• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

(Studi Deskriptif pada Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan)

JURNAL

YUDHA HENDRIKA PUTRA NPM: 10060163

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2017

(2)

i

(Studi Deskriptif pada Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan), Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang, 2017.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya remaja yang melakukan

kekerasan pada temannya, remaja yang berkata-kata kasar saat berkomunikasi

dengan temannya, remaja yang merokok di depan umum, kurangnya perhatian

dan teguran dari orang tua. Ada remaja yang sering berjudi, remaja yang

mengkonsumsi alkohol dan memakai lem untuk mabuk-mabukan. Tujuan

penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Faktor internal penyebab

kenakalan remaja dan 2) Faktor eksternal penyebab kenakalan remaja. Penelitian

ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak

75 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Jumlah

sampel dalam penelitian ini 75 orang remaja. Data penelitian diperoleh melalui

angket. Data diolah menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil olahan

data terungkap bahwa: 1) Faktor internal penyebab kenakalan remaja berada pada

kategori tinggi, 2) Faktor eksternal penyebab kenakalan remaja berada pada

kategori cukup tinggi. Berdasarkan hasil data tersebut diharapkan bisa berguna

bagi remaja, orang tua, tokoh masyarakat dan lembaga yang bersangkutan.

(3)

1

FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

(Studi Deskriptif pada Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan)

Yudha Hendrika Putra¹, Ahmad Zaini², Wira Solina²

¹Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

²Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

The researcher did this study because there are some of teenagers who did the violence toward their friends, the teenagers that using the rude words when they were communicating with others, also there are much of teenagers that with no doubt were smoking in the crowded, also there are much of teenagers that did the gamble. These things may happen because there is no attention from their parents. So, it was not a freak matter anymore if finally that teenagers will do those bad things such as, they were gamble, they consumed the alcohol and also much number of juveniles that used glue for intoxicating. The purpose of this study namely: 1) analyzing the internal factors of the juvinile mischieve in Ampuan Village, Lumpo,Pesisir Selatan Regency. 2) analyzing the external factors of the juvinile mischieve in Ampuan village,Lumpo, Pesisir Selatan Regency.This study is a quantitave descriptive study. Population in this study is 75 people.

Technique for taking the sample was done by total sampling. The number of sample in this study is 75 teenagers. The data from this study was taken from questionare. The data was processed by presentasion technique.According to the result from this study about the factors of juvenile mischieve (Descriptive Study toward teenagers in Ampuan Village,Lumpo, Pesisir Selatan Regency) the researcher can take the conclusion. The conclusion from the factors of Juvenile mischieve will be discussed below: 1) internal factors from the juvenile mischieve in Ampuan Village,Lumpo,Pesisir Selatan Regency are categorized in a high frequency. It means that this factor having the strong role toward the juvenile mischieve in Ampuan Village,Lumpo,Pesisir Selatan Regency.2) external factors from the Juvenile mischieve in Ampuan Village,Lumpo,Pesisir Selatan Regency are also categorized in a high frequency same with the internal factors. It means that this factor also has the important role toward Juvenile Mischieve in Ampuan Village, Lumpo, Pesisir Selatan Regency. This study is recomended for the teenagers, Parents, and also for the stake holder of study program Guidance and counseling, aslo for the reseracher, and also for the next researcher.

Keywords: Factors that cause juvenile mischief

PENDAHULUAN

Masa remaja merupakan salah satu periode dalam rentang kehidupan manusia. Periode remaja adalah periode dimana individu meninggalkan masa anak- anak dan memasuki masa dewasa. Periode remaja dapat juga dikatakan periode transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa awal.

Pada masa ini individu mengalami banyak tantangan perkembangannya, baik dari dalam diri maupun juga dari luar terutama lingkungan sosial. Tantangan dalam diri seperti perubahan fisik yang sangat menonjol yang memerlukan penyesuaian agar tidak timbul kesulitan bagi remaja itu

sendiri. Tantangan dari lingkungan, misalnya perlakuan orang tua dan orang dewasa lain yang tidak konsisten dan mendua kadang-kadang disuatu sisi orang tua memperlakukan remaja seperti anak- anak disisi lain orang tua juga menuntut remaja untuk bersikap dewasa.

Menurut Santrock (2003:8) dalam rentang kehidupannya, manusia pasti akan melalui proses perkembangan dalam hidupnya. Pada suatu masa individu akan berada pada suatu fase kehidupan remaja.

Konsep remaja ini telah ada sejak zaman Yunani yang dipelopori oleh Aristoteles dan plato.

(4)

Aristoteles melukiskan periode masa tertentu dari perkembangan manusia.

Ada tiga tahap yaitu: Masa balita (infancy) dimulai dari 1-7 tahun, masaanak (boyhood) dimulaidariusia 7 tahunsampaimasapubertas dan dewasamuda (young manhood) dariusiapubertassampaiusia 21 tahun.

Sedangkan Luella Cole (Elida, 2006:6) menyatakan bahwa:

Pada dasarnya pencapaian periode remaja berbeda antara wanita dan pria. Wanita mencapai masa remaja lebih cepat dua tahun dari pada pria. Rentang kehidupan remaja wanita umur 13-15 tahun dan berakhir umur 18 -21 tahun. Rentang kehidupan remaja pria umur 15-17 tahun dan berakhir umur 19-22 tahun. Oleh karena itu perlu perbedaan perlakuan terhadap remaja wanita dan pria yang berumur sama.

Remaja adalah generasi penerus suatu bangsa, mereka nantilah yang akan melanjutkan perjuangan bangsa. Oleh sebab itu seharusnya remaja bisa dididk dan mempunyai kemampuan untuk meneruskan memimpin bangsa agar dapat bersaing dengan Negara maju. Namun, kenyataan yang banyak ditemukan di lapangan tidak hanya dikota-kota besar, tetapi di desa juga telah banyak ditemukan tentang kenakalan- kenakalan remaja. Saat ini, banyak remaja yang melakukan kekerasan, berjudi, mencuri, narkoba dan moral yang semakin jauh dari aqidah agama.

Remaja memang memperlihatkan tingkah laku yang khas sebagai tanda bahwa mereka berkembang sebagai remaja yang normal. Blair dan Jones (Elida, 2006:8) mengemukakan sejumlah ciri khas perkembangan remaja, sebagai berikut:

Mengalami perubahan fisik, mempunyai energi yang melimpah, mengarahkan perhatian pada teman sebaya secara berangsur akan melepaskan diri dari keterikatan dengan keluarga, remaja memiliki ketertarikan dan keterikatan dengan lawan jenis, periode yang idealis, menunjukan kemandirian, berada pada periode transisi dan pencarian identitas diri.

Diungkapkan oleh Hurlock (Ali dan Asrori, 2011:10) bahwa tugas-tugas perkembangan remaja sebagai berikut:

Mampu menerima fisiknya, mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa, mampu membina hubungan baik meskipun dengan anggota kelompok yang berlawanan jenis, mencapai kemandirian emosional, mencapai kemandirian ekonomi, mengembangkan konsep dan keterampilan

intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota

masyarakat, memahami dan

menginternalisasi nilai-nilai orang dewasa dan orang tua, mengembangkan prilaku tanggung jawab, memasuki diri untuk masa perkawinan serta memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.

Masalah kenakalan remaja saat ini dirasakan semakin meresahkan masyarakat, baik di kota-kota maupun di desa. Remaja merupakan generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa tergantung dari remaja nya, jika banyak diantara remaja yang melakukan kenakalan maka pasti masa depan bangsa ini akan buruk. Jika kenakalan remaja ini tidak cepat diantisipasi maka pasti akan berdampak pada generasi- generasi berikutnya.

Kenakalan remaja tentu tidak terjadi begitu saja pasti adafaktor-faktor yang mempengaruhikenakalan tersebut seperti menurut Mudjiran (2002:153) ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja yaitu:Faktor yang berasal dari dalam diri individu, (Potensi kecerdasan yang rendah, mempunyai masalah yang tidak terpecahkan, kemampuan penyesuaian diri yang rendah dan tidak menemukan figur atau model yang dapat digunakan sebagai pedoman) dan faktor yang bersal dari luar diri individu, (Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah.

