• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN MUSEUM KERETA API AMBARAWA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG LANDMARK KOTA AMBARAWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN MUSEUM KERETA API AMBARAWA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG LANDMARK KOTA AMBARAWA"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

i

ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN MUSEUM KERETA API AMBARAWA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG LANDMARK

KOTA AMBARAWA

TUGAS AKHIR KARYA

Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana Strata-1 (S-1)

Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Desain

Oleh:

VINCENTIUS ADI KRISTANTO 15151148

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA

2022

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

MOTTO

Manusia tanpa harapan,

dia mayat berjalan.

Y.B. Mangunwijaya

(5)

v

KATA PENGANTAR

Ibarat sebuah perjalanan kereta api yang sesekali menghadapi halangan, masalah, penundaan, mogok tapi ia senantiasa selalu berada di jalurnya dan berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun pelan tapi kita semua tahu pasti akan sampai ke stasiun tujuannya. Perumpamaan tersebut mewakili proses penulisan dan perancangan ini. Berbagai kesulitan dihadapi namun pada akhirnya tugas akhir ini dapat terselesaikan atas berkat Tuhan Yang Maha Esa dan segala dukungan, bimbingan, arahan, dari berbagai pihak. Terima kasih kepada:

1. Bapak Ferdinandus Gabriel Suwanto dan Mendiang Ibu Maria Sarini atas restu, dan doa untuk dapat menyelesaikan studi.

2. Bapak Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. selaku Rektor ISI Surakarta.

3. Ibu Dr. Ana Rosmiati, S.Pd., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain sekaligus pembimbing akademik yang telah bersedia menjadi orang tua selama masa studi di lingkungan institusi.

4. Bapak Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn. selaku dosen pembimbing tugas akhir dan Kaprodi Desain Komunikasi Visual yang telah meluangkan waktu, memberikan arahan, membimbing dalam penyelesaian tugas akhir.

5. Bapak Ipung Kurniawan, Bapak Basnendar, Bapak Taufik Murtono dan segenap dosen DKV yang telah membantu memberi materi, masukan dalam penyusunan.

(6)

vi

6. Pihak pengelola Museum Kereta Api Ambarawa yang telah berkenan menjadi objek perancangan dan membantu dalam proses pengumpulan data.

7. Kepada Martha Santa Bhita yang selalu mendorong, mendukung, mengingatkan, mengejar untuk segera menyelesaikan studi.

8. Teman-teman di Karja, Rienaldy Bagas yang telah menjadi sharing partner dalam proses perumusan desain. Irfan Junarko, terima kasih telah membantu membuat 3D signage. Galih Tri Kurniadi terima kasih atas bantuan gambar kerjanya.

9. Teman-teman DKV15KA; Achmad Riyan Maulana, Sigit Adi Putra, Kevin Davia, Monika Anggraeni, Alm. Ryan Ahmad Yunus, Ferriday, Anam dan teman seangkatan yang lain.

10. Dan semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari penulisan dan perancangan ini masih memiliki banyak kekurangan namun harapannya bahwa karya tugas akhir ini dapat memberikan sedikit manfaat. Semoga penelitian, penulisan dan perancangan terkait Museum Kereta Api Ambarawa dapat menyempurnakan tulisan yang telah ada di kemudian hari.

Ambarawa, 25 Februari 2022

Vincentius Adi Kristanto

(7)

vii

DAFTAR ISI

MOTTO ... ii

KATA PENGANTAR ...v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR BAGAN ... xvi

DAFTAR TABEL ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1

B. Ide/Gagasan Penciptaan ...8

C. Tujuan Penciptaan ...8

D. Manfaat Penciptaan ...9

E. Tinjauan Sumber Penciptaan ...9

F. Landasan Penciptaan ...12

G. Metode Penciptaan ...22

H. Sistematika Penulisan ...34

BAB II IDENTIFIKASI DATA A. Ambarawa dan Sejarahnya ...35

B. Stasiun Ambarawa (Willem I) ...39

C. Museum Kereta Api Ambarawa...44

1. Konten Museum Kereta Api Ambarawa ...45

2. Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa ...56

3. Environmental Graphic Design Museum Kereta Api Ambarawa ...60

4. Media Promosi Museum Kereta Api Ambarawa ...68

(8)

