Fluktuasi Pembagian Dividen Melalui Kinerja Keuangan pada Perusahaan IDX30 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Noviarti ikhsan1, Ninik Lukiana2, Nawangsih3 STIE WIDYA GAMA LUMAJANG
Email : [email protected]1 Email : [email protected]2 Email : [email protected]3
ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan nilai pasar terhadap kebijakan dividen pada perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017, secara parsial, serta untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dominana terhadap kebijakan dividen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah data internal yang berupa data laporan keuangan tahunan perusahaan.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampling purposive, dan mengasilkan 22 perusahaan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan secara parsial variabel likuiditas dan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan profitabilitas dan nilai pasar berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dengan variabel yang berpengaruh dominan adalah profitabilitas. Koefisien determinasi (R Square) diperoleh nilai sebesar 0,487 yang menunjukan bahwa 48,7%
kebijakan dividen dijelaskan oleh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan nilai saham sedangkan sisanya 51,2% kebijakan dividen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas, Nilai pasar, Kebijakan Dividen.
ABSTRAK
The background of this study is to determine the effect of liquidity, solvency, profitability and market value on dividend policy on IDX30 companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2017, partially, and to find out the most dominant variable on dividend policy. The research method used is the method of multiple linear regression analysis. The sources and types of data used are internal data in the form of the company's annual financial report data. The sampling technique used in this study was purposive sampling, and produced 22 companies as the research sample. The results showed partially that liquidity and solvency variables did not have a significant effect on dividend policy, while profitability and market value had a significant effect on dividend policy with the variable that had the dominant influence on profitability. The coefficient of determination (R Square) obtained a value of 0.487 which shows that 48.7% of the dividend policy is explained by liquidity, solvency, profitability and stock values while the remaining 51.2% dividend policy is influenced by other variables not examined in this study.
Keywords: liquidity, solvability, profitability, market value, dividend policy
PENDAHULUAN
IDX30 merupakan perusahaan yang mempunyai tingkat kapitalis dan likuiditas terbaik di Bursa Efek Indonesia. likuiditas disini adalah memiliki rata-rata nilai transaksi tertinggi 6 bulan terakhir. Saham-saham yang tergabung dalam IDX30 sendiri mewakili sekitar 53%
kapitalisasi BEI (www.sahamgain.com). Dalam berinvestasi seorang investor mengaharapkan adanya return atau laba atas modal yang ditanamkannya, return atau laba dapat berbentuk dividen. Menurut Hermuningsih (2012:78-80) Dividen merupakan pembagian laba perusahaan yang diberikan untuk para pemegang saham. Pertimbangan mengenai pembagian dividen berkaitan dengan kinerja keuangan. Menurut Fahmi (2017:2) Kinerja keuangan merupakan analisis yang dilakukan untuk melihat perkembangan perusahaan dalam mengatur pelaksanaan keuangan secara tepat. Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur menggunakan laporan keuangan, dalam menganalisis laporan keuangan diperlukan alat yang di sebut rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunbakan dalam penelitian ini adalah likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar dengan menggunakan indikator current ratio, debt to equity ratio, retutn on asset dan earning per share. Current ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar (Herry, 2015:178). Hasil penelitian Zulkifli, Endri, Kurniasih (2017), Samrotun, (2015), dan Mardaleni (2014) mengatakan bahwan current ratio (CR) memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR). Debt to equity ratio adalah rasio yang digunakan untuk menghitung besarnya perbandingan utang terhadap modal (Hery, 2015:198). Hasil penelitian dari Irdiana (2018), Zulkifli, Erdin, Kurniasih (2017) dan Samrotun (2015) menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh terhadap kebijakan deviden. Return on asset adalah rasio yang dipakai untuk menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Hery, 2015:226). Hasil penelitian Irdiana (2018), Zulkifli, Endri, Agustina, (2017) dan Zaman (2018) menyatakan return on asset berpengaruh positif terhadap kebijakan dividend dengan hasil perkembangan rata-rata return on asset. Earning per share adalah keuntungan yang diberikan kepada pemegang saham untuk tiap lembar saham yang dipegangnya (Fahmi, 2014:70). Hasil penelitian dari Zulkifli, Endri, Kurniasih (2017) dan Sumiadji (2011) menyatakan bahwa earning per share berpengaruh terhadap kebijakan deviden.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pada periode penelitian, karena dengan periode yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan nilai pasar secara parsial terhadap kebijakan dividen pada perusahaan IDX30 di Bursa Efek Indonesia.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mencari hubungan asosiatif yang bersifat kausal. Tujuan penelitian kuantitaif yaitu untuk mengembangkan dan menggunakan model matematis, teori dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena yang sedang diteliti.
