• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi penanganan air hujan

N/A
N/A
Nur Syamsi Suleman

Academic year: 2023

Membagikan "Evaluasi penanganan air hujan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Evaluasi Penanganan Air Hujan Evaluasi Saluran Dranase

Salah satu upaya untuk mengatasi bencana banjir ini yaitu dengan adanya suatu sistem drainase yang baik, dengan didukung aspek-aspek perencanaan yang terkait di dalamnya. Sistem drainase merupakan serangkaian bangunan air yang digunakan untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu lahan sehingga kawasan tersebut dapat digunakan secara optimal.

Evaluasi saluran drainase dilakukan dengan menghitung curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan rata-rata diseluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada satu titik tertentu. Besarnya intensitas curah hujan diperkirakan berdasarkan:

I=R24

24 ×

(

24t

)

23

Sehingga diperoleh, curah hujan sebesar 99,5 mm/jam. Limpasa air permukaan diperkirakan dengan menggunakan persamaan:

Q=0,278×C × I × A

Sehingga diperoleh Q= 0,6 m3/detik, pada kondisi eksisting, bedasarkan analisa yang dilakukan prediksi limpasan dengan adanya kegiatan sebear Q

= 0.7 m3/detik. Selanjutnya dilakukan perhitungan analisis kapasitas saluran yang telah direncanakan dengan menggunakan persamaan;

Qkap=A . v Dimana:

v=1 n R

2 3S

1 2

Q = Kapasitas Saluran (m3/det) A = Luas Penampang Saluran (m2)

(2)

v = Kecepatan Aliran (m/det) R = Jari-jari Hidrolis Saluran (m) R = A/P

P = Keliling penampang drainase (m) S = Kemiringan Saluran

n = Koefisien Kekasaran Manning, didapat dari table kekasaran manning untuk saluran, sebagai berikut

Saluran Keterangan n Manning

Tanah

Lurus, baru, seragam

landau dan bersih 0.016-0.033 Berkelok, landau dan

berumput 0.023 – 0.040

Tidak terawatt dan

kotor 0.050 – 0.0140

Tanah berbatu, kasar

dan tidak teratur 0.035 – 0.045

Pasangan Batu Kosong 0.023 – 0.035

Pasangan Batu belah 0.017 – 0.018

Beton

Halus,sambungan baik

dan rata 0.014 – 0.018

Kurang halus dan

sambungan kurnag rata 0.018 – 0.030

Berdasarkan analisa yang dilakukan, pada penampang drainase dengan lebar 0.9 m, 0.8 m, dan 0.3 m, disajikan pada table dibawah ini;

Drainas e

Lebar

(m) h (m) A (m2) P (m)

R=A/

P 1/n R2/3 S1/2

V (m3/detik

)

Q kap (m3/detik)

Q Air Hujan (m3/detik

)

Keteranga n

A 0.9 0.9 0.81 3.6 0.23 66.

7 0.37 0.14 3.49 2.83 0.7 Masih

Aman

B 0.8 0.9 0.72 3.4 0.21 66.

7 0.36 0.14 3.35 2.41 0.7 Masih

Aman

C 0.3 0.3 0.09 1.2 0.08 66.

7 0.18 0.14 1.68 0.15 0.7 Masih

Aman

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi sistem drainase pada kawasan Buluh dilakukan untuk mengetahui kapasitas saluran dan debit puncak (banjir) yang mungkin akan terjadi.. Dari hasil evaluasi dapat

Analisis reduksi beban drainase hanya berupa data perbandingan antara pemanfaatan tangki PAH dan daya serap biopori terhadap hujan yang jatuh di wilayah rawan banjir

Dari perhitungan evaluasi kapasitas saluran eksisting, didapatkan hasil bahwa saluran drainase tidak dapat menampung debit curah hujan serta limpasan yang terjadi,

Kelebihan air hujan pada suatu daerah, dapat menimbulkan masalah yaitu banjir atau genangan air, sehingga diperlukan adanya saluran drainase yang berfungsi menampung air hujan

Penyebab banjir pada kawasan tersebut adalah perubahan tata guna lahan, saluran drainase tidak memadai dan tidak mampu menampung debit banjir, saluran tidak

ABSTRAK Sub-sub DAS Bengkuring merupakan salah satu kawasan pada Kota Samarinda yang terdampak bencana banjir dikala hujan dengan intensitas tinggi.. Kesesuaian sistem drainase

Salah satu fungsi saluran drainase yaitu sebagai pengendali air ke permukaan untuk memperbaiki daerah genangan air/banjir, akan tetapi fungsi saluran drainase di jalan Harmonika Baru

Faktor Dominan Penyebab Banjir Saluran Masalah Penyebab 1 Saluran Drainase Utama Air tidak mengalir dengan lancar Hilir saluran tersumbat sampah 2 Saluran Drainase Perumahan