Evaluasi Diri Madrasah dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan
Daud Rahmat1, Andi Arif Rifai2
Universitas Islam Negeri Surakarta1, UIN Raden Mas Said Surakarta2 Email: [email protected]1, [email protected]2
Abstract
The article discusses the importance of self-evaluation in developing educational institutions, specifically Madrasahs, and how it is essential for them to conduct regular self-evaluation to assess their progress and improve the quality of education they provide. The article also highlights two previous studies that focused on the development of the curriculum, learning, and the improvement of the quality of education. The current research aims to investigate the implementation of self-evaluation in MI Ma’arif NU Karanganyar, a new Islamic primary education institution, and focuses on the development of administrative and human resources. The study uses qualitative research methods, such as observation, interviews, and literature review, and involves the head of the institution as the primary source of data. The article provides some of the results of the research, which include the use of the self-evaluation instrument provided by the Ministry of Religion, the results of the self-evaluation, and the policies taken by the head of the institution after the self- evaluation. The article concludes by emphasizing the significance of self-evaluation in enhancing the quality of Islamic education in Indonesia.
Keywords: Extracurricular Activities, Planning
Abstrak
Artikel ini membahas pentingnya evaluasi diri dalam mengembangkan lembaga pendidikan, khususnya Madrasah, dan bagaimana penting bagi mereka untuk melakukan evaluasi diri secara berkala untuk menilai kemajuan mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka berikan. Artikel tersebut juga menyoroti dua penelitian sebelumnya yang berfokus pada pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi evaluasi diri di MI Ma’arif NU Karanganyar, sebuah lembaga pendidikan dasar Islam yang baru, dan berfokus pada pengembangan administrasi dan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, seperti observasi, wawancara, dan kajian pustaka, serta melibatkan pimpinan lembaga sebagai sumber data utama.
Artikel tersebut memaparkan beberapa hasil penelitian, antara lain penggunaan instrumen evaluasi diri yang disediakan Kementerian Agama, hasil evaluasi diri, dan kebijakan yang diambil oleh pimpinan lembaga setelah evaluasi diri. evaluasi.
Artikel ini ditutup dengan menekankan pentingnya evaluasi diri dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Perencanaan
ISSN 2964-6863 59| J u r n a l M A N A P I, Vol.2 No.2, November 2023
PENDAHULUAN
Evaluasi diri madrasah bukanlah sekedar untuk memenuhi tuntutan administratif, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara berkesinambungan (Pusat Penelitian Kebijakan & Penelitian dan Pengembangan, 2014). Dalam evaluasi diri, madrasah tidak hanya melakukan analisis kekurangan atau kelemahan, tetapi juga mengevaluasi kekuatan dan potensi yang dimilikinya. Hal ini akan membantu madrasah dalam merumuskan rencana strategis pengembangan lembaga pendidikan yang berkelanjutan (Febrian et al., 2023).
Dalam konteks pengembangan lembaga pendidikan, evaluasi diri madrasah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan secara periodik. Dengan melakukan evaluasi diri secara teratur, madrasah dapat mengetahui sejauh mana perkembangan lembaga pendidikan, serta meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan (Wahab, 2017). Oleh karena itu, evaluasi diri madrasah menjadi sebuah upaya yang penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia
Fakhri, M. (2018). Evaluasi Diri Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gresik:
Studi Kasus di Kabupaten Gresik. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(1), 41-54.
Penelitian ini membahas tentang evaluasi diri di MTsN Gresik, khususnya terkait dengan pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan. Huda, M., & Jannah, I. (2019).
Evaluasi Diri Madrasah Diniyah Takmiliyah
Awaliyah di Kabupaten Gresik. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 219-232.