Pengaruh buruk dikalangan remaja tidak hanya diperoleh dari lingkungan teman sebaya saja tapi semua lingkungan mempunyai peranan terhadap tingkat kenakalan remaja tersebut seperti perkembangan zaman juga mempengaruhui kenakalan remaja, remaja dapat memperoleh informasi-informasi dengan mudah meskipun informasi tersebut berdampak tidak baik terhadap tugas perkembangannya. Menurut Yusuf (2009:71), bahwa apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dampaknya mungkin mereka akan mengembangkan perilaku yang menyimpang, melakukan kriminalitas dan menutup diri.

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo kabupaten Pesisir Selatanpada tanggal 22 September 2015

(5)

3

ditemukan remaja yang berjudi, gaya pergaulan remaja yang kurang sehat, gaya pacaran remaja yang terlalu bebas, remaja yang berpakaian kurang sopan dan tidak sesuai dengan aqidah agama, remaja yang ugal-ugalan membawa sepeda motor, remaja yang berpacaran di tempat gelap dan sepi, tidak adanya peran masyarakat dalam mengatasi kenakalan remaja, tidak ada teguran bagi remaja yang melakukan kenakalan di masyarakat.

Peneliti juga melakukan wawancara dangan 10 orang tua di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan pada tanggal 27 September 2015, diperoleh keterangan bahwa ada remaja yang melakukan kenakalan seperti:

remaja yang melakukan kekerasan pada temannya, remaja yang berkata-kata kasar saat berkomunikasi dengan temannya, remaja yang merokok di depan umum, remaja yang berjudi, kurangnya perhatian dan teguran dari orang tua.

Kemudian hasil wawancara penulis dengan 10 orang remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan pada tanggal 28 September 2015 diperoleh keterangan bahwa ada remaja yang sering berjudi, remaja yang mengkonsumsi alkohol dan memakai lem untuk mabuk-mabukan.

Berdasarkan data di atas maka dapat dipahami bahwa kenakalan remaja sudah menjadi masalah yang besar, jika tidak cepat diantisipasi maka ini akan berdampak buruk dan sulit di atasi, jadi penulis tertarik untuk meneliti tentang “ Faktor penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kecamatam Pesisir Selatan”

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:

1. Faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

2. Faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

METODE PENELITIAN

Adapun tempat untuk melaksanakan penelitian adalah di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kecamatan Pesisir Selatan. Alasan peneliti memilih tempat ini adalah karena masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini ditemukan di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Sugiyono (2011: 117)

”Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas:

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Selanjutnya Nazir (Riduwan, 2010: 10) mengatakan

”Populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya. Sedangkan Riduwan (2010: 10) mengatakan bahwa,

”populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unik hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian”. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat- syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang ada di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Yusuf (2007:186)

“Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut yang dijadikan responden penelitian”. Sedangkan menurut Furchan (Taniredja dan Mustafidah, 2012:34) menyatakan sampel adalah sebagian dari populasi atau kelompok kecil yang diamati.Jadi, sampel merupakan bagian atau wakil yang diambil dari populasi

yang dijadikan sebagai

penelitian.Besarnya sampel dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan pendapat Arikunto (2002:112) apabila subjeknya kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya sebagai sumber data. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa sampel penelitian ini berjumlah 75 orang, diambil dengan menggunakan teknik total sampling.

Jenis data dalam penelitian ini adalah data interval. Menurut Bungin (2005:131) “Data interval adalah data yang punya ruas atau interval atau jarak yang berdekatan dan sama”. Jarak itu berpedoman pada ukuran tertentu misalnya nilai rata-rata (mean), bilangan kelipatan atau nilai lainnya yang disepakati.

