• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Perkembangan Ilmu secara Historis

N/A
N/A
Angga

Academic year: 2023

Membagikan "Sejarah dan Perkembangan Ilmu secara Historis"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Sejarah dan Perkembangan Ilmu secara Historis

Kelompok 2 : Fahrul Yuza Lena Farsia Fadli Setiawan Angga Nurdiansyah

Safrina

(2)

Pendahuluan

 Keberadaan Manusia dan Ilmu itu saling terikat.

 Keberadaan manusia juga terikat dengan geografisnya masing-masing

 Klasifikasi Barat dan Islam, bukan merupakan suatu padanan yang lazim dipakai dalam berbagai kajian

 Jika disepadankan maka islam diklasifikasikan sebagai dunia timur dimana banyak masyarakat beragama islam.

 Pembagian sejarah dunia dibagi dalam 3 fase:

a. Fase klasik (Yunani dan Romawi)

b. Fase Abad Pertengahan (Renaissance)

c. Fase modern (abad ke 17 sampai dengan sekarang)

(3)

Lanjutan

Pada setiap fase perkembangan ilmu pengetahuan muncul sesuatu yang baru dan memilki karakteristik di setiap masanya.

Karakteristik tersebut adalah hasil dari sebuah pergumulan budaya yang terjadi dalam dinamika sosial

Tidak terlepas dari pengaruh social, budaya dan politik yang berkembang

Kajian terhadap sejarah ilmu adalah kajian yang paling panjang, idealnya

sejarah adalah rekam jejak tentang semua rentetan peristiwa yang telah

terjadi, yang berfungsi untuk mengungkapkan segala sesuatu sesuai fakta

yang ada tanpa adanya distorsi sedikitpun.

(4)

Era Klasik : Yunani

Terjadi perubahan pola pikir dari mitosentrik ke logosentris.

Mitosentris : mengandalkan mitos untuk menjawab fenomena alam

Logosentrik : melibatkan akal budi, logika dan rasio Para filosofnya :

1.

Thales : bapak filsafat dari mana asal muasal alam semesta?

2.

Anaximandros : apeiron unsur utama alam harus mencakup segalanya dan diatas segalanya

3.

Heraklitos : alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah (cosmos itu selalu

bergerak) === panta rhei uden menei (semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal)

4.

Parmenides : Realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah

5.

Phytagoras : mengembalikan segala sesuatu kepada bilangan. bilangan adalah

unsur utama dari alam dan sekaligus menjadi ukuran

(5)

Masa Transisi

Protagoras : pemimpin kaum sofis yang banyak memberikan pengaruh pemikiran pemuda lewat pemikirannya tentang retorika dan ilmu. === Manusia ditempatkan sebagai pusat kesadaran utama.

Gorgias : akal manusia tidak mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta ini karena terbatas oleh subyektif.

Socrates : menentang pandangan kaum sofis. Menurutnya ajaran dan kehidupan adalah satu dan tak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Istilah Socrates yang terkenal “kenalilah dirimu sendiri”.

Plato : masa keemasan filsafat Yunani karena memadukan antara filsafat alam dan filsafat tentang manusia.

Aristoteles : Puncak kejayaan filsafat Yunani. Dia berhasil memecahkan

permasalahan yang sulit dalam filsafat dengan menyatukan dalam satu system

yang meliputi : logika, filsafat alam, ilmu jiwa, metafisika (sebab pertama), etika,

dan ilmu politik.

(6)

Masa Romawi

Periode perkembangan ilmu pada masa Romawi ditandai dengan kecenderungan filsafat yang bersifat etis dan religious.

Berikut beberapa filosof Romawi diantaranya:

Lucretius, seorang filosof Romawi pertama yang menulis mengenai filsafat.

Dia mengikuti pandangan filsafat epicurean Yunani.

