• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Evaluasi Pembelajaran"

Copied!
290
0
0

Teks penuh

KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN

Pendahuluan

Mata kuliah ini disebut Evaluasi Pembelajaran sebagai padanan atau terjemahan dari istilah evaluasi pembelajaran. Untuk mempelajari evaluasi pembelajaran secara detail, materi awal yang akan dijelaskan berkaitan dengan konsep dasar evaluasi pembelajaran. Tidak semua orang menyadari bahwa kita sering melakukan evaluasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan pengukuran dan evaluasi.

Beberapa materi yang akan dibahas antara lain: pengertian evaluasi, pengukuran dan evaluasi, fungsi evaluasi, dan prinsip-prinsip evaluasi.

Uraian Materi

Dalam beberapa kasus, evaluasi lebih luas karena evaluasi juga mencakup penilaian formal dan penilaian intuitif terhadap kemajuan siswa. Sumarno, dkk (2003) menyatakan bahwa penilaian (penilaian hasil belajar) merupakan “suatu proses yang bersifat sistemis untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa”, sedangkan Rustaman Y. Dalam dunia pendidikan, pengajaran lebih bersifat formal dan hanya ada di lingkungan sekolah saja. konteks guru dan siswa di kelas.

Siswa harus menampilkan sikap, melaksanakan tugas dalam situasi nyata sesuai dengan nilai pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya. Melalui proses penilaian autentik dapat diperoleh informasi seberapa besar pencapaian siswa dalam mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru. Melalui penilaian autentik, informasi yang diperoleh lebih berharga dan dapat diandalkan untuk dijadikan umpan balik bagi guru tentang seberapa sukses mereka dalam melaksanakan pembelajaran sehingga siswa mencapai kompetensi dasar dan keterampilan yang telah ditentukan yang belum dimiliki siswa.

Observasi yaitu penilaian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi apakah proses belajar siswa sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Rangkuman yaitu suatu tindakan penilaian yang bertujuan untuk menyimpulkan tingkat penguasaan kompetensi yang telah ditentukan oleh peserta didik.

Rangkuman

Verifikasi ini dimaksudkan untuk memisahkan data yang ‘baik’ atau data yang mendukung kegiatan evaluasi dengan data yang ‘buruk’ atau data yang tidak mendukung kegiatan evaluasi. Pengolahan dan analisis hasil evaluasi berlangsung dengan tujuan untuk memberi makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan evaluasi. Saat memproses dan menganalisis data evaluasi, teknik statistik dan/atau non-statistik dapat digunakan, tergantung pada jenis data yang akan diproses.

Interpretasi atau penafsiran data penilaian pembelajaran pada hakikatnya merupakan artikulasi makna pada data yang telah mengalami pengolahan dan analisis. Berdasarkan interpretasi data evaluasi, pada akhirnya dapat diambil kesimpulan tertentu, seperti apakah siswa telah menyelesaikan apa yang telah dipelajarinya atau belum. Berdasarkan data evaluasi yang dikumpulkan, diorganisasikan, diolah, dianalisis dan disimpulkan sehingga dapat diketahui maknanya, maka evaluator pada akhirnya dapat mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan yang dipandang perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan evaluasi.

Pengukuran adalah suatu prosedur untuk memperoleh gambaran numerik tentang tingkat penguasaan karakteristik tertentu siswa. Fungsi evaluasi berkaitan dengan jenis evaluasi yaitu fungsi selektif, fungsi penempatan, fungsi diagnostik, fungsi pengukuran keberhasilan.

Tugas

Evaluasi merupakan suatu proses sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan mutu hasil program pembelajaran berdasarkan kriteria tertentu untuk mengambil keputusan. Ikuti hasil penilaian. hadiah dan siswa yang “tidak bangkit” diberi petunjuk dan tip. a) Coba bedakan pekerjaan guru manakah yang termasuk dalam pengukuran, penilaian dan evaluasi! Referensi terkait materi pemahaman, pengukuran dan penilaian, kertas flipchart dan Langkah Kegiatan menulis.

