PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengukuran perilaku pengelolaan keuangan dapat dihitung dengan menggunakan skala Likert dimana variabel perilaku pengelolaan keuangan akan dijabarkan menjadi beberapa indikator variabel. Hal ini penting karena perilaku pengelolaan keuangan merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap individu.
Rumusan Masalah
Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian tentang “Pengaruh Financial Technology Payment, Financial Attitude dan Financial Knowledge Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa Di Yogyakarta”. Penelitian ini penting karena untuk mengetahui pengaruh variabel bebas tersebut terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada mahasiswa khususnya di Yogyakarta.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman pembayaran fintech, sikap keuangan, pengetahuan keuangan dan perilaku pengelolaan keuangan bagi mahasiswa khususnya di Yogyakarta yang akan menjadi masukan dalam pengelolaan keuangan mahasiswa menjadi lebih baik. Penelitian ini memberikan manfaat bagi kampus dengan memberikan gambaran tentang pemahaman pembayaran financial technology, financial attitude, financial knowledge dan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa di Yogyakarta.
Batasan Penelitian
Penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti yang akan datang untuk menjadi referensi atau acuan dalam penyusunan penelitian selanjutnya dan diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini di masa yang akan datang.
KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Financial Behavior
- Financial Technology
- Financial Attitude
- Financial Knowledge
Perilaku pengelolaan keuangan juga merupakan bentuk implementasi dari perencanaan dan pengelolaan sumber daya keuangan yang dimiliki seseorang. Literasi keuangan merupakan pengetahuan keuangan yang dapat mempengaruhi pemikiran seseorang dalam mengambil keputusan terkait.
Penelitian Terdahulu dan Formulasi Hipotesis
- Penelitian Terdahulu
- Formulasi Hipotesis
Penelitian yang dilakukan Selian (2020) menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Thi et al., (2015) dan Agustin (2018) yang menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan.
Kerangka Penelitian
METODE PENELITIAN
- Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
- Definisi Operasional Variabel
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
- Jenis dan Metode Pengumpulan Data
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Deskriptif Data
- Teknik Analisis Data
- Uji Asumsi Klasik
- Model Regresi Linier Berganda
Artinya variabel sikap keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada mahasiswa Yogyakarta. Artinya variabel pengetahuan keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta.
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Sampel, Objek, dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini menguji sampel 500 mahasiswa aktif yang belajar di Yogyakarta dan menggunakan pembayaran fintech. Ada 500 responden yang mengisi kuesioner penelitian dari berbagai kampus di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mahasiswa karena mahasiswa diharapkan mandiri dan bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan keuangan.
Selanjutnya, lokasi penelitian ini secara khusus dilakukan di daerah Yogyakarta yang merupakan salah satu kota yang memiliki begitu banyak kampus di dalamnya.
Metode Pengumpulan Data
52 menyebabkan banyak kampus yang mengajar secara daring sehingga peneliti kesulitan mendapatkan responden untuk penelitian ini. Data outlier merupakan data dengan karakteristik yang unik dimana data tersebut memiliki karakteristik yang terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan hasil data observasi lainnya, dimana data tersebut dapat berupa nilai ekstrim (Ghozali, 2011). Salah satu cara yang dapat peneliti lakukan untuk menghilangkan outlier data tersebut adalah dengan menghilangkan nilai ekstrim. Penghapusan data outlier ini dilakukan agar data yang digunakan peneliti dapat memperoleh hasil data yang lolos uji asumsi klasik.
Penentuan variansi data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS yang mana setiap variabel akan dianalisis untuk mengetahui variansi data setiap variabel dimana dapat dilihat dari nilai ekstrim maksimum dan minimum setiap variabel. Data awal penelitian ini adalah 535 responden, kemudian dilakukan analisis untuk mencari data outlier dan ditemukan sebanyak 35 data outlier berdasarkan lima nilai ekstrim terbesar dan terkecil dari masing-masing variabel yang memiliki nilai jauh dari rata-rata data lainnya. Oleh karena itu, data akhir penelitian ini adalah 500 responden yang akan dianalisis lebih lanjut.