Cicero, dikenal sebagai orator ulung dan penulis yang produk

Seneca, menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam kehidupan manusia

Epictus, mengajarkan tentang kebahagiaan dan kebijaksanaan dalam hidup

Marcus Aurelius, seorang kaisar Romawi yang juga seorang filosof. Dia

menulis meditations, sebuah karya tentang filsafat dan etika.

(7)

Abad Pertengahan, dan Peradaban lain

 Ciri filsafat abad pertengahan, diantaranya adanya hubungan erat antara antara agama kristen dan filsafat.

 Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati

 Periode abad pertengahan selain zaman Patristik, dimana gereja menguasai pemikiran ilmu terdapat zaman Skolastik

 Zaman ini dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu skolastik awal, keemasan dan akhir.

 Perkembangan Filsafat abad pertengahan diawali dengan

perkembangan ilmu mencapai kemajuan yang pesat karena adanya

penerjemahan karya filsafat Yunani klasik ke bahasa latin

(8)

Perkembangan Filsasat dan Ilmu dalam Islam

Pentingnya berilmu dalam Islam karena derajat orang berilmu lebih tinggi. Ilmu dalam Islam adalah ma’rifah atau pengetahuan, terbagi menjadi 2, yaitu: (1) Ilmu Syariat, (2) Ilmu Dunia atau Teknologi

Nabi mewariskan ilmu (syariat) Ilmu dunia harus tidak bertentangan dengan syariat.

Beberapa periode peradaban islam

Periode setelah wafat Nabi : Periode ini dimulai dengan era Khulafaur Rasyidin. Pembagian ilmu dalam Islam, yaitu Tafsir, Hadits, Fikih, dan Bahasa/lisaniyah

Bani Umayah : Pada periode ini didirikan Muawiyah I. peningkatan pendidikan (pengadaan majelis, mengundang ulama, penerjemahan

buku Yunani seperti kedokteran, kimia, dan astronomi), dan Era inkubasi intelektual Islam. Tokoh pada era ini, yaitu Hasan Basri (hadits), Ibn

Sihab al Zuhri (fiqih).

(9)

Lanjutan

Bani Abbasiyah : Bani Abbasiyah didirikan Abu Al Abbas Al SaffahKejayaan pada era Harun Al Rasyid, pemimpin yang arif, bijaksana, mencintai ilmu, dan menjunjung tinggi moral. Keterbukaan ilmu pengetahuan dengan masuknya pengaruh Yunani, suriah, india dan yahudi.

Turki Usmani : ditandai dengan kemajuan ilmu agama, politik, sastra, seni,

arsitektur, filsafat, kebudayaan, dan militer. Pembentukan UU bernama Multaqa Al

Abhur sebagai pegangan hukum. Pengembangan ilmu yang multikultural dan

penyerapan ilmu dari peradaban lain. Transformasi pendidikan melalui

pembentukan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi (fakultas hukum dan

kedokteran), dan beasiswa studi di Perancis. Tokoh dan Kitab pada periode ini,

yaitu Mustafa ibn Abdullah (Haji Kholifa) pengarang buku Kasyfu Al Dzunun,

Taqwimu Al Tawarikh, Tuhfatu Al Kibar Fi Asfari Al Bihar dan Daud Inthaqhy (dokter)

pengarang Tadzkirah Uli Al Albab wa Al Jumuu li Al Ujbi Al Ujab sebanyak 3 jilid dan

An Nuzhatu Al Mubhiyah Fi Tasyhizi Al Azhan wa Ta’dli Al Amzijah

(10)

Perkembangan Filsafat dan Ilmu di India

 India mulai mengalami perkembangan pada abad 3000 SM. Perkembangan dibedakan atas wilayah Sungai Shindu dan Sungai Gangga.

 Sungai gangga berdasarkan benda prasejarah dalam perdaban wilayah ini tidak terlihat, namun pada sungai

Gangga lebih pada bidang kepercayaan yang dibawa oleh Sidharta Gautama mengenai ajaran budha.

