FAKTOR PENYEBAB MEROKOK ANAK
(Studi Kasus: Anak Perokok di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang- Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman)
ARTIKEL
YENFITRI 11070206
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2016
The Causing Factors of Smoking Children : A Case Study Children Smokers at Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Rao District, Pasaman Regency, Thesis, Sociology
Department STKIP PGRI West Sumatra, Padang, 2016.
Oleh:
Yenfitri 1, Firdaus2, Inoki Ulma Tiara3
*The Sociology Department Student of STKIP PGRI West Sumatera
**The Sosiology Staff of Sociology Department of STKIP PGRI West Sumatera
ABSTRACT
The background of this research many cases of children who like smoking at Jorong V Tarung- Tarung Nagari Taruang-Taruang, Rao District Pasaman Regency. The cases of children who like smoking at Smokiers at Jorong V Tarung-Tarung was increasing, it can be seen when the children smoke freely in public without afraid. The aim of this research was to know about the causing factors of children who like smoking at Jorong V Tarung-Tarung.
The theory used was a theory of phenomenology by Alfred Schutz. The research method that used was qualitative approach with descriptive type to illustrate the problems. The informants slected by purposive sampling of 20 people. The type of data wera primary and secondary data. Technique of data collection using by interviews, observation, and documentation, as well as supported by using tools such as interview guides, books, pens, handpone. The data were analyzed by means of data reduction, data display and conclusion.
The results of this research were 1. Causing factor of children who like smoking at Jorong V Tarung-Tarung A. Internal factors, 1) the desire alone, the encouragement that comes from theirs own selues (a). Want to be like adults, (b). To eliminate bored. B. External factors 1) The influence of friends who support the to smoke. 2) Environmental factors. 2. Control of smoking behavior. A.
parents‟ control, parental controls were less strict can make the children freely smoke outside the home.. B. Community control.
1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2 Pembimbing I, staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
3 Pembimbing II, staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Yenfitri, 11070206, Faktor Penyebab Merokok Anak Studi Kasus: Anak Perokok di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Skripsi,
Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang, 2016.
Penelitian ini dilatar belakangi banyaknya kasus anak perokok di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Kasus merokok pada anak di Jorong V Tarung-Tarung semakin meningkat, dimana anak perokok banyak di temukan dengan bebas merokok di tengah masyarakat tanpa rasa takut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab prilaku merokok anak di Jorong V Tarung-Tarung.
Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi menurut Alfred Schutz. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif untuk menggambarkan masalah yang diteliti. Pengambilan informan digunakan dengan cara purposive sampling yang berjumlah 20 orang. Jenis data yang ditemukan berupa data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dengan menggunakan alat berupa pedoman wawancara, buku, pena, handpone. Setelah data diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1. Faktor penyebab prilaku merokok anak di Jorong V Tarung-Tarung didasari adanya faktor A. Faktor internal, 1) Keinginan sendiri, adanya dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri seperti (a). Ingin seperti orang dewasa, (b). Untuk menghilangkan suntuk. B. Faktor eksternal 1) Pengaruh teman dapat mendorong anak untuk merokok. 2) Faktor lingkungan tempat tinggal. 2. Kontrol terhadap perilaku merokok. A. Kontrol dari orang tua, kontrol orang tua yang kurang tegas dapat membuat anak bebas di luar rumah untuk melakukan apa yang mereka mau, seperti melakukan aktifitas merokok. B. Kontrol dari masyarakat.
PENDAHULUAN
Merokok merupakan masalah yang serius, dan sulit untuk di selesaikan sampai saat ini. Dalam rokok terkandung tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Walaupun para perokok sudah mengetahui akan dampak dan bahaya dari mengkonsumsi rokok, namun masih tetap saja merokok tanpa menghiraukan dampak dari merokok tersebut. Banyak pihak yang mengeluh dengan ketidak nyamanan mereka ketika berdekatan dengan orang yang merokok, karena bahaya merokok bukan sajak dirasakan oleh perokok sendiri, tetapi juga berdampak pada orang-orang yang ada di sekitarnya, yang terhirup asap dari rokok tersebut (Imasar, 2008 dalam Hasanah, Sulastri,2011:696). Dimana-mana kita sering menjumpai orang-orang merokok ditempat- tempat umum, seperti di bus, jalan raya, pasar, rumah makan, perkantoran, sekolah,dan
tempat-tempat umum lainnya. Walaupun banyaknya larangan dan peraturan-peraturan yang dibuat seperti berupa artikel-artikel bahwasanya rokok sangat membahayakan kesehatan, tetap saja perokok bersikap tidak peduli dengan semua itu.Dilihat dari berbagai sudut pandang merokok sangat merugikan diri sendiri dan orang lain terutama dari segi kesehatan, yang disebabkan pengaruh bahan- bahan kimia yang terkandung didalam rokok seperti nikotin, CO (Karbon monoksida) dan tar.
