• Tidak ada hasil yang ditemukan

etika berbahasa indonesia pada masyarakat kalangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "etika berbahasa indonesia pada masyarakat kalangan"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

Kedua kata tersebut membuat orang lupa akan bahasanya sendiri sehingga mengakibatkan bahasa Indonesia menjadi tidak bernyawa. Jika bahasa Indonesia tidak diatur dalam undang-undang, masyarakat akan seenaknya menggunakan bahasa yang dianggapnya bahasa gaul. Jadi menurut saya, sebaiknya pemerintah mengatur penggunaan bahasa ini dari hal yang sederhana, misalnya memulai penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan pendidikan dari tingkat.

Maksud saya disini, kita lihat di lingkungan kampus, mahasiswa yang menggunakan bahasa Indonesia baku sangat jarang atau bahkan tidak ada, makanya itu undang-undangnya. Bentuk sapaan yaitu kata ganti seperti yang terdapat dalam bahasa Indonesia adalah kata kamu, kamu, aku, dia dan seterusnya (Anwar.

Rumusan Masalah

Kata Ta'' (pengakuan) dan tabe (permisi) pada kalimat ini merupakan bentuk sapaan untuk menghormati lawan bicara. Begitu pula dengan bahasa, kita dapat mengatakan bahwa seseorang pandai berbahasa. Jika ia selalu memperhatikan tata krama berbahasa, maka etika berbahasa mengharuskan seluruh pemakai bahasa selalu berbahasa sopan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk memilih judul “Adab Berbahasa Indonesia pada Masyarakat Ekonomi Sentral di Desa Letta Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang (Tinjauan Sosiolinguistik)”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoretis

Manfaat Praktis

Kajian Pustaka

  • Penelitian yang Relevan
  • Pengertian Etika Berbahasa
  • Tindak Tutur
  • Peristiwa Tutur
  • Masyarakat Kalangan Ekonomi Menengah
  • Sosiolinguistik

Secara harfiah, etika linguistik diartikan sebagai suatu sistem perilaku linguistik yang dikaitkan dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu budaya tertentu. Jadi etika linguistik adalah tata cara atau norma yang dianut seseorang dalam berinteraksi sosial, khususnya dalam berkomunikasi. Apa yang harus dikatakan pada waktu dan situasi tertentu kepada seseorang sehubungan dengan status sosial dan budaya seseorang.

Yang disebutkan pada poin a dan b menjelaskan tentang kaidah-kaidah sosial bahasa yang akan menjadi inti permasalahan sosiolinguistik mengenai bahasa tersebut. Siapa yang berbicara, bahasa apa yang digunakan, kepada siapa, tentang apa, kapan, dimana dan tujuan berbicara. Butir e kaidah tata krama berbahasa Indonesia menyangkut kualitas suara dan gerak tubuh saat berbicara.

Kajian etika berbahasa Indonesia merupakan spesifikasi komponen situasional yang terjadi pada saat berkomunikasi antar individu. Ketertarikan ilmu sosial terhadap data linguistik bermula dari apa yang diucapkan pada kesempatan tertentu, cara kata dirumuskan, dan bagaimana bahasa lain digunakan dalam percakapan sehari-hari. Instrumentalitas, artinya instrumen atau saluran bahasa mana yang digunakan (misalnya saluran telegraf lisan, tulisan, atau telepon).

Semua bahasa mempunyai apa yang disebut dengan sapaan, yaitu suatu sistem yang menghubungkan sekumpulan kata atau ungkapan yang digunakan untuk menyapa atau menyapa pelaku dalam suatu peristiwa berbahasa (Kridalaksana, 1985: 14). Dalam upaya penyebaran bahasa Indonesia, peran tokoh adat sebagai tokoh masyarakat dinilai mempunyai kontribusi yang sangat besar karena apapun yang mereka katakan, perintah mereka selalu disambut baik oleh masyarakat di komunitasnya. Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan penulis mengenai etika berbahasa Indonesia, maka sosiolinguistik menjadi pembahasan awal atau landasan awal untuk dipahami.