viii

5. Profil Museum Kereta Api Ambarawa ...71

6. Kompetitor Museum Kereta Api Ambarawa ...73

7. Kawasan Museum Kereta Api Ambarawa ...79

D. Masa Indische ...84

E. Ephemera sebagai Sumber Sejarah ...86

1. Ephemera Masa Indische ...87

2. Ephemera Perkeretaapian ...91

F. Analisis Data ...93

BAB III PERANCANGAN KARYA A. Konsep Perancangan ...97

1. Tujuan Perancangan ...97

2. Strategi Perancangan ...99

B. Konsep Kreatif ...100

1. Konsep Visual ...101

a. Victorian Era ...101

b. Dari Art Nouveau Sampai Art Deco ...102

2. Ideasi (Concept Development) ...105

a. Brand Value ...106

b. Look and Feel ...107

c. Positioning ...108

d. Brand Story ...114

3. Prototype ...115

a. Brand Identity ...116

b. Environmental Graphic Design ...130

(9)

ix

c. Promosi ...137

BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN A. Identitas Visual ...144

1. Logo ...144

2. Brand Typography ...146

3. Stationery Kit ...148

4. Merchandise ...152

B. Environmental Graphic Design ...154

1. Signage dan Wayfinding ...154

a. Identification ...154

b. Directional ...155

c. Orientation ...156

d. Regulation ...157

e. Operational ...157

f. Interpretation ...159

2. Signage Hardware System ...160

a. Freestanding ...160

b. Ceiling-Hung ...162

c. Projecting ...163

d. Flat Wall-Mounted ...164

C. Promosi Iklan ...165

1. Poster ...165

2. Social Media ...167

(10)

x BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ...168 B. Saran ...170 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1: Bangunan Museum Kereta Api Ambarawa ...2

Gambar 2: Koleksi Lokomotif Museum Kereta Api Ambarawa ...3

Gambar 3: Denah Museum Kereta Api Ambarawa ...5

Gambar 4: Kondisi Signage dan Wayfinding Museum Kereta Api Ambarawa ...5

Gambar 5: Kondisi Signage Ruang Menyusui Museum Kereta Api Ambarawa ....7

Gambar 6: Signage & Wayfinding dari PT. KAI di Stasiun Balapan Solo ...12

Gambar 7: Ergonomi Visual dalam Environmental Graphic Design ...17

Gambar 8: Rawa Pening Ambarawa ...36

Gambar 9: Peta Kecamatan Ambarawa ...37

Gambar 10: Benteng Willem I Ambarawa Circa 1927 ...38

Gambar 11: Benteng Willem I Era Sekarang ...39

Gambar 12: Stasiun NIS Semarang Circa 1907 ...40

Gambar 13: Stasiun Willem I Ambarawa Circa 1890-1906 ...41

Gambar 14: Lokomotif B25 di Jalur Rel Bergerigi Ambarawa ...42

Gambar 15: Pegawai Kereta Api Masa Jepang di Lawang Sewu 1942 ...43

Gambar 16: Museum Kereta Api Ambarawa...45

Gambar 17: Konstruksi dan Arsitektur Bangunan Museum ...46

Gambar 18: Interior dan Furnitur Gaya Indische Ruang Tunggu Kelas I ...47

Gambar 19: Lantai Tegel Emplasemen Museum Kereta Api Ambarawa ...48

Gambar 20: Koleksi Alat Perkeretaapian Masa Lampau ...49

Gambar 21: Lokomotif B2502 Yang Masih Beroperasi ...50

Gambar 22: Halte Pemberhentian Kereta Api Masa Lampau Cicayur ...54

Gambar 23: Wisata Lokomotif Uap Melewati Alam Ambarawa ...55

(12)

xii

Gambar 24: Kondisi Identification Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...62

Gambar 25: Kondisi Directional Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...63

Gambar 26: Kondisi Interpretive Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...64

Gambar 27: Kondisi Operational Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...65

Gambar 28: Kondisi Regulation Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...65

