Berdasarkan data diatas masih banyak proses produksi yang tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap setiap proses produksi dengan menggunakan Total Productive Maintenance (TPM). Dengan kata lain tujuan TPM adalah mencapai kinerja ideal yaitu mencapai zero loss yang berarti tidak ada cacat, tidak ada kerusakan, tidak ada kecelakaan, tidak ada pemborosan dalam proses produksi maupun proses penggantian (Nakajima dan Rinawati, 2014). Downtime adalah waktu yang hilang ketika proses produksi tidak berjalan normal akibat kerusakan mesin.
Speed Losses merupakan keadaan dimana kecepatan proses produksi terganggu sehingga mengakibatkan produksi tidak mencapai tingkat yang diharapkan (Nakajima 1988 dalam Kernpeng, 2012). Faktor keberhasilan dan hambatan apa saja yang mempengaruhi TPM (Total Productive Maintenance) di PT. Mengetahui faktor keberhasilan dan hambatan penerapan TPM Total Productive Maintenance di PT.
Mengevaluasi pengaruh penerapan pilar Total Productive Maintenance (TPM) terhadap nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan WASTE. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu proses produksi yaitu pembuatan cookies yang lebih baik, dan observasi dilakukan di PT.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Permasalahan
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Batasan Masalah…
- Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ini dibuat beberapa batasan masalah agar penelitian ini tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, batasan masalah tersebut adalah sebagai berikut. Tingkat produktivitas dan efisiensi mesin diatur dengan metode keseluruhan peralatan efektifitas (OEE), yang mengikuti prinsip total pemeliharaan produktif (TPM) untuk menentukan besarnya kerugian mesin yang dikenal dengan enam kerugian besar, dan hanya mengevaluasi 8 kerugian utama. pilar TPM yang telah dilaksanakan.
LANDASAN TEORI
Dasar Teori Pemeliharaan
- Definisi Pemeliharaan
- Jenis-jenis Pemeliharaan
- Definisi Produksi
- Pengertian Proses Produksi
SEVEN WASTE
Penelitian Sebelumnya
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Objek Penelitian
Data dan Informasi
- Jenis Data
- Sumber Data
- Data data yang dibutuhkan
Metode Pengumpulan data
Teknik Analisis
Diagram Alir Penelitian
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Tinjauan Umum PT.XYZ (Biskuit Division)…
- Aspek sejarah
- Visi dan Misi PT.XYZ
- Stuktur Organisasi PT.XYZ
XYZ (Divisi Biskuit) merupakan salah satu produsen biskuit dimana perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari perusahaan MAYORA TBK. Yang memproduksi berbagai jenis cookies antara lain : - Produk Butter Cookies yaitu Danisa butter cookies dan Royal Choice. Perusahaan ini mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2013, serta mulai merekrut beberapa pekerja untuk memulai produksi kue.
Bentuk organisasi PT XYZ merupakan struktur organisasi proyek yang mempunyai hubungan organisasi khususnya orang-orang yang mengerjakan proyek yang sama. Struktur organisasi perusahaan terdiri dari beberapa kelompok dengan fungsi berbeda dengan masing-masing kelompok berfokus pada pengembangan produk atau lini produksi tertentu. Pendelegasian tugas kerja kepada bawahan oleh masing-masing manajer departemen, kemudian dilanjutkan kepada staf dan karyawan.
Dewan komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi dan memberikan nasihat kepada dewan mengenai pengelolaan perusahaan, termasuk perencanaan dan pengembangan, operasional dan penganggaran, kepatuhan dan tata kelola perusahaan, serta pelaksanaan keputusan rapat umum. Direksi mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk mengurus perseroan demi kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan, serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Pengurus dibantu oleh kepala departemen dan/atau kepala unit organisasi dan dibantu oleh staf ahli pengurus.
CEO bertanggung jawab mengelola seluruh fungsi organisasi dalam perusahaan dan mempunyai wewenang untuk menetapkan arah kebijakan dan strategi perusahaan secara keseluruhan. Direktur Umum dan SDM Bantuan dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan perusahaan serta dukungan dan bantuan kepada Direktur SDM dan Umum dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan perusahaan, meliputi bidang pelayanan SDM dan penghargaan, pengembangan sistem SDM dan organisasi, pengembangan sumber daya dan kinerja SDM. Penilaian dan manajemen kualitas. Mendukung dan membantu Direktur Utama dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan perusahaan, termasuk bidang pengembangan usaha, mengelola kegiatan pengembangan usaha yang ada dan menemukan potensi peluang usaha baru, menangani hal-hal fungsional yang berkaitan dengan pengembangan produk, serta pengembangan produk. rekayasa dan dokumentasi.
Manajer laboratorium yang tugasnya meneliti atau melakukan pengukuran dalam pembuatan produk yang akan dihasilkan.
Data Pengolahan Penerapan 8 Pilar TPM…
Hasil survei lebih rinci mengenai penerapan 8 pilar TPM dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini. Data di atas menunjukkan bahwa dari 8 pilar penting TPM, hanya 6 yang merupakan pilar penting TPM. Namun yang tidak signifikan adalah pilar TPM ada dua yaitu Pilar 3. Dan untuk Performance, yang penting hanya OEE untuk performance, sedangkan Waste tidak penting.
