• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK 2022

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK 2022"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan masalah

Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Sistematika Penulisan

URAIAN TEORITIS

  • Komunikasi
  • Pengertian Komunikasi
  • Unsur atau Komponen Komunikasi
  • Fungsi dan Tujuan Komunikasi
  • Strategi Komunikasi
    • Pariwisata
    • Komunikasi Pariwisata
    • Pengembangan Destinasi Pariwisata
    • Wisatawan
    • Kerangka Teori

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi pariwisata adalah kegiatan manusia dalam menyampaikan informasi perjalanan ke suatu daerah atau fasilitas wisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan sambil menikmati perjalanan dari satu objek wisata ke objek wisata lainnya, sehingga wisatawan tertarik dan datang. selama kampanye kunjungan (Bungin 2015). Bidang kajian komunikasi turis yang ditulis oleh Burhan Bungin dalam bukunya “Tourist communication” adalah sebagai berikut. a) Komunikasi pemasaran pariwisata. Dalam penelitian ini, prinsip-prinsip manajemen komunikasi menjadi kajian penting yang diterapkan dan digunakan dalam bidang komunikasi pariwisata.

Di sini juga penting bagaimana mengelola berbagai jenis saluran media komunikasi yang digunakan dalam komunikasi pariwisata. Kajian komunikasi pariwisata ini membahas tentang media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi transportasi pariwisata, dampak informasi terhadap masyarakat pariwisata, umpan balik yang diharapkan. Studi ini juga berkaitan dengan pendekatan sistem komunikasi pariwisata dengan destinasi, venue, transportasi, hotel, dan pemangku kepentingan pariwisata.

Oleh karena itu, kelima kemampuan media online ini dipelajari penggunaannya dalam komunikasi pariwisata. h) Humas dan MICE. Hal ini membuat peran PR diperlukan untuk mengelola semua program MICE, mulai dari perencanaan dan desain program MICE, riset masalah pendanaan, sponsorship, pemasaran MICE, akomodasi MICE hingga eksekusi (implementasi MICE), evaluasi dan perencanaan acara MICE. komunikasi. i) Riset komunikasi pariwisata. Salah satu pedoman pengembangan kajian adalah penelitian, oleh karena itu komunikasi pariwisata juga sangat bergantung pada penelitian ini.

METODE PENELITIAN

  • Metode Penelitian
  • Jenis Penelitian
  • Kerangka Konsep
  • Defenisi Konsep
  • Kategorisasi Penelitian
  • Informan atau Narasumber
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Lokasi dan Waktu Penelitian

Menurut informan, perhatian umum tertuju pada pengembangan fasilitas yang termasuk dalam objek wisata Pantai Indah Pandan. Menurut berbagai sumber, lokasi Pantai Indah Pandan sangat mudah diakses dibandingkan fasilitas wisata lainnya. Selain itu objek wisata Pantai Indah Pandan menyuguhkan pantai yang bersih dan pasir putih yang indah bagi pengunjung untuk menikmati keindahannya.

Pengunjung yang datang ke objek wisata Pantai Indah Pandan dari berbagai daerah, baik dari dalam kota maupun luar kota. Menurut hasil wawancara dengan informan, respon dan reaksi masyarakat terhadap keberadaan objek wisata Pantai Indah Pandan sangat baik. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari keberadaan objek wisata Pantai Indah Pandan baik secara sosial maupun ekonomi.

Apakah ada kerjasama dengan pihak swasta untuk melestarikan dan mengembangkan objek wisata Pantai Indah Pandan.

Tabel 4.1 Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 4.1 Kerangka Konsep Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penyajian Data

Dalam penelitian kualitatif, peneliti harus mampu menggali data berdasarkan apa yang dikatakan, dirasakan, dan dilakukan oleh sumber data. Melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif mengharuskan peneliti untuk mendeskripsikan, memaparkan, mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti melalui wawancara mendalam dengan informan/ narasumber. Informan pertama adalah seorang laki-laki, berusia 54 tahun dan juga seorang pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah.

Informan kedua adalah seorang pengusaha atau pedagang bernama Nurhayati, berusia 56 tahun dan memiliki usaha di sekitar objek wisata Pantai Indah Pandan. Informan ketiga adalah seorang pengusaha atau pedagang bernama Kristina Manik yang berusia 37 tahun dan memiliki usaha di sekitar objek wisata Pantai Indah Pandan. Informan keempat bernama Wanda Andika Pane adalah seorang laki-laki berusia 36 tahun yang merupakan pengunjung Pantai Indah Pandan.