Dalam penelitian ini jumlah populasinya 30 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Teknik pengambilan sampel yang memberi peluang atau kesempatan bagi setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel adalah sampling purposive.
Sedangkan sampel penelitian ini perusahaan IDX30 di Bursa Efek Indonesia sebanyak 22 perusahaan. Langkah analisis data penelitian ini terdiri dari uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Asumsi Klasik. Grafik hasil pengujian normalitas data memperlihatkan bahwa titik-titik plot berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang menandakan jika data diatas terdistribusi normal artinya sampel dari penelitian ini mewakili populasi penelitian dan model regresi sederhana dinyatakan memenuhi asumsi normalitas data.
Hasil pengujian menunjukan likuiditas memiliki nilai tolerance 0,625 dan VIF I,601, solvabilitas memiliki nilai tolerance 0,710 dan VIF 1,408, profitabilitas memiliki nilai tolerance 0,833 dan VIF 1,200,dan nilai pasar memiliki nilai tolerance 0,730 dan VIF 1,370.
Hasil uji multikolinieritas menunjukan bahwa semua variabel bebas memiliki nilai tolerance di atas 0,1 dan VIF dibawah 10, sehingga dapat disimpulkan tidak ada korelasi antar variabel bebas yang artinya variabel bebas tidak saling berhubungan dan tidak terjadi multikolinieritas.
Hasil pengujian heterokedatisitas menunjukan sebaran titik-titik tidak membentuk pola tertentu atau tidak membentuk pola yang jelas. Dengan demikian ke variabel independen bebas dari heterokedatisitas.
Hasil pengujian autokorelasi diperoleh nilai Durbin-Waston sebesar 2,124. Nilai tersebut berada di antara 1,55 sampai dengan 2,46 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi berada pada daerah bebas autokorelasi yang artinya tidak ada hubungan antara satu periode dengan periode sebelumnya.
Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil regresi linier berganda diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y= -0,002 - 0,004 X1 - 0,036 X2 + 1,121 X3 + 0,170 X5
Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif likuiditas dan solvabilitas berhubungan negatif dengan kebijakan dividen, sedangkan profitabilitas dan nilai pasar memiliki hubungan posistif dengan kebijkan dividen
Hasil Pengujian Hipotesis. Hipotesis pertama, hasil uji t pada variabel likuiditas nilai thitung
sebesar = -0,196 dengan signifikan 0,845, berarti thitung (-0,196) < ttabel (1,99773), dan sig (0,845) > α (0,05) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh likuiditas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hipotesis kedua, hasil Variabel uji t variabel solvabilitas nilai thitung sebesar -2,459 dengan signifikas 0,017. Dengan menggunakan batas signifikan 5% atau 0.05 diperoleh ttabel sebesar 1,99773, bearti thitung (-2,459) < ttabel (1,99773), dan sig (0,017) < (0,05) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh solvabilitas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Hipotesis ketiga, hasil uji t variabel profitabilitas nilai thitung sebesar 4,538 dengan signifikas 0,000. Dengan menggunakan batas signifikan 5% atau 0.05 diperoleh ttabel sebesar 1,99773, bearti thitung (4,538) > ttabel (1,99773), dan sig (0,000) < (0,05) maka Ha diterima dan H0 ditolak.