Gambar 29: Elemen Interpretation EGD Museum Kereta Api Ambarawa ...66

Gambar 30: Akun Resmi Instagram KAI Wisata ...69

Gambar 31: Akun Instagram Fanbase Ambarawa Railways ...70

Gambar 32: Website Heritage KAI ...71

Gambar 33: Lawang Sewu Semarang ...74

Gambar 34: Monumen Palagan Ambarawa ...76

Gambar 35: Bukit Cinta Rawa Pening ...77

Gambar 36: Candi Gedongsongo ...78

Gambar 37: Analisis Elemen Paths Kawasan Museum Kereta Api ...81

Gambar 38: Elemen Edges Tembok Pembatas Museum ...82

Gambar 39: Halaman Katalog Koloniale Tentoonstelling Semarang 1914 ...89

Gambar 40: Label Grand Hotel Djokja Karya Jan Lavies ...90

Gambar 41: Iklan Fly to Java Karya Jan Lavies ...91

Gambar 42: Buku Statistik NISM di Semarang 1914 ...92

Gambar 43: Mesin Cetak Tiket dan Tiket Kereta Edmondson ...92

Gambar 44: Ephemera Papan Nama Stasiun Willem I 1873 ...93

Gambar 45: Sampul Buku Peringatan Staatspoorwegen Tahun 1875-1925 ...102

Gambar 46: Poster Bergaya Art Nouveau Koloniale Tentoonstelling 1914 ...104

Gambar 47: Iklan Produk Tembakau Van Nelle ...105

(13)

xiii

Gambar 48: Lokomotif Uap B512 ...118

Gambar 49: Sketsa Logogram Museum Kereta Api Ambarawa ...118

Gambar 50: Alternatif Logogram dengan Gestalt Inisial IRM ...120

Gambar 51: Logo Terpilih Museum Kereta Api Ambarawa ...120

Gambar 52: Referensi Tipografi dalam Poster dan Plat ...121

Gambar 53: Sketsa Bentuk Huruf Tipografi Museum Kereta Api Ambarawa ....123

Gambar 54: Struktur Huruf ‘N’ dan ‘A’ Tipografi ...123

Gambar 55: Set Huruf Font Spoorwegmuseum Indonesie ...124

Gambar 56: Brand Color Museum Kereta Api Ambarawa ...125

Gambar 57: Konsep Border Aset Grafis Museum Kereta Api Ambarawa ...126

Gambar 58: Penerapan Border Grafis Museum Kereta Api Ambarawa...126

Gambar 59: Sketsa Gambar Stationery Kit Museum Kereta Api Ambarawa ...128

Gambar 60: Sampul Piringan Hitam Schoon Ver Van Jou – Krontjong Asli...130

Gambar 61: Desain Piktogram Museum Kereta Api Ambarawa ...132

Gambar 62: Verbal Signage Graphic System Museum Kereta Api Ambarawa ..133

Gambar 63: Pemasangan Signage di Stasiun Era Dutch-Indie ...134

Gambar 64: Free Standing Hardware System ...134

Gambar 65: Ceiling-hung Hardware System ...135

Gambar 66: Projecting Hardware System ...135

Gambar 67: Flat Wall Hardware System ...136

Gambar 68: Penempatan Signage Museum Kereta Api Ambarawa ...137

Gambar 69: Sketsa Poster Iklan Museum Kereta Api Ambarawa ...143

Gambar 70: Logogram Museum Kereta Api Ambarawa ...144

Gambar 71: Logotype Museum Kereta Api Ambarawa ...145

(14)