Informan kelima bernama Anggi Pratama adalah seorang pria berusia 36 tahun yang berkunjung ke Pantai Indah Pandan.

Hasil Penelitian

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana seperti perbaikan fasilitas seperti tempat ibadah (mushola), kamar mandi, pembangunan gajebo serta peningkatan keamanan pengunjung dan tempat. Menurut sumber itu, strategi yang digunakan dinas pariwisata untuk meningkatkan sarana dan prasarana objek wisata Pantai Pandan adalah dengan mengiklankan ke luar daerah dan menyiapkan anggaran untuk pengembangan secara berkala. Tata cara pelaksanaan dinas pariwisata dalam peningkatan sarana dan prasarana di objek wisata Pantai Pandan adalah dengan menyewakan ban baik untuk anak-anak maupun dewasa serta fasilitas lain untuk tempat bermain di pinggir pantai.

Peningkatan kualitas destinasi wisata tersebut tentunya akan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, karena di sekitar objek wisata ini banyak terdapat usaha masyarakat seperti homestay, pedagang dan kegiatan ekonomi lainnya. . Sambil mengembangkan destinasi wisata, dinas pariwisata membentuk komunitas bernama KOMDARWIS (Komunikasi Kawasan Pariwisata) yang membantu pengamanan lokasi objek wisata Pantai Pandan. KOMDARWIS juga membantu mewujudkan pembangunan pembangunan dengan memberikan dukungan keuangan kepada eksternal daerah dan pejabat senior lainnya.

Namun dengan berbagai strategi dan cara yang dilakukan oleh pemerintah, masih terdapat beberapa permasalahan atau kendala dalam mengembangkan destinasi wisata yaitu sumber daya dari APBD yang tidak mampu.

Lokasi dan pemandangan objek wisata Pantai Pandan juga sangat bagus dan membuat nyaman dan senang. Menurut informan ini, fasilitas yang ada di objek wisata Pantai Pandan saat ini sudah berkembang dengan baik. Menurut sumber tersebut, peningkatan kualitas destinasi wisata Pantai Indah Pandan sangat penting mengingat keberadaan objek wisata ini dapat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Menurut hasil tanggapan dari lima informan penelitian yaitu wisatawan yang sedang berkunjung ke objek wisata Pantai Pandan mengatakan sangat puas dan senang melihat keindahan pantai dan keindahannya yang terdapat di Pantai Indah Pandan. Menurut sumber itu, yang paling disukainya dari objek wisata Pantai Pandan adalah pemandangannya yang menarik dan fasilitas yang baik. Berbicara tentang fasilitas, menurut sumber tersebut cukup puas dengan fasilitas yang ada di objek wisata Pantai Pandan karena menurutnya fasilitas yang ada di Pantai Indah Pandan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, seperti , musala dan ruang ganti.

KOMDARWIS juga sebagai pengawas keamanan dan pengawas masyarakat yang ingin berkontribusi terhadap daya tarik wisata Pantai Pandan. Respon masyarakat terhadap perkembangan objek wisata Pantai Pandan di wilayah Tapanuli Tengah saat ini mengalami perkembangan yang cukup baik. Bagaimana upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara dalam mengembangkan potensi wisata Pantai Indah Pandan.

Menurut hasil jawaban informan keempat yaitu masyarakat yang berkunjung ke objek wisata Pantai Pandan memiliki potensi yang sangat bagus, keberadaan objek wisata Pantai Pandan juga saat ini semakin berkembang. Betul, tersedia kamar mandi yang cukup dan bersih sehingga pengunjung tidak ragu menggunakan fasilitas kamar mandi. Kebersihan pantai harus ditingkatkan dengan menyediakan banyak tempat sampah atau memberi sanksi kepada orang yang membuang sampah sembarangan.

Menurut sumber tersebut, dalam pengembangan destinasi wisata ini perlu dilakukan promosi yang lebih masif lagi agar semakin banyak orang yang mengenal dan mengunjungi Pantai Indah Pandan.

