• Tidak ada hasil yang ditemukan

eprints.ubhara.ac.id/869/6/SKRIPSI.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "eprints.ubhara.ac.id/869/6/SKRIPSI.docx"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

Artinya semakin baik hubungan antara manusia dengan lingkungan kerja maka semakin baik pula etos kerja karyawan tersebut. Apakah variabel hubungan karyawan, kondisi lingkungan, dan disiplin berpengaruh secara simultan terhadap etos kerja di PT. Apakah variabel hubungan antar karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin berpengaruh secara parsial terhadap etos kerja di PT.

Diantara variabel hubungan antar karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin, manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap etos kerja di PT. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah variabel hubungan karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin berpengaruh secara simultan terhadap etos kerja PT. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah variabel hubungan antar karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin berpengaruh secara parsial terhadap etos kerja PT.

Untuk mengetahui dan menganalisis variabel hubungan antar karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin, variabel manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap etos kerja PT. Subur Berkah Nusantara tentang pentingnya hubungan karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin dalam upaya meningkatkan etos kerja karyawan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Penelitian Terdahulu

  • Pengertian Organisasi
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Hubungan Antar Karyawan (Human Relation)
  • Kondisi Lingkungan
  • Etos Kerja
  • Hubungan Antar Karyawan Dengan Etos Kerja
  • Hubungan Kondisi Lingkungan Kerja Dengan Etos Kerja
  • Hubungan Disiplin Kerja Dengan Etos Kerja

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh hubungan antarmanusia dan kondisi lingkungan kerja terhadap etos kerja dan kinerja karyawan PT. Penelitian berjudul “Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Etos Kerja Pegawai Bank Bengkulu Capem Wilayah Curup”. Penelitian berjudul “Pengaruh Human Relations (hubungan antar manusia) dan kondisi lingkungan fisik terhadap Etos Kerja Karyawan PT.

Analisis pengaruh hubungan manusia atau hubungan antara manusia dan kondisi lingkungan kerja terhadap etos kerja dan kinerja PT. Pengaruh hubungan antarmanusia dan kondisi fisik lingkungan kerja terhadap etos kerja karyawan PT. Pegawai yang memiliki etos kerja tinggi tidak akan bergantung pada ada tidaknya atasan atau manajemen.

Etos kerja yang baik dalam suatu perusahaan dapat membantu karyawan memahami cara kerjanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu diketahui bahwa hubungan antar pegawai merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi etos kerja (Saputro, 2017: 6). Lingkungan kerja selain menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kinerja juga dapat mempengaruhi baik buruknya etos kerja karyawan (Arifiah, 2015:16).

Jika disiplin kerja yang baik dan tinggi ditanamkan dalam diri karyawan, maka hal ini secara tidak langsung akan berkontribusi terhadap etos kerja (Gustinsia, dkk. 2014).

Kerangka Konseptual

Dimensi ini mencakup seluruh unsur yang akan dievaluasi dalam pekerjaan setiap pegawai dalam suatu organisasi. Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa etos kerja (Y) merupakan variabel terikat, sedangkan hubungan antar karyawan (X1), kondisi lingkungan (X2) dan disiplin (X3) merupakan variabel bebas.

Gambar 2.1Kerangka Konseptual
Gambar 2.1Kerangka Konseptual

Hipotesis

Bahwa variabel hubungan karyawan, kondisi lingkungan kerja dan disiplin kerja sekaligus mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel etos kerja karyawan PT. Bahwa variabel hubungan karyawan, kondisi lingkungan kerja dan disiplin kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel etos kerja karyawan PT.

