PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pemikiran beliau tentang etika dalam pembelajaran dinyatakan dalam bukunya yang sangat popular, Ādāb al-'Ālim wa al-Muta'allim. Kitab Ādāb al-'Ālim wa al-Muta'allim merupakan salah satu kitab yang berkaitan dengan tema pembelajaran dalam tradisi Islam. Penulis berhasrat untuk mengkaji dan menganalisis kitab Ādāb al-'Ālim wa al- Muta'allim karya KH.
Rumusan Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Istilah
Psikologi belajar merupakan suatu disiplin ilmu yang merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang kajiannya dikhususkan pada masalah-masalah belajar, sehingga psikologi belajar mempunyai ruang lingkup pada masalah-masalah belajar. Teori belajar ada banyak jenisnya, salah satunya adalah teori behavioris, teori ini menganalisis manusia hanya dari sisi yang terlihat dari perilakunya saja. Behaviorisme tidak memperdulikan baik atau buruknya manusia, aliran ini hanya menganalisis bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh lingkungannya.13.
Telaah Penelitian Terdahulu
Aisyah Amini menggunakan metode penelitian kepustakaan dalam tesisnya yang berjudul “Tata Krama Siswa Terhadap Guru (Studi Banding Pemikiran Al Ghazali dan Hamka)” di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2020. 16 Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa jika kita melihat dua orang yang hidup berbeda pada waktu yang berbeda, maka terdapat persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya. Persamaannya adalah Al-Ghazali dan Hamka sama-sama menekankan pada akhlak santri itu sendiri, yakni santri hendaknya bersikap rendah hati. Ada bedanya, Al-Ghazali mengharuskan peserta didik fokus pada satu cabang ilmu yang dipelajari, sedangkan menurut Hamka, peserta didik bisa mempelajari bidang ilmu lain tanpa harus fokus pada satu cabang ilmu.
Metode Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Sistematika Pembahasan
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa analisis wacana akan mempelajari bahasa secara utuh dan komprehensif. Artinya analisis wacana tidak hanya mengkaji bahasa berdasarkan teks, namun juga konteks yang melingkupinya. Pada hakikatnya analisis wacana adalah kegiatan yang digunakan untuk memahami wacana secara komprehensif (tertarget) dan representatif.
KAJIAN PUSTAKA
Etika Murid
Etika normatif terbagi menjadi dua macam, yaitu etika normatif yang dihubungkan dengan teori atau dengan nilai. Dalam bahasa Arab, pelajar merupakan bentuk berkas isim yang berasal dari kata arada-yuridu-iradatan-mahasiswa yang artinya seseorang yang mau. Muta'allim erat kaitannya dengan mu'allim karena mu'allim adalah orang yang mengajar, sedangkan muta'allim adalah orang yang diajar.
Sedangkan muta'addib adalah seseorang yang diberi budi pekerti yang baik atau seseorang yang dilatih menjadi orang yang baik dan berbudi luhur. Pelajar adalah sebutan bagi peserta didik yang menempuh pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pelajar adalah istilah lain yang digunakan untuk pelajar yang mengikuti pendidikan formal pada tingkat menengah atau lebih tinggi.
Santri adalah sebutan bagi santri pada pendidikan nonformal khususnya pesantren atau sekolah berbasis Islam.7. Mahasiswa merupakan pribadi yang mempunyai banyak potensi yang perlu diwujudkan dan dibangunkan dari tidur lelapnya. Kelemahan yang kedua adalah banyaknya permasalahan yang berada di luar jangkauan nalar manusia, terutama yang berkaitan dengan diri sendiri, masa depan dan banyak hal yang berkaitan dengan manusia.9.
10 Imam Nawawi, Adabul Alim Wal Muta'alim: Perincian Majlis Kepentingan Ilmu, Mengajar dan Adab Mengajar serta Fatwa, ed.
Pengertian Guru
Oleh karena itu, dalam masyarakat Jawa, seorang guru dituntut pandai dan mampu menjadi ujung tombak seluruh aspek pembangunan masyarakat (multi talenta). Adanya perbedaan latar belakang pendidikan dapat mempengaruhi aktivitas seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tugas utama seorang guru adalah membantu siswa mencapai tujuan belajarnya dengan memberikan bimbingan, pengajaran dan pendampingan dalam proses belajar mengajar.