Terdapat Sekitar 4,9 juta orang di negara berkembang meninggal dunia karena rokok pada tahun 2003. Bahkan di seluruh dunia, tingkat kematian akibat rokok justru lebih besar ketimbang kematian karena malaria, kematian maternal, penyakit-penyakit yang sering menyerang anak-anak dan tuberculosis (Nawi cit Ramadhan, 2007 dalam
Hasanah & Sulastri,2011:696). Sesuai dengan sensus yang diadakan U.S. Public Health Service on Smoking ( Kantor Pelayanan Kesehatan Umum Untuk Urusan Merokok Amerika Serikat), bahwa sekitar 500.000 orang mati pada usia muda setiap tahunnya sebagai dampak dari merokok. Jumlah ini melebihi jumlah orang-orang Amerika yang terbunuh dalam seluruh peperangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat secara mutlak.
Orang-orang ini meninggal akibat tertimpa kangker paru-paru, penyakit jantung, emphysema, dan penyakit-penyakit lainnya (Wetherall, 2014:18).
Di Indonesia sendiri, rokok dan merokok merupakan masalah yang sangat serius dewasa ini. Persoalan rokok di Indonesia merupakan dilema bagi bangsa kita sendri, disatu sisi rokok tidak baik bagi kesehatan, dan dapat berujung pada kematian.
Dilain sisi negara kita membutuhkan tembakau yang dapat memberikan pemasukan pada kas negara, yang merupakan bahan dasar pembutan rokok itu sendri. Hasil Riskesdas tahun 2013 menyebutkan prevalensi perokok di Indonesia itu sendri mencapai 36,5% yang terdridari 68,8% perokok laki-laki dan 6,9%
perokok perempuan. Fakta ini membuat indonesia merupakan perangkat ketiga dalam konsumsi rokok di dunia, dan meningkat pula beban penyakit dan ekonomi akibat dari konsumsi rokok serta menurunkan derajad kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia (Febriani, 2014). Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menurut hasil penelitian Badan Litbang kemenkes tahun 2010 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit yang terkait dengan tembakau terjadi 190.260 orang atau sekitar12,7% dari seluruh kematian ditahun yang sama (Kemenkes RI, 2015). Walaupun resiko kematian akibat rokok cukup besar, tetap saja konsumsi masyarakat terhadap rokok tidak pernah berkurang, mlahan semakin hari semakin bertambah besar.
Di zaman modern ini, rokok telah merambah disemua lapisan masyarakat, kaya atau miskin, tua atau muda, mulai dari orang dewasa hingga generasi muda dan pelajar.
Perilaku merokok dewasa ini tidak hanya dilakukan pada orang usia dewasa saja tetapi dilakukan anak-anak dan remaja, fenomena merokok pada usia sekolah bukan pemandangan asing lagi. Saat sekarang ini anak-anak dan remaja di usia sekolah dikota maupun desa sudah merokok, baik yang candu maupun yang dalam tahap coba-coba. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2010, di Indonesia usia perokok makin muda, yaitu sebanyak 1,7% perokok mulai merokok pada usia 5-9 tahun ( Rosita,dkk. 2012: 2).
