PEMBELAJARAN SAINS
Uraian Materi
- Hakekat Sains
- Metode dan Sikap Ilmiah Bidang Sains
- Proses Pembelajaran Sains
- Hasil Belajar Sains
Dari sudut pandang sosiologi, proses pembelajaran adalah proses mempersiapkan peserta didik untuk mampu menjalani kehidupannya di masyarakat. Dalam pembelajaran IPA, siswa diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi siswa dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam lingkungan melalui proses “penemuan” dan.
Mengembangkan konsep dengan benar adalah suatu keharusan untuk membimbing siswa lebih baik dari yang mereka katakan.
Rangkuman
Tugas
Penilaian
Daftar Rujukan
Bacaan yang Dianjurkan
PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI
Pengertian Pengukuran dan Evaluasi
Tujuan dan Fungsi Evaluasi
12 Siswa dapat menjelaskan analisis soal evaluasi hasil belajar IPA (berupa soal objektif dengan menggunakan program statistik Anates). 14 Siswa dapat menjelaskan analisis soal evaluasi hasil belajar IPA (berupa soal esai dengan menggunakan program statistik SPSS). 15 Siswa dapat menjelaskan analisis soal evaluasi hasil belajar IPA (dalam bentuk soal esai dengan menggunakan program statistik SPSS).
Pendahuluan
- Teknik Evaluasi Jenis Ujian
Hasil belajar IPA dapat berupa kompetensi kognitif (pengetahuan teori), kompetensi psikomotorik (keterampilan), kompetensi afektif (serta nilai dan sikap). Tes tindakan merupakan suatu teknik untuk mengevaluasi hasil belajar dengan menggunakan bentuk tugas yang harus diselesaikan siswa. Pada soal esai bebas, siswa bebas menjawab soal dengan caranya sendiri dan sistematis.
Untuk soal dengan uraian terbatas, jawaban siswa dibatasi oleh karakter yang ditentukan pada soal dengan uraian. Hal ini terutama disebabkan oleh soal-soal yang hanya mengukur hasil belajar sederhana yaitu yang bersifat memori. Soal pilihan ganda mempunyai sifat yang baik sebagai alat untuk mengukur hasil belajar siswa.
TEKNIK DAN INSTRUMEN EVALUASI
- Teknik Evaluasi Non-Ujian
- Teknik dan Instrumen Evaluasi Observasi
- Teknik Evaluasi Wawancara (interview)
- Teknik Evaluasi Angket
Dengan teknik non ujian (non tes), penilaian atau evaluasi hasil belajar siswa dilakukan tanpa “menguji” siswa, melainkan dilakukan. Untuk memantau atau menilai kemampuan siswa dalam keterampilan sains, penilaian alternatif sangat relevan. Alternatif penilaian kinerja siswa dilakukan dengan menggunakan rubrik berupa tabel yang terdiri dari dimensi (baris) dan skala (kolom).
Portofolio dipandang sebagai penilaian alternatif karena dapat digunakan untuk menilai siswa sepanjang kurikulum. Untuk memantau atau menilai kemampuan siswa dalam keterampilan sains tersebut, penilaian alternatif sangatlah penting. Bahan pembelajaran yang diberikan atau diperintahkan untuk dipelajari oleh siswa dijadikan acuan dalam penyusunan atau penyusunan tes hasil belajar.
Soal tes hasil belajar hendaknya merupakan sampel yang mewakili populasi materi pelajaran yang diajarkan sehingga dapat dianggap mewakili seluruh prestasi yang dicapai selama menyelesaikan suatu unit pembelajaran. Mengingat perbedaan yang dimiliki setiap siswa, maka diperlukan penilaian yang berbeda pula untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa. Tes penempatan berguna untuk menentukan tingkat keterampilan siswa dan dilaksanakan pada awal kelas.
Ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam merancang tes hasil belajar, sehingga tes tersebut dapat mengukur standar kompetensi (SK) dan kompetensi inti (KD) mata pelajaran yang diajarkan, atau mengukur kemampuan dan keterampilan yang diharapkan siswa setelah menyelesaikan mata pelajaran tersebut. unit.pelajaran tertentu. Setelah dilakukan pengukuran, data hasil belajar siswa yang berupa data kuantitatif akan diinterpretasikan secara kualitatif untuk mengetahui prestasi belajar siswa.
