Upaya peningkatan pengetahuan reproduksi dan penanggulangan perilaku seksual pranikah pada remaja di Rw 007 Padurenan Mustikajaya. Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'al yang mensyukuri Taufik, rahmat dan hidayah-Nya, kami diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan peningkatan pengetahuan reproduksi dan pengendalian perilaku seksual pranikah pada remaja di Rw 007 Padurenan Mustikajaya, yang dalam hal ini adalah hipertensi pada usia dewasa akhir di RT 03 RW 02 Kelurahan Panjang Jaya Bekasi Timur. Hainun Nisa, SST., M.Kes selaku Wakil Presiden III Bidang Kemahasiswaan dan Pascasarjana STIKes Medistra Indonesia.
Kiki Deniati, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Ketua Program Studi Keperawatan (S1) dan Pendidikan Profesi Ners STIKes Medistra Indonesia. Seluruh dosen dan staf Stikes Medistra Indonesia banyak membantu memberikan ilmu, masukan dan bimbingan selama proses pendidikan. ACARA PENYELENGGARAAN (SAP) UPAYA UNIT MENINGKATKAN PENGETAHUAN REPRODUKSI DAN MENGATASI PERILAKU SEKSUAL PRAMARINI PADA REMAJA DI RW 007 PADURENAN MUSTIKJAYA.
Untuk menumbuhkembangkan perilaku hidup sehat pada remaja diperlukan kepedulian berupa pelayanan dan pemberian informasi yang benar mengenai masalah perilaku seks bebas di kalangan remaja. Penelitian mengenai perilaku seksual dilakukan di Desa Padurenan Kecamatan Mustikajaya dan hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi antara orang tua dan remaja masuk dalam kategori cukup sehingga mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja. Oleh karena itu, diharapkan melalui pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dan akibat yang dihadapi jika melakukan perilaku seksual pranikah, remaja dapat berperilaku positif.
Agar kegiatan pendidikan kesehatan mengenai perilaku seksual pranikah remaja dapat berjalan dengan baik tentunya harus ada peran serta dari berbagai pihak, dalam hal ini kampus STIK Medistra Indonesia adalah pihak yang bertugas memimpin dan membimbing mahasiswa dalam kegiatan pendidikan kesehatan dan RT/RW. 007/007 Mustikajaya sebagai pihak yang berwenang menerbitkan izin tempat diadakannya kegiatan pendidikan kesehatan.
HASIL KEGIATAN
Latar Belakang
Kejahatan atau kerusakan moral dan moral pada remaja tidak hanya mengkhawatirkan mereka karena dikucilkan oleh masyarakat, tetapi juga mengkhawatirkan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Salah satu faktor penyebab merosotnya akhlak atau akhlak di masyarakat khususnya di kalangan remaja adalah tidak tertanamnya nilai-nilai agama dalam seluruh perilaku hidupnya. Menurut BKKBN, populasi remaja (10-24 tahun) perlu mendapat perhatian serius karena remaja pada usia sekolah dan usia kerja sangat rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, narkoba dan HIV/AIDS.
Untuk berkembangnya perilaku hidup sehat pada remaja diperlukan kesadaran berupa pelayanan dan informasi yang benar mengenai masalah perilaku seksual bebas pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan suatu program yang mampu memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang baik untuk mengurangi dampak dari berbagai permasalahan kenakalan remaja.
Tujuan Intruksional Umum
Tujuan Intruksional Khusus
Materi
Orang tua yang sering mendengarkan perkataan dan tindakan anaknya dapat memberikan semangat dan inspirasi kepada anak sehingga anak terpacu untuk menggunakan kemampuannya tanpa khawatir akan kegagalan. Anak yang secara rutin didengarkan atau diperlihatkan perkataan dan tindakannya secara konsisten sesuai kondisi dan situasi yang diimbangi dengan tindakan orang tua yang tegas dan jujur, dapat menjadikan anak berperilaku terbaik bagi dirinya tanpa takut melakukan kesalahan dan mengambil resiko atas tindakannya. Komunikasi yang dilakukan orang tua dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan contoh perilaku seperti perkataan dan tindakan yang lembut dan menyenangkan sehingga ketika anak melakukan kesalahan, orang tua memberikan koreksi yang lembut dan menyenangkan sehingga anak merasa tenang dan tidak tegang.
