Judul: Meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional mahasiswa calon guru melalui pengembangan dan validasi instrumen penilaian microteaching. Salah satu mata kuliah dalam mata kuliah pendidikan biologi yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru adalah mata kuliah Pengembangan Kompetensi Pendidikan (PKM). Selain itu, instrumen yang ada saat ini dinilai belum cukup sesuai dengan karakter mahasiswa biologi dan belum mampu memandu proses penilaian berdasarkan kompetensi yang dipersyaratkan.
Sehubungan dengan itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional calon guru dengan mengembangkan dan memvalidasi instrumen penilaian microteaching. Diharapkan kedepannya instrumen yang dikembangkan dapat dijadikan standar baku penilaian pelaksanaan microteaching dalam kerangka Pendidikan Biologi untuk seluruh LPTK di Indonesia. Di sanggar pendidikan biologi UNJ, pembelajaran microteaching pada mata kuliah PKM berjalan dengan baik berdasarkan data angket dan pernyataan mahasiswa pada FGD.
2 Ade Suryanda, S.Pd.M.Si Anggota Pendidikan Biologi UNJ 15 3 Daniar Setyorini, SPd, M.Pd Anggota Pendidikan Biologi UNJ 15. Berdasarkan diskusi dengan beberapa guru, pelaksanaan microteaching kurang berhasil dan berhasil di Program Studi Pedagogis Biologi UNJ disebut-sebut muncul akibat penggunaan instrumen evaluasi yang belum efektif dan berhasil. Selain itu, instrumen yang digunakan saat ini dinilai belum cukup disesuaikan dengan karakter mahasiswa pendidikan biologi dan tidak dapat memandu proses evaluasi sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.
Rumusan Masalah
Umpan balik diberikan secara langsung (direct feedback) oleh staf pengajar kepada siswa. Diharapkan memberikan pengaruh yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya sesuai dengan apa yang dikatakan Bowles dan Nelson (1979) dalam (Rose & John Church, 1998) bahwa umpan balik langsung sangat efektif untuk proses pelatihan calon pendidik di kelas. praktek dengan umpan balik mengenai kinerja target keterampilan mengajar mungkin merupakan komponen penting dari setiap program pelatihan yang bertujuan untuk mengubah perilaku guru di kelas”. Oleh karena itu, penggunaan instrumen dengan poin penilaian yang tepat untuk mengarahkan tenaga pengajar dalam memberikan umpan balik diharapkan akan membuat proses pengajaran dan penilaian mikro menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kompetensi pedagogik dan profesional.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Urgensi Penelitian
Perubahan yang terjadi setelah melakukan pelatihan microteaching yaitu pada saat praktik merancang dan melaksanakan pembelajaran langsung di sekolah dinilai gagal dalam aspek tersebut dan masih sering melakukan kesalahan yang sama. Salah satu hal yang diduga berperan penting dalam peningkatan kompetensi mahasiswa calon guru dalam kegiatan microteaching adalah alat penilaian. Begitu pula dengan penerapan microteaching memerlukan alat penilaian yang tepat untuk memaksimalkan pembelajaran.
Alat-alat yang digunakan saat ini pada program pengajaran Biologi UNJ dinilai masih belum memudahkan proses penilaian oleh staf pengajar, terutama dalam hal pemberian umpan balik. Umpan balik diberikan kepada calon guru siswa dengan tujuan untuk memberikan saran, masukan dan solusi mengenai kinerjanya dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan micro-teaching. Umpan balik yang diberikan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan, memperhatikan poin-poin penting dan kinerja selama pengelolaan pembelajaran.
Umpan balik diberikan dalam upaya meningkatkan keterampilan mengajar siswa (Rose & John Church, 1998). Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa staf pengajar, sebenarnya proses feedback cenderung tidak didasarkan pada instrumen penilaian yang digunakan. Bahkan tidak jarang pemberian feedback dalam microteaching sangat sedikit karena keterbatasan waktu, ketersediaan pengawas dan pengamat, jumlah siswa yang terlalu banyak, dan calon guru juga tidak mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap pembelajarannya. (Lee dan Wu, 2006).