PENILAIAN ALTERNATIF
Pengertian Penilaian Alternatif
Dilihat dari bentuk instrumen evaluasinya, ada dua (2) jenis soal, yaitu soal esai/essay dan soal objektif. Pertanyaan deskriptif adalah pertanyaan yang memuat pertanyaan atau tugas yang dijawab atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengungkapkan pemikiran peserta terhadap pertanyaan tersebut (Nasoetion & Zainul, 1999). Artinya skor yang diperoleh siswa tidak konsisten jika soal yang sama atau soal paralel diuji ulang beberapa kali.
Siswa mempunyai kebebasan yang luas untuk mengatur dan mengemukakan pikiran dan gagasannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Berdasarkan ragamnya soal esai gratis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu; deskripsi gratis sederhana dan deskripsi ekspresif. Penjelasan: pertanyaan yang menggunakan pertanyaan yang bersifat negatif ganda (belum, belum, tanpa, ...., kecuali, dan sejenisnya) dapat membingungkan siswa dalam memahami maksud yang ditanyakan.
Pertanyaan deskriptif adalah pertanyaan yang berisi pertanyaan atau tugas yang perlu dijawab atau pengerjaan soal tersebut perlu dilakukan dengan cara mengungkapkan pikiran si penanya. Observasi adalah suatu teknik penilaian hasil belajar melalui pengamatan dan pencatatan hasil belajar siswa secara sistematis, logis dan rasional. Daftar periksa diberikan untuk kinerja siswa dalam presentasi individu di kelas, sesuai dengan tugas yang diberikan (kognitif).
Evaluasi proses perolehan, penerapan pengetahuan dan keterampilan melalui proses pembelajaran, yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses dan produk (evaluasi kinerja). Dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), siswa diajak untuk mengidentifikasi objek, gejala dan permasalahan alam, mengkaji dan mencari kesimpulan atau konsep tentang alam. Makna dasarnya adalah penilaian yang mengharuskan siswa mendemonstrasikan kinerja, bukan jawaban atau memilih jawaban dari daftar kemungkinan jawaban yang sudah tersedia.
Tugas atau proyek yang dapat diberikan kepada mahasiswa sangat beragam, misalnya merancang alat penyulingan minyak kayu putih dari daunnya, merancang alat untuk mendemonstrasikan peristiwa penyebaran, dan lain sebagainya.
PERENCANAAN DAN KONSTRUKSI
Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran IPA, hasil pembelajaran harus direncanakan; konstruksi pertanyaan hasil belajar; pelaksanaan ujian; mengadministrasikan hasil ujian dan memproses hasil ujian. Soal terdiri dari beberapa soal, mutu soal tergantung pada mutu soal yang menyusunnya. Valid, untuk mengetahui dapat atau tidaknya suatu tes hasil belajar digolongkan sebagai tes yang mempunyai daya ukur yang valid atau akurat, dapat dianalisis secara rasional atau logis (analisis logika), dan dapat dianalisis secara empiris (analisis empiris).
Reliabilitas, untuk mengetahui apakah suatu tes hasil belajar mempunyai reliabilitas yang tinggi atau rendah, dapat digunakan tiga jenis pendekatan, yaitu (1) pendekatan tes tunggal atau uji coba tunggal; (2) pendekatan tes ulang; (3) bentuk pendekatan alternatif. Ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam penyusunan tes hasil belajar agar tes tersebut dapat mengukur Standar Kompetensi (SC) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran tersebut. Tes hasil belajar harus dapat mengukur dengan jelas hasil belajar yang telah ditentukan sesuai dengan SK dan KD.
Format soal yang diajukan dalam tes hasil belajar harus bervariasi agar benar-benar sesuai untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan tes itu sendiri. Tes hasil belajar hendaknya dirancang berdasarkan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan (desain tes hasil belajar hendaknya dirancang agar relevan dengan kegunaan masing-masing jenis tes. Kumpulan pertanyaan terdiri dari item-item pertanyaan yang merupakan contoh representatif dari tes hasil belajar. mata pelajaran yang sedang diuji.
Berdasarkan hasil uji coba, perlu dilakukan analisis terhadap butir soal untuk setiap butir soal yang disiapkan. Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran sains, yang perlu dilakukan adalah merencanakan hasil pembelajaran; konstruksi pertanyaan hasil belajar; pelaksanaan ujian;.