Dilihat dari berbagai aspek sistem pendidikan, tujuan, fungsi, atau manfaat evaluasi tentunya bukan sekedar memperoleh bahan-bahan untuk melengkapi laporan siswa yang mencerminkan ukuran keberhasilannya. Selain itu, hasil kegiatan evaluasi dapat dijadikan umpan balik terhadap upaya perbaikan berbagai komponen KBM, persyaratan seleksi, penempatan, dan lain sebagainya. Referensi mengenai materi pemahaman, pengukuran dan penilaian, kertas flip chart dan alat tulis.

Bagaimana tidak, tentu saja terjadi proses pembelajaran dengan memperhatikan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Melalui kegiatan penilaian dapat diperoleh data atau informasi yang berguna dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan serta tingkat kemajuan atau prestasi belajar siswa.

Penilian

Daftar Rujukan

Bacaan Yang Di Anjurkan

TEHNIK PENGUMPULAN DATA EVALUASI

Penilaian

PENGEMBANGAN TES

Informasi tersebut berkaitan dengan akumulasi perilaku siswa dalam ranah kognitif dari pengalaman belajar yang telah dialaminya. Fungsi tes prestasi belajar menurut Mardap (1999), terdiri atas: 1) sebagai alat pengumpulan informasi untuk melakukan perbaikan dalam proses belajar mengajar; 2) memperoleh data efektivitas pengajaran; 3) meningkatkan retensi dan transfer pembelajaran; 4) meningkatkan motivasi belajar siswa; 5) memberikan umpan balik terhadap pemahaman dan keterampilan siswa. Tes yang dimaksudkan untuk menghasilkan indikator mutu pendidikan hendaknya memuat pertanyaan-pertanyaan yang mencakup serangkaian kompetensi inti untuk setiap mata pelajaran.

Kinerja belajar merupakan keterampilan yang diperoleh siswa melalui proses belajar mengajar yang memakan waktu. Sedangkan menurut Gronlund (1982), perencanaan ujian menyangkut empat hal, yaitu: 1) menentukan tujuan penyelenggaraan ujian; 2) mengidentifikasi dan menentukan hasil pembelajaran yang diinginkan; 3) menyiapkan spesifikasi pengujian; 4) penyusunan soal tes yang relevan. Sebelum tes diujikan, soal-soal tertulis tetap harus dinilai untuk menentukan apakah tes tersebut memenuhi syarat.

Oleh karena itu, sebaiknya tes disusun dari soal-soal tes yang lebih mudah ke soal-soal tes yang lebih sulit. Hal ini disebabkan karena penilaian autentik (Authentic assessment) merupakan pengukuran kebermaknaan hasil belajar siswa pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Test-retesting adalah pengujian dua kali dengan pengujian yang sama pada waktu yang berbeda.

Oleh karena itu, penilaian autentik secara signifikan lebih bermakna bagi hasil belajar siswa dibandingkan hanya mengandalkan tes, meskipun kriteria terkait pengembangan pengetahuan diterapkan pada saat pelaksanaan penilaian. Penilaian autentik merupakan proses pengumpulan informasi tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan siswa. Siswa hendaknya menampilkan sikap dan tindakan yang mencerminkan pemanfaatan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dari pembelajaran yang telah berlangsung.

Penilaian autentik merupakan suatu bentuk penilaian dengan meminta siswa menunjukkan bukti penerapan nilai-nilai ilmu yang diperolehnya di dunia nyata. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan. Penilaian autentik merupakan suatu proses mengumpulkan, melaporkan dan menggunakan informasi tentang hasil belajar siswa.