Hal ini dikarenakan fasilitas yang lebih dari cukup yaitu kamar mandi bersih, mushola, gajebo dan ruang ganti. Menurut sumber itu, untuk melestarikan pemandangan dan keindahan sebaiknya pembangunan tidak bersifat kontruksi bangunan. Namun lebih ke fasilitas hiburan dan permainan seperti kreasi panggung, gajebo dan lain-lain.

Harapan para informan terhadap objek wisata Pantai Pandan agar dapat membangun fasilitas yang lebih baik lagi agar masyarakat merasa nyaman dan betah berlama-lama di objek wisata Pantai Pandan.

Sumber tersebut sudah beberapa kali berkunjung ke sini dan salah satu alasan yang membuat narasumber lebih memilih untuk mengunjungi Pantai Indah Pandan daripada tempat wisata lainnya seperti Pulau Mursala, Kalimantung dan beberapa tempat wisata lainnya adalah karena Pantai Indah Pandan lebih mudah diakses daripada yang ada di sekitar. fasilitas wisata. Informan juga berpendapat bahwa perkembangan fasilitas wisata Pantai Indah Pandan cukup baik, seperti tersedianya kamar mandi yang memadai, akses jalan yang baik, serta tersedianya hotel dan tempat makan yang baik di sekitar lokasi wisata. Namun, sumber tersebut juga meyakini bahwa minimnya pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah setempat membuat pantai ini tidak begitu ramai dikunjungi wisatawan karena saat ini fokus pemasaran pemerintah sangat terkonsentrasi pada fasilitas wisata lainnya seperti Pulau Mursala, Kalimatung dan lain-lain. bahwa Pantai Indah Pandan kurang mendapat perhatian dari masyarakat. .

Dalam hal ini, pemerintah harus bisa memberikan promosi yang lebih akurat lagi terhadap fasilitas wisata yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

  • Pembahasan Data
  • Objek yang dirsepsi
  • Perhatian Terhadap Objek
  • Proses Stimulus
  • Minat/Ketertarikan Terhadap Objek
  • Objek Dan Daya Tarik Wisata
  • Sarana Dan Prasarana Wisata
  • Tata Laksana
  • Masyarakat

Menurut seluruh informan dalam penelitian ini, objek yang mereka persepsikan adalah objek wisata Pantai Pandan yang terletak di Sibolga, tepatnya di Desa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (sibolga). Kemudian proses pelaksanaan yang akan dilakukan akan mengajak masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan objek wisata Pantai Pandan baik dari segi ekonomi masyarakat maupun bantuan dan tenaga. Masyarakat berharap dengan berkembangnya objek wisata Pantai Pandan, perekonomian masyarakat setempat meningkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah tumbuh pesat.

Kendala yang ditemukan dalam proses pengembangan wisata Pantai Pandan adalah anggaran APBD yang tidak terlalu besar untuk wisata Pantai Pandan. Setelah melakukan kesimpulan maka penulis ingin memberikan masukan dan saran kepada tempat penelitian penulis yaitu pihak pengelola wisata Pantai Pandan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah antara lain sebagai berikut. Diharapkan Dinas Pariwisata Kabupaten menyiapkan anggaran lebih untuk pengembangan wisata Pantai Pandan setiap tahunnya.

Diharapkan Dinas Pariwisata dan Pengelolaan meningkatkan promosi sehingga pendapatan wisata Pantai Pandan dapat membantu menutup anggaran untuk membiayai proses pembangunan.

PENUTUP

Simpulan

Namun terdapat masalah yang perlu diperbaiki yaitu kebersihan objek wisata akibat banyak sampah yang berserakan. Upaya pengembangan yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan pengelola pariwisata Pantai Pandan adalah perbaikan sarana dan prasarana secara berkala seperti kamar mandi, tempat ibadah (mushola), panggung untuk event tertentu dan event tertentu, peningkatan keamanan lokasi wisata dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagus. Promosi wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli yaitu mempromosikan wisata Pantai Pandan di luar Kabupaten, kemudian mengikuti kegiatan Expo mempromosikan wisata Pantai Pandan, mempromosikan wisata Pantai Pandan melalui foto, flyer yang berisi wisata Pantai Indah Pandan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan membentuk KOMDARWIS (Komunitas Wisata Daerah) Kabupaten Tapanuli Tengah.

Saran

Gambar

Tabel 4.1 Kerangka Konsep Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Oleh Agita Firahma Hosen 192050023 SKRIPSI Untuk memperoleh Gelar Sarjana Pada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung,