1
TEKNIK SAMPLING
udara
Atmosfer
Sumber Emisi Reseptor
Pemantauan Kualitas Udara
Pengawasan
- Inspeksi Lapangan
- Data sekunder dan /atau primer
Pengukuran langsung (sampling)
- Data sekunder dan /atau primer Pengendalian
Latar belakang
3
TUJUAN SAMPLING udara
• Untuk mengetahui dipenuhi atau tidaknya peraturan yang terkait
• Evaluasi jalannya proses industri
• Untuk mengevaluasi efektivitas
metode pengendalian dan peralatan
pengendali pencemar yang dipasang
TAHAPAN SAMPLING
• Persiapan sampling
• Pelaksanaan sampling
• Serah terima sampel kepada lab
penguji
5
SURVEY PENDAHULUAN
• Jenis Kegiatan / Industri / Fasilitas
• Tipe dan ukuran/kapasitas
• Hasil utama
• Bahan Bakar
• Temperatur dan tekanan dalam cerobong
• Komposisi gas (jika diketahui)
• Informasi tentang fasilitas pengolahan limbah gas
• Situasi dan bentuk cerobong
• Tinggi dan luas pijakan
• Sumber listrik terdekat
Jenis rangkaian
SAMPLING GAS
7
SAMPLING MANUAL
• Collector
berfungsi untuk mengumpulkan gas yang
tertangkap; dapat berupa impinger, fritted bubbler atau tube adsorber
• Flowmeter
untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul
• Pompa Vacuum
untuk menghisap udara ke dalam collector
SAMPLING MANUAL
9
ABSORBER - BUBBLER
SOx, HCl, HF
ABSORBER - BUBBLER
SO2
11
BOTOL VAKUM
NOx
SYRINGE
NOx
13
SAMPLING DENGAN ALAT
OTOMATIK
LOKASI SAMPLING EMISI
NO METODA DARI
BELOKAN
DARI ATAS
JENIS ALIRAN 1 USEPA
STANDARD
8D 2D LAMINER
2 AUSTRALIAN STANDARD
5D LAMINER
3 JIS STANDARD 4D 2D LAMINER
4 KEPDAL 205 8D 2D LAMINER
15
DIAGRAM LOKASI SAMPLING
Australian Standard
DIAMETER EKIVALEN
Diameter dalam pada aliran atas lebih kecil dari pada diameter dalam aliran bawah:
Untuk cerobong berpenampang empat persegi panjang:
W L
De 2LW
2dD
17
FASILITAS SAMPLING
• TANGGA yang aman untuk menuju ke lokasi lubang pengambilan contoh uji.
• SCAFFOLD atau penyangga yang kuat untuk pijakan petugas dan tempat
penyimpanan peralatan yang disertai dengan pagar pengamannya.
• LUBANG PENGAMBILAN CONTOH UJI dengan diameter dalam minimal 10 cm dengan flange yang dapat ditutup serta dibuat pada ketinggian sekitar 1,5m dari penyangga.
3. Listrik
2. Platform 1. Sampling hole
Sampling hole
19
PLATFORM SAMPLING EMISI CEROBONG
PLATFORM 360o
FASILITAS LUBANG SAMPLING EMISI CEROBONG
21
SAMPLING GAS PADA SISTEM TUBING
STACK TERLALU DEKAT DENGAN PROSES
23
JAMINAN MUTU SAMPLING PARTIKULAT
• Lokasi titik sampling partikulat harus dalam kondisi ISOKINETIK .