Penelitian ini membahas evaluasi diri pada madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA) di Kabupaten Gresik, dengan fokus pada pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan peningkatan mutu pendidikan
Dari dua penelitian tersebut bisa kita ketahui bahwa penelitian yang ada lebih fokus membahas tentang kurikulum, pembelajaran dan penongkatan mutu pendidikan saja, sedangkan penelitian yang akan kami lakukan lebih fokus pada pengembangan administratif dan pengembangan SDM serta SDA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Evaluasi Diri Madrasah pada MI Ma’arif NU Karanganyar. MI Ma’arif NU Karanganyar adalah lembaga pendidikan dasar islam yang berdiri tahun 2020 dan belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas, MI Ma’arif NU Karanganyar baru terdapat 2 kelas yaitu kelas satu dan kelas dua karena memang baru beroperasional selama dua tahun, sehingga dari hipotesis awal MI Ma’arif NU
Karanganyar seharusnya bisa
mengimplementasikan Evaluasi Diri Madrasah dengan sempurna karena tidak banyaknya kegiatan administratif di lembaga tersebut dibandingkan dengan Madrasah yang lain yang sudah beroperasi bertahun-tahun dan memiliki banyak kelas dan peserta didik.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan selama bulan Februari 2023 sampai bulan
Maret 2023 dengan pendekatan penelitian kualitatif serta pengumpulan datanya dapat menggunakan metode observasi, wawancara dan studi literasi. Kepala MI Ma’arif NU Karanganyar sebagai objek penelitian dan sumber data utama dalam menggali informasi sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi literatur.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Evaluasi Diri Madrasah (EDM) (Kemdikbud, 2022:1) merupakan salah satu instrumen strategis yang dapat digunakan oleh setiap satuan pendidikan madrasah untuk mengetahui kondisi objektif kekuatan dan kelemahan madrasah dalam konteks pencapaian standar mutu pendidikan. Hasil EDM diharapkan dapat menjadi input penting dalam merumuskan program dan kegiatan prioritas dalam Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) yang disusun oleh masing-masing madrasah setiap tahun. Dengan demikian, perencanaan dan penganggaran madrasah bukan didasarkan pada keinginan dan selera saja, melainkan didasarkan pada kebutuhan berdasarkan hasil EDM (Hardianto et al., 2023).
EDM (Jakarta: Kemdikbud, 2015) adalah proses evaluasi diri madrasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk melihat kinerja madrasah berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan sebagai
masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota (Kemdikbud, 2015).
Tujuan dari EDM adalah agar Kementerian Agama memiliki sistem informasi Evaluasi Diri Madrasah untuk mengetahui kebutuhan dan kelemahan madrasah yang terintegrasi mulai dari tingkat madrasah, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat (Athiyah, 2017). Sedangkan manfaat EDM adalah penilaian yang dilakukan oleh warga madrasah itu sendiri dengan penuh kesadaran dan kejujuran yang akan digunakan oleh madrasah itu sendiri untuk perbaikan mutu Pendidikan (Chamidi, 2018).
Evluasi Diri Madrasah adalah suatu proses penilaian mutu penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh Tim Pengembang Madrasah (TPM) di tingkat madrasah berdasarkan terhadap 5 aspek budaya di madrasah yang indikatornya mencerminkan pemenuhan 8 SNP (Mustafa, 2022). Kelima aspek budaya yang akan diukur dalam EDM antara lain (Dudiono, 2020):
1. Budaya kedisiplinan bagi warga madrasah.
Budaya kedisiplinan warga madrasah antara lain mencakup kedisiplinan guru, kepala madrasah, siswa, dan madrasah itu sendiri sebagai sebuah satuan pendidikan. Perubahan atas budaya disiplin ini diyakini akan dapat mengukur terhadap ketercapaian Standar Isi (SI), Standar Proses (SPR), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan Standar Pengelolaan (SPL).
2. Budaya melakukan pengembangan diri bagi guru dan tenaga kependidikan Budaya untuk
mengembangkan diri atas kompetensi seorang kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan diyakini akan dapat meningkatkan pemenuhan terhadap ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).
3. Budaya guru melakukan penyiapan, pelaksanaan dan penilaian atas proses pembelajaran Penyiapan, pelaksanaan dan penilaian atas suatu proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap mutu Pendidikan. Oleh karena itu, budaya guru untuk melakukan ini diyakini akan meningkatkan ketercapaian terhadap Standar Proses (SPR) dan Standar Penilaian (SPN).
4. Budaya madrasah menyediakan sarana belajar untuk guru dan siswa Madrasah memiliki tanggung jawab terhadap penyediaan sarana belajar yang pokok untuk menunjang proses pembelajaran. Oleh karena itu, perubahan budaya agar madrasah menyediakan sarana pendukung proses pembelajaran ini diyakini akan mempengaruhi terhadap ketercapaian Standar Sarana dan Prasarana (SSP).