Menurut Arikunto (2006:129)

“Sumber data adalah subjek dari mana data itu diperoleh”. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau angket dalam pengumpulan

(6)

data, maka sumber data disebut responden, yaitu orang-orang yang merespon pernyataan baik secara tertulis maupun lisan dan orang- orang itu disebut sampel. Berdasarkan penelitian ini data yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Menurut Yusuf (2005:252) angket adalah “suatu rangkaian pernyataan yang berhubungan dengan topik tertentu dan diberikan kepada sekelompok orang dengan tujuan untuk memperoleh sebuah data”.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tentang faktor internal dan eksternal penyebab kenakalan remaja d Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan dapat kita lihat pada tabel berikut

Tabel 1. Hasil Penelitian Faktor Internal Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo

Hasil Kategori F %

81%-100% Sangat Tinggi 5 6,67 61%-80% Tinggi 46 61,33 41%-60% Cukup Tinggi 11 14,67 21%-40% Rendah 13 17,33 0%-20% Sangat Rendah 0 00

75 100,00

Berdasarkan tabel di atas dapat kita lihat bahwa faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori tinggi.

Tabel 2. Hasil Penelitian Faktor Eksternal Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo

Hasil Kategori F %

81%-100% Sangat Tinggi 5 8,00 61%-80% Tinggi 34 45,34 41%-60% Cukup Tinggi 25 33,33 21%-40% Rendah 10 13,33 0%-20% Sangat Rendah 0 00

75 100,00

Berdasarkan tabel di atas dapat kita lihat bahwa faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada tinggi.

Pembahasan

1. Faktor Internal Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan

Faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berdasarkan kriteria pengelompokan data deskriptif hasil penelitian, maka diperoleh hasil bahwa faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 5 orang remaja memiliki faktor internal penyebab kenakalan remaja yang sangat tinggi dengan persentase (6.67), 46 orang remaja memiliki faktor internal penyebab kenakalan remaja yang tinggi dengan persentase (61.33), 11 orang remaja memiliki faktor internal penyebab kenakalan remaja yang cukup tinggi dengan persentase (14.67) dan 13 orang remaja memiliki faktor internal penyebab kenakalan remaja yang rendah dengan persentase (17.33).

Jadi, faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori cukup tinggi, artinya faktor internal cukup tinggi menjadi penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

Willis (2005:91) menjelaskan bawha bentuk-bentuk kenakanalan yang sering dilakukan remaja atau siswa adalah pencurian, penipuan, perkelahian, perusakan, penganiayaan, narkotika, pelanggaran susila, pembunuhan, dan lain sebagainya.

Purba (2014:7) menyatakan bahwa kenakalan disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

1. faktor internal seperti:

a) faktor kejahatan, kenakalan yang berasal dari kemampuan fisik.

b) moral anak itu sendiri.

2. Faktor intenal meliputi sebagai berikut:

a) pembawaan sejak lahir/keturunan yang bersifat biologis, misalnya:

cacat fisik, cacat mental dan sebagainya.

b) Pembawaan (sifat, watak) yang negatif, yang sulit diarahkan, dibimbing dengan baik, misalnya terlalu bandel, mokong atau betik.

(7)

5

c) Jiwa anak yang masih terlalu labil, misalnya: kekanak - kanakan, manja dan sebagainya.

Perkembangan jiwa anak akan selalu mengikuti perkembangan fisik anak itu sendiri dan sifat – sifat tadi hanya dimiliki oleh anak remaja.

d) Tingkat intelegensi yang kurang menguntungkan, misalnya berpikir lamban/kurang cerdas.

e) Kurangnya tingkat pendidikan anak baik dari visi agama maupun ilmu pengetahuan.

f) pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja.

g) tidak memiliki hobi dan bakat yang jelas dan kuat, sehingga mudah dipengaruhi oleh hal – hal negatif.

Jadi, logikanya dapat diartikan bahwa kenakalan remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terjadi. Kenakalan remaja ternyata memang terjadi pada setiap remaja namun semua faktor kenakalan yang mempengaruhi remaja tidak akan berdampak negatif jika remaja itu mampu mengontrol diri dan berfikir positif dalam kehidupan sehari-hari tapi jika remaja tersebut tidak mampu memahaminya dan terpengaruh oleh hal tersebut maka remaja akan sering melakukan kenakalan-kenakalan yang akan menjadi kebiasaan yang terus diulang oleh remaja dalam kehidupan sehari-harinya dan akan merugikan dirinya.