Uji Validitas dan Uji Reabilitas
- Uji Validitas
- Uji Reabilitas
Soal pada tabel 4.1 merupakan soal yang telah lolos uji validitas pada perhitungan sebelumnya pada tabel 3.3. Dari tabel 4.2 dapat disimpulkan bahwa uji validitas variabel pembayaran financial technology (X1) menunjukkan bahwa semua pertanyaan yang digunakan terindikasi valid karena r hitung > r tabel. Soal pada tabel 4.2 merupakan soal yang telah lolos uji validitas pada perhitungan sebelumnya pada tabel 3.4.
55 Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa uji validitas variabel sikap keuangan (X2) menunjukkan bahwa semua item pertanyaan yang digunakan dinyatakan valid karena r hitung > r tabel. Soal pada Tabel 4.3 merupakan soal yang lolos uji validitas pada perhitungan sebelumnya pada Tabel 3.5. Berdasarkan Tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa uji validitas variabel pengetahuan keuangan (X3) menunjukkan bahwa semua pertanyaan yang digunakan dinyatakan valid karena r hitung > r tabel.
Deskriptif: Responden dan Variabel
- Deskriptif Responden
- Deskriptif Variabel
Analisis frekuensi tanggapan terhadap pertanyaan 1 (fintech akan memberikan lebih banyak manfaat di masa mendatang) menunjukkan bahwa jumlah total tanggapan responden mencapai rata-rata 4,59, yang menunjukkan bahwa pertanyaan 1 termasuk dalam kategori SS (sangat setuju). Analisis frekuensi tanggapan terhadap pertanyaan 2 (fintech merupakan fitur yang memuaskan saat ini) menunjukkan bahwa jumlah total tanggapan responden mencapai rata-rata 4,67, yang menunjukkan bahwa pertanyaan 2 termasuk dalam kategori SS (sangat setuju). Analisis frekuensi jawaban pertanyaan 4 (responden mengetahui time value of money) menunjukkan bahwa total skor jawaban responden mencapai nilai rata-rata 3,61 yang menunjukkan bahwa pertanyaan 1 tergolong kategori S (saya setuju) .
Analisis frekuensi jawaban pertanyaan 5 (responden mengetahui manfaat asuransi dan aspek yang harus diperhatikan saat memilih jenis asuransi sebagai bentuk pengendalian risiko) menunjukkan bahwa hasil jawaban responden secara keseluruhan mencapai rata-rata 3,51 yang mana menunjukkan bahwa pertanyaan 5 termasuk dalam kategori S (setuju). Analisis frekuensi jawaban pertanyaan 6 (responden mengetahui manfaat menabung dalam hal mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan di masa depan) menunjukkan bahwa hasil jawaban responden secara keseluruhan mencapai rata-rata 3,84 yang menunjukkan, pertanyaan tersebut 6 termasuk dalam kategori S (setuju). Analisis frekuensi respon terhadap pertanyaan 1 (responden menetapkan tujuan keuangan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang) menunjukkan bahwa hasil keseluruhan jawaban responden mencapai rata-rata 3,67 yang menunjukkan bahwa pertanyaan 1 termasuk dalam kategori S (setuju).
Analisis Data
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linier Berganda
79 pengetahuan (X3) dan konstanta (𝛼) bernilai nol (0), maka skor perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta meningkat sebesar 0,380 karena nilai koefisien X2 bertanda positif. Artinya variabel pembayaran financial technology berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta karena koefisien X1 bertanda positif. Jika variabel sikap keuangan (X2) meningkat sebesar 1%, dengan asumsi variabel independen lainnya yaitu variabel pembayaran teknologi keuangan (X1) dan literasi keuangan (X3) dan konstanta (𝛼) adalah nol (0), maka nilainya skor perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta meningkat sebesar 0,613 karena nilai koefisien X2 bertanda positif.
H1 : Financial technology payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa di Yogyakarta. Variabel financial technology payment (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta. Artinya variabel financial technology payment, financial attitude dan financial knowledge secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Yogyakarta.
