• Tidak ada hasil yang ditemukan

Filsafat Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Filsafat Pembelajaran"

Copied!
221
0
0

Teks penuh

Tak lupa ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua LP2M UIN Mataram Muhammad Sa'i, M.A. dan stafnya yang bersedia membantu menerbitkan buku ini. Terima kasih kepada Bapak Muhammad Sa'i, MA selaku Pj Ketua LP2M UIN Mataram, beserta jajarannya yang telah memfasilitasi para guru, dan kepada para penulis buku ini.

Hakikat Manusia

Meskipun manusia merupakan entitas yang mengandung misteri, namun informasi mengenai hakikat manusia dapat diperoleh dari sifat historisnya, juga dapat ditemukan dari dimensi dalam (emosi dan jiwa) dan dimensi luar (perilaku yang terlihat) serta kecenderungan umum dalam sifat manusia3. Mengacu pada dimensi batin manusia dan kecenderungan umum sifat manusia, manusia berusaha membangun teori, ilmu pengetahuan, dan metode untuk mengetahui dan mengungkapkan dirinya.

Tubuh Manusia sebagai Realitas Quantum

Dampak dari hal di atas adalah masyarakat modern hidup dengan pengetahuan yang cukup detail namun sangat parsial. Ilmu pengetahuan seakan-akan maju dengan sendirinya tanpa disadari adanya keterkaitan antara ilmu pengetahuan yang satu dengan ilmu pengetahuan yang lain.

Aspek Ruh

Orang yang pandai memanfaatkan aset tersebut akan berperilaku berbeda dengan orang yang lebih sedikit atau tidak menggunakan aset tersebut sama sekali.Artinya, keberadaan aset tersebut sangat menentukan bagaimana karakter dibangun dan dibentuk. Kurang lebihnya adalah keberadaan ruh, yang dalam hal ini merupakan aset terpenting manusia7.

Aspek badan kasar

Aset yang banyak akal ini merupakan salah satu ciri terpenting dari manusia itu sendiri, dengan potensi inilah manusia dikenal sebagai hewan yang berakal. Otak fisik mengontrol semua aktivitas dalam tubuh fisik melalui sistem saraf dan hormonal, yang pada akhirnya mengontrol kelima fungsi tersebut.

Aspek Qalbu

Mengenai perbedaan hasil kerja otak dan jantung, Sentanu menjelaskan; Kesadaran adalah aset manusia yang sangat penting, bahkan yang paling penting. Akibatnya pendidikan seperti ini hanya menghasilkan kepribadian manusia yang tidak lengkap, artinya dalam pendidikan ini tidak dibangun rantai-rantai yang menjiwai hakikat terdalam hubungan antar manusia, seperti aspek emosional dan spiritual serta aspek pikiran dan kesadaran. .

Konsep Belajar

Karakteristik Guru dan Siswa Abad Industri 4.0

Sumber daya guru dan siswa yang mampu bersaing di abad ini adalah orang-orang yang benar-benar unggul. Berapa banyak kesempatan yang dimiliki siswa untuk berpikir tentang apa yang mereka pelajari, media apa yang mereka gunakan dan bagaimana cara terbaik untuk belajar bagi mereka?

Pembelajaran Memerdekakan Potensi

Siswa yang mengalami hal seperti ini tidak akan mengalami pertumbuhan belajar tersebut dan akan terus menyembunyikan kemampuannya. Sadarilah bahwa siswa memiliki kekuatan meskipun ada kelemahan, keberanian meskipun takut dan cemas, dll.

Ternyata mengajar tidak penting, belajar itulah yang penting

Namun selama ini pola pembelajaran yang dilakukan guru cenderung menimbulkan ketergantungan siswa yang sangat tinggi. Pengamatan terhadap beberapa kasus pengeroyokan siswa yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah ternyata memberikan makna bahwa proses belajar mengajar tidak selalu nyaman, ceria, seru, interaktif dan dinamis.

Mengajar Sesuai Dengan Gaya Belajar Siswa

Setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga tugas guru adalah mengajar sesuai dengan gaya belajar yang ada. Selain itu, gambar ini menginformasikan bahwa kesesuaian antara gaya mengajar dengan gaya belajar sangat penting untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran.