xiv

Gambar 72: Implementasi Logotype Penjenamaan Museum dalam 3 Bahasa ....145

Gambar 73: Lockup Logo Museum Kereta Api Ambarawa ...146

Gambar 74: Typeset Tipografi Spoorwegmuseum Indonesie ...147

Gambar 75: Implementasi Brand Typography Nama Stasiun ...147

Gambar 76: Desain Amplop Museum Kereta Api Ambarawa ...148

Gambar 77: Desain Kop Surat Museum Kereta Api Ambarawa ...149

Gambar 78: Desain Kartu Nama Museum Kereta Api Ambarawa ...150

Gambar 79: Desain Tiket Museum Kereta Api Ambarawa ...151

Gambar 80: Merchandise Korek Kayu Jadul Museum Kereta Api Ambarawa...152

Gambar 81: Itinerary Item Museum Kereta Api Ambarawa ...153

Gambar 82: Kumpulan Identification Sign Museum Kereta Api Ambarawa ...154

Gambar 83: Kumpulan Directional Sign Museum Kereta Api Ambarawa ...155

Gambar 84: Guide Map Orientation Sign Museum Kereta Api Ambarawa ...156

Gambar 85: Kumpulan Regulation Sign Museum Kereta Api Ambarawa ...157

Gambar 86: Kumpulan Operational Sign Museum Kereta Api Ambarawa ...157

Gambar 87: Sign Papan Informasi Jadwal Tur Lokomotif ...158

Gambar 88: Interpretation Sign Tembok Timeline Sejarah Kereta Api ...159

Gambar 89: Gambar Kerja & Preview Freestanding Sign Modular ...160

Gambar 90: Gambar Kerja & Preview Freestanding Sign Permanen ...161

Gambar 91: Gambar Kerja & Preview Ceiling-Hung Sign ...162

Gambar 92: Gambar Kerja & Preview Projecting Sign ...163

Gambar 93: Gambar Kerja & Preview Flatwall Sign ...164

Gambar 94: Key Visual Iklan Promosi Tur Lokomotif (Sore) dalam Poster ...165

Gambar 95: Key Visual Iklan Promosi Tur Lokomotif (Pagi) dalam Poster ...166

(15)

xv

Gambar 96: Promosi Lokomotif Tur Lewat Post Instagram ...167

(16)

xvi

DAFTAR BAGAN

Bagan 1: Skema dan Metode Perancangan ...33

Bagan 2: Data Kuesioner Usia Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa ...58

Bagan 3: Data Kuesioner Asal Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa ...59

Bagan 4: Data Kuesioner Ciri Khas Museum Menurut Pengunjung ...60

Bagan 5: 3 Komponen Environmental Graphic Design ...61

Bagan 6: Riset Pengalaman Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa ...68

Bagan 7: Bagan Konsep Kreatif Perancangan ...101

Bagan 8: Matriks Penentuan Look and Feel ...108

Bagan 9: Bagan Existing Visitor Museum Kereta Api Ambarawa ...111

Bagan 10: Skema Pemetaan Konsep Museum Kereta Api Ambarawa ...115

(17)

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel 1: Data Koleksi Lokomotif Museum Kereta Api Ambarawa ...50

Tabel 2: Tabel Harga Operasional Tur Kereta Api ...55

Tabel 3: Data Jumlah Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa ...57

Tabel 4: Tabel Consumer Journey Target Market Pengunjung ...112

(18)

172

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, David. 1996. Branding Menurut Aaker. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ambrose, Gavin, dan Paul Harris. 2010. Design Thinking. Switzerland: AVA Publishing.

Basnendar Herryprilosadoso, dkk. 2017. "Identitas Visual Desa Wisata Batik Cokrokembang Melalui Environmental Graphic Design Sebagai

Pengembangan di Kabupaten Pacitan." Jurnal Penelitian Seni dan Budaya ACINTYA Volume 9 No. 1 20-21.

Basuki, Sulistyo. 2010. Metode Penelitian. Jakarta: Penaku.

Budelmann, Kevin, Yang Kim, dan Curt Wozniak. 2010. Brand Identity Essentials. Massachusetts: Rockport Publishers.

Burhan, Bungin. 2015. Komunikasi Pariwisata - Pemasaran dan Brand Destinasi.

Jakarta: PT. Kencana Prenada Media Group.

Calori, Chris, dan David Vanden-Eyden. 2015. Signage and Wayfinding Design.

New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Cramsie, Patrick. 2010. The Story of Graphic Design . London: The Bristish Library.

Creswell, John W. 2014. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Gibson, David. 2009. The Wayfinding Handbook: Information Design for Public Places. New York: Princeton Architectural Press.

Gottschalk, Louis. 1950. Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.

Heryanto, Bambang. 2011. Roh dan Citra Kota. Surabaya: Brilian Internasional.

I Gde Widja. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah.

Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Jury, David. 2006. What is Typogaphy. Singapore: Page One Publishing.