Sehingga diharapkan penelitian ini bisa dimanfaatkan oleh remaja agar bisa mengontrol diri dan menjauhi kenakalan yang akan merugikan dirinya serta orang lain. Tidak hanya itu masalah kenakalan remaja juga membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak seperti: Orang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, intansi pemerintah dan pihak- pihak yang terkait. Jika ini terus berlanjut maka dapat dipastikan akan terciptanya generasi-generasi muda yang kurang bermoral dan mempunyai masa depan yang suram.

2. Faktor Eksternal Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan

Faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berdasarkan kriteria pengelompokan data deskriptif hasil penelitian, maka diperoleh hasil bahwa faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 4 orang remaja memiliki faktor eksternal penyebab kenakalan remaja yang sangat tinggi dengan persentase (5.53), 15 orang remaja memiliki faktor eksternal penyebab kenakalan remaja yang tinggi dengan persentase (20.00), 44 orang remaja memiliki faktor eksternal penyebab kenakalan remaja yang cukup tinggi dengan persentase (58.67) dan 12 orang remaja memiliki faktor eksternal penyebab kenakalan remaja yang rendah dengan persentase (17.33).

Jadi, faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori cukup tinggi, artinya faktor eksternal cukup tinggi menjadi penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

Willis (2005:91) menjelaskan bawha bentuk-bentuk kenakanaln yang sering dilakukan remaja atau siswa adalah pencurian, penipuan, perkelahian, perusakan, penganiayaan, narkotika, pelanggaran susila, pembunuhan, dan lain sebagainya. Purba (2014:7) menyatakan bahwa kenakalan disebabkan oleh dua faktor, yaitu: faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan atau bersumber dari luar diri remaja, seperti lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang kurang menguntungkan dan mempunyai pengaruh negatif. Faktor eksternal meliputi hal sebagai berikut:

a. Cinta kasih orang tua yang kurang harmonis, kesenjangan kasih sayang antara orang tua dan anak, pemerataan kasih sayang yang tidak seimbang (perlakuan yang tidak adil) dalam keluarga, terjadi broken home

(8)

(keluarga yang tidak utuh) dan sebagainya.

b. Kemampuan ekonomi yang tidak menunjang atau ada kesenjangan sosial ekonomi bagi keluarga si anak.

c. Kesalahan pendidikan yang diterapkan orang tua terhadap anak, baik dalam pendidikan keluarga, formal maupun masyarakat dan akibat dari rendahnya tingkat pendidikan orang tua.

d. Kurangnya sosok teladan yang baik dari orang tua dalam mendidik dan membimbing anak, termasuk tingkat kejujuran dan kedisiplinan orang tua itu sendiri.

e. Kurang tertanamnya rasa tanggung jawab yang terlatih di rumah, misalnya tanpa ada jadwal kegiatan tertentu bagi anak, seperti; waktu belajar, membantu orang tua, bermain, makan dan sebagaianya.

f. Lingkungan rumah yang kurang menguntungkan bagi anak.

g. Bergaul dengan teman yang kurang menguntungkan, misalnya; di masyarakat, di sekolah dan sebagainya.

Jadi, penyebab kenakalan remaja tidak hanya bawaan sejak lahir saja namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor dari luar diri. Ini dapat kita lihat dari perubahan sikap remaja yang menjadi nakal setelah memasuki lingkungan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor penyebab kenakalan remaja (studi deskriptif pada remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori cukup tinggi, artinya faktor internal cukup tinggi menjadi penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

2. Faktor eksternal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori cukup tinggi, artinya faktor eksternal cukup tinggi menjadi penyebab kenakalan remaja di

Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan.

SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka peneliti

mengemukakan saran sebagai berikut:

1. Remaja, agar bisa mengontrol diri dari kenakalan yang dimilikinya meskipun terdapat faktor bawaan, namun kalau mereka yakin dapat mengubah sifat buruk tersebut maka mereka mampu untuk mengubahnya, tidak ada hal yang mustahil semuanya bisa terjadi, hanya perlu memilih, membulatkan tekad dan berniat untuk menjauhi kenakalan serta mampu mengontrol diri dengan baik dalam bertingkah-laku, memahami dan memutuskan sesuatu dengan tepat yang sesuai dengan nilai-nilai dan tugas-tugas perkembangan remaja.

