• Tidak ada hasil yang ditemukan

ESTIMASI SUMBER DAYA BATU PASIR DI DAERAH NOGOSARI,KECAMATAN PACET,KABUPATEN MOJOKERTO,PROVINSI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION

Amanda Pitaloka

Academic year: 2024

Membagikan "ESTIMASI SUMBER DAYA BATU PASIR DI DAERAH NOGOSARI,KECAMATAN PACET,KABUPATEN MOJOKERTO,PROVINSI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ESTIMASI SUMBER DAYA BATU PASIR DI DAERAH

DESA NOGOSARI , KECAMATAN PACET , KABUPATEN MOJOKERTO , PROVINSI JAWA TIMUR

Disusun Oleh:

Kelompok 2

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

2022

(2)

ESTIMASI SUMBER DAYA BATU PASIR DI DAERAH NOGOSARI,KECAMATAN PACET,KABUPATEN MOJOKERTO,PROVINSI JAWA TIMUR

MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION

Rocky Sukakono 1,), Maulana Syarif I.Dq 2), Agista Herdiana Ashar 3), Amanda Pitaloka S4),Shelomita Rompas 5),Nadia Fermanda

Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

)email: [email protected]

ABSTRAK

Nogosari adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.Puthuk Panggang Welut merupakan destinasi wisata hutan pinus dengan desain unik dan menarik.

Berada di lereng Gunung Penanggungan, lokasi wisata ini menyajikan kesejukan dan keindahan alam pegunungan. Wisata ini banyak diminati karena banyaknya spot foto unik, air terjun serta camping ground.Wisata alam yang berlokasi di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur ini diresmikan sejak November 2017. Dengan luas lebih dari 10 hektar, objek wisata ini telah dilengkapi berbagai fasilitas. Sejak kemunculannya, wisata ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas melalui media sosial. Dalam waktu beberapa hari saja, pengelola menerima kunjungan hingga ribuan orang wisatawan. Menuruni perbukitan dengan jalan berkelok, wisatawan akan menemukan spot air terjun kembar. Dua air terjun tersebut yaitu air terjun Watu Gedheg dan air terjun Curah Watu. Menyusuri jalur menuju spot air terjun, wisatawan disuguhi hamparan pepohonan menghijau yang lebat.Air terjun Watu Gedheg menyajikan curahan air dengan ketinggian lebih dari 30 meter.

Kata kunci : Estimasi , Sumber Daya , Batu Pasir

ABSTRAK

Nogosari is a village in Pacet District, Mojokerto Regency, East Java Province. Puthuk Panggang Welut is a pine forest tourist destination with a unique and attractive design. Located on the slopes of Mount Penanggungan, this tourist location presents the coolness and natural beauty of the mountains. This tour is in great demand because of the many unique photo spots, waterfalls and camping grounds. This nature tour, which is located in Pacet, Mojokerto, East Java, was inaugurated in November 2017. With an area of more than 10 hectares, this tourist attraction has been equipped with various facilities. Since its emergence, this tour has been widely known by the wider community through social media. In just a few days, the manager received visits of up to thousands of tourists. Down the hills with a winding road, tourists will find twin waterfall spots. The two waterfalls are the Watu Gedheg waterfall and the Curah Watu waterfall. Along the path to the waterfall spot, tourists are treated to a dense expanse of green trees. Watu Gedheg Waterfall presents an outpouring of water with a height of more than 30 meters Keywords : Estimation , Resource , SandStone

(3)

I.PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara berkembang yang kaya akan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Ada banyak potensi yang masih belum tereksplorasi yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan orang banyak. Seiring dengan perkembangan jaman maka pembangunan secara fisik seperti pembangunan industri dan perumahan pun meningkat. Salah satu potensi bahan galian mineral batuan di kawasan desa Nogosari kecamatan Pacet kabupaten Mojokerto provinsi Jawa Timur adalah pasir batu.

Kota Mojokerto berada di Provinsi Jawa timur yang terletak pada posisi 7°27’0,16” sampai dengan 7° 29’ 37,11” Lintang Selatan serta 112°

24’ 14,3” sampai dengan 112° 27’ 24” Bujur Timur. Berdasarkan dari registrasi akhir 2017, Kota Mojokerto mempunyai 3 Kecamatan dan 18 Kelurahan. Kemiringan tanah (kelerengan) merupakan sudut yang dibentuk oleh permukaan tanah dengan bidang horisontal dan dinyatakan dalam persen (%). Berdasarkan besarnya tingkat kelerengan maka kemiringan tanah di Kota Mojokerto berada pada kelerengan antara 0- 20%. Sebagian besar wilayah di Kota Mojokerto terletak pada kelerengan 0-20%.