Kardinata, Hanny. 2015. Desain Grafis Indonesia dalam Pusaran Desain Grafis Dunia. Jakarta: DGI Press.

Kartodirdjo, Sartono. 2005. Sejak Indische Sampai Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

(19)

173

Kotler, Philip, dan Gary Armstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Vol. 1.

Jakarta: Erlangga.

Kusrianto, Adi. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta:

Penerbit Andi.

Lynch, Kevin. 1992. The Image of The City. London: The MIT Press.

Panindias, Asmoro Nurhadi. 2014. "Identitas Visual dalam Destination Branding Kawasan Ngarsopuro." Jurnal Penelitian Seni dan Budaya ACINTYA Volume 6 No. 2 154.

Porter, Michael E. 1998. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: The Free Press.

Rangkuti, Freddy. 1998. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Ricklefs, M.C. 2011. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sihombing, Danton. 2001. Tipografi Dalam Desain Grafis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soekiman, Djoko. 2000. Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (Abad XVII-Medio Abad XX). Yogyakarta:

Yayasan Bentang Budaya.

Sugiyono, Prof. Dr. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Supangkat, Eddy. 2008. Ambarawa Kota Lokomotif Tua. Salatiga: Griya.

Wheeler, Alina. 2017. Designing Brand Identity. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.

(20)

174

LAMPIRAN

Lampiran I

KUESIONER

Judul Kuesioner: Experience Research Museum Kereta Api Ambarawa Topik yang digali: Pengalaman berkunjung dan pendapat terkait pelayanan

Museum.

Cara pengambilan: Pengisian secara online form oleh orang yang mempunyai pengalaman berkunjung via typeform.com dan juga secara langsung dari pengunjung di lingkungan museum (random sampling).

Alamat link: bit.ly/bantuvincent Jumlah pertanyaan: 10

Pertanyaan:

1. Nama lengkap kamu siapa?

2. Umur kamu berapa?

3. Pekerjaan kamu?

4. Kamu tinggal di mana?

5. Terakhir kali kamu ke Museum Kereta Api Ambarawa, berapa lama waktu kamu habiskan di sana?

6. Apakah kamu menjelajahi seluruh isi museum?

7. Menurut kamu pribadi, apa sih yang paling menarik dari isi museum?

8. Kamu pernah mengalami kebingungan mengenai jadwal tur lokomotif? Atau lokasi pembelian tiket? Atau penjelasan informasi (kayak ini apa sih sebenarnya)?

9. Dari skala 1-5, menurut kamu seberapa informatif kah penjelasan info yang ada saat itu mengenai koleksi museum?

10. Menurut kamu Museum Kereta Api Ambarawa paling identik dengan?

(21)

175

NARASUMBER KUESIONER

Adi Wijaya, (21-25 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, Ambarawa.

Agung Dewantoro, (21-25 tahun), karyawan swasta, pengunjung museum, Ungaran.

Aji Permana Sekti, (21-25 tahun), karyawan swasta, pengunjung museum, Pudakpayung, Semarang.

Aldiray Septa Ernonanda, (16-20 tahun), pelajar, Ambarawa

Alif Datu Nurjati Prasetyo, (21-25 tahun), wirausahawan, pengunjung museum, Kota Semarang.

Andry Isnu Cahyono, (21-25 tahun), mahasiswa, Ambarawa.

Annissa Chandra Buana Mulia, (16-20 tahun), pelajar, pengunjung museum, luar Ambarawa.

Antonius Kriswantoro, (> 35 tahun), pengunjung museum, karyawan swasta, luar Ambarawa.

Awan Ardiyanto, (21-25 tahun), wirausaha, Ambarawa.

Bebby Tanggela, (21-25 tahun), mahasiswa, Kupang.

Binna Oktafianto, (21-25 tahun), karyawan swasta, luar Ambarawa.

Chanif Ridho Aji, (21-25 tahun), karyawan, Ambarawa.

Cony Sasmita, (21-25 tahun), mahasiswa, Kudus.

Dian Ajeng Kumala Dewi, (21-25 tahun), mahasiswa, pelajar, Ambarawa.