 Sungai Shindu, Ilmu pengetahuan dan teknologi,

munculnya teknologi dan kemapuan dalam membuat alat

pertanian, perang dan alat dari keramik serta logam

(11)

Perkembangan dan Penciptaan Ilmu Pengetahuan di Eropa

 Istilah renaissance pertama sekali dipopulerkan oleh Jules Michelet, seorang sejarawan Perancis.

 Periode ini disebut sebagai kebangkitan intelektual, khususnya di Eropa, dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad ke-15 dan ke-16.

 Ciri utama renaissance, yaitu humanisme, individualisme, sekulerisme, empirisme, dan rasionalisme.

 Pada masa renaisans, bangsa Eropa mulai berpikir kembali rasionalitas dan mulai secara berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu.

 Tokoh pemikir pembaharuan, diantaranya Nicholas Copernicus (1473-

1543 M) dan Francis Bacon (1561-1626 M).

(12)

Revolusi dalam Filsafat Alam

 Nicholas Copernicus mengemukakan Teori Heliosentrisme, dimana matahari adalah pusat jagad raya.

 Francis Bacon merupakan perintis filsafat ilmu.

Ungkapannya yang terkenal adalah Knowledge is Power

(Pengetahuan adalah kekuasaan).

(13)

Hakekat Ilmu di Eropa

 Zaman modern merupakan perluasan dari renaisans. Yang pasti adalah pemikiran ilmiah yang membawa manusia

maju dengan cepat dengan kemampuan yang dihasilkan oleh masa sebelumnya.

 Semakin bertambah majunya pemikiran manusia dan semakin berkembangnya cara-cara penyelidikan pada zaman modern sehingga manusia dapat menjawab

pertanyaan-pertanyaan tanpa mengarang mitos.

(14)

Perkembangan ilmu di zaman revolusi industri

Pergeseran cara berfikir manusia di barat, dari metafisis (keberadaan sesuatu secara transenden) bergeser ke cara berfikir matematis-mekanistis

Dalam revolusi ilmu pengetahuan yang dipelopori oleh Newton menjadi semacam “gaya” para intelektual dalam mengkaji objek permasalahan dalam penelitian. Ex : Alam sekeliling dapat dilihat sebagai sesuatu yang dapat di ukur. Benda dianggap memiliki kriteria tertentu (Berat, luas, isi, dsb)

Cara kerja ilmiah didukung dengan percobaan atau eksperimen yang selalu berusaha menyempurnakan hasil percobaan melalui usaha

Trial and Error” yang

didukung dengan sebuah model agar dapat menganalisis bahkan mengembangkan penelitiannya dengan lebih sempurna.

Akibat dari perjalanan dan proses revolusi ilmu pengetahuan, memunculkan nilai-nilai dasar yang tampil pada

perubahan cara berfikir manusia. Nilai-nilai dasar itu ialah : Nilai alam, nilai budaya dan nilai ekonomi

(15)

Asal usul intelektual revolusi

Revolusi ilmu pengetahuan muncul di eropa sekitar Abad ke-17, revolusi tersebut menandai bangkitnya kelompok intelektual bangsa eropa mengenai cara berfikir keilmiahan, yaitu perubahan cara berfikir (Revolusi intelektual) masyarakat intelektual eropa dari cara berfikir yang ontologis ke cara berfikir matematis-mekanistis.

Banyaknya pengangguran, kehidupan perekonomian yang tidak menguntungkan sebagian rakyat jelata, dan kehidupan kenegaraan feodalisme yang sangat materialistis-kapitalis menumbuhkan berbagai gejolak pada bangsa- bangsa eropa. Berbagai revolusi terjadi dalam sejarah perjalanan bangsa-bangsa eropa, seperti revolusi industri, revolusi pertanian, revolusi perancis, serta revolusi ilmu pengetahuan.

Cara berfikir ontologis merupakan warisan yang ditinggalkan bangsa-bangsa eropa Ketika kondisi yang dialami manusia beserta pengetahuan yang dimiliknya merupakan cara berfikir masa pertengahan (Middle Ages). Pada masa itu diberlakukan hukum agama untuk segala-galanya, termasuk dalam dunia pengetahuan.