Selama ini umpan balik diberikan secara langsung (direct feedback) oleh tenaga pengajar kepada siswa. Metode ini diharapkan dapat memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan keterampilan belajar siswa sesuai dengan apa yang dikatakan Bowles dan Nelson (1979) dalam (Rose & John Church, 1998) bahwa umpan balik langsung sangat efektif untuk proses pelatihan para pendidik. kelas. Ketersediaan instrumen evaluasi yang dapat dijadikan acuan dalam memberikan masukan untuk perbaikan dan memberikan pengetahuan bagi pengelolaan proses pembelajaran merupakan hal penting yang harus dipenuhi oleh LPTK khususnya Program Studi Biologi UNJ dalam rangka perbaikan. kualitas. dan kompetensi calon guru masa depan.
Penggunaan instrumen dengan poin penilaian yang tepat untuk memerintahkan guru memberikan feedback dan sesuai dengan karakteristik siswa diharapkan dapat menjadikan proses microteaching dan penilaian berjalan lebih efisien dan efektif. Sehingga tujuan pembelajaran microteaching pada mata kuliah Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) dapat tercapai secara maksimal dengan menyediakan lulusan yang memenuhi kriteria standar minimal calon guru.
TINJAUAN PUSTAKA
Peta Jalan Penelitian
Penelitian ini berfokus pada permasalahan kurang efektifnya penerapan micro-teaching yang diduga berdampak pada rendahnya kompetensi calon guru, khususnya pada pengetahuan pedagogik dan profesional. Romano (2008) menyatakan bahwa pada tahap awal karir seorang guru pemula pasti akan dihadapkan pada permasalahan kurangnya kemampuannya dalam bidang pengetahuan, keahlian dan keterampilan sebagai seorang guru. Ingersoll & Strong (2011) menyatakan bahwa beberapa faktor yang secara teoritis dianggap berperan penting terhadap profesionalisme seorang calon guru, antara lain: pembelajaran melalui observasi, pembelajaran terbimbing dengan peningkatan tanggung jawab secara terus menerus, sistem pendukung seperti pembelajaran dengan mentor, dan kehadiran. seminar rutin yang membahas teori proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan staf pengajar, calon guru Program Studi Pendidikan Biologi UNJ mempunyai kekurangan pada keterampilan atau kemampuan membuka dan menutup pembelajaran, penguasaan materi dan kemampuan menunjang proses pembelajaran selama mengelola kegiatan microteaching. . Fakta ini didukung oleh Jones (2006) dalam temuan penelitiannya yang menyatakan bahwa keterampilan manajemen kelas merupakan tantangan yang sangat serius bagi seorang guru pemula. Jones (2006) juga menyatakan bahwa pengalaman pertama mengajar dan umpan balik yang mereka terima pada saat latihan pembelajaran sebelumnya dari guru atau supervisor penting dalam mengembangkan pengetahuan siswa calon guru tentang pengelolaan kelas.
Rendahnya kompetensi mengajar seorang guru pemula biasanya disebabkan oleh rendahnya kemampuan kognitif, dalam hal ini penguasaan materi dan kurangnya role model (Cornford, 1991). Penerapan microteaching yang efektif dan efisien dapat berdampak pada peningkatan kompetensi keterampilan mengajar calon guru. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karçkay & Sanli (2009) disebutkan bahwa microteaching dapat mempengaruhi tingkat kompetensi mahasiswa calon guru pada suatu lembaga pendidikan atau universitas.
Dalam pelaksanaannya, microteaching menggunakan metode penilaian dan evaluasi dengan menggunakan rekaman video siswa untuk kemudian memberikan umpan balik bersama dengan siswa lainnya. Namun umpan balik yang diberikan dalam microteaching sangat sedikit karena keterbatasan waktu, ketersediaan pengawas dan pengamat, jumlah siswa yang sangat banyak, dan calon guru juga tidak mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap pengajarannya (Lee dan Wu, 2006). ). . . Bahkan pemberian feedback yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dapat dijadikan model bagi calon guru untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan pada saat pelatihan (microteaching).
Mahasiswa guru yang belum terpenuhi kompetensinya mungkin disebabkan oleh buruknya role model (guru/pengawas/dosen) pada pendidikan sebelumnya (Wilkinson, 1996). Memberikan umpan balik yang tidak tepat dan baik dapat menurunkan kualitas calon guru (Wilkinson, 1996).
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian
Hasil akhir instrumen digunakan dalam proses microteaching pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Jakarta dan pada program pendidikan biologi di universitas atau institusi lain.