Artinya terdapat pengaruh profitabilitas yang secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hipotesis keempat, hasil uji t variabel nilai pasar pada nilai thitung sebesar 3,263 dengan signifikas 0,002. Dengan menggunakan batas signifikan 5% atau 0.05 diperoleh ttabel sebesar 1,99773, bearti thitung (3,263) > ttabel (1,99773), dan sig (0,002) < (0,05) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh nilai pasar yang profitabilitas secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
PEMBAHASAN
Pembahasan ini berkaitan dengan hasil pengujian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh likuiditas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil dari pengujian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli, Erdin, Augustina (2017);
Samrotun (2015) dan Mardaleni (2014) yang dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa Likuiditas secara parsial berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Namun, hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irdiana (2008); Wijaksono, Nasir (2014) dan Laim, Nangoy, Murni (2015) yang menyatakan jika lukuiditas perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden. Hasil Pengujian likuiditas perusahaan yang tidak berpengaruh terhadap kebijakana dividen kemungkinan disebabkan karena likuidtas perusahaan yang tinggi tidak digunakan perusahaan untuk membayar dividen, melainkan perusahaan mengalokasikan untuk membeli aset tetap atau aset lancar. Atau kemungkinan likuiditas perusahaan tidak digunakan untuk membayar dividen karena perusahaan menggunakan kas untuk kepentingan operasional perusahaan atau kas digunakan untuk investasi demi perkembangan perusahaan. Semakin besar kesempatan perusahaan dalam berinvestasi maka akan mengakibatkan penurunan pembayaran dividen, karena kas perusahaan akan dipergunakan untuk berinvestasi demi pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. Ini mengakibatkan beberapa perusahaan mengalami fluktuasi pembagian dividen selama periode 2015-2017.
Pembahasan ini berkaitan dengan hasil pengujian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa Tidak terdapat pengaruh solvabilitas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irdiana (2018); Zulkifli, Erdin, Augustina (2017);
Zaman (2018) dan Samrotun (2015) yang menyatakan bahwa secara parsial solvabilitasberpengaruh terhadap kebijakan dividen, Namun hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wicaksono, Nasir (2014); Hardiatmo, Darjono (2013);
dan Hanif, Bustaman (2017) yang menyatakan bahwa solvabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hal ini tidak sesaui dengan teori yang menyatakan semakin rendah solvabilitas maka akan semakin besar pembagian dividen. Hasil pengujian solvabilitas perusahaan yang tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen hal ini kemungkinan disebabkan karena peningkatan hutang, penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan akan mengakibatkan perusahaan menanggung beban tetap berupa bunga dari cicilan hutang tersebut. Hutang yang meningkat akan mempengaruhi besar kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Sehingga akan mempengaruhi terhadap pembayara dividen kepada para pemegang saham, karena perusahaan akan lebih memprioritaskan untuk membayar hutang ketimbang membayarkan dividen. Namun terkadang perusahaan menggunakan dana dari hutang ini untuk membayarkan dividen yang tinggi karena untuk memberikan sinyal jika perusahaan dalam keadaan baik. Fluktuasi pembagian dividen bisa terjadi karena jika pada tahun sebelumnya perusahaan menggunakan pendanaan dari hutang untuk membayar dividen yang tinggi maka tahun berikutnya perusahaan akan mengurangi pembayaran dividennya karena perusahaan akan membayarkan hutangnya.
Pembahasan ini berkaitan dengan hasil pengujian ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif profitabilitas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irdiana (2018); Zulkifli, Erdin, Augustina (2017); zaman (2018); Wicaksono, Nasir (2014); Samrotun (2013) dan Hardiatmo, Darjono (2013) yang menyatakan bahwa secara parsial profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan dividen,
namun hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parere (2016);
Sumiadji (2011) dan Laim, Sientje, Murni (2017) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang mengatakan semakin tinggi profitabilitas maka akan semakin meningkatkan pembagian dividen. Perusahaan yang mengalami kenaikan laba akan membagiankan dividen yang tinggi pula kepada para pemegang saham. Meningkatnya pembagain dividen merupakan sebuah sinyal baik untuk para investor jika perusahaan berhasil dalam menjalankan usahanya dan menambah keyakinan investor jika perusahaan tersebut dimasa yang akan datang akan lebih banyak lagi dalam menghasilkan laba. Hasil dari penelitian ini mendukung signaling theory yang menyatakan jika dividen dapat membantu para investor memberika informasi terkait pertumbuhan dan perkembangan perusahaan dimasa mendatang yang diungkupkan oleh Modigliani dan Miller. Perusahaan yang menghasilkan laba yang tinggi bearti perusahaan tersebut mampu memaksimalkan sumberdaya atau aset yang dimiliki perusahaan perusahaan.
Meskipun perusahaan membagikan dividen setiap tahunnya berfluktuasi namun laba yang tinggi tetap mencerminkan jika perusahaan dalam keadaan baik.