Kerangka Pikir

Jenis Penelitian 1. Jenis Penelitian

Desain Penelitian

Lokasi Penelitian

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sampel

Yaitu etika berbahasa Indonesia pada masyarakat ekonomi menengah masyarakat Desa Letta Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang ditinjau dari sosiolinguistik. Istilah ini secara operasional dapat diartikan sebagai etika atau cara berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat kelas menengah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sering digunakan secara sopan dan santun dalam pergaulan sosial. Kajian sosiolinguistik merupakan ilmu yang mempelajari bahasa yang berkaitan dengan unsur-unsur sosial dalam masyarakat, khususnya pada masyarakat Desa Tondobunga, Desa Balaba, Desa Mandianging, Desa Garotong, Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Teknik Pengumpulan Data

Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh data atau informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian yang akan dilakukan. Peneliti akan mencari informasi yang terdapat pada media cetak seperti majalah dan surat kabar serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Partisipasi adalah suatu kegiatan mengamati yang melibatkan diri sendiri atau terlibat langsung di lapangan dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari yang mereka amati atau gunakan sebagai sumber data, artinya peneliti terlibat langsung dalam kegiatan mencari data yang diperlukan melalui observasi.

Teknik Analisis Data

Profil Wilayah Penelitian

Desa Letta merupakan salah satu dari 9 (sembilan) desa yang ada di Kabupaten Lembang dengan luas wilayah 1.838 Ha. Wilayah kota Letta terletak di sebelah timur pusat kecamatan, sehingga merupakan desa yang berada di ujung timur kecamatan Letta. Sebagian besar kondisi hutan dan ekosistem telah diubah menjadi kawasan pertanian dengan tipe hutan hujan dataran tinggi.

Posisi Desa Letta berada di dataran tinggi dengan kemiringan 0 – 65 persen sehingga memiliki tanah liat berwarna hitam. Sumber daya manusia merupakan salah satu potensi yang perlu diberdayakan agar mampu menggali dan mengolah sumber daya alam. Pembangunan itu sendiri merupakan upaya yang dilakukan oleh rakyat, oleh rakyat, dan untuk kepentingan orang-orang yang terlibat, baik rakyat sebagai obyek maupun subyek pembangunan.

Berdasarkan tabel di atas, jumlah penduduk Desa Letta tahun 2017 menunjukkan jumlah KK sebanyak 432 KK, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 834 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 866 jiwa, serta jumlah penduduk Desa Letta Kecamatan Lembang Pinrang. Distrik ini berpenduduk 1.700 orang.

Hasil Penelitian

Pemakaian Bentuk Sapaan Berdasarkan Variabel Usia

Berdasarkan tabel diatas, jumlah penduduk desa Letta tahun 2017 menunjukkan jumlah KK sebanyak 432 KK, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 834 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 866 jiwa serta jumlah penduduk desa Letta Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. . itu adalah 1700 orang. surat. Berdasarkan budaya yang melekat pada masyarakat, penutur yang lebih mudah diharapkan untuk selalu menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara yang lebih tua. Penutur yang lebih tua diharapkan untuk selalu menunjukkan rasa hormat dan perhatian terhadap pembicara yang lebih muda.

Budaya ini merupakan tradisi di kalangan masyarakat Pinrang di desa Letta karena sejak kecil mereka telah belajar untuk selalu menghargai dan menghormati lawan bicara ketika menyapa lawan bicara, apalagi jika sudah dewasa. Variasi sapaan yang sering digunakan adalah kata anda' yang disertai kata kamu' dan nama diri untuk lawan bicara yang lebih tua dan kata andikku yang disertai kata adikku atau nama diri untuk lawan bicara yang lebih muda atau sama. usia sebagai orang pembicara, seperti yang ditunjukkan pada contoh berikut. A. Dari ketiga pernyataan di atas, sapaan sopan yang dilakukan oleh orang yang lebih muda antara lain dengan kata “kamu ikita,” ayahku, ibuku.

Penggunaan kata ki dan ta pada contoh kalimat di atas juga menunjukkan adanya sapaan hormat yang diberikan penutur kepada lawan bicaranya. Dari berbagai contoh dan uraian di atas terlihat bahwa usia menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam berinteraksi. Sekalipun penyambut atau pembicara mempunyai kedudukan yang lebih tinggi di suatu instansi pemerintah, misalnya kepala desa yang lebih muda menyapa bawahannya yang lebih tua, ia akan menggunakan variasi sapaan ikita.