Kerangka Proses Berpikir

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan kajian yang diuraikan pada Bab I serta tinjauan teoritis dan tinjauan empiris yang diuraikan pada Bab II, terlebih dahulu disusun kerangka proses berpikir. Proses berpikir dalam kajian teoritis merupakan proses berpikir deduktif, yaitu cara berpikir yang ditangkap atau diambil dari pernyataan-pernyataan umum kemudian ditarik kesimpulan yang konkrit, sedangkan kajian empiris yang terdiri dari penelitian terdahulu, jurnal dan artikel merupakan proses berpikir induktif. yaitu cara mempelajari sesuatu yang dimulai dari hal atau peristiwa tertentu untuk menentukan hukum umum. Induksi adalah suatu cara berpikir dimana suatu kesimpulan umum diambil dari berbagai kasus individual.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh variabel-variabel dengan segala hubungan dan pengaruhnya, sehingga dapat disusun hipotesis sementara dalam penelitian. Pengusulan hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan alat uji statistik yang relevan, sehingga diperoleh hipotesis dapat diuji kebenarannya dan kemudian dijadikan bahan perbandingan untuk mengetahuinya.

Definisi Operasional dan Pengetauhan Variabel .1 Definisi Operasional

  • Pengukuran Variabel

Disiplin kerja merupakan suatu alat yang digunakan perusahaan untuk mengubah perilaku dan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kemauan individu untuk mematuhi segala peraturan perusahaan dan norma sosial yang berlaku. Etos kerja adalah perasaan, pembicaraan dan tindakan seseorang ketika melakukan pekerjaan, jika manusia melakukan aktivitas atau pekerjaan tanpa etos, tanpa moral dan etika, maka manusia meniru binatang dalam melakukan pekerjaannya. Variabel penelitian inilah yang menjadi fokus penelitian ini, tujuannya adalah untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel tersebut.

Hubungan antar karyawan (X 1 )

Yakni kedekatan yang terjalin antara pegawai dengan pegawainya, pemimpin dengan pemimpinnya, serta pemimpin dengan pegawainya. Yaitu kepercayaan yang dimiliki seorang pemimpin terhadap karyawannya, yang dicapai dengan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk berpartisipasi dalam diskusi ketika menyelesaikan suatu masalah. Konsultasi dilakukan dengan pegawai yang mempunyai kedudukan lebih tinggi atau mempunyai wawasan yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Kondisi lingkungan (X 2 )

Yakni tersedianya tempat kerja yang luas atau tidak ramai dengan tujuan untuk memudahkan gerak bebas pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.

Etos Kerja ( Y )

  • Desain Instrumen Penelitian
  • Teknik Penentuan Sampel .1 Populasi
    • Sampel
  • Teknik Pengambilan sampel
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Teknik Pengambilan Data .1 Jenis Data
    • Pengumpulan Data
  • Pengujian Data
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas
  • Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis .1Teknik Analisis
    • Pengertian Uji Hipotesis

Dalam kegiatan ini desain kuesioner mencakup indikator dan item yang digunakan sebagai alat pengukuran variabel dan pengumpulan data di lapangan. Populasi penelitian adalah suatu bidang generalisasi yang terdiri dari obyek-obyek atau subyek-subyek yang mempunyai ciri dan ciri tertentu. Jadi, jumlah yang dipilih dari 350 populasi dalam penelitian ini adalah 187 responden yaitu karyawan PT.

Lingkar Timur Rangkah Kidul Sidoarjo - Jawa Timur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2008 dan didirikan oleh Saibun. Sedangkan penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 hingga data yang diperlukan telah lengkap untuk pengumpulan data yang diperlukan oleh peneliti. Data ini mencakup data dari sumber yang diperoleh langsung dari perusahaan, dari penyebaran kuesioner atau dari hasil observasi. Dalam penelitian ini data sekunder berupa buku-buku pendukung penelitian, dokumen perusahaan mengenai sejarah perusahaan dan struktur organisasi.

Menurut Sugiyon, kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efektif jika peneliti mengetahui secara pasti variabel apa yang diukur dan apa yang diharapkan dari responden. Kuesioner dalam penelitian ini telah ditentukan pilihan jawabannya dengan menggunakan kriteria skala likert.

Besar atau tidaknya data sangat menentukan kualitas hasil penelitian. Sedangkan benar atau tidaknya suatu data tergantung pada apakah data tersebut telah teruji dengan baik. Untuk itu data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas digunakan dalam penelitian untuk mengukur valid atau tidaknya data yang diperoleh (kuesioner). Data yang berupa angket dalam suatu penelitian dapat dikatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam angket tersebut dapat memperoleh informasi tentang sesuatu yang akan diukur dengan angket tersebut (Sugiyono, 2014:121).