Merokok pada kalangan anak-anak dan remaja sangat disayangkan sekali karena pada masa ini merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat baik untuk mengembangkan potensi yang terkandung dalam diri anak kepada hal-hal yang positif dan mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Pada tahap anak-anak dan remaja juga merupakan tahap dimana rasa ingin tahu, dan coba-coba mereka pada hal-hal yang baru sangatlah besar. Kontrol dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan supaya bisa mengarahkan rasa ingin tahu kearah yang positif sehingga anak tidak terjerumus kedaham hal-hal yang negatif, yang dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan Data Global Youth Tobbacco Survey 2014 (DYTS 2014) menyatakan 20,3% anak sekolah merokok (laki-laki 36% dan perempuan 4,3%), 57,3%
anak sekolah usia 13-15 tahun terpapar asap rokok di dalam rumah 60% terpapar di tempat umum (Kemenkes RI, 2015).
Seperti halnya yang terjadi daerah Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Kabupaten Pasaman peneliti menemukan anak-anak yang merokok, sangat disayangkan karena rokok sangat berbahaya bagi kesehatan.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Pak Husain sebagai kepala Jorong pada tanggal 23 maret 2015, bahwasanya merokok pada anak-anak di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang- Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman bertambah belakangan ini, anak-anak usia 7- 18 tahun yang ada di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao
Kabupaten Pasaman sudah merokok, baik yang coba-coba, maupun yang sudah candu, mereka sering ditemukan merokok ditempat bermain playstation (PS), tanah kosong, yang dijadikan tempat mereka bermain bola. Sangat disayangkan, karena tidak sewajarnya diusia ini mereka sudah merokok, karena dapat merugikan dari segi kesehatan anak dan juga ekonomi.
Berdasarkan observasi awal pada tanggal 23 maret 2015 yang peneliti dapatkan di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang- Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman, peneliti melihat sekelompok anak dengan santainya merokok sambil berjalan tanpa ada rasa takut dan segan. Kegiatan merokok ini lebih sering dilakukan disaat pulang sekolah dan dimalam hari, disaat mereka berkumpul dengan teman-temannya, peneliti juga menemukan anak laki-laki yang masih duduk dibangku sekolah dasar yang membeli rokok di warung, setelah peneliti ikuti ternyata rokok yang dibeli dikonsumsi bersama teman- temannya secara bergantian. Rokok yang digunakan adalah Sampoerna, Scot, Surya, Dunhill, dari hasil observasi yang peneliti lakukan dari 313 anak laki-laki yang berada diusia sekolah, 28 anak di Jorong V Tarung- Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman sudah pernah merokok, baik yang sudah candu maupun yang masih coba-coba, merokok dikalangan kalangan anak-anak sudah jadi kebiasaan dan lumrah pada saat ini di Jorong V Tarung- Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman, sangat disayangkan sekali, seharusnya pada usia ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat baik untuk mengasah potensi yang ada pada diri anak dengan hal-hal yang positif.
Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut mengenai „‟Faktor Penyebab Merokok Anak “ ( Studi Kasus: Anak Perokok Di Jorong V Tarung-Tarung Nagari Taruang- Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman).Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi yang dikembangkan oleh Alfred Schutz. Teori ini berangkat dari pola pikir subjektivisme, yang
tidak hanya memandang dari suatu gejala yang tampak, akan tetapi berusaha menggali makna dibalik gejala itu. Dalam penelitian ini berusaha menggali faktor penyebab merokok anak yang ada di Jorong V Tarung-Tarung dengan melihat motif tindakan merokok mereka tersebut. Dengan menggunakan Motif untuk ( in order to motive) dan Motifkarena (because motive)
METODELOGI
Dalam penelitian ini pendekatan yang dipakai adalah kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari manusia dan perilaku yang dapat diamati, pengempulan dilakukan melalui observasi, wawancara secara mendalam dan metode lain yang dapat menghasilkan data yang bersifat deskriptif tentang sesuatu (Lufri, 2005 : 57). Sementara tipe penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif. Tipe deskriptif ini digunakan karena dapat menggambarkan dan menjelaskan hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan merokok pada anak di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman dan semua permasalahan ini didapatkan dari lisan dan dokumen dari wawancara yang dilakukan.
Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,2011:12). Teknik purposive sampling digunakan karena dalam penelitian ini ditentukan kriteria informan atau subjek penelitian secara jelas agar tercapai fokus dalam menjawab permasalahan penelitian.