• Seluruh peralatan ukur terkalibrasi dengan baik:
– Gas meter – Pitot tube – Termometer – Labu vakum
25
JAMINAN MUTU SAMPLING GAS
• Untuk menghilangkan gangguan partikulat, maka ketika sampling harus menggunakan penyaring
• Untuk menghindari kondensasi, maka perlu dilakukan pemanasan pada aliran gas
• Saluran sampling dan sistem pengumpulan gas harus terbuat dari bahan yang inert
• Teknik pengumpulan gas, seperti absorpsi dengan pereaksi kimia, harus diketahui
efisiensi pengumpulannya
27
TEKNIK SAMPLING EMISI
• Teknik Absorpsi
Pengumpulan menggunakan larutan
penyerap dalam impinger atau bubbler
• Teknik Adsorpsi
Pengumpulan menggunakan media
padat (filter, glass bead, tenax, dll)
TEKNIK SAMPLING EMISI
(2)• Teknik Pendinginan
Teknik sampling dengan cara mencairkan gas
• Pengumpulan dengan kantong udara
digunakan untuk gas pencemar yang
tidak memerlukan pemekatan contoh
uji (teddlar bag)
29
SAMPLING TOTAL PARTIKULAT
TAHAPAN DAN PENGUKURANNYA
PENENTUAN TITIK LINTAS
31
TABEL TITIK LINTAS
Diameter Jumlah Jumlah Jarak dari pusat cerobong Cerobong pembagian Titik lintas Ke titik-titik lintas pengukuran (m)
2R (m) jari-jari Pengukuran r 1 r 2 r 3 r 4 r 5
< dari 1 1 4 0,707R - - - -
1 s/d 2 2 8 0,500R 0,866R - - -
2 s/d 4 3 12 0,408R 0,707R 0,913R - -
4 s/d 4,5
4 16 0,354R 0,612R 0,791R 0,935
R
-
> 4,5 5 20 0,316R 0,548R 0,707R 0,837
R
0,949 R
CEROBONG PERSEGI
LUAS IRISAN LINTANG
CEROBONG (A,M2)
PANJANG SISI PEMBAGI (l)
<1 l ≤ 0,5l ≤
33
PENGUKURAN KADAR AIR
Xw 24 , 4518 m
Vm 273298Tm Pa Pm760Pv 24, 4518 m 100
PENGUKURAN KECEPATAN ALIR GAS BUANG
v c(2 g h
j )1 / 2
35
PENENTUAN KOMPOSISI GAS
SAMPLING TOTAL PARTIKULAT
Xw 273 tm Pa Ps
37
SAMPLING DEBU DAN GAS DENGAN
METODA USEPA
PEMBACAAN OPASITAS
SEBAGAI ALAT BANTU
DALAM SELF MONITORING PABRIK
39
PEMANTAUAN OPASITAS EMISI CEROBONG
PENGGUNAAN RINGLEMANN CHART UNTUK PEMANTAUAN OPASITAS EMISI CEROBONG
41
SERAH TERIMA SAMPEL
•Identifikasi yang jelas
•Kelengkapan data lapangan dan hasil analisa in-situ
PERHITUNGAN
Jumlah Udara yang dihisap selama periode sampling :
Vn
' Vm 273 298 tm Pa 760 Pm Pv 10
343
TIPS
• Identifikasi pencemar udara dilakukan dengan merujuk kepada neraca massa proses keseluruhan
• Industri menyediakan fasilitas sampling sesuai
dengan Kepdal 205 th 1996; meliputi titik sampling yang representatif dan aman bagi petugas
• Pengukuran menggunakan metoda dan peralatan yang standard dan dilakukan oleh lab yang
kompeten
• Pengukuran dilakukan pada saat kondisi Normal bukan pada saat start up atau ketika shut down
• Perhatikan perbedaan interpretasi dari penggunaan metoda alternatif (otomatik) untuk menggantikan metoda manual
• Perhatikan konsensus yang digunakan dalam
konversi konsentrasi dari ppm ke satuan berat per volume.
DAFTAR PUSTAKA
• Stern, Arthur C. 1993. Air Pollution, vol. III. Academic Press Inc., San Diego.
• Stern, Arthur C. 1993. Air Pollution, vol.VI I. Academic Press Inc., San Diego.
• Williamson, S.J. 1973. Fundamentals of Air Pollution.
Addison-Wesley Publishing Corporation.
• Colls, Jeremy. 1997, Air Pollution An Introduction, E&FN SPON, London.
• Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak
• Anonim, 1994. Air Quality Monitoring Manual, Environmental Management Bureau, Department of Environment & Natural Resources.
45