Dalam posisi kemiringan 0-20% tersebut, beberapa wilayah Kota Mojokerto bisa digambarkan seperti Lepek (tatakan gelas/cekung) sehingga berpotensi menjadi wilayah genangan ketika hujan turun deras dalam jangka waktu yang agak lama. Peluang untuk mengurangi genangan tersebut adalah dipompa karena posisi ketinggian tanahnya memang cekung ke bawah sesuai dengan topografi kota seperti di bawah ini. Dari peta topografinya, Kota Mojokerto berada pada ketinggian antara 18,75 - 25 diatas permukaan laut. Sebagian besar wilayah di Kota Mojokerto berada pada ketinggian 18,75 mdpl sedang sisanya di kisaran 25 mdpl

BAB II METODOLOGI

Estimasi sumberdaya adalah estimasi potensi dari endapan mineral bijih yang terletak di permukan bumi untuk mengetahui apakah endapan tersebut layak untuk dilanjutkan ke

proses penambangan selanjutnya yaitu perhitungan cadangan. Sumberdaya merupakan bagian dari endapan yang 'diharapkan' dapat dimanfaatkan. Cadangan merupakan bagian dari sumberdaya batubara yang telah diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan

“layak” untuk ditambang. Tujuan pengelolaan sumber daya alam adalah sebagai berikut : Menyelaraskan hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai salah satu bagian dari tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan terkendali. Salah satu aspek penting dalam mendorong kesejahteraan umum adalah dengan memberikan politik hukum yang tegas dalam pengelolaan perekonomian khususnya mengenai SDA, yaitu negara sebagai pengelola utama dalam prinsip pengaturan sumber daya alam. Berdasarkan SNI 4726:2011 (tentang Pedoman Pelaporan, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral), Sumberdaya mineral dibagi menjadi tiga yaitu: Tereka; Terunjuk; dan Terukur. Secara hiekarki, tereka merupakan sumberdaya dengan tingkat keyakinan terendah, sementara terukur merupakan sumberdaya dengan tingkat keyakinan tertinggi.

Parameter pembeda klasifikasi sumberdaya ini berdasarkan data tonase, kadar, dan kandungan mineral yang dapat diestimasi. Semakin dekat jarak antar pengambilan data atau titik bor, semakin baik tingkat keyakinannya.

Adapun cadangan berdasarkan SNI 4726:2011 (tentang Pedoman Pelaporan, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral) dibagi menjadi dua, yaitu cadangan terkira dan terbukti. Cadangan terkira adalah bagian sumberdaya mineral terunjuk yang ekonomis untuk ditambang dan beberapa kondisi

juga merupakan bagian dari sumber daya mineral terukur. Cadangan terbukti merupakan bagian dari sumberdaya mineral terukur yang ekonomis untuk ditambang.

Secara konsep penghitungan sumber daya terukur ditambanh dengan data atau desain final

(4)

pit suatu kegiatan pertambangan merupakan dan/atau dapat diklasifikasikan sebagai cadangan terbukti.

Klasifikasi ini merupakan alat bantu bagi pekerja tambang untuk mengestimasi dan sebagai salah satu pertimbangan dalam membuat suatu keputusan. Dengan pengklasifikasian yang baik, efisiensi tambang dapat meningkat sehingga biaya dan pencemaran lingkungan akibat tambang dapat ditekan. Bahan galian yang ada pada daerah Desa Nogosari, adalah batu pasir yang memiliki potensi untuk di tambang yang memiliki nilia ekonomis. Daerah penelitian berada pada Desa Nogosari, Kecamatan Pacet banyak didapati potensi bahan galian tambang, salah satunya yaitu pasir batu.

Secara umum ganesa batupasir (sandstone) terdiri dari mineral berukuran pasir atau butir- butir batuan yang dapat berasal dari pecahan batuan-batuan lainnya. Sebagian besar pasir batu terbentuk oleh kuarsa atau feldspar karena mineral-mineral tersebut paling banyak terdapat di kulit bumi. Seperti halnya pasir, pasir batu dapat memiliki berbagai jenis warna, dengan warna umum adalah coklat muda, coklat, kuning, merah, abu-abu dan putih.

Karena lapisan batupasir sering kali membentuk karang atau bentukan topografis tinggi lainnya, warna tertentu pasir batu dapat dapat diidentikkan dengan daerah tertentu dan dapat ditentukan penamaannya dengan melihat ukuran butir pada pasir batu tersebut (Wenworth,1922) BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang telah kelompok kami lakukan dengan menggunakan metode Cross Section yang digunakan untuk menghitung potensi sumber daya pasir batu berupa Andesit.