Hasil penilaian dapat dijadikan informasi sejauh mana pencapaian siswa dalam mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru. Dengan demikian, penilaian autentik harus benar-benar mencerminkan informasi tentang keadaan kemampuan siswa yang sebenarnya. Komprehensif dan berkesinambungan, artinya penilaian oleh pendidik mencakup seluruh aspek kompetensi dan menggunakan teknik penilaian yang berbeda-beda sesuai dengan kompetensi yang perlu dikuasai peserta didik.

Standar penilaian pendidikan merupakan standar nasional pendidikan yang mengatur tentang mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar siswa (Mulyasa, 2006).

Tabel 6. Contoh Format Instrumen cek list  Mata pelajaran  : PPKN
Tabel 6. Contoh Format Instrumen cek list Mata pelajaran : PPKN

PENGEMBANGAN ALAT UKUR NON TES

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN 131

PENILAIAN AUTENTIK

PENDAHULUAN

Konsistensi respon siswa terhadap pilihan jawaban (misalnya cenderung menjawab A diantara empat pilihan yang ditawarkan, atau cenderung memilih B diantara pertanyaan yang disajikan benar dan salah. Sedangkan dalam American Library Association, penilaian autentik adalah didefinisikan sebagai proses penilaian untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi dan sikap siswa terhadap aktivitas yang relevan dengan pembelajaran. Di Newton State School, penilaian autentik diartikan sebagai penilaian terhadap produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman nyata siswa (Rusman, 2015 ).

Penyelenggaraan penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan mana pun pada umumnya berfungsi untuk memantau kemajuan pembelajaran, memantau hasil belajar, dan mendeteksi perlunya perbaikan terus-menerus pada hasil belajar siswa. Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan keterangan/data tentang prestasi belajar peserta didik ditinjau dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang dilakukan secara terencana dan sistematis, untuk memantau proses, kemajuan pembelajaran, dan peningkatan pembelajaran. hasil melalui penugasan dan penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar oleh guru di sekolah menengah berfungsi untuk memantau kemajuan pembelajaran, memantau hasil belajar dan mendeteksi perlunya perbaikan terus menerus pada hasil belajar siswa.

Pengecekan hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah suatu proses pengumpulan informasi/data tentang prestasi belajar peserta didik ditinjau dari pengetahuan dan keterampilan, yang berlangsung secara terencana dan sistematis dalam bentuk ujian akhir pengetahuan dan ujian sekolah. Penilaian akhir merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada akhir semester dan/atau akhir tahun, sedangkan ujian sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau. Dengan demikian, hasil penilaian dapat dijadikan umpan balik kepada guru tentang seberapa baik mereka melaksanakan pembelajaran bagi siswa untuk mencapai kompetensi inti.

Di sisi lain, penilaian yang dilakukan secara terus menerus dan valid juga memberikan fungsi motivasi kepada siswa, dimana siswa selalu mempunyai dorongan untuk mencapai hasil yang baik dalam setiap penilaian. Penilaian yang dilakukan secara terus menerus, intensif, teratur dan valid akan mendorong kebiasaan belajar yang baik pada siswa. Rapor berfungsi sebagai laporan sekolah kepada setiap orang tua siswa tentang prestasi belajar anaknya selama semester yang baru dilaksanakan.

Nilai pada rapor hendaknya didasarkan pada penilaian autentik yang dilakukan secara cermat untuk memberikan informasi yang berguna bagi orang tua siswa. Selain memberikan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu kepada siswa, sekolah juga memerlukan informasi mengenai bakat khusus yang dimiliki siswa. Informasi bakat ini dapat memberikan masukan kepada orang tua mengenai bidang studi atau bidang kerja yang lebih sesuai dengan bakat siswa.

Adil artinya penilaian tidak memihak atau merugikan siswa karena mempunyai kebutuhan khusus dan perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

Gambar 4.Validitas dan reliabilitas
Gambar 4.Validitas dan reliabilitas

LAPORAN HASIL EVALUASI

Referensi

Dokumen terkait