• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksplorasi Material Bambu Sebagai Material Ekologis Pada Perancangan Bangunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Eksplorasi Material Bambu Sebagai Material Ekologis Pada Perancangan Bangunan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

23 EKSPLORASI MATERIAL BAMBU SEBAGAI

MATERIAL YANG EKOLOGIS PADA

PERANCANGAN BANGUNAN PEMBIBITAN TANAMAN

Habib Imam Syaifudin, Nareswarananindya, dan Siti Azizah

PENDAHULUAN

Pemilihan material yang berkelanjutan merupakan upaya untuk meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan. Jenis material lokal bisa menekan pemakaian energi lain dalam suatu bangunan dan dapat menerapkan pembangunan yang berkelanjutan [1]. Material lokal di Indonesia yang banyak dipakai sebagai pilihan material bangunan adalah bambu. Bambu dapat dikategorikan sebagai material yang ekologis sebab pertumbuhan dan penyebarannya sangat cepat. Material bambu dapat dieksplorasi untuk dijadikan sebagai perabot interior, selubung bangunan hingga konstruksi bangunan dalam mendesain bangunan [2],[3]. Keuntungan memakai material bambu karena merupakan material ramah lingkungan, memiliki masa siap panen yang cepat dalam waktu 3-5 tahun. Dibandingkan dengan material kayu yang memiliki masa penanaman cukup lama dalam waktu 10-13 tahun untuk dapat dipanen. Dalam waktu sehari tanaman bambu tumbuh hingga lebih dari 60 cm dan merupakan jenis

(2)

Book Chapter Arsitektur 2020/2021 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

24

tanaman dengan pertumbuhan tercepat didunia [4]. Beberapa kelebihan bambu diantaranya adalah merupakan bahan bangunan yang bisa diperbarui, pengolahannya yang memakai alat sederhana, dan masa konstruksi singkat [5]. Bambu juga bisa diaplikasikan pada bangunan sebagai selubung bangunan sekaligus berperan sebagai struktur.

Dalam segi perancangan bangunan memiliki fungsi utama untuk menyediakan wadah budidaya pertanian vertikal khususnya pertanian hortikultura [6]. Dengan ketepatan pemilihan material yang menggunakan material ramah lingkungan atau green material dapat menghasilkan bangunan yang berkualitas dan ramah lingkungan khususnya pemanfaatan material ekologis [7].

Tujuan penelitian ini untuk mengekplorasi tentang karakteristik bambu sebagai material yang ramah lingkungan digunakan untuk merancang bangunan pembibitan tanaman sebagai penunjang perabot interior, selubung, dan struktur bangunan. Metoda yang digunakan yaitu cyclical design process (gambar 3.), terdiri dari tiga tahapan, yang pertama tahap analisa, lalu sintesa dan tahap evaluasi dilakukan dengan berulang-ulang maka menghasilkan desain dengan kriteria yang sudah sesuai ketentuan.

Pada hasil akhir akan didapat berupa usulan rancangan bangunan pembibitan tanaman dengan menggunakan material ramah lingkungan atau green material dengan material utama bambu digunakan pada struktur bangunan, selubung bangunan dan perabot interior.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan terciptanya rancangan bangunan yang ekologis ini diharapkan Kawasan kompleks bisnis CBD Polonia ini dapat menjadi kawasan yang hemat energi dengan energi mandiri,

Salah satu kategori utama pada material ekologis adalah memiliki syarat aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan dan hal ini selaras dengan apa yang dinyatakan oleh

Konsep pada bangunan sekolah alam Panyaden Thailand yaitu bangunan hijau dengan menggunakan material bambu yang digunakan sebagai struktur kolom, struktur atap dan lainnya..

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dalam bentuk visualisasi gambar macam teknik sambungan bambu yang digunakan sebagai elemen struktur pada bangunan, khususnya bangunan

Bagi masyaraat pedesaan, bambu bukanlah hal yang asing sehingga swadaya masyarakat dalam pemberdayaan material ini untuk kebutuhan perumahan mereka akan relatif mudah

Bambu telah digunakan sebagai material konstruksi bangunan sejak dulu, namun penggunaannya dalam konstruksi mengalami penurunan akibat adanya persepsi “material untuk si

Laminasi bilah bambu yang digunakan sebagai material bangunan atas kapal ikan merupakan bagian konstruksi pada kapal yang tidak terkena air secara langsung namun akan

Gambar 1.2 Green Villa Sumber: inhabitat.com Gambar 1.3 Villa Mepatigan Sumber: inhabitat.com Seperti pada pada bangunan Amfiteater Taman Buah Mekarsari, konstruksi bambu