Metode cross section dipilih karena metode ini sederhana, aplikasi perhitungannya mudah dan cepat, mudah digambar, dimengerti dan dikoreksi. Selain itu metode cross section cocok digunakan pada sumberdaya yang bersifat homogen seperti pasir batu. Metode ini adalah salah satu metode perhitungan sumberdaya secara konvensional. Pada masing-masing

penampang akan diperoleh (diketahui) luas bahan galian andesit. Menurut Spero Carras, penggunaan metode cross section didasarkan atas kondisi batuan yang memiliki homogenitas yang tinggi serta termasuk dalam kategori simple geometry. Pada grafik klasifikasi yang dibuat oleh Spero Carras, menunjukkan bahwa apabila batuan termasuk dalam kategori yang memiliki homogenitas yang tinggi maka dengan perhitungan yang sederhana pun dapat menghasilkan keakurasian perhitungan yang cukup baik.

a. Terdapat adanya kekar pada daerah singkapan air terjun Putuk Panggang Welut yang berada di Desa Nogosari, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Singkapan adalah salah satu istilah dalam geologi yang memiliki arti bagian yang terlihat dari bukaan batuan dasar atau deposit superfisial purba pada permukaan bumi. Setiap singkapan batuan menyimpan cerita panjang tentang proses terbentuknya batuan.

b. Memiliki potensi bahan galian yang dapat ditambang Pasir, batu pasir mempunyai banyak kegunaan dalam industri konstruksi , dapat digunakan sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca. Serpih, sebagai bahan perabotan rumah, gipsum , sebagai bahan perekat, penyaring, pupuk tanah, penambah kekerasan bahan bangunan, bahan kapur tulis. berupa batu pasir yang bernilai eonomis.

c. Memiliki morfologi berupa lembah berbentuk V yang berarti lembah tersebut termasuk lembah yang curam, vegetasi di lokasi tersebut adalah Pohon Pinus dan juga terdapat Curug. Curug berarti "air terjun" dalam bahasa Sunda. Selain itu, Curug dapat merujuk pada nama-nama tempat

BAB IV KESIMPULAN

Dari peta topografinya, Kota Mojokerto berada pada ketinggian antara 18,75 - 25 diatas permukaan laut. Sebagian besar wilayah di Kota Mojokerto berada pada ketinggian 18,75 mdpl sedang sisanya di kisaran 25 mdpl. Parameter pembeda klasifikasi sumberdaya ini berdasarkan

(5)

data tonase, kadar, dan kandungan mineral yang dapat diestimasi. Semakin dekat jarak antar pengambilan data atau titik bor, semakin baik tingkat keyakinannya.

mengetahui potensi bahan galian pada lokasi tersebut, mengetahui morfologi yang ada pada daerah tersebut.

Klasifikasi ini merupakan alat bantu bagi pekerja tambang untuk mengestimasi dan sebagai salah satu pertimbangan dalam membuat suatu keputusan. Dengan pengklasifikasian yang baik, efisiensi tambang dapat meningkat sehingga biaya dan pencemaran lingkungan akibat tambang dapat ditekan. Bahan galian yang ada pada daerah Desa Nogosari, adalah batu pasir yang memiliki potensi untuk di tambang yang memiliki nilia ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Study of Hydrothermal Alteration and Mineralization in the Lahbako Field, Jember Regency, East Java Province.

Pengarang

FR Widiatmoko, AS Sari, JAN Ramadhanty, RHK putri

Tanggal Terbit 2021/11/1 Jurnal

Journal of Physics : Conference Series

[2] Pemodelan Perhitungan Cadangan Batubara Dengan Perangkat Lunak Pada PT. Mitra Abadi Mahakam Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengarang

Avellyn Shinthya Sari, Minto Basuki, Satria Ambara Iriawin

Tanggal terbit 2017/9/29 Jurnal

INTEGER : Journal of Information Technology [3] ESTIMASI SUMBERDAYA ANDESIT DENGAN METODE CROSS SECTION DI PT.

BINA NUGRAHA UTAMA, DESA KADEMUNGAN, KECAMATAN KEJAYAN, KABUPATEN PASURUAN, PROVINSI JAWA TIMUR.

Pengarang

Fajar Rizki Widiatmoko, Avellyn Shinthya Sari Tanggal terbit

2021/8/23 Jurnal

Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN)

Referensi

Dokumen terkait