Komunikasi dijalin oleh orang tua yang mau mendengarkan perkataan dan ungkapan, bersosialisasi dengan anak, sehingga anak mau terbuka dan berbicara bersama mengenai permasalahan yang dialaminya. Komunikasi dibangun orang tua dengan cara memberikan perkataan dan tindakan seperti memberi kebebasan pada anak untuk bertindak tanpa anak merasa tertekan, anak menjadi lebih terbuka, belajar menerima pendapat dan bergaul dengan orang lain. Komunikasi yang dibangun oleh orang tua yang selalu membimbing, mendidik, melatih dan selalu memberikan kepercayaan dan kebebasan yang ditujukan agar anak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya b) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja - Meningkatkan Seksual Libido.
Orang tua menyadari bahwa diperlukan banyak persiapan untuk menjamin masa depan anaknya, oleh karena itu orang tua ingin anaknya bersekolah setinggi-tingginya, kebiasaan ini sering terjadi pada masyarakat perkotaan. Bagi remaja yang tidak dapat mengendalikan diri, maka akan muncul keinginan untuk melakukan perilaku seksual sebelum menikah. Banyak orang tua yang belum memahami pengetahuan seksual atau orang tua yang enggan membicarakan seksualitas karena menganggapnya tabu.
Para orang tua atau orang dewasa lainnya bahkan para pendidik tidak mau membuka diri kepada anaknya tentang pengetahuan seksualitas karena takut anak akan melakukan hubungan seks sebelum waktunya karena rasa penasarannya yang semakin besar. Ketika anak mulai bertanya tentang pengetahuan seksual, orang tua biasanya menghindarinya atau bahkan memberikan jawaban yang salah. Pengaruh perilaku seksual pranikah dapat menimbulkan perasaan bersalah, bersalah, marah, takut, cemas dan masih banyak lagi, sehingga remaja dapat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti aborsi, putus sekolah.
Masa perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan terjadinya perubahan fisik seperti (bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ seksual. Ciri-ciri seksual primer meliputi perkembangan organ reproduksi, sedangkan ciri-ciri seksual sekunder meliputi perubahan bentuk tubuh tergantung jenis kelamin, misalnya pada remaja putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama), tumbuhnya rambut kemaluan, membesarnya payudara dan pinggul, suara, tumbuhnya rambut kemaluan, tumbuhnya rambut di bagian tertentu seperti di dada. , kumis dan sebagainya.
Ibu muda cenderung memiliki keterampilan antenatal care yang buruk karena kurangnya pengetahuan dan malu untuk datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. f) Kelainan seksual pada remaja. Permasalahan yang sering muncul pada remaja terkait dengan kematangan dini alat reproduksi pada remaja diantaranya adalah perilaku seks bebas (promiscuous sex), permasalahan kehamilan yang terjadi pada remaja usia sekolah di luar nikah, dan kondisi penularan penyakit menular seksual. termasuk HIV/AIDS Mengapa remaja melakukan hubungan seks? Remaja putus sekolah, kehilangan kesempatan untuk bekerja dan berkreasi karena menjadi orang tua tunggal dan mengalami pernikahan dini yang tidak direncanakan.
Akibatnya siswa akan kesulitan beradaptasi secara psikologis, sulit berperan sebagai orang tua (tidak mampu mengurus kehamilan dan bayinya), yang pada akhirnya menimbulkan stres dan konflik, aborsi ilegal, yang bahkan lebih berisiko mengarah pada kematian ibu dan kematian ibu. Bayi.