Untuk menjadi guru yang profesional khususnya pada pendidikan formal, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh seorang calon guru. Hal ini mencerminkan kompetensi seorang guru, yaitu penguasaan materi pelajaran, metodologi pembelajaran dan pemahaman mata pelajaran pengabdian serta bidang pertarungan seorang guru. Penguasaan materi pelajaran berarti seorang guru benar-benar memahami ilmu yang bersifat spesifikasi dengan segala seluk beluknya.
Penguasaan metodologi pengajaran berarti seorang guru mempunyai kendali yang baik terhadap bagaimana ia mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada siswanya. Penguasaan terhadap objek pelayanan berarti seorang guru telah memahami dan menguasai dengan baik apa yang ada dalam diri siswanya, ciri-ciri lingkungan sosialnya dan bagaimana caranya. Hendaknya seorang guru menghindari gerakan-gerakan yang dilakukan oleh kedua tangannya, karena dapat mengganggu konsentrasi guru dan siswa.
Seorang guru harus semangat dan serius ketika mengajar, tidak boleh terlalu banyak bercanda karena itu juga hanya membuang-buang waktu.
Psikologi Belajar
Unsur terkecil dalam lingkungan direduksi menjadi rangsangan dan unsur terkecil dalam tingkah laku direduksi menjadi tanggapan. Menurut teori ini, yang penting dalam pembelajaran adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Teori ini mengutamakan pengukuran, karena pengukuran penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan perilaku.
Beberapa prinsip teori belajar behavioris antara lain: (1) Penguatan dan hukuman; (2) perkuatan primer dan sekunder; (3) Jadwal Penguatan; (4) Manajemen Darurat; (5) Pengendalian stimulus dalam pembelajaran operan; (6) Eliminasi. Model-model teori belajar behavioris menurut para ahli behaviorisme adalah sebagai berikut. Teori belajar model behavioris ini dipelopori oleh Thorndike dengan teori koneksionismenya yang disebut juga trial and error.
Menurutnya, belajar adalah terbentuknya hubungan (koneksi) antara suatu stimulus dengan respon organisme terhadap stimulus tersebut. 29 Ghulamul Mustofa, “Teori Kontiguitas Edwin Ray Guthrie (Contiguous Conditioning Theory of Behavioral Learning dan Penerapannya pada Pembelajaran Pai di Sekolah),” Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. Watson berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses refleks atau respons yang dikondisikan oleh rangsangan alternatif.
30 Evi Aeni Rufaedah, “Teori Pembelajaran Behavioristik dalam Perspektif Islam,” Jurnal Pendidikan dan Kajian Islam 4, no.
KONSEP ETIKA MURID TERHADAP GURU DALAM KITAB
Kitab Ādāb al-‘Ālim wa al-Muta’allim Karya KH. Hasyim Asy’ari
Hasyim Asy'ari menjelaskan beberapa kode etik yang harus dilakukan seorang siswa terhadap gurunya dalam kegiatan belajar mengajar agar seorang siswa dapat menerima manfaat dan keberkahan ilmu dari gurunya. Pertama, seorang siswa berpikir dan menunaikan shalat istikhoroh, memohon petunjuk kepada Allah dalam memilih guru. Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa ketika seorang siswa mencari ilmu, ia harus selalu menjaga dirinya dan selalu menaati segala perintah dan anjuran guru.
Keempat, memandang guru dengan visi ta'dhim.33 Murid harus mengangkat derajat guru, artinya guru adalah orang yang agung dan terhormat, serta meyakini bahwa derajat guru itu tinggi dan sangat mulia. Abu Yusuf mendengarkan para ulama Salaf, mereka berkata: “Jika kamu tidak beriman kepada keagungan guru, maka murid itu tidak akan beruntung, maka jangan membicarakan guru (ghibah) dan jangan memanggil guru dengan sebutan yang tidak pantas. nama." Murid harus menjaga amalan mulia yang dilakukan gurunya, baik yang bersifat pedoman hidup, agama, maupun ilmu pengetahuan.
Keenam, seorang pelajar hendaklah bersabar dengan kekasaran guru dan bersabar dengan kelakuan buruk guru ketika marah.36 Bersabar dan menahan diri daripada marah ketika guru marah adalah adab yang mesti dilaksanakan. Ketujuh, seseorang pelajar hendaklah meminta izin terlebih dahulu apabila dia masuk ke bilik guru 38. Jika pelajar itu meminta izin dan guru tidak membenarkannya, maka Kelapan, apabila pelajar itu duduk di hadapan guru hendaklah dia duduk dengan penuh hormat, seperti seperti duduk dalam tahiyat awal dengan rasa tawadhu’ dan khusyuk.40 Seorang murid tidak boleh mendahului guru dalam menerangkan sesuatu masalah yang ada atau menjawab beberapa soalan melainkan guru membenarkannya dan memintanya menjawab atau menjelaskan.