Pemakaian Bentuk Sapaan Berdasarkan Variabel Jabatan

Pemakaian Bentuk Sapaan Berdasarkan Situasi dan Tempat

Variasi sapaan yang kadang ditemukan dalam situasi resmi yang bersifat daerah adalah: tabe salesurangku on taparegei manangmi cadota sa nadipamulami terapa “Saudara-saudaraku yang terkasih, saya mohon semuanya duduk tegak, karena rapat akan segera dimulai.” Selain variasi sapaan daerah, terdapat pula variasi sapaan lain yang bersifat nasional, yakni saudara, bapak dan ibu. Dalam situasi emosional, bentuk sapaan terkadang berbeda dengan bentuk sapaan yang digunakan dalam situasi normal; bentuk sapaan yang muncul ketika sedang emosi, umumnya menggunakan bahasa dengan ragam bahasa yang kasar, untuk menyembunyikan rasa kesal, bahasa sapaan yang digunakan mempunyai konotasi yang berhubungan dengan intonasi dan bunyi yang tidak wajar, seperti pada tuturan berikut ini.

Pernyataan di atas adalah pernyataan ibu bapa tentang anaknya, yang melarang anaknya melakukan sesuatu pekerjaan, tetapi anaknya tidak mempedulikan larangan tersebut. Dalam contoh yang diterangkan di atas, kelihatan terdapat sapaan halus dengan adanya kata tiang apaki yang menunjukkan adanya sapaan hormat daripada penutur. Namun, apabila memberi salam kepada seseorang, penutur kadangkala turut menggunakan sapaan kasar, apabila penutur dalam keadaan emosi, atau penceramah berasa kecewa dengan pihak lain.

Ucapan salam di atas mengisyaratkan ungkapan yang kasar atau tidak sopan, dari kata kana ko tu'u. Dalam situasi acak, variasi sapaan yang digunakan dapat dilihat pada tuturan berikut. Berdasarkan uraian sebelumnya, baik dalam sapaan umum maupun sapaan khusus, terlihat adanya kesamaan sistem budaya dalam tata bahasa yang digunakan masyarakat Desa Letta Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, yaitu masyarakat dalam memberi salam cenderung untuk selalu bersikap sopan dan hormat dalam menjaga etika dalam memberi salam, apapun statusnya.

Dengan penanaman etika dalam bahasa Indonesia maka individu akan saling menghormati dan menghargai satu sama lain serta akan tercipta rasa persaudaraan yang tinggi.

Pembahasan

Variabel Usia

Variabel Jabatan

Variabel Situasi dan Tempat

Dan Anda dengan nama Anda (yang seumuran). lawan bicara berada tepat di depan Anda, kata sapaan juga bisa berada di tengah-tengah pembicaraan. Apabila pelaku pertama dan pelaku kedua atau penutur dan lawan bicaranya menyertakan pelaku ketiga dalam percakapannya, seperti dalam kalimat: a) Na kua tante onjoko lako bolana. Berdasarkan hasil penelitian Etika Berbahasa Indonesia pada Masyarakat Ekonomi Menengah Desa Letta Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang (tinjauan sosiolinguistik).

Sehingga dapat digambarkan etika berbahasa Indonesia pada masyarakat kelas ekonomi menengah Desa Letta Kabupaten Lembang Kecamatan Pinrang sangat berpengaruh terhadap variabel umur, variabel jabatan dan variabel situasi dan tempat. Sebab antara penutur dan lawan bicara terdapat aktor ketiga dengan tujuan untuk menyalurkan pesan penutur ketiga dari penutur kepada lawan bicaranya. Berdasarkan penelitian dan analisis data mengenai penggunaan etika berbahasa Indonesia pada masyarakat ekonomi menengah di desa Letta kecamatan Lembang kabupaten Pinrang, penulis menyimpulkan.

Ucapan hormat dalam Letta menggunakan sapaan ikita’ yang disertai kata ikita dan nama diri bagi yang lebih tua, serta sapaan ikita yang disertai kata iyaku atau nama diri bagi yang lebih muda. Variasi sapaan jika dilihat dari beberapa variabel akan menghasilkan bentuk sapaan yang berbeda-beda, yaitu menurut umur, penggunaan bentuk sapaan ti'. Seorang penutur yang kedudukannya lebih tinggi dari lawan bicaranya, maka penuturnya akan menggunakan sapaan ikita, yaitu ucapan terima kasih atau rasa hormat penutur kepada lawan bicaranya.

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Bagian Kerangka BerfikirSosiolinguistik
Tabel 4.1. Batas Wilayah Desa letta
Tabel 4.2. Jumlah Penduduk di Desa Letta Jumlah

Referensi

Dokumen terkait

4.3.5 Registration International applicants who were issued official admission offer letter may only register for courses at IUB after they have submitted the original documents