Kajian dan observasi isu sosial, (5) Meningkatkan keterampilan berkomunikasi, (6) Berkolaborasi, (7) Berpikir kreatif dan inovatif, (8) Mampu berpikir kritis serta solutif.

Karakteristik Responden

Data sampel yang diperoleh sebanyak 36 responden peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka II yang tersebar di beberapa fakultas di Universitas Samudra. Ukuran sampel 36 responden telah memenuhi minimal pengambilan sampel yaitu di atas 30 responden (Sugiyono, 2017). Deskripsi identitas responden dapat diamati pada tabel 2.

(5)

32 Tabel 2. Karakteristik Responden

Karakteristik Jumlah Frekuensi

1 2 3 4

Fakultas FKIP 19 52,8 %

FT 11 30,6 %

FE 4 11,1 %

Faperta 2 5,5 %

Asal Pulau Jawa 24 66,7 %

Kalimantan 5 13,9 %

Sulawesi 3 8,2 %

Nusa Tenggara 2 5,6 %

Maluku 1 2,8 %

Papua 1 2,8 %

Suku Daerah Jawa 13 36.1 %

Sunda 11 30,6 %

Bugis 4 11,1 %

Dayak Sasak

2 2

5,6 % 5,6 %

Banjar 1 2,8 %

Betawi 1 2,8 %

Maluku 1 2,8 %

Sahu 1 2.8 %

Umur 18 tahun 1 2,8 %

19 tahun 12 33,3 %

20 tahun 11 30,6 %

21 tahun 8 22,2 %

22 tahun 3 8,3 %

23 tahun 1 2,8 %

Sumber : Hasil perhitungan data kuisioner Data karakteristik 36 responden di atas

menunjukan jika berdasarkan sebaran fakultas, maka FKIP merupakan fakultas dengan jumlah responden terbanyak yaitu 19 orang dengan persentase 52,8%. Sedangkan fakultas pertanian memiliki jumlah responden paling sedikit yang hanya berjumlah 2 orang atau 5,5

%. Kemudian berdasarkan sebaran pulau asal responden dapat diketahui jika pulau Jawa memiliki jumlah responden sebanyak 24 orang atau 66,7 %. Sedangkan responden dari kepulauan Maluku dan Papua memiliki jumlah responden masing-masing 1 orang atau 2.8 % sehingga masuk kategori paling sedikit.

Adapun berdasarkan sebaran suku daerah, Jawa dan Sunda memiliki jumlah responden masing-masing 13 dan 11 orang atau 36,1 % dan 30,6 %. Sedangkan jumlah paling sedikit berasal dari suku Banjar, Betawi, dan Sahu.

Terakhir, berdasarkan sebaran umur dapat diketahui jika rentang umur 19 tahun mendominasi jumlah sampel dengan perolehan 12 orang atau 33,3 %. Sedangkan paling

sedikit pada usia 18 dan 23 tahun dengan jumlah responden sebanyak 1 orang atau 2.8

%. Data-data tersebut didapatkan berdasarkan jawaban dari masing-masing responden yang terlibat dalam sampel penelitian.

Analisis Data

Pengujian ditempuh melalui jawaban responden dari pilihan alternatif jawaban pada masing-masing indikator efisiensi yang diteliti yaitu efisiensi pembelajaran, efisiensi waktu pelaksanaan, dan efisiensi pelayanan (pendanaan, sumber daya manusia, dan fasilitas penunjang). Tiap indikator efisiensi tersebut memiliki 11 pernyataan sehingga total pernyataan berjumlah 33 butir. Hasil jawaban diolah melalui teknik analisis statistika deskriptif. Berikut Tabel 3 hasil pengujian dari analisis statistika deskriptif.

(6)

33 Tabel 3 Tabel Statistik Deskriptif efisiensi pembelajaran

Statistik Deskriptif Jumlah

Responden

Pilihan Minimun Pilihan Maksimum Rata-Rata

Pem_1 36 1 5 3,36

Pem_2 36 1 5 3,11

Pem_3 36 1 5 3,94

Pem_4 36 1 5 4,06

Pem_5 36 1 5 3,75

Pem_6 36 1 5 4,06

Pem_7 36 1 5 4,14

Pem_8 36 1 5 3,97

Pem_9 36 2 5 4,36

Pem_10 36 1 5 4,06

Pem_11 36 1 5 3,72

Rata-Rata Mean Efisiensi Pembelajaran Pem_

1

Pem_

2

Pem_

3

Pem_

4

Pem_

5

Pem_

6

Pem_

7

Pem_

8

Pem_

9

Pem_

10

Pem_

11

Tot al 3,36 3,11 3,94 4,06 3,75 4,06 4,14 3,97 4,36 4,06 3,72 42,5

3 RATA-RATA EFISIENSI PEMBELAJARAN :

TOTAL / JUMLAH PERNYATAAN

RATA-RATA EFISIENSI PEMBELAJARAN : 42,53 : 11 = 3,87

HASIL = 3,87

Sumber : Hasil perhitungan statistika deskriptif

Dari tabel statistik indikator efisiensi pembelajaran (Tabel 3) dapat diketahui total rata-rata awal dari 11 pernyataan yang dijawab oleh 36 responden yaitu 42,53. Kemudian dari total rata-rata awal tersebut menjadi modal utama untuk dapat mengetahui total rata-rata efisiensi pembelajaran melalui perhitungan total rata-rata awal yang dibagi dengan jumlah pernyataan sehingga didapatkan nilai rata-rata efisiensi adalah 3,866 yang dibulatkan menjadi 3,87. Mengacu pada skala likert, maka 3,87 jika dibulatkan menjadi 4 yang memiliki arti

“Setuju”. Maka dari itu, berdasarkan respon dari 36 responden menyatakan jika efisisensi pembelajaran dinyatakan setuju atau efisien.

Dari tabel statistik indikator efisiensi waktu (Tabel 4) dapat diketahui total rata-rata awal dari 11 pernyataan yang dijawab oleh 36 responden yaitu 33,34. Kemudian dari total rata-rata awal tersebut menjadi modal utama untuk dapat mengetahui total rata-rata efisiensi waktu melalui perhitungan total rata-rata awal yang dibagi dengan jumlah pernyataan

sehingga didapatkan nilai rata-rata efisiensi adalah 3,03. Mengacu pada skala likert, maka 3,03 jika dibulatkan menjadi 3 yang memiliki arti “Cukup Setuju”. Maka dari itu, berdasarkan respon dari 36 responden menyatakan jika efisisensi Waktu dinyatakan cukup setuju atau cukup efisien.

Dari tabel statistik indikator efisiensi pelayanan (tabel 5) dapat diketahui total rata- rata awal dari 11 pernyataan yang dijawab oleh 36 responden yaitu 39,28. Kemudian dari total rata-rata awal tersebut menjadi modal utama untuk dapat mengetahui total rata-rata efisiensi layanan melalui perhitungan total rata-rata awal yang dibagi dengan jumlah pernyataan sehingga didapatkan nilai rata-rata efisiensi adalah 3,57. Mengacu pada skala likert, maka 3,57 jika dibulatkan menjadi 4 memiliki arti “Setuju”. Maka dari itu, berdasarkan respon dari 36 responden menyatakan jika efisisensi layanan dinyatakan setuju atau efisien.

(7)

34 Tabel 4 Tabel statistika deskriptif efisiensi waktu

Jumlah Responden

Pilihan Minimun

Pilihan Maksimum

Rata-Rata

Waktu_1 36 1 5 3,72

Waktu_2 36 1 4 3,11

Waktu_3 36 2 5 3,28

Waktu_4 36 1 5 2,86

Waktu_5 36 1 4 2,22

Waktu_6 36 1 5 3,89

Waktu_7 36 1 5 3,03

Waktu_8 36 2 5 4,03

Waktu_9 36 1 5 3,81

Waktu_10 36 1 4 1,56

Waktu_11 36 1 4 1,83

Rata-Rata Mean Efisiensi Waktu Wak

_1

Wak _2

Wak _3

Wak _4

Wak _5

Wak _6

Wak _7

Wak _8

Wak _9

Wak_

10

Wak_

11

Tot al 3,72 3,11 3,28 2,86 2,22 3,89 3.03 4,03 3,81 1,56 1,83 33,3

4 RATA-RATA EFISIENSI WAKTU :

TOTAL / JUMLAH PERNYATAAN

RATA-RATA EFISIENSI WAKTU : 33,34 : 11 = 3,03

HASIL = 3,03

Sumber : Hasil perhitungan statistika deskriptif

Tabel 5 Tabel statistika deskriptif efisiensi layanan Jumlah

Responden

Pilihan Minimun

Pilihan Maksimum

Rata-Rata

Lay_1 36 1 5 4,28

Lay_2 36 1 5 3,61

Lay_3 36 1 5 3,17

Lay_4 36 1 4 2,00

Lay_5 36 1 5 2,39

Lay_6 36 1 5 4,08

Lay_7 36 1 5 3,33

Lay_8 36 1 5 4,22

Lay_9 36 1 5 4,06

Lay_10 36 2 5 3,83

Lay_11 36 1 5 4,31

(8)

35 Rata-Rata Mean Efisiensi Layanan (Pendanaan, Sumber Daya Manusia, Fasilitas

Penunjang) Lay

_1 Lay

_2 Lay

_3 Lay

_4 Lay

_5

Lay_

6

Lay_

7

Lay_

8

Lay_

9

Lay_1 0

Lay_1 1

Total 4,28 3,61 3,17 2,00 2,39 4,08 3,33 4,22 4,06 3,83 4,31 39,28 RATA-RATA EFISIENSI LAYANAN :

TOTAL / JUMLAH PERNYATAAN

RATA-RATA EFISIENSI LAYANAN : 39,28 : 11 = 3,57

HASIL = 3,57

Sumber : Hasil perhitungan statistika deskriptif

Tabel 6 Perhitungan rata-rata efisiensi akhir / Penarikan jawaban Rata-Rata Efisiensi

Pembelajaran

Rata-Rata Efisiensi Waktu

Rata-Rata Efisiensi Layanan

Total

3,87 3,03 3,57 10,47

RATA-RATA EFISIENSI AKHIR:

TOTAL / JUMLAH INDIKATOR PERNYATAAN

RATA-RATA EFISIENSI AKHIR:

10,47 : 3 = 3,49

HASIL = 3,49 dibulatkan 3,5 Skala Liker 1 s.d 5

1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju

3 = Cukup Setuju (rentang 3,1

|3,2|3,3|3,4|3,5|3,6|3,7|3,8|3,9|4|

4 = Setuju 5 = Sangat Setuju PERHITUNGAN PERSENTASE

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒

= 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛𝑥 100%

PERHITUNGAN PERSENTASE 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 = 3,5

5 𝑥 100%

HASIL = 70 % Untuk mendapatkan nilai perhitungan

efisiensi akhir, maka nilai keseluruhan rata- rata efisiensi (pembelajaran, waktu, dan layanan) pada tabel 3,4, dan 5 dijumlahkan dan dibagi dengan banyaknya indikator efisiensi. Hasil yang didapatkan adalah 3,49 yang dibulatkan menjadi 3,5. Hasil tersebut kemudian dihitung nilai persentasenya dengan membagi rata-rata akhir (3,5) dengan jumlah

maksimal alternatif jawaban (5) sehingga nilai persentasenya 70 %. Setelah nilai diketahui, maka langkah selanjutnya adalah penarikan jawaban akhir. Jawaban akhir dapat diketahui pada tabel penarikan jawaban di bawah ini dengan rentang persentase dari 0% - 100%.

(9)

36 Tabel 7 Penarikan jawaban

No Persentase Kategori Keterangan

1. 81-100 % Sangat Setuju Sangat Efisien

2. 61-80% Setuju Efisien

3. 41-60% Cukup Setuju/Sedang Cukup Efisien

4. 21-40% Tidak Setuju Tidak Efisien

5. 0-20% Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Efisiens Hasil persentase menunjukan nilai 70 % yang memiliki arti Efisien

Perhitungan persentase menunjukan nilai 70 % dimana pada tabel penarikan jawaban dapat diketahui berada pada rentang 61-80 % sehingga memiliki arti efisien.