Gambar  di  atas  membantu  guru  dalam  mendesain  gaya  mengajr  yang sesuai dengan gaya belajar siswa
Gambar di atas membantu guru dalam mendesain gaya mengajr yang sesuai dengan gaya belajar siswa

Belajar Pada Guru yang Belajar

Rendahnya budaya belajar guru dalam arti kurangnya minat membaca, menulis dan penelitian guru menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan dan pengajaran di kelas secara keseluruhan. Salah satu indikator rendahnya budaya belajar guru di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah rendahnya skala indeks prestasi manusia.

Guru Sebagai Makhluk Pembelajar

Kedua, Auditori: modalitas ini mengakses semua jenis bunyi, musik, nada, ritme, cerita, dialog dan pemahaman subjek dengan menjawab atau mendengarkan cerita, lagu, puisi dan hal-hal terkait lainnya. Ketiga, kinestetik: Modalitas ini memberikan akses terhadap segala jenis gerak, aktivitas tubuh, emosi, koordinasi dan hal-hal terkait42.

Mengajar Dengan Bahagia

Tubuh manusia dan segala sesuatu di alam semesta didasarkan pada energi dan oleh karena itu dapat diubah menjadi energi dan kemudian menjadi cahaya43. Sebagai pendekatan pembelajaran yang segar, lancar, dan langsung, pengajaran kuantum menawarkan sintesis dari hal-hal yang selama ini menjadi kekhawatiran para guru.

Guru Sang Sutradara Pembelajaran

Pembelajaran sesungguhnya sangat bergantung pada bagaimana guru berperan sebagai pengarah pembelajaran sekaligus sebagai pelaku pendukung (bukan pelaku utama) karena pelaku utama dalam pembelajaran adalah siswa itu sendiri. Oleh karena guru sebagai pengarah yang menciptakan alur pembelajaran, maka wajib baginya selain menguasai mata pelajarannya, juga menguasai berbagai keterampilan dan ilmu seni guna menyelenggarakan kelangsungan pembelajaran.

Guru Multiple Intellegensi

Interaksi pembelajaran yang bersifat 'langsung' biasanya akan penuh dengan nilai dan perasaan, sehingga dapat mengikat makna47. Dengan kemampuan multi-kecerdasan tersebut akan mengarahkan guru pada interaksi pembelajaran yang lebih hidup, yaitu menjadikan segala sesuatu berbicara dan mempunyai tujuan.

Guru dan Masalah Besarnya !

Namun lebih pada bagaimana guru mengarahkan pembelajaran, yang melibatkan keterampilan dan seni yang berbeda. Semua desain tersebut tidak akan kita temukan dalam silabus dan kurikulum, namun akan kita temukan ketika guru sendiri yang memimpin pembelajaran.

Kematian Ruang Kelas

Hubungan kelas seperti ini mempengaruhi pembentukan pola pikir, psikologi, perilaku dan cara pandang siswa terhadap interaksi pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran. Tidak ada yang sia-sia di kelas seperti ini, baik yang dilihat, didengar, maupun dirasakan.

Guru Quantum

Interaksi pembelajaran secara “live” biasanya akan penuh dengan nilai dan makna sehingga dapat mengikat makna. Dengan cara ini, pembelajaran akan berakhir dengan rasa puas, ingin tahu dan rindu untuk kembali esok.

Mendesain Lingkungan Belajar

Inisiatif belajar (will to learn) seorang siswa akan mati bila ia dihadapkan pada lingkungan belajar yang penuh dengan berbagai macam aturan yang tidak berkaitan dengan belajar. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk menjamin kemandirian belajar siswa adalah dengan menciptakan lingkungan belajar sebaik mungkin.

Konsep Pendidikan Holistic

Melalui pendidikan holistik, siswa diharapkan memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik dan belajar dengan cara yang tepat. Dengan pendidikan holistik, siswa diharapkan memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik dan belajar dengan cara yang tepat.

Aplikasi Pendekatan Holistik dalam Pendidikan Anak Pendekatan dalam proses pelaksanaan pendidikan yang

Orang yang mempunyai semangat tinggi cenderung berpikir dan berimajinasi lebih baik dibandingkan orang yang tidak mempunyai semangat. Jawabannya karena orang yang mempunyai semangat tinggi dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain67.