Ervi Handaryana, (21-25 tahun), karyawan swasta. Ungaran.

Febri Prasetya, (21-25 tahun), pelajar, mahasiswa, luar Ambarawa.

Fernando Okky Permama Putra, (21-25 tahun), mahasiswa, Ambarawa.

Irfan Junarko, (21-25 tahun), karyawan, mahasiswa, Ambarawa.

Irham Hadana Saputra, (21-25 tahun), mahasiswa, Wonosobo.

Isabellita K., (21-25 tahun), mahasiswa, luar Ambarawa.

Ja'far Ath Toyyar Huda, (21-25 tahun), karyawan swasta, Banyumanik, Semarang.

Klara Putri Prayudini, (21-25 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, Muntilan.

Laferra, (21-25 tahun), mahasiswa, luar Ambarawa.

(22)

176

Lintang Widowati, (21-25 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, Banyumanik, Kota Semarang.

M. Abdul Latif, (16-20 tahun), pelajar, pengunjung museum, luar Ambarawa.

Nanda Nur Oktafiyani, (21-25 tahun), mahasiswa, luar Ambarawa.

Nicholas Wilde, (21-25 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, luar Ambarawa.

Novianto Prihady, (21-25 tahun), karyawan, Banyumanik, Semarang.

Novita, (21-25 tahun), karyawan swasta, luar Ambarawa.

Oky Andhi Perdana, (21-25 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, Salatiga.

Pak Budi, (40 tahun), pengunjung museum, Magelang.

Ramadhan Muhammad Rifai Ardiansyah, (16-20 tahun), pelajar, pengunjung museum, luar Ambarawa.

Sari Widyaningrum, (21-25 tahun), karyawan swasta, Ambarawa.

Stanislaus Agil Dhamar Santanu, (21-25 tahun), mahasiswa, luar Ambarawa.

Tessa Bias Sawintang, (16-20 tahun), mahasiswa, pengunjung museum, Malang.

Ulfa Panca Sasmi, (20-25 tahun), pengunjung museum, karyawan swasta Yogyakarta.

William Manual Son, (21-25 tahun), mahasiswa. Semarang.

Yohanes Yudistira Adu Pratama, (21-25 tahun), mahasiswa, Ungaran.

Yolanda Pratima Rahmadani, (16-20 tahun), mahasiswa, Banyumanik, Semarang.

(23)

177

PREVIEW KUESIONER

(24)

178

(25)

179

(26)

180

HASIL KUESIONER

(27)

181

(28)

182 Lampiran II

TRANSKRIP WAWANCARA Hari/Tanggal: 25 November 2018

Lokasi: Museum Kereta Api Ambarawa

Waktu: 13.56 - 14.10 WIB

Narasumber: Ulfa Panca Sasmi, (21 tahun), pengunjung museum, Karyawan swasta, Yogyakarta

Topik: Pengalaman berkunjung dari perspektif anak muda (20-25 tahun)

Peneliti: “Namanya siapa? Dari mana?”

Narasumber: “Namanya Ulfa Panca Sasmi.”

Peneliti: “Panggilan?”

Narasumber: “Ulfa”

Peneliti: “Dari?”

Narasumber: “Dari Jogja”

Peneliti: “Jogja?”

Narasumber: “Iya”

Peneliti: “Itu berarti dari Jogja langsung ke sini?”

Narasumber: “Nggak sih, emang kerja di sini.”

Peneliti: “Oh emang kerja di sini?”

Narasumber: “Iya”

Peneliti: “Terus tadi ke sini jam berapa mbak?”

Narasumber: “Jam berapa ya tadi? Jam 12-an, jam 1.”

Peneliti: “Tujuan ke sini itu emang mau naik kereta lokomotif atau mau jalan-jalan aja, terus buat foto-foto gitu?”

Narasumber: “Ya semuanya sih, pas dateng cuman mau jalan-jalan terus penasaran mau naik keretanya ternyata.”

Peneliti: “Tiketnya habis?”

Narasumber: “Iya tiketnya habis yaudah tinggal jalan-jalan”

Peneliti: “Terus menurut mbak yang paling menarik di sini itu emang dari lokomotifnya ya mbak ya?”