Dalam penelitian yang dilakukan yang menjadi kriteria informan penelitian adalah : 1. Anak yang berusia 7-18 tahun yang merokok 2. Penjual rokok 3. Orang tua anak yang merokok 4. Tokoh masyarakat seperti, niniak mamak, kepala jorong, ketua pemuda.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pertama adalah pengumpulan data, reduksi data, tahap display data, dan tahap keempat adalah tahap penarikan kesimpulan dan / atau tahap verifikasi. Penelitian ini dilakukan di Jorong V
Tarung-Tarung Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman dipilihnya daerah ini sebagai lokasi penelitian karena ditemukan anak-anak di Jorong V Tarung-Tarung merokok di bawah umur, yang masih berada di bangku sekolah dari umur 7- 18 tahun.
TEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perilaku Merokok Dilihat dari berbagai sudut pandang merokok sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Terutama dari segi kesehatan dan juga dapat membuang uang sia-sia. Merokok bisa merusak kesehatan karena pengaruh bahan-bahan kimia yang terkandung didalam rokok seperti nikotin, CO (karbon monoksida) dan tar. Nikotin yang dihisap pada saat merokok dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta bersifat karsinogenik serta dapat mengakibatkan resiko terserang kanker paru-paru, kaki rapuh, katarak, gelembung paru-paru melebar (emfisema), resiko terkena penyakit jantung koroner, kemandulan dan gangguan kehamilan serta dapat merusak sistem saraf. CO (karbon monogsida) adalah gas yang sangat beracun serta mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen dari paru-paru. Sedangkan tar adalah cairan kental berwarna coklat seperti aspal yang dapat menumpuk dan mengganggu kinerja paru-paru (Nugraha,2015:112).
Di Jorong V Tarung-Tarung ditemukan anak-anak merokok masih diusia sekolah yang berumur dari 7-18 tahun. Berdasarkan observasi yang dilakukan ditemukan 28 anak yang telah merokok, baik yang secara sembunyi-sembunyi maupun yang terang- terangan didepan umum. Mereka ditemukan merokok disaat pagi sekitar pukul 07:00 WIB, disaat menunggu angkot (kendaraan umum) atau ojek sebelum berangkat sekolah, dan sepulang sekolah sebelum sampai rumah.
Anak banyak dijumpai menyempatkan untuk merokok dan ada juga yang sesudah makan siang mulai pukul 13:30 WIB sampai sore yang dijadikan waktu mereka mengumpul dan bermain bersama teman-temannya. Seperti disaat bermain PS (playstation) mereka bermain sambil mengisap rokok. Malam hari ada juga anak yang ditemukan merokok,
mereka akan mengumpul sesudah shalat magrib. Seperti sesudah makan malam mereka akan keluar rumah dan merokok. Selain tempat mereka mengumpul, WC mesjid juga dijadikan tempat mereka merokok tanpa ada rasa takut.
Mereka mendapatkan rokoknya dengan cara membeli di warung-warung yang ada disekitar Jorong V Tarung-Tarung. Sebagian anak perokok membeli rokok dengan cara menyuruh atau titip sama teman, setelah rokok di dapat dia menyimpannya dalam kantong, dan dihisap ditempat mereka berkumpul dengan teman-temannya secara bersembunyi- sembunyi supaya tidak terlihat orang tua mereka. Sebagian ada juga anak yang langsung membeli rokok dibakar di warung itu juga dan dihisap sambil berjalan menuju tempat PS (playstation) yang berada dekat dengan warung penjual rokok. Rokok yang mereka gunakan adalah rokok sigaret yang menggunakan filter diantaranya yaitu Sampoerna, Dunhil, Umild, Surya.
Kebanyakan dari anak perokok menggunakan rokok Sampoerna, dengan alasan enak, manis dan kandungan nikotinya rendah.
Dalam setiap hari anak-anak yang merokok di Jorong V Tarung-Tarung mampu menghisap dan menghabiskan 3-7 batang rokok perharinya malahan lebih. Selain untuk menghilangkan suntuk yang menjadi alasan mereka untuk merokok karena candu juga dijadikan alasan mereka untuk merokok.
Seperti hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 9 Februari 2016 berdasarkan hasil wawancara yang peneliti peroleh umumnya anak-anak di Jorong V Tarung- Tarung mencoba merokok semenjak masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).