Keadaan itu berlangsung cukup lama hungga muncul abad Renaisance yang mengubah segalanya. Manusia tidak lagi sekedar menjadi citra tuhan “Imago Dei” tetapi memiliki rasio, kreatifitas, dan keinginan untuk maju dan mampu memperbaiki kebudayaan. Dunia manusia dan pengetahuannya adalah dunia antroposentris, dunia yang terpusat pada “Kekuatan”akal budi manusia.

(16)

Pengaturan Ilmu dalam Revolusi Prancis

periode pergolakan politik dan sosial radikal di Prancis yang memiliki dampak abadi terhadap sejarah Prancis, dan lebih luas lagi, terhadap Eropa secara keseluruhan. Revolusi ini merupakan salah satu dari revolusi besar dunia yang mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat.

Berkontribusi terhadap penghapusan feodalisme dan munculnya kelas baru orang-orang tanpa kelas, upaya untuk mendistribusikan pendidikan dan pengajaran, keberadaan kebebasan beragama, dan langkah-langkah yang diambil oleh banyak negara lain.

Auguste Comte, membedakan tahapan-tahapan pengetahuan menjadi tiga tahap : Tahap pertama adalah tahap teologis, yang muncul adalah agama, tahap kedua adalah tahap metafisis yang didukung oleh filsafat dan metafisika, sedangkan tahap ketiga adalah tahap positif, yakni suatu taraf ilmu-ilmu positif (ilmu-ilmu empiris) muncul karena sifatnya yang definitif dan didukung oleh data positif dan dapat diukur secara kuantitatif atau matematis.

Pengetahuan positif dibendakan menjadi enam macam : Ilmu matematika, ilmu falak, ilmu fisika, ilmu kimia,

ilmu hayat dan ilmu sosiologi.

(17)

Reaksi Romantik dan Ilmu Pengetahuan

Romantisme adalah gerakan revolusi menolak pendekatan rasional dan empiris yang dominan dan menekankan pentingnya intuisi, imajinasi, dan pengalaman pribadi dalam mencari pengetahuan.

Merupakan reaksi terhadap ilmu pengetahuan yang terlalu mekanistik dan rasional, dan mencoba untuk membawa kembali dimensi spiritual dan emosional ke dalam pencarian pengetahuan. mempromosikan pendekatan yang lebih holistik dan integratif. mencakup pengakuan terhadap pentingnya konteks historis dan budaya dalam memahami fenomena, serta pentingnya perspektif subjektif dan pengalaman pribadi.

Salah satu tokoh yang memiliki pemikiran ke arah Reaksi Romantik terhadap ilmu pengetahuan adalah Feyerabend.

Pemikiran Feyerabend adalah kritiknya terhadap ilmu dan pandangan“Anarkisme epistemologis”

Menurut Feyerabend, kritik terhadap ilmu ditujukan pada metode ilmu pengetahuan dan diberi nama Against method (anti metode) serta kritik terhadap fungsi, kedudukan, dan penerapan ilmu pengetahuan dalam masyarakat. Hal itu disebutnya sebagaiAgainst science anti ilmu pengetahuan.

Pandangan Feyerabend condong kearah kebebasan individu. Dengan anti metode, sebenarnya ia ingin mengkritik hal yang lazim pada ilmu pengetahuan yang memiliki satu metode baku, universal, serta bertahan cukup lama. Alasannya menentang metode karena menurutnya dalam menjalankan suatu penelitian sebaiknya seorang peneliti atau ilmuan tidak dibatasi oleh suatu metode saja. Peneliti diberi kebebasan untuk menjalankan suatu prinsip “Apa saja boleh” (Anything goes) artinya peneliti diberi kebebasan untuk mengembangkan metode atau teori yang ia gunakan dalam suatu penelitian

Referensi

Dokumen terkait