(29)

183 Narasumber: “Iya”

Peneliti: “Atau dari bangunannya, terus koleksi benda-bendanya yang paling menarik gitu?”

Narasumber: “Bangunannya juga sih, kan bangunan kuno ya?”

Peneliti: “Nggih”

Narasumber: “Soalnya kan asik aja buat foto-foto.”

Peneliti: “Terus apalagi ya, oh ya tadi kan sempet kehabisan tiket.

Sebenernya tadi kan mau naik keretanya, itu sebenarnya kalau dalam era sekarang itu masih efektif nggak sih mbak kalau tiketnya hanya dijual pas di sini aja atau mungkin bisa by online, menurut personal pribadinya mbak gimana?”

Narasumber: “Iya kalau seharusnya sih, museumnya kan terkenal banget ya. Seharusnya bisa online jadi bisa iya booking dulu sebelumnya. Tapi katanya mbaknya tadi juga bisa booking dulu.”

Peneliti: “Tapi karena mbaknya belum mendapat informasi jadi nggak tahu?”

Narasumber: “Iya bener bener. Iya, nggak dapat informasi terus baru pertama kali juga ya hehehe”

Peneliti: “Oh iya iya, terus mbaknya udah keliling di sini semuanya mbak?”

Narasumber: “Belum semuanya sih hahaha”

Peneliti: “Terus kan di sini kan tadi kan ada semacam petunjuk informasi ini di mana, lokomotifnya di mana, nah itu sudah cukup bagi mbak sangat membantu atau masih kurang?

Masih kebingungan?”

Narasumber: “Masih, masih kurang sih. Hm gimana yo, kaya gimana ya hahaha”

Peneliti: “Kaya nemuin ini itu apa?”

Narasumber: “Iya kaya belum ada penjelasan yang rinci gitu lho. Karena kita kan pertama ke sini ya”

(30)

184

Peneliti: “Iya”

Narasumber: “Jadi kita kan nggak tahu”

Peneliti: “Beli tiket di mana kaya gitu gitu nggih?”

Narasumber: “Jadi agak kurang”

Peneliti: “Kurang informatif gitu ya?”

Narasumber: “Iya gitu.”

Peneliti: “Terus kalau terbayang dari bentuk dari segi bangunan, dari segi koleksi itu sebenarnya Museum Kereta Api Ambarawa ini identik sama perjuangan atau kaya bangunan klasik gitu mbak? Yang paling, yang pertama kali muncul di benak mbaknya.”

Narasumber: “Apa ya.”

Peneliti: “Kaya misalnya lihat kereta oh ini teringat masa perjuangan atau ini kesan klasik gitu.”

Narasumber: “Klasik sih”

Peneliti: “Lebih ke kesan klasik ya”

Narasumber: “Iya soalnya sejarah-sejarahnya kan disimpan semuanya ya tapi gak mungkin juga sih membaca semuanya hehehe jadi ya cuman lihat aja.”

Peneliti: “Ya udah mbak terima kasih atas waktunya.”

Narasumber: “Sama-sama mas.”

(31)

185 Hari/Tanggal: 25 November 2018

Lokasi: Museum Kereta Api Ambarawa

Waktu: 12.50 - 13.00 WIB

Narasumber: Bapak Budi, (40 tahun), pengunjung museum, Karyawan swasta, Magelang

Topik: Pengalaman berkunjung dari perspektif orang dewasa, rombongan keluarga (lebih dari 30 tahun).

Peneliti: “Oh maaf pak tadi namanya siapa?”

Narasumber: “Pak Budi. 40 tahun”

Peneliti: “Dari Magelang ya pak?”

Narasumber: “Iya.”

Peneliti: “Tapi bapak sudah sempet keliling-keliling pak?”

Narasumber: “Sempet. Sempet capek hehehe. Ya sampe apa. Ya sampe Marem, sampe puas hahaha.”

Peneliti: “Terus dari pengalaman bapak jalan-jalan ke sini, itu kan sebenarnya banyak nih pak. Ada halte-halte kaya gini, terus koleksi lokomotif, terus ada benda-benda kereta api kaya gitu, menurut bapak kan di sini juga ada semacam petunjuk informasi, itu cukup membantu nggak sih pak?”

