Gunung Puntang, Rekomedasi Tempat Healing di Bandung
Hidup sebagai mahasiswa aktif terkadang rasa penat muncul untuk menjalaninya. Untuk menghilangkannya dirasa kami butuh healing agar terlepas dari rasa penat. Gunung Puntang menjadi salah satu destinasi yang banyak direkomendasikan sebagai tempat healingnya orang Bandung. Tempatnya yang hijau, dikelilingi bukit bukit tinggi, melihat dari gambar saja sudah terbayang betapa indah dan sejuknya tempat wisata Puntang tersebut.
Akhirnya pada hari Sabtu 11 Maret 2023, saya dan 5 teman saya berangkat pada jam 10.30 WIB dari Cibiru dengan mengendarai sepeda motor dan bantuan google maps. Perjalanan kami menuju Puntang ini ditemani dengan teriknya matahari serta macetnya daerah Bojongsoang ditambah sempat tersasar ke Jalan kecil yang hanya bisa dilalui oleh satu motor yang diarahkan oleh google maps. Akhirnya dirasa jalan yang ditujukan tidak masuk akal untuk dilalui karena jalannya tidak beraspal juga menanjak, kami mengubah pengaturan google mapsnya menjadi jalur mobil. Benar saja kami mendapat jalan yang lebih masuk akal dan lebih mudah melanjutkan perjalanan.
Perjalanan panjang dan sedikit tersasar tersebut memakan waktu kurang lebih 2 jam dan sampai di destinasi pada pukul 12.40 WIB. Gunung puntang memiliki coffe shop Bernama Berg, itulah spesifik sasaran utama kami, menikmati kopi dengan pemandangan bukit yang menjulang.
Biaya masuk awal are tempat wisatawan domestik sebesar 25.000 rupiah ditambah biaya parkir untuk sepeda motor 7.000 rupiah dan untuk masuk ke daerah coffe shop Berg Puntang dikenakan biaya lagi sebesar 10.000 rupiah.
Sesampainya disana, kami merasa takjub akan alam ini. Bukit- bukit menjulang, serta hamparan rumput hijau juga ada tempat duduk berbentuk tribun menghadap bukit- bukit tersebut. Menu di coffe shopnya juga sangat beragam dan harga terjangkau. Tak hanya bukit- bukit, disana juga merupakan tempat bersejarah. Bekas- bekas bangunan yang dibiarkan dimakan oleh tanaman disana terlihat mengagumkan. Bangunan tersebut bekas studio Radio
Malabar di zaman Belanda. Di siang hari matahari sedikit terik tapi masih terasa nyaman untuk duduk-duduk.
Kami datang membawa bekal mie goreng, dan langsung menyantap habis disana. Kemudian kami memesan kopi sesuai selera masing-masing, dan membeli beberapa cemilan juga, sambil menikmati alam, membiarkan diri hanyut dalam keindahan ciptaan Tuhan. Kami mengobrol, bercanda, tertawa riang melepaskan penat disana. Puncaknya adalah di sore hari, semakin sore suasana semakin indah dan sejuk membuat siapapun betah dan ingin berlama lama disana. Berg Puntang ini juga ramai pengunjungnya walaupun sedikit terpencil.
Karena dirasa sudah sangat sore dan perjalanan kami untuk pulang itu jauh, kami mulai beranjak dari tempat duduk dan mulai melakukan swafoto untuk mengabadikan moment.
Setelah puas mengambil foto kami pulang Kembali dengan bantuan google maps tapi langsung melalui jalur mobil agar tidak tersasar lagi. Alam, kopi, cemilan, Bersama teman dekat yang disayangi adalah suatu kenikmatan dan moment yang tidak mudah dilupakan, menjadi cerita dan kenangan yang akan membuat tersenyum Ketika kita mengingatnya Kembali. Jadi tertarik untuk healing juga ke Gunung Puntang?