EVALUASI FORMAL DAN EVALUASI TEORI
KEPUTUSAN
OUTLINE
Pendekatan Evaluasi Formal
1. Pemahaman pendekatan evaluasi formal
2. Teknik yang terdapat dalam kelompok evaluasi formal
Pendekatan Evaluasi Teori Keputusan (DTE)
1. Pemahaman pendekatan evaluasi DTE
2. Teknik yang terdapat dalam kelompok evaluasi DTE (Decision Theoritic Evaluation)
Pendekatan
Evaluasi Formal
Definisi;
Evaluasi formal adalah evaluasi yang menggunakan metoda-metoda deskriptif untuk menghasilkan informasi-informasi yang valid dan reliable tentang hasil dari suatu kebijakan.
[PL4107]. Teknik Evaluasi Perencanaan
01.
Asumsi;
Evaluasi didasarkan pada program-program kebjakan yang secara resmi telah dicanangkan oleh pemerintah, dimana tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tersebut merupakan ukuran keberhasilan pelaksanaan program/kebijakan.
METODA
Untuk menghasilkan informasi yang valid dan reliable ditempuh dengan cara:
1. Merunut legislasi
2. Merunut dokumen-dokumen program 3. Interview dengan penyusun kebijakan
atau administrasi program.
SASARAN INTERVIEW
• Mengidentifikasi
• Mendefinisikan
• menspesifikasi
KRITERIA EVALUASI
✓ Effectiveness
✓ Effeciency
E V A L U A S
I F O
R M
A L
Tujuan dan sasaran program
Summative Evaluation
Upaya untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Umumnya untuk mengetahui program yang relatif sudah “baku” atau stabil.
Formative Evaluation
Upaya untuk mengevaluasi pelaksanaan program secara kontinyu. Umumnya untuk mengevaluasi program yang relatif “baru”
dan dinamis.
TIPE EVALUASI FORMAL
EVALUASI FORMAL DILIHAT DARI DERAJAT KONTROL TERHADAP INPUT DAN PROSES PELAKSANAAN KEBIJAKAN BERIKUT;
Direct Control
Indirect Control
Evaluator dapat secara langsung mengatur tingkat pengeluaran dana, komposisi program dan kelompok sasaran dari program
Evaluator tidak dapat secara langsung mengatur tingkat pengeluaran dana, komposisi program dan kelompok sasaran dari program
Klasifikasi Evaluasi Formal
Kontrol terhadap Pelaksanaan
Program
Orientasi dari Proses Pelaksanaan Program
Formative Summative Direct
Development Evaluation Experiment EvaluationIndirect
Retrospective Process Evaluation Retrospective Outcome EvaluationDevelopment Evaluation
Mengevaluasi secara kontinyu pelaksanaan program dan dalam waktu yang bersamaan dilakukan intervensi terhadap input dan proses pelaksanaan program untuk mencapai hasil yang diinginkan pada tahap berikutnya.
Contoh :
Bermanfaat untuk mengadaptasikan program pada suatu perubahan tertentu.
Evaluasi terhadap program pengenalan
metoda belajar baru.
Retrospective Process
Evaluation
Mengevaluasi secara kontinyu pelaksanaan program untuk mengidentifikasi masalah- masalah dan “ bottle neck ” yang menghambat implementasi program.
Contoh :
Evaluasi program IDT oleh pihak independent (misal : LSM)
Syarat : Menghendaki sistem pelaporan yang kontinyu dan reliable
sulit diperoleh
.Experimental Evaluation
Mengevaluasi hasil-hasil pelaksanaan program dalam kurun waktu tertentu dengan kemampuan mengatur secara langsung input dan proses pelaksanaan program.
Contoh :
▪ New Jersey Pennsylvania Income Maintenance Experiment
▪ California Group Therapy Criminal Recidivism Experiment
▪ Kansas City Preventive Patrol Experiment
Beberapa syarat yang diperlukan:
• Adanya variabel-variabel yang secara jelas didefinisikan sebagai variabel yang dapat di intervensi.
• Tingkat generalisasi yang tinggi dalam mengukur keberhasilan program berdasarkan program lain yang sejenis (external validity).
• Tingkat kesalahan yang kecil dalam mengukur hasil-hasil program itu sendiri (internal validity).
• Sistem monitoring yang baik untuk menghasilkan informasi yang valid dan reliable.
Retrospective Outcome Evaluation
Mengevaluasi hasil pelaksanaan program selama periode waktu tertentu tanpa kemampuan mengatur input/proses pelaksanaan program secara langsung.
Ada 2 jenis :
1. Cross Sectional Evaluation
Mengevaluasi perbedaan output dari berbagai program dan penyebabnya dalam waktu yang bersamaan.