Narasumber: “Itu cukup membantu mas, masalahnya ya, njuk gimana ya.

Untuk, untuk anunya sendiri cukup membantu karena kita juga mungkin karena baru pertama kali masuk ya ndak tahu.”

Peneliti: “Tapi dengan udah ada kaya gini yang misalnya kaya Penunjuk ke beli tiket di mana itu bapak udah apa ya istilahnya, itu petunjuk informasinya sudah cukup mewakili atau?

Narasumber: “Cukup, cukup mewakili untuk apa namanya itu”

Peneliti: “Jadi kan sebenarnya, saya kan emang apa ya perancangan skripsinya tentang Museum Kereta Api Ambarawa dan kebetulan jurusan saya kan desain grafis pak desain. Nah rencananya tuh saya ingin merancang kaya sebuah desain

(32)

186

grafis untuk kereta api ini lho pak jadi dari segi logo terus dari apa petunjuk informas dikemas dengan lebih baik kaya gitu-gitu sih pak.”

Narasumber: “Ya cukup kalau mau dibuat yang lebih baik lagi ya bagus lagi artinya kalau untuk zaman yang sekarang kan mungkin ya ada apa iya pemanis lagi. Kalau sekarang ini cukup tapi ya kalau mau diperbaikin lagi ya masih bisa, diperbagus lagi jadi yang lebih bagus.”

Narasumber: “Kalau di tempat wisata kaya gin ikan biasanya banyak anak-anak, nah dibikin yang ramah untuk anak-anak ada playgroundnya, itu kan playgroundnya cuman apa outdoor semua, nah kalau indoor kan anak-anak jadi nggak bisa main.

Itu bisa dengan di dalem playgroundnya. Terus ada punya ibu-ibu yang sedang menyusui itu ada ruang menyusui, di sini kan nggak ada to?”

Peniliti: “Oh iya iya betul. Di dalem itu juga nggak ada food courtnya gitu.”

Narasumber: “Iya nggak ada, kalau istirahat ya di mushola kalau nggak ya di sini ini.”

Peneliti: “Tapi untuk yang terkait mengenai keberangkatan tiket eh malah tiket, keberangkatan kereta api lokomotif itu emang bener tahu dari orang apa dari internet?”

Narasumber: “Saya tahu dari orang, ya dari internet tapi saya tahu dari orang mas ya kalau untuk keberangkatannya untuk hari weekend saja, tanggal merah.”

Peneliti: “Iya bener pak. Tapi tadi pas sampai ke sini, itu sudah tahu belum pak lokasi beli tiketnya di mana?”

Narasumber: “Belum, harus tanya-tanya dulu. Kirain sekalian di depan langsung beli. Langsung sekalian di mana, di depan. Tapi ternyata kurang efektif juga untuk pembelian tiket wisatanya karena kita harus tanya-tanya dulu, masuk dulu baru apa namanya baru beli.”

(33)

187

Narasumber: “Saya bingung kok wisata apa keretanya kok datangnya dari sana terus.”

Peneliti: “Iya emang kan sebelum saya riset yang kedua ini kan sudah sempet tanya pak, saya kan dari Solo, nah emang kalau apa depo lokomotifnya itu ada di sebelah sana pak. Jadi nanti berangkatnya dari sana terus tapi kalau untuk arah yang sering dilewati emang banyak yang ke arah Tuntang. Kalau yang arah sini jarang sih pak.”

Narasumber: “Oh jarang ya. Soalnya belum tahu ap aitu rutenya hehehe Ini kita juga nggak dikasih tahu sama masnya untuk ruternya sama petugasnya di sana”

Peneliti: “Tapi tadi yang beli kebanyakan emang dari luar kota ya pak ya?”

Narasumber: “Kurang tahu saya, wong apa namanya kita sudah baru kali ini juga, tapi kayanya banyak juga yang dari luar kota.”

Peneliti: “Dapet kereta wisata yang jam berapa pak?”

Narasumber: “Jam 2 terakhir ini hahaha.”

Gambar

Gambar 96: Promosi Lokomotif Tur Lewat Post Instagram ...............................167

Referensi

Dokumen terkait