Prinsip-Prinsip Rekonstruksionisme

Menurut kaum rekonstruksionis, permasalahan tersebut sejalan dengan tantangan totalitarianisme modern, yaitu hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat secara umum dan semakin meningkatnya kebodohan fungsional penduduk dunia. Singkatnya, dunia sedang menghadapi permasalahan sosial, militer dan ekonomi dalam skala yang tidak terbayangkan.

Pendidikan Sebagai Agen Utama Rekonstruksi Tatanan Sosial Baru

Di sisi lain, mereka memandang sekolah sebagai agen kekuatan utama yang mempengaruhi kehidupan seluruh masyarakat, karena sekolah mendukung siswa pada usia paling sensitif. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi penggerak utama pencerahan permasalahan sosial dan penggerak utama perubahan sosial.

Penerapan Prinsip Demokratis dalam Metode Pengajaran

Di sisi lain, guru tidak boleh menyembunyikan pandangannya, namun harus siap mengungkapkan dan mempertahankan pandangannya di depan umum. Selain itu, guru harus berusaha untuk memastikan bahwa pandangan mereka diterima seluas-luasnya.

Pembelajaran Berbasis Kesadaran Perubahan Sosial

Mengenai kurikulum pendidikan, rekonstruksionisme memandangnya sebagai mata pelajaran yang memuat berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat manusia, termasuk persoalan sosial dan pribadi orang-orang terpelajar. Isi kurikulum bermanfaat dalam pengembangan disiplin “ilmu sosial” dan proses penemuan ilmiah (penelitian ilmiah) sebagai metode kerja pemecahan masalah sosial.

Futurisme Sebagai Modifikasi Rekonstruksi Sekolah

Perhatian yang serius yang diberikan oleh para pendidik (guru atau dosen), para filosof dan filosof pendidikan adalah perhatian terhadap pengertian istilah “filsafat pendidikan”89. Terkadang orang mendengar atau membaca pernyataan tentang usulan filosofi pendidikan yang tidak lebih dari itu.

Filosofi Kurikulum

Dalam proses pendidikan (pembelajaran), pendidik harus selalu memberikan dorongan dan memberikan kesempatan (tut wuri handayani) agar peserta didik dapat mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin untuk mencapai keberhasilan. Pendidik (guru atau dosen) yang baik adalah guru/dosen yang selalu berusaha menjadi lebih baik.

Kedudukan Filosofi Pendidikan Nasional

Maka tidak mengherankan bila keadaan praktik pendidikan nasional sangat rapuh dan lemah ketika dihadapkan pada faktor politik dan globalisasi. Jelas terlihat bahwa kebijakan pendidikan nasional saat ini tidak dibangun atas dasar teori-teori pendidikan yang cerdik yang lahir dari budaya bangsa ini.

Urgensi Penyusunan Filosofi Pendidikan Nasional

Agar penyelenggaraan dan upaya reformasi pendidikan nasional, termasuk upaya mengatasi permasalahan pendidikan nasional, mempunyai landasan acuan yang tunggal dan jelas, maka perlu adanya pedoman yang dapat dijadikan acuan filosofis, yaitu Filsafat Pendidikan Nasional Pancasila. Agar penyelenggaraan dan upaya reformasi pendidikan nasional, termasuk upaya mengatasi permasalahan pendidikan nasional, mempunyai landasan acuan yang tunggal dan jelas, maka perlu adanya pedoman yang dapat dijadikan acuan filosofis, yaitu Filsafat Pendidikan Nasional Pancasila.

Praksis Perenialisme Pendidikan

Filsafat pendidikan nasional yang obyek materiilnya adalah pendidikan nasional dan obyek resminya mengkaji secara mendasar fenomena pendidikan dan segala fenomena yang berkaitan dengan pendidikan nasional dalam perspektif yang komprehensif dan integratif, memuat konsep dan prinsip dasar dalam upaya pengembangan keterampilan/keterampilan dan kepribadian. atau budi pekerti yang baik (“berkepribadian baik” atau “berkarakter baik”) dalam kesatuan organik yang serasi dan dinamis, dalam mewujudkan pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya.

Ilmu Pengetahuan

Tujuan Pendidikan

Dalam konteks pendidikan sekolah, tujuan pendidikan ditekankan untuk membantu anak menemukan dan menginternalisasi kebenaran esensial. Karena kebenaran hakiki ini bersifat universal dan permanen (tetap, tidak berubah), maka kebenaran ini harus menjadi tujuan pendidikan yang murni.