Pembahasan
- Pengaruh Financial Technology Payment terhadap Financial
- Pengaruh Financial Attitude terhadap Financial Management
- Pengaruh Financial Knowledge terhadap Financial Management
Pengaruh sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa di Yogyakarta untuk mahasiswa di Yogyakarta. Pengaruh Pengetahuan Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa di Yogyakarta Perilaku Mahasiswa di Yogyakarta. Berdasarkan paparan di atas, pengetahuan keuangan mahasiswa di Yogyakarta berpengaruh besar terhadap perilaku pengelolaan keuangan.
Artinya jika mahasiswa di Yogyakarta memiliki financial attitude yang baik maka akan berdampak baik pula pada perilaku pengelolaan keuangannya. Variabel pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada mahasiswa Yogyakarta. Artinya jika mahasiswa di Yogyakarta memiliki pengetahuan keuangan yang baik maka akan berdampak baik juga pada perilaku pengelolaan keuangannya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menunjukkan bahwa pelajar di Yogyakarta paling diuntungkan dari pembayaran teknologi keuangan, dimana hal itu dapat mempengaruhi perilaku keuangan mereka secara positif. Variabel pembayaran financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa di Yogyakarta. 96 pembayaran financial technology secara optimal, hal ini akan memberikan pengaruh yang baik terhadap perilaku mereka dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Yogyakarta memiliki financial attitude yang baik, yang secara positif dapat mempengaruhi financial behavior mereka.
Selain itu, jika mahasiswa di Yogyakarta memiliki institusi keuangan yang buruk, hal tersebut juga akan berdampak negatif pada perilaku keuangan mereka. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Yogyakarta memiliki pengetahuan keuangan yang baik, yang dapat mempengaruhi perilaku keuangan mereka. Selain itu, jika mahasiswa di Yogyakarta memiliki literasi keuangan yang buruk, hal tersebut juga akan berdampak negatif pada perilaku keuangan mereka.
Implikasi Manajerial
Hal ini dapat terjadi jika mahasiswa di Yogyakarta memiliki pemahaman yang baik tentang pengetahuan terkait keuangan, seperti pengetahuan menabung yang baik, sehingga mahasiswa akan menyisihkan uangnya untuk ditabung. Pengetahuan lain seperti pengetahuan investasi yang berkaitan dengan strategi investasi akan membantu dalam mengambil keputusan yang baik mengenai investasi pada dana sendiri. Bahkan jika siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang hutang, mereka akan dapat menggunakan hutang dengan baik dan terhindar dari efek negatif hutang.
Selain itu, ketiga variabel independen yaitu: financial technology payment, financial attitude dan financial knowledge secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. 98 pembayaran fintech dengan baik, dan perlu meningkatkan sikap dan pengetahuan mereka terkait keuangan sehingga mampu berperilaku baik terkait pengelolaan keuangannya. Selain itu, pihak kampus juga dapat berperan dalam mendukung mahasiswanya untuk memiliki perilaku dalam pengelolaan keuangan mahasiswanya terutama pada masa perkuliahan dimana mereka bertanggung jawab atas keuangan yang dimiliki.
Keterbatasan Penelitian
Yang bisa dilakukan untuk pihak kampus adalah memberikan gambaran tentang pemahaman penggunaan financial technology payment, financial attitude dan financial knowledge.
Saran
Pengaruh Pengetahuan Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Dimediasi oleh Locus Of Control. Skala Perilaku Pengelolaan Keuangan : Pengembangan dan Validasi Skala Perilaku Pengelolaan Keuangan : Pengembangan dan Validasi. Pengaruh demografi, pengetahuan keuangan, sikap keuangan, locus of control dan financial self-efficacy terhadap perilaku pengelolaan keuangan masyarakat Surabaya.
Pengaruh literasi keuangan, pendapatan, gaya hidup hedonisme, pengendalian diri, dan toleransi risiko terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada generasi milenial. Pengaruh sikap keuangan, pengetahuan keuangan dan teknologi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan (studi kasus mahasiswa FISIP Universitas Sumatera Utara). Perilaku manajemen keuangan di kalangan dewasa muda: Peran kebutuhan untuk penutupan kognitif dalam model mediasi tiga gelombang yang dimoderasi.
Pengaruh sikap keuangan dan pengetahuan keuangan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa dimoderatori berdasarkan jenis kelamin. Saya menetapkan anggaran belanja maksimal pada alokasi keuangan 4. Saya melakukan studi harga sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk.