• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Historis Kepribadian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Faktor Historis Kepribadian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Faktor Historis Kepribadian

Dinda Permatasari Harahap

(2)

Pengobatan Klinis di Eropa

Terjadi pada abad ke 18 dan ke 19 yg

merupakan satu kekuatan atau faktor yg paling berpengaruh atas struktur teori

kepribadian di abad 20

Pengobatan klinis didasari pemahaman, klasifikasi, dan penyembuhan atas

gangguan mental

(3)

Philippe Pinel (1745-1826) menggambarkan gangguan kepribadian psikotik sebagai akibat disfungsi atau

kerusakan otak

mulai concern pada upaya pemahaman dan

penyembuhan gangguan neurotik dengan teknik sugesti teknik sugesti dilakukan oleh dokter dengan

meyakinkan pasien bahwa metode penyembuhan yang

mereka gunakan ampuh/tepat.

(4)

Sugesti menjadi dasar adanya hipnosis. Jean Martin Charcot (1825-1893) mengembangkan teknik hipnosis dalam penanganan gangguan neurotik

Teknik ini kemudian diadopsi oleh Sigmund Freud seorang dokter muda dari Wina. Freud

mengembangkan teori psikoanalisa, salah satu aliran yang berpengaruh dalam perkembangan psikologi

modern

(5)

Psikometrik

(6)

Psikometrik atau pengukuran psikologi memainkan peran penting dalam pertumbuhan psikologi ilmiah

Psikometrik membantu mengukur fungsi-fungsi

psikologis manusia spt kecerdasan, bakat, minat,

motif-motif, dan trait-trait kepribadian.

(7)

Para ahli psikologi mulai mengembangkan dan menggunakan pendekatan psikometrik untuk mengukur kaitan antara fungsi-

fungsi dunia fisik dan mental.

Teknik statistik digunakan untuk menganalisa data yg diperoleh dari pengukuran melalui psikometrik tsb

(8)

Behaviorisme

merupakan aliran psikologi yg didirikan tahun 1913 oleh John B Watson (1878-1958).

pengaruh behaviorisme dalam pembentukan teori kepribadian terletak pada upaya-upaya dan

anjurannya untuk memandang dan meneliti tingkah laku secara objektif

(9)

Psikologi Gestalt

merupakan aliran yg didirikan pada 1912 oleh

Max Wertheimer (1880-1943)

prinsip: bahwa suatu gejala atau fenomena harus bisa dimengerti sebagai

suatu totalitas (keseluruhan) menentang elementalisme, paham

dalam psikologi yang mempelajari

perilaku secara bagian yg terpisah

dalam memahami fenomena, pengamat harus bersifat netral

(10)

any

discussion?

Referensi

Dokumen terkait

A member of the IUSD faculty since 2008, he has used his involvement in the community as an opportunity to expand his role as an educator and ambassador for the dental profession,