Maka dari itu, berdasarkan analisis data di atas dapat diketahui jika efisiensi program pertukaran mahasiswa merdeka II (PMM II) sebagai alternatif pengintegrasian budaya melalui kegiatan modul nusantara menunjukan kegiatan yang efisien. Hal ini didasarkan pada perolehan sampel 36 mahasiswa PMM angkatan kedua di Universitas Samudra.

SIMPULAN

Kegiatan modul nusantara diharapkan membawa dampak positif terhadap pengintegrasian budaya daerah di tengah ancaman disintegrasi bangsa. Indonesia merupakan negara yang multikultural sehingga memiliki latarbelakang sosial dan budaya yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, menumbuhkan sikap toleransi, nasionalis, dan integritas yang tinggi merupakan suatu kewajiban yang perlu dimiliki oleh warga negara. Melalui kegiatan modul nusantara ini, mahasiswa mendapatkan pembelajaran dan tindakan langsung melalui kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi, dan kontribusi sosial. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi masing-masing individu, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui pertukaran mahasiswa, peserta akan bertukar informasi mengenai bidang keilmuan, sosial, dan budaya sehingga menambah wawasan nusantara dan meningkatkan potensi akademik. Mahasiswa dapat menjunjung bhineka tunggal ika secara langsung laksana Indonesia kecil yang terhimpun di dalam satu perguruan tinggi penerima pertukaran mahasiswa. Mahasiswa dapat saling berkolaborasi satu sama lain

sehingga lebih mengenal latar belakang sosial dan budaya dari masing-masing peserta. Oleh karena, melalui program pertukaran mahasiswa ini diharapkan menjadi media pemersatu bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Ariani, Sri Santi. 2019. “Persepsi Mahasiswa Dalam Pengimplementasian Tri Daharma Perguruan Tinggi.” Jurnal At-Tadbir STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang 3(1): 59–

77.

http://ejournal.kopertais4.or.id/sasambo/inde x.php/atTadbir/article/view/3414/2511.

Azizah, Winda Nur, Dinie Anggraeni Dewi, and Yayang Furi Furnamasari. 2021. “Peran Seorang Mahasiswa Dalam Menyadarkan Masyarakat Indonesia Untuk Saling Berintegrasi.” Pendidikan Tambusai 5(3):

8327–34.

Damayanti, Bella. 2022. “Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Google Classroom Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha 12(2): 63–72.

Faiz, Aiman, and P Purwati. 2021. “Koherensi Program Pertukaran Pelajar Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dan General Education.” 3(3): 649–55.

Fakhriyah, F. 2014. “Penerapan Problem Based Learning Dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa.”

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia 3(1): 95–

101.

Inanna, Inanna. 2018. “Peran Pendidikan Dalam Membangun Karakter Bangsa Yang Bermoral.” JEKPEND: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan 1(1): 27.

Insani, N N, S Fitriasari, and D Iswandi. 2021.

“Persepsi Mahasiswa Tentang Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka Pertukaran Pelajar.” … : Jurnal Pendidikan,

Sejarah 5: 245–51.

https://www.jurnal.uisu.ac.id/index.php/mkd/

article/view/4353.

(10)

37 Jannah, Faridahtul, and Ani Sulianti. 2021.

“Perspektif Mahasiswa Sebagai Agen Of

Change Melalui Pendidikan

Kewarganegaraan.” ASANKA: Journal of Social Science And Education 2(2): 181–93.

Jumansyah, Jumansyah et al. 2022. “Efektivitas Modul Nusantara Dalam Memahami Empat

Pilar Kebangsaan.” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial 3(1): 36.

Mayangsari, Sizillia N. 2017. “Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Dengan Project Based Learning (PjBL).” LIKHITAPRAJNA Jurnal Ilmiah 19(2): 33–43.

Pramudita, Intan Faricha Eka, Henry Praherdhiono, and Eka Pramono Adi. 2021. “Studi Keterampilan Abad 21 Mahasiswa Dalam Memilih Peminatan.” JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan 4(3): 251–59.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut penelitian Sarweni & Hargono (2013), tentang Demand VS Supply Program Kesehatan Remaja di Tanah Kalikedinding Surabaya, didapatkan hasil bahwa remaja