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif, sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu data yang terkumpul diolah terlebih dahulu agar siap untuk dianalisis.Tahap pengolahan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pemasukan data atau pemasukan data dari kumpulan informasi yang diterima di media, yang nantinya informasi tersebut dapat dimanipulasi dan dibaca. Uji linearitas sangat penting dilakukan dalam penelitian, dengan tujuan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau belum. Apakah fungsi yang dipelajari dalam kajian empiris harus linier, kuadrat, atau kubik? Apakah variabel-variabel baru itu penting atau tidak jika dimasukkan dalam model empiris dalam penelitian? Mengenai rumusan masalah dalam penelitian ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, hipotesis dirumuskan dengan menggunakan kerangka dasar pemikiran yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan dalam suatu penelitian.

Tabel 3.3 Skala Likert
Tabel 3.3 Skala Likert

Uji Hipotesis Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji Hipotesis Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Penentuan Variabel Dominan

  • Deskripsi Obyek Penelitian
    • Tentang PT. Subur Berkah Nusantara
    • Struktur Organisasi
  • Data dan Deskripsi Hasil Penelitian .1 Karakteristik Responden
  • Analisis Hasil Penelitian Dan Pengujian Hipotesis .1 Analisis Hasil Penelitian
    • Uji Reliabilitas
  • Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
    • Analisis Regresi Linear Berganda
    • Analisa Koefisien Determinasi Simultan (R²)
    • Uji Hipotesis
    • Pembahasan
    • Simpulan
    • Saran

Dari kesimpulan 3 variabel diatas dapat disimpulkan bahwa variabel hubungan antar pegawai, kondisi lingkungan dan disiplin secara parsial mempengaruhi etos kerja yang berarti hipotesis diterima. Dengan demikian sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa hubungan antar pegawai, kondisi lingkungan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap etika kerja dalam penelitian ini terbukti kebenarannya. Artinya dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti variabel hubungan karyawan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap etos kerja karyawan PT.

Subur Berkah Nusantara dimana pengaruh hubungan antar karyawan sebesar 43,5% terhadap semangat kerja karyawan PT. Jadi dalam penelitian ini, pengaruh hubungan antar karyawan terhadap semangat kerja karyawan terbukti benar adanya. Hipotesis yang menyatakan bahwa hubungan antar karyawan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja dalam penelitian ini terbukti kebenarannya.

Artinya dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti variabel kondisi lingkungan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap etika kerja karyawan PT. Subur Berkah Nusantara dimana pengaruh lingkungan kerja sebesar 27% terhadap etos kerja karyawan PT. Artinya dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap etos kerja karyawan PT.

Subur Berkah Nusantara dimana pengaruh disiplin kerja sebesar 21,9% terhadap etos kerja karyawan PT. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa variabel hubungan antar karyawan merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap etos kerja karyawan PT. Artinya dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti variabel kondisi lingkungan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap etos kerja karyawan PT.

Subur Berkah Nusantara dimana pengaruh kondisi lingkungan sebesar 27% terhadap etos kerja karyawan PT. Artinya dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti hubungan karyawan, kondisi lingkungan dan disiplin secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja karyawan PT. Berdasarkan hasil yang telah direalisasikan hubungan variabel hubungan antar karyawan, kondisi lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap etos kerja karyawan PT.

Pengaruh hubungan antarmanusia dan kondisi lingkungan fisik terhadap etos kerja karyawan PT. Analisis pengaruh (Hubungan Manusia) dan Kondisi Fisik Lingkungan Kerja terhadap Etos Kerja dan Kinerja Karyawan PT.

Gambar  4.1  Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

VARIABEL KONDISI LINGKUNGAN (X 2 )

VARIABEL DISIPLIN (X 3 )

Referensi

Dokumen terkait