Prinsip-prinsip Pendidikan

  • Kurikulum dan Metode Pendidikan

Namun, ia kemudian merevisi gagasannya dengan menyatakan bahwa siswa pada usia ini tidak boleh dibebani dengan pelajaran IPS. Bagaimana pun pendidik adalah orang yang bertanggung jawab membentuk dan mengembangkan peserta didik sesuai potensi yang dimilikinya.

Sejarah Perkembangan Aliran Perenialisme

Namun, filosofi abadi atau yang sering disebut kebijaksanaan universal, karena beberapa alasan kompleks, secara bertahap mulai runtuh pada akhir abad ke-16. Namun filsafat abadi atau yang sering disebut kebijaksanaan universal disebabkan oleh beberapa alasan.

Tokoh-tokoh Aliran Perenialisme

Neo-skolastisisme atau neo-Thomisme berupaya menyesuaikan ajaran Thomas Aquinas dengan tuntutan abad kedua puluh. Perenialisme dengan demikian digunakan untuk program pendidikan berdasarkan prinsip Aristoteles dan S.T. Thomas Aquinas.

Prinsip-prinsip Pendidikan Perennialisme

Seperti prinsip Plato dan Aristoteles, pendidikan yang dimaksudkan oleh Thomas Aquinas adalah “usaha mewujudkan kapasitas yang ada dalam diri individu sehingga menjadi suatu aktualitas yang aktif dan nyata”. Dalam hal ini peran guru adalah mengajar – membantu siswa mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pandangan-pandangan aliran perenialisme 1. Pandangan tentang realitas (ontologis)

Jelaslah bahwa pengetahuan itu sangat penting karena merupakan konsekuensi pengolahan pikiran150. Dalam konteks perenialis, masalah pertama filsafat pendidikan adalah (mengkaji hakikat manusia dan berbagi program) pendidikan yang berdasarkan pada sifat-sifat universal manusia.

Metafisika Filsafat Perenialisme

Perenialisme mengikuti premis Aristotelian yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk rasional, oleh karena itu para penganut paham perenialisme setuju dengan premis tersebut. Nama “Perenialisme” berasal dari pernyataan bahwa prinsip dasar pendidikan adalah kekekalan dan pengulangan.

Kebenaran

Perenialisme Sebagai Teori Pendidikan

Misalnya, setiap karya seperti Plato, Aristoteles, dan Mill mempunyai kualitas yang menjadikannya terus menerus menarik (abadi) dalam kehidupan manusia pada waktu dan tempat yang berbeda. Menurut Perenialisme, sekolah adalah lembaga sosial yang dirancang khusus untuk berkontribusi pada pengembangan keterampilan intelektual dan kognitif manusia.

Konsep Perenialisme dalam Pendidikan Islam

Sekolah merupakan tempat terpenting dalam pendidikan yang mempersiapkan peserta didik melalui pemikirannya menuju masa dewasa dengan memberikan ilmu pengetahuan. Sedangkan tugas utama dalam pendidikan adalah guru, dimana tugas pendidikan adalah memberikan pendidikan dan pengajaran (pengetahuan) kepada peserta didik.

Tipologi Perenialisme dalam Pendidikan Islam

Seperti halnya mazhab-mazhab sebelumnya, mazhab ini juga bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Tipologi ini mengambil jalan tengah antara kembali ke masa lalu melalui uji kontekstualisasi dan falsifikasi serta mengembangkan wawasan pendidikan Islam masa kini sesuai dengan tuntutan zaman.

Definisi Quantum Teaching

Quantum teaching adalah pengajaran yang menumbuhkan suasana kebersamaan, menciptakan kenyamanan dan ketenangan dalam belajar serta memberikan kesadaran kepada siswa terhadap proses yang dijalani. Secara konseptual, Quantum Teaching merupakan dialektika teori belajar dan teori psikologi, yang menciptakan paradigma baru yang komprehensif mengenai pembelajaran.

Dasar Pengembangan Quantum Teaching

Dengan model ini materi pembelajaran menjadi lebih bermakna dan daya ingat siswa semakin kuat. Pengajaran yang baik adalah memberikan pengalaman terlebih dahulu kepada siswa, kemudian memberi label agar pemahamannya lebih menyeluruh159.

Asas Utama Quantum Teaching

Prinsip-Prinsip Quantum Teaching

Referensi

Dokumen terkait