Di bawah ini adalah tabel hasil pengisian kuesioner Faktor Keberhasilan TPM di PT. Dari hasil survei yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada PT. Dari hasil pengolahan data penerapan 8 pilar TPM (Total Productive Maintenance) diketahui pilar 3 dan pilar 8 tidak valid karena nilai Loding Factor dibawah 0,5. Indikator dikatakan valid secara konvergen jika nilai Loding Factor >= 0,5 (Ghozaly, 2015) Artinya direncanakan pilar 3.
Misalnya, di India hanya 35,7% perusahaan manufaktur yang mampu menerapkan 8 pilar TPM dengan baik/berhasil (Ahuja dan Kumar, 2009). Data berdasarkan penilaian responden terhadap keberhasilan penerapan 8 pilar TPM (Total Productive Maintenance) menunjukkan bahwa faktor keberhasilan TPM pada PT. Mencapai persentase diatas 80% dan dapat diasumsikan responden setuju bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi keberhasilan penerapan TPM di PT.
Masih terdapat faktor penghambat keberhasilan penerapan TPM di PT. Dari hasil penelitian penerapan 8 pilar TPM (Total Productive Maintenance) di PT. 2. Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dari model Smart-PL hanya terdapat 6 pilar penting yang membentuk pilar TPM yaitu Autonomous Maintenance, Continuous/Focused Improvement, Quality Maintenance, Education and Training , Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan dan kantor TPM.
Dari hasil penelitian penerapan 8 pilar TPM (Total Productive Maintenance) ditemukan adanya pilar TPM yang tidak berjalan dengan baik pada PT. merencanakan atau membuat rencana pemeliharaan pada PT. Artinya pilar ini perlu diperbaiki dengan bantuan pihak perusahaan perlu membangun sistem yang mengolah data dan informasi pendukung penerapan 8 pilar TPM dengan sistem organisasi yang memantau dan melaporkan setiap hasil yang dicapai, sehingga Mereka dapat lebih berperan aktif dalam pengembangan dan implementasi pilar 8 TPM di PT.
Uji Validitas dan Realibitas SPSS…
Pengolahan Data dengan Menggunakan Smartpls
Dari data berdasarkan penilaian responden terhadap hambatan keberhasilan TPM, ditemukan hasil dimana responden menyatakan TPM terhambat 1, TPM terhambat 2, TPM terhambat 3, TPM terhambat 4, TPM terhambat 5, TPM terhambat 6 dan TPM terhambat 8. Dan resistensi terhadap perubahan Artinya resistensi terhadap perubahan, baik secara individu maupun organisasi Menurut Sandeep (2016), dukungan karyawan sangat diperlukan untuk keberhasilan penerapan program manajemen mutu baru. Faktor keberhasilan pemeliharaan PT, Integrasi TPM dengan program lain (LM, TQM, Six Sigma, dll).
5. Dari 8 kendala TPM, hanya ada satu faktor yang tidak menjadi faktor penghambat keberhasilan TPM, yaitu “Resilience to change, baik individu maupun organisasi”. Faktor Keberhasilan Implementasi TPM (Boleh lebih dari satu jawaban) Faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan implementasi TPM. Dukungan dan keterlibatan manajemen puncak - Langkah-langkah proses implementasi yang jelas (inkremental) - Pemahaman yang jelas tentang manfaat TPM.
ANALISA HASIL
Temuan Utama
- Hasil Penerapan 8 Pilar TPM
Hasil Pengolahan Data Menggunakan Smartpls
Faktor Kesuksesan Penerapan TPM…
Faktor Penghambat 8 Pilar TPM…
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Sedangkan nilai R variabel laten Kinerja menunjukkan hanya nilai OEE yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan indikator Waste tidak berpengaruh signifikan karena lebih cocok untuk mengukur penerapan Lean manufacturing.
Saran
Ahuja,I.P.S.,.Pankaj Kumar,2009,A case study of implementation of total productive maintenance in precision tube mills.Journal of Quality in Maintenance Engineering, Vol. 2016, A review on the experimental study of the overall effectiveness of various machine tools and its improvement strategies through the implementation of TPM. Structural Equation Modeling, Partial Least Square Method Alternative, Edition 2. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
2015). Partial Least Square, Rekayasa Konsep dan Aplikasi Menggunakan Program Smart-PLS 3.0: Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Pendekatan penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di stasiun kelapa sawit pada mesin digester dan press PT. Kami dari program studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana mohon bantuannya untuk mengisi kuisioner penelitian tentang “Implementasi TPM (Total Productive Maintenance) sebagai Lean Manufacturing Tools dan Dampaknya terhadap Kinerja” di tempat Anda bekerja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan memotret kondisi terkini penerapan TPM dan LM pada industri manufaktur Indonesia serta mencari model terbaik penerapannya. Jika Anda mengisi kuesioner ini berarti Anda telah berkontribusi dalam membangun industri manufaktur Indonesia yang unggul di masa depan. Jika Anda telah mengisinya, kembalikan kepada orang yang memberi Anda kuesioner ini atau kirimkan melalui email ke [email protected].