Walaupun masih dengan cara sembunyi- sembunyi dimana masih ada rasa takut apabila dilihat atau ketahuan sama orang tua mereka.
Banyak dari anak-anak itu tahu akan dampak dari rokok tersebut, bahkan mereka sudah merasakan dampak dari merokok itu sendri, tetapi mereka tetap merokok tampa menghiraukan dampak merokok tersebut dengan alasan sudah candu. Kurangnya kekuatan saat berlari, sehingga cepat sesak nafas, merupakan dampak yang dirasakan
anak pada fisiknya akibat dari merokok yang mereka rasakan. Selain itu perubahan warna bibir dan gusi yang menghitam juga merupakan dampak negatif terhadap fisik dari merokok yang sudah dirasakan sebagian anak.
Walaupun demikian mereka tetap saja merokok dengan alasan sudah candu.
B. Faktor Penyebab Merokok Pada Anak Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. (A).
Keinginan Sendiri, keinginan diri sendiri merupakan adanya hasrat yang timbul dalam diri sendiri untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan seperti halnya merokok, hal ini dapat terlihat jelas pada kebiasaan merokok yang terjadi dikalangan anak di Jorong V Tarung-Tarung dalam kesehariannya. Sangat tidak wajar dan pantas dilakukan anak, karena mereka masih diusia sekolah dan merupakan perilaku yang tidak patut dan tidak baik, juga berdampak untuk kedepannya. Seharusnya dimasa perkembangan ini anak berkesempatan untuk mengasah potensi-potensi dan mengarahkan rasa ingin tahu yang ada dalam diri mereka kepada hal-hal yang positif, sehingga anak akan mendapatkan masa depan yang lebih baik. (a) ingin Seperti orang dewasa, dilihat dari tindakan yang dilakukan anak tersebut bahwasanya dia merokok untuk seperti orang dewasa, dengan merokok dia menunjukkan kalau dia bisa melakukan apa yang orang dewasa lakukan sepertihalnya merokok. (b) untuk menghilangkan suntuk, Emosi adalah perasaan intens manusia yang ditujukan kepada seseorang atau terhadap sesuatu. Selain itu, emosi juga merupakan sikap atau reaksi seseorang terhadap sebuah peristiwa yang terjadi (Aditya Z.,2013:47).
Dilihat dari teori fenomenologi anak merokok bertujuan untuk menghilangkan suntuk, karena adanya emosi kecewa dan marah atau tekanan saraf yang dirasakan.
Seperti ketidak nyamanan yang dirasakan anak karena dimarahi di dalam rumah sehingga anak merasa suntuk, dan juga suntuk atau bosan dengan aktifitas berlajar sehingga mendorong anak untuk merokok dengan alasan untuk melepaskan diri dari ketidak nyamanan yang dirasakan. Jadi motif anak dari
tindakan merokok tersebut merupakan in order motive,. dimana adanya tujuan yang digambarkan sebagai maksut, rencana harapan, minat, dan sebagainya yang berorientasi masa depan. harapan yang ditimbulkan dari perilaku merokok yang dilakukannya, yaitu adanya kenyamanan yang diharapkan dari hasil perilaku merokok tesebut, dengan merokok anak mengharapkan berkurangnya sutuk yang mereka rasakan.
Faktor eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar diri individu itu sendiri seperti. (A) Faktor teman bermain atau kelompok sepermainan merupakan agen sosialisasi yang kedua setelah keluarga, teman bermain sangat berperan penting untuk membetuk kepribadian seseorang. (B) Faktor lingkungan tempat tinggal Dilihat dari teori fenomenologi faktor teman bermain dan faktor lingkungan tempat tinggal juga merupan penyebab anak lebih leluasa untuk merokok, dimana adanya because motive pada tindakan anak yang merokok tersebut, because motive atau motif kerena adalah berorientasi masa lalu, dengan adanya dorongan-dorongan dari luar diri individu sendiri untuk melakukan tindakan.
C. Kontrol Terhadap Perilaku Merokok
(A). Kontrol dari orang tua, merupakan agen sosialisasi pertama yang didapat oleh anak.
