KETENTUAN PENGERJAAN TUGAS ESSAY
1. Terdapat tiga pilihan topik, yaitu: anti kekerasan seksual, teknologi digital dan kesehatan mental, regulasi emosi
Bisa dipilih salah satu saja untuk penulisan essay 2. Font Times New Roman ukuran 12
3. Line spacing 1.15 4. Margin (4-3-3-3) 5. Rata kanan kiri 6. Ukuran kertas A4 7. Format file PDF
8. Minimal 1,5 halaman dan maksimal 2 halaman
9. Rename file PDF : Kelompok_Nama_Tugas Laporan Essay (tema) 10. Link Tutor Download Mendeley: https://youtu.be/WkOXW6spevo 11. Link Tutor Mendeley: https://youtu.be/LOdJ5cBLJnc
12. Link tutorial mengakses jurnal internasional dapat diakses di Q1-4:
https://www.youtube.com/watch?v=LMEJsr8sOxM
13. Link tutorial mengakses jurnal nasional dapat diakses di sinta S1-4 : https://www.youtube.com/watch?v=Mob21N8k_A4
14. Daftar pustaka atau sitasi menggunakan format APA 7th edition 15. Tanpa cover
16. Tujuan Tugas:
● Melatih kepekaan Trisula Muda terhadap isu-isu yang ada di sekitar
● Memahami bagaimana cara penggunaan mendeley untuk penulisan daftar pustaka
TUGAS LAPORAN ESSAY PSYCHOJOURNEY 2024
Nama : Lailin Nuzzul Maghfira NIM : 24120664500
Kelompok : Alfred Adler
Topik : Teknologi Digital dan Kesehatan Mental
JUDUL
Pengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Kesehatan Mental Remaja Indonesia Nama Penulis
Lailin Nuzzul Maghfira A. Pembuka
Kesehatan mental adalah suatu kesejahteraan seseorang dalam menyadari potensi dirinya sendiri, akan mengatasi masalah dalam kehidupan normal, melakukan pekerjaan produktif dan menghasilkan, mampu berperan di dalam komunitasnya (Dewi, 2012). Kesehatan mental remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu di perhatikan.
Mengingat tingginya tingkat stres dan kecemasan pada remaja dapat mempengaruhi produktivitas remaja. Seiring perkembangan zaman, teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia, teknologi digital (media sosial) banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berkomunikasi dengan orang lain salah satunya Tiktok. Namun tidak dapat dipungkiri dalam penggunaannya dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental penggunanya terlebih remaja. Pada dasarnya, mental yang sehat dapat membantu perkembangan seseorang kejalan yang lebih baik di waktu yang akan datang (Eni, 2022). Menurut laporan Bussiness of apps, pada kuartal II 2022 Tiktok sudah memiliki 1,46 miliar pengguna aktif didunia. Salah satunya di Indonesia, data pengguna aktif tiktok sebanyak 99,1 juta pengguna, pengguna tiktok di indonesia rata-rata menghabiskan waktu di tiktok sebanyak sebanyak 23,1 jam perbulan (Buana & Maharani, 2020). Pengguna aktif tiktok didominasi oleh generasi Z sebesar 47% dengan rentang usia 18-24 tahun (Ariani & Sunarto, 2021). Tiktok banyak digunakan dan menjadi tren dikalangan remaja. Tiktok dapat memberikan dampak positif jika digunakan dengan baik, begitupun sebaliknya. Pengaruh negatif dari penggunaan tiktok membawa dampak buruk
yang fatal terhadap remaja di Indonesia. Maka dari itu, hal tersebut merupakan alasan penulis ingin membahas permasalahan yang terjadi di era sekarang.
B. Isi
Seiring berkembangnya zaman, aplikasi Tiktok kini memiliki banyak fitur-fitur terbaru didalamnya. Salah satu fitur terbaru tersebut yakni “posting ulang” yang dimana dapat digunakan untuk memposting ulang konten orang lain contohnya quotes, komedi, dan informasi. Dari munculnya fitur tersebut, banyak orang-orang berasumsi bahwa remaja sekarang hidup dengan mengikuti standar tiktok. Akibatnya, kesehatan mental yang mereka punya menjadi terganggu yang semulanya memiliki pola pikir yang baik berubah menjadi negatif seperti memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu mereka pikirkan.
Selain itu, dampaknya mengakibatkan mereka merasa ingin mengakhiri hidupnya dengan mem-barcode atau bisa disebut Nonsuicidal Self Injury (NSSI) yang berarti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Berdasarkan konten yang bermunculan di beranda tiktok tentang barcode pergelangan tangan, banyak orang berpikir bahwa gangguan kesehatan mental yang terjadi pada remaja di Indonesia mejadi tren masa kini yang dimana konten tersebut mengajak viewers untuk melukai dirinya sendiri. Menurut pendapat pribadi, masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mengedukasi pengguna tiktok untuk memposting konten yang bernilai positif karena dengan kita memposting konten yang baik otomatis orang yang melihat konten tersebut merasa terinspirasi untuk hidup dengan mental yang sehat seperti membuat konten quotes yang berisikan kata-kata yang positif yang mengajak pembaca untuk bangkit dari luka dimasalalu, konten a day in my life yang berisikan kegiatan positif seseorang. Selain itu, perlunya dorongan dari diri sendiri untuk bangkit menjadi sosok pribadi yang positif sangatlah penting, karena pada dasarnya hal yang baik dimulai dari inisiatif diri sendiri.
C. Penutup
Dari sekian jutaan manusia, pasti memiliki masalah hidup yang berbeda-beda namun jika diri kita sendiri mampu menyelesaikan suatu masalah hidup satu persatu pasti kita akan menemukan titik terangnya. Sebagian besar manusia dihidupnya pasti memiliki sahabat, Jika kita memiliki suatu masalah seperti keluarga, pertemanan, percintaan dan ekonomi sehingga membuat beban pikiran kita menjadi stress kita bisa bercerita kepada seseorang yang welcome kepada kita contohnya teman, keluarga, psikolog tergantung dengan masalah yang kita hadapi serta meminta solusi penyelesaian masalah tersebut meskipun jika ujungnya tidak menemukan solusi yang tepat setidaknya diri sendiri sudah meluapkan perasaan jenuh kepada seseorang dan tidak memendamnya sendiri. Jadi kesimpulan dari permasalahan diatas, jika kita merasa dunia tidak adil bagi kita jangan sampai mengambil solusi untuk mengakhiri hidup atau melukai tubuh kita karna masalah datang untuk menguji kemampuan kita selama hidup didunia dan jika kita merasa tidak mempunyai seseorang untuk dijadikan tempat bercerita, kita masih punya psikolog yang siap merangkul luka yang kita pendam.
D. Daftar Pustaka
1. Mardiana, D. M., Mardiana, N., & Maryana, M. (2024). Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 183-190.
2. Fitri, A. N., Pertiwi, L. B., & Sary, M. P. (2021). Pengaruh media sosial tiktok terhadap kreativitas mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Negeri Jakarta angkatan 2019.
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 13(1), 37-46.
3. Nur, N. B. B., & Widodo, A. (2023). ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA N 2 SUKOHARJO. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6993-6999.
4. Helsa, H., & Astuti, P. A. A. (2024). Konten TikTok Kesehatan Mental dan Dampaknya Terhadap Pengetahuan Mengenai Toxic Relationship. KALBISCIENTIA Jurnal Sains dan Teknologi, 11(01), 82-98.
5. Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Publiciana, 9(1), 140-157.