OBJEK EVALUASI HASIL BELAJAR SAINS
Karena sebagian besar siswa tidak dapat menghubungkan fakta-fakta yang mereka pelajari di kelas dengan sistem yang lebih luas terkait dengan ide-ide yang tercermin dalam pengetahuan ilmiah. Pengetahuan metakognitif adalah 'pengetahuan tentang pemahaman dan kesadaran umum, dan pengetahuan tentang salah satu makna itu sendiri'. Fakta-fakta spesifik ini adalah informasi dasar yang digunakan para ilmuwan untuk mendeskripsikan bidangnya dan memikirkan masalah atau topik tertentu dalam suatu bidang.
Mengingat pengetahuan konseptual (C1, K2) Bagian ini membahas tentang konsep ilmiah (IPA), konsep merupakan generalisasi dari fakta serupa. Klasifikasi dan kategorisasi berbeda dengan pengetahuan tentang terminologi dan pengetahuan tentang fakta konkrit karena pengetahuan ini membangun hubungan dan hubungan antar unsur-unsur tertentu. Prinsip dan generalisasi mengembalikan sejumlah besar fakta dan peristiwa spesifik serta mendeskripsikan proses dan hubungan antara fakta spesifik tersebut (yang kemudian membentuk klasifikasi dan kategorisasi) untuk mendeskripsikan lebih lanjut proses dan hubungan antara klasifikasi dan kategori.
Merupakan bentuk rumusan materi yang lebih abstrak.. hukum-hukum sains diperoleh secara induktif.. hukum-hukum sains merupakan generalisasi dari prinsip-prinsip yang relevan, prinsip-prinsip sains merupakan generalisasi dari konsep-konsep ilmiah, dan konsep-konsep ilmiah adalah 'generalisasi dari prinsip-prinsip yang relevan. fakta ilmiah. Mengingat pengetahuan prosedural (C1, K3) Pengetahuan prosedural adalah 'pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu'... keterampilan dan algoritma, teknik dan metode, serta kriteria untuk menentukan penggunaan pengetahuan atau justifikasi 'kapan melakukan apa' . dalam domain dan disiplin ilmu tertentu. Pengetahuan tentang metode dan teknik tertentu mencakup pengetahuan yang sangat luas yang dihasilkan dari konsensus, kesepakatan, atau norma disipliner, bukan pengetahuan yang dihasilkan secara langsung dari observasi, eksperimen, atau penemuan.
PENGOLAHAN SKOR BERDASARKAN
Setiap peserta didik berkompetisi atau berkompetisi dalam menyelesaikan kompetensi secara alami sesuai dengan kemampuannya. Nilai diartikan sebagai angka yang dihasilkan dari perubahan skor mentah yang dibandingkan dengan standar tertentu. Skor menunjukkan seberapa jauh atau seberapa besar kemahiran yang dicapai siswa dalam materi yang diujikan.
Penilaian berbasis kriteria diartikan sebagai penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan bersifat mutlak. Tujuan penilaian adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kinerja siswa tanpa memperhatikan bagaimana kinerja tersebut dibandingkan dengan kinerja siswa lainnya. Hal senada juga diungkapkan Djemari bahwa dalam PAP interpretasi hasil tes selalu dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan.
Penilaian Patokan (PAP) merupakan penilaian yang menggunakan acuan tujuan pembelajaran atau keterampilan yang perlu dikuasai siswa. Melalui sistem penilaian benchmark dapat dipastikan prestasi belajar siswa lambat laun akan meningkat karena setiap siswa harus memenuhi kriteria minimal yang telah ditentukan. Dapat diartikan bahwa setiap level atau tingkatan materi pada setiap kompetensi harus dikuasai oleh siswa.
Seorang mahasiswa harus berkompeten atau mencapai penyelesaian pada tingkat kompetensi di bawahnya untuk melanjutkan ke tingkat kompetensi di atasnya. Hal ini dikemukakan oleh Anas Sudijono (1996) bahwa dengan standar penilaian ini guru ingin mengetahui.
PENGOLAHAN SKOR BERDASARKAN
Uraian Materi Program Anates
ANALISIS SOAL EVALUASI HASIL BELAJAR