5. Budaya madrasah melakukan pengelolaan anggaran yang transparan dan berorientasi pada peningkatan mutu Budaya menyusun perencanaan penggunaan dana yang efisien dan berorientasi pada peningkatan mutu sangat penting dilakukan oleh madrasah. Perubahan atas budaya ini diyakini akan mempengaruhi terhadap ketercapaian Standar Pembiayaan (SB) dan sekaligus meningkatkan mutu
madrasah. (Pendis, 2020).
Hasil menunjukan bahwa ada beberapa instrumen yang belum bisa dijalan oleh MI Ma’arif NU Karanganyar karena memang kondisi madrasah yang masih baru, instrumen tersebut antara lain (Akhmad Fauzi & Siti Maryam Yusuf, 2021):
1. Aspek pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Karena kondisi madrasah yang masih baru, MI Ma’arif NU Karanganyar belum melaksanakan secara rutin diklat dan pelatihan-pelatihan yang lain karena sarana dan prasarana yang belum memadai, akan tetapi madrasah mengikutkan pendidik dan tenaga kependidikan ke tempat-tempat yang mengadakan pelatihan-pelatihan meskipun tidak secara berkala.
2. Aspek penyediaan sarana dan prasarana Mengingat kondisi madrasah yang masih baru, MI Ma’arif NU Karanganyar masih belum bisa menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Sarana yang belum memadai yaitu beberapa kursi dan meja yang belum lengkap. Madrasah baru mempunyai dua kelas yaitu kelas satu dan kelas dua karena memang baru dua tahun pendirian madrasah sehingga tidak menjadi masalah jika untuk kelas tiga sampai kelas enam belum disediakan. Kebijakan yang diambil oleh kepala Madrasah setelah melakukan Evaluasi Diri Madrasah
Setelah melakukan Evaluasi Diri Madrasah, Kepala madrasah membuat beberapa langkah untuk mengembangkan
lembaganya, antara lain (Astuti & Danial, 2019):
1. Untuk mengembangkan budaya kedisiplinan warga madrasah, kepala madrasah membuat jadwal piket untuk guru. Jadwal khusus untuk guru datang 15 menit lebih awal sebelum jam sekolah dimulai. Kemudian kepala Madrasah juga membuat jadwal BTA dan Sholat Dhuha setiap hari sebelum memulai pelajaran.
2. Untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan, Kepala Madrasah mengikutkan pegawainya kedalam beberapa seminar dan pelatihan yang diadakan oleh lembaga negara atau lembaga swasta, meskipun belum bisa membuat seminar atau diklat dilembaga sendiri, diharapkan para pegawai bisa mengembangkan diri setelah diikutkan seminar dan pelatihan yang ada.
3. Untuk standar proses dan penilaian, kepala madrasah menghimbau agar setiap guru menyiapkan proses pembelajarang masing-masing seperti silabus, RPP, KI (kompetensi inti), KD (kompetensi dasar), materi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang digunakan.
4. Untuk standar sarana dan prasarana, kepala madrasah berusaha melengkapi kekurangan yang ada, seperti mengajukan proposal kepada
KEMENAG untuk mendapatkan meja dan kursi, untuk aksesoris kelas seperti kipas angin dan lain-lain kepala sekolah menghimbau kepada para komite sekolah dan yayasan untuk menjadi donatur tetap sebagai penopang keuangan madrasah.
5. Penggelola anggaran memiliki wewenang tersendiri dengan beberapa pertimbangan dari kepala madrasah, wewenang tersebut terdapat pada SK pengangkatan bendahara madrasah yang dikeluarkan oleh Yayasan, sehingga dengan itu laporan anggaran baik pemasukan dan pengeluaran sangat transparan.
KESIMPULAN
MI Ma’arif NU Karanganyar adalah lembaga pendidikan yang baru berdiri kurang lebih dua tahun akan tetapi madrasah baru sekali mengadakan evaluasi di tahun kedua, Madrasah menggunakan instrumen Evaluasi Diri Madrasah yang dikeluarkan oleh kemenag yaitu melalui aplikasi EDM ERKAM, sehingga evaluasi berjalan sistematis dan langsung bisa diketahui nilai dari evaluasi yang telah dilakukan.
Setelah evaluasi selesai ternyata banyak sekali kekurangan yang ada, akan tetapi kekurangan tersebut masih bisa dimaklumi mengingat madrasah yang masih baru.