Lemahnya kontrol orang tua juga merupakan faktor penyebab anak merokok di Jorng V Tarung-Tarung.dengan kurang nya kontrol yang di dapat dari orang tua membuat anak bebas melakukan apa yang dia mau di luar rumah. (B) Kontrol dari masyarakat. Didalam suatu masyarakat akan ada pengendalian sosial atau kontrol sosial yang harus dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat. Kontrol sosial sangat berhubungan erat dengan adanya nilai- nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Dimana dalam kontrol sosial ada preventif yaitu usaha untuk mencegah perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial di masyarakat, represif yaitu untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat perilaku menyimpang tersebut. Dilihat dari teori fenomenologi kurangnya kontrol dari orang tua dan masyarakat merupakan bicause motive yang ada pada motif perilaku merokok
pada anak yang ada di Jorong V Tarung- Tarung, dimana adanya motif yang berasal dari luar diri individu itu sendri, seperti tidak adanya larangan atau sanksi maupun arahan yang akan diperoleh anak supaya tidak merokok, sehingga memacu anak dan mendorong anak untuk mencoba-coba merokok sehingga anak merasa leluasa dan bebas tanpa adanya rasa takut untuk merokok, sehingga anak menjai candu.
Kesimpulan
Di zaman modren ini rokok sudah merambah kesemua lapisan masyarakat. Kaya atau miskin, tua atau muda, dari orang dewasa hingga generasi muda dan pelajar. Perilaku merokok dewasa ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga dilakukan anak- anak dan remaja. Fenomena merokok pada usia sekolah tidak pandangan asing lagi. Saat sekarang anak usia sekolah di kota maupun desa sudah merokok, baik yang sudah candu maupun yang masih coba-coba. Seperti hal yang terjadi di Jorong V Tarung-Tarung, anak- anak berusia 7-18 tahun ditemukan telah merokok.
Berdasarkan observasi yang dilakukan ditemukan 28 anak yang telah merokok, baik secara sembunyi-sembunyi maupun yang terang-terangan tanpa rasa takut. Mereka ditemukan merokok di saat pergi sekolah, pulang sekolah, sore hari dan malam hari pada saat mereka berkumpul dengan teman- temannya. Adapun faktor-faktor penyebab prilaku merokok pada anak di Jorong V Tarung-Tarung karena adanya faktor internal dan eksternal. A. Faktor internal, 1) Keinginan senndiri, adanya dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri seperti (a). Ingin seperti orang dewasa, (b). Untuk menghilangkan suntuk. B. Faktor eksternal 1) Pengaruh teman dapat memndorong anak untuk merokok. 2) Faktor lingkungan tempat tinggal. Adapun kontrol terhadap perilaku merokok di Jorong V Tarung-Tarung A. Kontrol dari orang tua, kontrol orang tua yang kurang tegas dapat membuat anak bebas di luar rumah untuk melakukan apa yang mereka mau, seperti melakukan aktifitas merokok. B. Kontrol dari masyarakat.
1.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat dikemukakan saran. Bagi peneliti lainnya, diharapkan agar dapat mendeskripsikan dampak merokok terhadap perilaku anak perokok.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya Z.,Coky. 2013.Terapi Beragam Masalah Emosi Harian. Jogjakarta:
Sabil.
Lufi. 2005 . Metodelogi Penelitian. Padang:
UNP Press.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Watherall, Charles F.2014. Lima Langkah Jitu Cara Berhenti Merokok. Jakarta : Darul Haq.
INTERNET
Kemenkes RI. 2015. Rokok Ilegal Merugikan
Bangsa Dan Negara.
http://www.depkes.go.id/article/view/
15060900001/rokok-illegal- merugikan-bangsa-dan-negara.html Riska Rosita, dkk. (2012). Penentu
Keberhasilan Berhenti Merokok Pada Mahasiswa. Jurnal fakultas Kesehatan Masyarakat.
Semarang:Universitas
NegeriSemarang.http://journal.unnes.
ac.id/nju/index.php/kemas/article/vie w/2252/2689
Hasanah, Arina Uswatun dan Sulastri. 2011. ” Hubungan Antara Dukungan Orang Tua,Teman Sebaya dan Iklan Rokok Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa Laki-Laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali”. GASTER Vol.8,No.1http://jurnal.stikes-
aisyiyah.ac.id/index.php/gaster/article /view/22