Pembahasan ini berkaitan dengan hasil pengujian hipotesis keempat yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif nilai pasar yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumiadji (2011); Zulkifli, Erdin, Augustina (2017);
Mahmood, Asif, Nawaz yang menyatakan bahwa secara parsial nilai pasar berpengaruh terhadap kebijakan dividen, namun hasil dari penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yunita, Friskarunia (2016) yang menyatakan bahwa nilai pasar berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang mengatakan semakin tinggi nilai pasar maka akan semakin meningkatkan pembagian dividen.
Berpengaruhnya nilai pasar terhadap kebijakan dividen karena pada umumnya nilai earning per share yang tinggi pada suatu perusahaan mengartikan bahwa perusahaan menghasilkan profit yang tinggi dan mencerminkan kinerja keungan perusahaan tersebut baik, sehingga para investor tertarik untuk melakukan penanaman modal pada perusahaan. Semakin tinggi nilai earning per share akan menyebabkan samakin besar laba perusahaan dan kemungkinan jumlah dividen yang diterima para pemegang saham akan ikut meningkat. Semakin tinggi kinerja keuangan yang dilihat dari earning per share mencerminkan jika keuntungan diperoleh perusahaan meningkat laba bersih yang diperoleh perusahaan.
KESIMPULAN
Dari hasil pengujian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh likuiditas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil pengujian kedua yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh solvabilitas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil pengujian ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh profitabilitas yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil pengujian keempat menyatakan bahwa terdapat pengaruh nilai pasar yang signifikan secara parsial terhadap kebijakan dividen di perusahaan IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil dengan menggunakan SPSS Versi 21 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0,487 ini menunjukan jika kebijakan dividen dipengaruhi oleh tingkat likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar sebesar 48,7% , sedangkan sisanya yang ditunjukan sebesar 51,3% menunjukan bahwa kebijakan dividen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan untuk 51,3% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain misalnya pada likuiditas dapat menggunakan quick ratio atau cash ratio, pada solvabilitas dapat menggunakan debt to asset
ratio, pada profitabilitas dapat menggunakan return on equity, pada nilai pasar dapat menggunakan price earning ratio.
DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, I. (2014). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, I. (2017a). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, I. (2017b). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Hardiatmo, B., & Daljono. (2013). Analisis Faktor – Faktor yang MempengaruhiI Kebijakan Dividwen (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2008 – 2010). Diponegoro Journal Of Accounting, 2(1), 1-13.
Hermuningsih, S. (2012). Pengantar Pasar Modal Indonesia Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hery. (2015). Analisis Laporan Keuangan Pendekatan Rasio Keuangan Yogyakarta: CAPS.
Irdiana, S. (2018). Determinasi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia. progress conference, 1(1), 2622-3031.
Laim, W., Nangoy, S. C., & Murni, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Lq-45 Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA, 3(1), 1129-1140.
Mahmood, F., & Nawaz, A. (2016). Determinants of Dividend Payout ratio: An Evidence from KSE Textile Sector. Journal of Business and Policy Research, 4(1), 20-38.
Mardaleni. (2014). Analisis Pengaruh Retun On Equity, Debt Equity Ratio, dan Current Ratio terhadap Dividen Payout Ratio pada Perusahaan Property Real Estate yang Tedaftar di Bursa Efek Indonesia. e-journal Apresiasi Ekonomi, 2(2), 73-79.
Samrotun, Y. C. (2015). KEBIJAKAN DIVIDEN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA. Jurnal Paradigma, 13(1), 1693-0827.
Sumiadji. (2011). Analisis Variabel Keuangan yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden Jurnal Dinamika Akuntansi, 3(2), 129-138.
Widarjono, A. (2015) Statistik Terapan dengan EXCEL & SPSS. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Yunita, N., & Novafriskarunia. (2016). Pengaruh Kebijakan Hutang, Earning Per Share, Net Profitmargin Dan Profitabilitas Terhadap Dividend Payout Ratio Padaperusahaan Yang Terdaftar Di Lq45 Periode 2010-2014. Jurnalakuntansi Dan Keuangan, 4(1), 129 - 146.
Zaman, D. R. (2018). Effect of Financial Performance on Dividend Policy in Manufacturing Companies in Indonesia Stock Exchange. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics, 2549-3280.
Zulkifli, Endri, & Kurniasih, A. (2014). Determinan Internal Dividend Payout Ratio Perusahaan Farmasi Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan,(238–252).
Honi, M., & Ifa, K. (2018, August). Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan pada PT. PLN Rayon Probolinggo Tahun 2017. In Proceedings Progress Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 692-698).