Tempat Penelitian
Bagan alir pelaksanaan penelitian (luaran, waktu, kegiatan)
HASIL LUARAN YANG DICAPAI A. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya masih ada keraguan dan rasa kurang percaya diri yang dialami siswa untuk mengajar langsung di sekolah. Hal ini didukung dengan beberapa pernyataan siswa dalam focus group Discussion (FGD) yang menyatakan bahwa masih kurangnya rasa percaya diri, ketakutan dan kekhawatiran untuk melakukan praktik langsung di sekolah. Berdasarkan hasil FGD, solusi yang diberikan responden mengenai hal tersebut di atas antara lain (1) mendatangkan siswa dari luar agar siswa tersebut bukan temannya sendiri, (2) mengerjakan latihan akhir langsung di sekolah yang mengerjakannya, (3 ) menayangkan video pembelajaran pada awal materi, (4) memberikan feedback berupa komentar dari dosen dan pengamat, (5) memberikan contoh penggunaan materi pembelajaran biologi selanjutnya oleh dosen yang mengajar dan menerapkan pada siswa sekolah, ( 6) meningkatkan aktivitas dan interaksi dengan lingkungan sekolah sejak awal semester, dan (7) mendapatkan masukan dan bimbingan langsung dari guru yang mengajar di sekolah.
Penguatan materi dan muatan pedagogi memang menjadi hal terpenting yang harus dimiliki oleh calon guru mahasiswa. Hanya saja pernyataan yang diberikan banyak sekali dan mengandung bahasa yang sulit dipahami serta bermakna ganda. Keterampilan penguatan Komentar/masukan positif guru Ketika siswa menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan dengan benar, guru memberikan apresiasi dengan kata-kata motivasi seperti “baik”, “sangat baik”, “baik”, dll.
Gestur/gestur positif guru Guru mengapresiasi komentar dan tanggapan siswa dengan isyarat (non verbal) seperti tersenyum, mengangguk, menuliskan tanggapan siswa di papan tulis, dan lain-lain. Gestur/gestur negatif guru Guru jarang atau tidak pernah mematahkan semangat siswa dengan menggunakan cara nonverbal/menggunakan gerak tubuh seperti mengerutkan kening, mengerutkan kening, ekspresi marah, tidak sabar, dan lain-lain. Gerakan/Gerakan Tubuh Guru Guru menggunakan gerakan tubuh (lengan, badan dan kepala) untuk membantu pemahaman, penjelasan dan penekanan tambahan selama presentasi pelajaran.
Pergeseran lisan – visual Guru menyampaikan materi dengan cara visual (menulis di papan, menggunakan benda, gambar, dan sebagainya), dalam hal ini siswa harus melihat hal-hal tersebut untuk mendapatkan informasi tentang materi tersebut. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran terbuka membantu siswa menjadi tertarik pada bagian inti pembelajaran. Pemahaman (comprehension) Guru memberikan bimbingan atau petunjuk kepada siswa pada kegiatan pembukaan, yang kemudian membantu siswa memahami pelajaran.
Ceramah (kegiatan inti) Mengubah situasi stimulus Guru memberikan situasi stimulus yang berbeda-beda seperti menggunakan gerak tubuh, teknik berhenti, memusatkan perhatian siswa pada hal-hal penting dan bergerak selama proses pembelajaran. Guru memeriksa apakah siswa memahami pokok-pokok pelajaran dengan meminta siswa memberi. Guru dan siswa memfinalisasi hasil diskusi kelas, termasuk pokok-pokok yang menjadi pedoman guru di kelas.
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mengeksplorasi/mengeksplorasi ide sebelum melanjutkan ke pertanyaan siswa berikutnya.
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
- Pada program studi Pendidikan biologi UNJ, pembelajaran microteaching dalam mata kuliah PKM berlangsung baik sesuai dengan data kuesioner dan
- Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk pembaharuan metode microteaching diantaranya
- Faktor-faktor lainnya seperti motivasi, minat, bakat, pemahaman, kecerdasan kognitif dan sebagainya perlu untuk dikaji lebih mendalam sehingga kemudian
- Perlu pengembangan instrumen untuk menilai performa mahasiswa calon guru dalam kegiatan microteaching sesuai dengan masukan yang telah didapatkan
- Saran dan masukan untuk pengembangan instrument penilaian microteaching mahasiswa calon guru sebagai berikut
- Saran
Perlu dikembangkan instrumen penilaian kinerja mahasiswa guru dalam kegiatan microteaching sesuai dengan masukan yang diperoleh pada kegiatan FGD dan uji coba penerapannya.