2. Longitudinal Evaluation
Mengevaluasi perbedaan output dari berbagai program dan penyebabnya dalam beberapa titik pengamatan.
Contoh:
Evaluasi Formatif Keefektifan Proses Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Satkorlak) PBP Propinsi DKI Jakarta (Indra Febriansyah, 2005)
Acuan kriteria:
• Prosedur tetap penanggulangan bencana bencana dan penanganan pengungsi DKI Jakarta (Protap PBP)
• Pedoman Umum Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Pedoman Umum PBP)
Kriteria:
• Keefektifan proses pelaksanaan tugas dan fungsi
Pendekatan Evaluasi Keputusan (DTE)
Definisi;
02
[PL4107]. Teknik Evaluasi Perencanaan
.
Sifat ;
melakukan penilaian berdasarkan parameter yang disepakati oleh pihak-pihak yang terkait secara langsung/pihak yang bersitegang. Sistem nilainya juga
berdasarkan kesepakatan antara pihak yang bersitegang. Biasanya berkisar antara benar atau salah
pendekatan yang menggunakan metode-metode deskriptif untuk
menghasilkan informasi yang dapat dipertanggung-jawabkan dan valid mengenai hasil-hasil kebijakan yang secara eksplisit dinilai oleh berbagai macam pelaku kebijakan
.Perbedaan mendasar evaluasi ini dengan dua pendekatan sebelumnya adalah bahwa evaluasi ini berusaha untuk menemukan dan
mengeksplisitkan tujuan dan target dari pelaku kebijakan, baik yang
nyata maupun tersembunyi.
Decison Theoritic Evaluaton (DTE)
Keunggulan DTE
DTE mengatasi beberapa kekurangan dalam evaluasi formal dan semu:
❑Underutilization and nonutilization of performance information → tidak semua tujuan dan sasaran pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan kebijakan dan program dipertimbangkan
❑Ambiguity (duality) of performance goals → tujuan umum yang sama dapat berbentuk tujuan spesifik yang bertentangan dengan yang lain → berkaitan dengan kriteria evaluasi
❑Multiple Conflicting Objectives → berbagai pihak yang mempunyai tujuan yang berbeda terlibat dalam evaluasi
Tujuan dan Asumsi
❑Tujuan utama DTE menghubungkan adalah menghubungkan informasi tentang policy outcome dengan nilai semua stakeholder
❑Asumsi: tujuan dan sasaran yang diformalkan maupun laten merupakan ukuran dari nilai kebijakan maupun program.
Decison Theoritic Evaluaton (DTE)
Pendekatan memiliki dua varian
02
[PL4107]. Teknik Evaluasi Perencanaan
.
Penilaian evaluabilitas
merupakan serangkaian prosedur yang dilaksanakan untuk menganalisis sistem pembuatan keputusan
Analisis utilitas multi atribut
merupakan serangkaian prosedur yang ditetapkan untuk memperoleh penilaian yang subjektif dari para pelaku kebijakan tentang kemungkinan nilai dari hasil suatu kebijakan.
Decison Theoritic Evaluaton (DTE)
ELEMEN KUNCI DECISION THEORY &ANALYSIS
• Bagaimana struktur keputusan
• Bagaimana memahami proses pengambilan keputusan
• Bagaimana membuat keputusan dalam situasi yang sulit
DECISION THEORY AND
THE DECISION-MAKING PROCESS
• Keputusan : Memilih satu alternative dari bermacam set alternatif
• Situasi keputusan sering melibatkan factor yang tak dapat dikontrol dan banyak akibatnya.
Peranan Teori Keputusan
• Menyediakan kerangka (framework) untuk lebih mengerti dalam situasi keputusan
• Menyediakan jalan untuk mengevvakuasi alternative alternative dalam kondisi tak menentu
• Memahami uncontrollable factor agar mengerti terhadap situasi keputusan, walaupun tidak dapat dikendalikan (control) oleh pengambil keputusan
Teknik yang
terdapat dalam DTE 02
[PL4107]. Teknik Evaluasi Perencanaan
.
Linear Programming
Merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya
Policy Delphi
proses yang dilakukan dalam kelompok untuk mensurvei dan mengumpulkan pendapat dari para ahli terkait topik tertentu. Metode ini berguna untuk menstrukturkan proses komunikasi kelompok sehingga prosesnya akan berjalan efektif, sehingga kelompok tersebut bisa menyelesaikan masalah.
salah satu metode klasifikasi yang paling populer karena mudah untuk di interpretasi oleh manusia.
Pohon keputusan adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki
Pohon Keputusan
Social Cost Benefit Analisys
suatu alat analisis dengan prosedur yang sistematis untuk
membandingkan serangkaian biaya dan manfaat yang relevan dengan sebuah aktivitas atau proyek. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah secara akurat membandingkan kedua nilai, manakah yang lebih besar.