2. Orang Tua, agar dapat membantu remaja dan memahami peran apa yang bisa dilakukan orang tua supaya bisa mengantisipasi kenakalan remajanya serta menghindari perilaku kenakalan dan mencegah agar tidak menjadi kebiasaan yang akan terus dibawa oleh remaja sampai dia dewasa.

3. Wali Nagari/Pemuka Masyarakat, agar bisa dijadikan bahan perhatian dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak supaya masalah kenakalan remaja ini dapat diantisipasi dengan baik.

4. Pengelola Prodi Bimbingan dan Konseling, agar menjadikan ini sebagai aset dan sebagai bahan bacaan yang dibutuhkan oleh mahasiswa nantinya dalam proses pembelajaran sehingga mahasiswa memiliki tambahan informasi dan pemahamanya.

5. Peneliti Sendiri, supaya informasi dan ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Sehingga menjadi kebanggan nantinya di lingkungan dimanapun peneliti berada.

6. Peneliti selanjutnya, agar peneliti selanjutnya bisa meneliti lebih dalam lagi terkait kenakalan remaja da

KEPUSTAKAAN

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Cahyaningrum, Nur .2013. Karya Ilmiah tentang Kenakala Remaja di Indonesia

(9)

7

(http://makalahsekolah.wordpress.co m. diakses 6 Oktober 2013).

Kartono, Kartini. 1992. Patologi Sosial.

Jakarta: Rajawali.

Maltinus, Helmansyah. 2012. Kenakalan Remaja dan Dampak Bagi Masa

Depan Bangsa.

(http://elmhanzhelman.blogspot.com.

diakses 6 Oktober).

Mtcdempet.2011. Karya Tulis Ilmiah Masalah

Kenakalan Remaja.

(http://mtcdempet.wordpress.com.dia kses 6 Oktober 2013).

Poerwadarminta. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prayitno, Elida. 2006. Psikologi Perkembangan Remaja. Padang: Angkasa Raya.

Riduwan. 2006. Belajar Mudah Penelitian.

Bandung: Alfabeta.

Riyan, Anwar. 2012. Bagaimana dan Cara Mengatasi Kenakalan Remaja (http://anwarriyants.wordpress.com.d iakses 6 Oktober 2013).

Sarwono, Sarlito W. 2012. Psikologi Remaja.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sarwono, Sarlito. 2003. Psikologi Remaja.

Jakarta: Raja Grafindo.

Setiadi, Elly M. 2011. Pengantar Sosiologi.

Jakarta: Prenada Media Group.

Soekanto, Soejono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soeroso, Andreas. 2008. Sosiologi 1. Jakarta:

Yudhistira.

Sudarsono. 2004. Kenakalan Remaja. Jakarta:

Rineka Cipta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Surbakti. 2009. Kenalilah Anak Remaja Anda.

Jakarta: Gramedia.

Sutirna. 2013. Bimbingan dan Konseling.

Yogyakarta: Andi Offset.

Tim Mitra Guru. 2006. Sosiologi 2. Jakarta:

Aksara Pratama.

Tim Pembina Mata Kuliah. 2007.

Perkembangan Peserta Didik.

Padang. UNP PKB

UNICEF Indonesia. 2009. Satu Kesalahan, Anak Kehilangan Masa Depan (http://unicef.oranindonesia.wordpre ss.com. diakses 6 Oktober 2013).

Waluya, Bagja. 2004. Sosiologi. Bandung:

Setia Purna Inves.

Waluya, Bagja. 2007. Sosiologi. Bandung:

Setia Purna Inves.

Yeo, Anthony. 2007. Konseling. Jakarta: Ikrar Mandiri abadi.

Yusuf, A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian.

(Dasar-dasar penyelidikan ilmiah).

Padang : UNP Press.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti pada tiga jenis air perindukan di Kelurahan Sako Kota Palembang.. Penelitian ini merupakan

However, the lexicon developed by Hutto and Gilbert 2014 for VADER is not specific for the finance field, thus some key financial words are excluded, such as “Bear” and “Bull.” Key