Kesebelas, seorang pelajar tidak boleh pergi ke hadapan guru untuk menerangkan masalah yang sedia ada atau menjawab soalan sebelum ditanya oleh guru, begitu juga dengan pelajar itu menjelaskan atau menjawab pada masa yang sama dengan guru.
Implementasi Teori Behavioristik dalam Etika Murid Terhadap Guru
4 Mohammad Anam S dan Wasis D Dwiyogo, “Teori pembelajaran behavioris dan implikasinya dalam pembelajaran,” Universitas Negeri Malang, 2019, 3. 5 Mohammad Anam S dan Wasis D Dwiyogo, “Teori pembelajaran behavioris dan implikasinya dalam pembelajaran,” State Universitas Malang, 2019, 4. 6 Azwar Hadi dan Indah Sari, “Implementasi Teori Pembelajaran Behavioristik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Muaddib: Jurnal Pendidikan Islam 5, no.
9 Elvia Baby Shahbana, Fiqh Kautsar Farizqi dan Rachmat Satria, “IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORIST DALAM PEMBELAJARAN”, Serunai Jurnal Administrasi Pendidikan 9, no.Dalam kitab Ādāb al-'Ālim wa al-Muta'allim terdapat beberapa ajaran tentang etika siswa terhadap guru. Kitab Ādāb al-'Ālim wa al-Muta'allim juga mengajarkan bahwa hendaknya seorang siswa menjaga sikap dan perilakunya terhadap guru.20 Dalam perspektif teori behavioris, perilaku yang diinginkan dapat ditingkatkan dengan penguatan positif.
25 Elvia Baby Shahbana, Fiqh Kautsar Farizqi dan Rachmat Satria, “Penerapan Teori Belajar Behavioris dalam Mengajar,” Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan 9, no. Dalam upaya membangun lingkungan positif dalam proses belajar mengajar, etika dan moral yang terkandung dalam Kitab Ādāb al-'Ālim wa al-Muta'allim dapat diterapkan dengan dukungan teori belajar behavioris. Teori belajar behavioris menurut Edwin Ray Guthrie dalam Learning.” Jurnal Pendidikan dan Lembaga Islam 9, no.
“Studi Kasus Penerapan Teori Belajar Behaviorisme Dalam Mengembangkan Perilaku Peduli Lingkungan Siswa di SMKN 6 Malang.” Jurnal Jktp 1, no.
Etika Murid Terhadap Guru Analisis Kitab Ādāb al-‘Ālim wa al-Muta’allim
PENUTUP
Simpulan
Saran
Setelah selesainya disertasi ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat dan wawasan kepada para pembaca mengenai “Etika Siswa Terhadap Guru Analisis Kitab Ādāb al-. Bagi guru diharapkan pendidikan tidak hanya menanamkan ilmu tetapi juga perilaku yang baik. Pakar Guru (Membedah Syarat Menjadi Guru Ahli atau Guru Ahli) 24.” Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 3, no.
KEADAAN TRADISI PENULISAN ULAMA INDONESIA ABAD. 19-21 (KH. Hasyim Asy'ari dan Ramli Abdul Wahid) Rasyid Anwar Dalimunthe, Masruroh Lubis, Ruslan Efendi." Al-Fikru : Majalah Ilmiah 16, No. Hasyim Asy'ari (Kajian Teoritis Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta'Allim)." Edumaspul: Majalah Pendidikan 5, no. Perilaku Siswa Terhadap Guru Kajian Kitab Akhlak Al Banini.” Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, 2017.
Etika guru dan pelajar menurut Imam Syarifuddin An-Nawawi dalam kitab Adabul 'Alim Wal Muta'allim.". Teori Contiguity Edwin Ray Guthrie (Contiguous Conditioning Behavioristic Flow Learning Theory and Its Application to Teaching Pai in School)." Jurnal Khidmat Masyarakat 2, Bil Adabul Alim Wal Muta'alim: Perincian Nasihat Kepentingan Ilmu, Adab Pengajaran dan Pembelajaran serta Fatwa.
Pandangan Kh Hasyim Asy'Ari tentang etika siswa terhadap guru dan relevansinya dalam pendidikan karakter.'" Jurnal Al Ibrahim 5, no.