Kekurangan dari segi kedisiplinan warga madrasah, kekurangan dari segi kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, kekurangan dari segi standar proses dan penilaian dan kekurangan dari segi anggaran belanja
madrasah. Sebagai madrasah yang masih baru seharusnya kekurangan-kekurangan tersebut tidak menjadi masalah yang besar asalkan setiap tahunnya terjadi peningkatan disetiap standar yang ada.
Kebijakan kepala madrasah yang telah diambil untuk menutupi kekurangan yang ada juga telah sesuai dengan kebutuhan dasar madrasah dan juga mampu membuat peningkatan-peningkatan disetiap standar penilaian pendidikan, yang diharapkan peningkatan tersebut kedepannya mampu membawa madrasah lebih baik dan mendapatkan akreditasi yang memuaskan sehingga citra madrasah dimasyarakat lebih baik.
KEPUSTAKAAN
Asyari, S. (2020). Supervisi Kepala Madrasah Berbasis Penilaian Kinerja sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru.
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 1(2), 149–163.
https://doi.org/10.35719/jieman.v1i2.14 Munir, A. (2008). Menjadi Kepala Sekolah
Efektif. Ar-Ruz Media.
Chamidi, A. S. (2018). Evaluasi Diri dan Perencanaan Kerja Pendidikan Bagi
Peningkatan Mutu
Sekolah/Madrasah. Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam, 3(1), 1-39.
Muhtasar, M., Fahrurrozi, F., & Hakim, L.
(2023). Manajemen Evaluasi Diri dalam Menyusun Anggaran Menggunakan Aplikasi EDM e-RKAM pada Madrasah
Sasaran Proyek (REP-
MEQR). MANAZHIM, 5(1), 400-416.
Febriawan, A., & Bakri, S. (2022). Implementasi EDM dan e-RKAM dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MAN 2 Sragen Tahun 2021/2022. LITERATUS, 4(2), 704-710.
Akhmad Fauzi, & Siti Maryam Yusuf. (2021).
MANAJEMEN Strategi Kepala Madrasah Dalam Menciptakan Budaya Religius. Excelencia: Journal of Islamic Education & Management.
https://doi.org/10.21154/excelencia.v1i02.409 Astuti, A., & Danial, R. (2019). Kepemimpinan Kepala
Madrasah dalam Membangun Budaya Madrasah Yang Kondusif di Madrasah Aliyah Negeri.
Journal of Islamic Education Management.
Athiyah, C. N. U. (2017). Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Evaluasi Diri Madrasah di MAN 4 Jakarta. Andragogi Jurnal Diklat Teknis.
Chamidi, A. S. (2018). Evaluasi diri dan Perencanaan Kerja Pendidikan bagi Peningkatan Mutu Sekolah/Madrasah. Ar Rihlah: Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam IAINU Kebumen.
Dudiono. (2020). Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Akreditasi Madrasah Tsanawiyah Tarbiyah Islamiyah Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. In Doctoral dissertation, UIN Sulthan Thaha Saifuddin jambi.
Febrian, V. R., Khairat, A., Fazis, M., & Husnani, H.
(2023). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis E- Book pada Mata Kuliah Manajemen Strategi.
MANAZHIM.
https://doi.org/10.36088/manazhim.v5i1.2959
Hardianto, D., Nurlaeli, A., & Suryana, S. (2023).
Implementasi Evaluasi Diri Madrasah Berbasis Aplikasi E-RKAM dalam Meningkatkan Mutu di MA Fathanul Burhan Tempuran Karawang.
PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengembangan Pembelajaran.
Mustafa. (2022). Evaluasi Diri Madrasah (EDM) pada Madrasah Aliyah Nahdatut Thulab Talang Babat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. In Program Studi Manajemen Pendidikan: Pascasarjana Universitas Jambi.
Pusat Penelitian Kebijakan, H., & Penelitian dan Pengembangan, B. (2014). Kendala-Kendala Pelaksanaan Evaluasi Diri Sekolah (Eds) Problems on the Implementation of School Self-Evaluation (Sse). Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan.
Wahab. (2017). Implementasi evaluasi diri madrasah dalam upaya penguatan manajemen pendidikan di MTs Negeri Surabaya 1. UIN Sunan Ampel Surabaya.