• Tidak ada hasil yang ditemukan

Food Safety - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Food Safety - Spada UNS"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Food Safety

Anastriyani Yulviatun, STP, MSc.

27 November 2019

(2)

Outline

• Foodborne Illness

• Food Hazards

• Managing Food Safety

(3)

Food Safety

Safe Food Unsafe Food

Health Foodborne illness

Death

(4)

Food Safety

Anastriyani Yulviatun, STP, MSc.

27 November 2019

(5)

Food Safety

Anastriyani Yulviatun, STP, MSc.

27 November 2019

(6)

Fakta di Indonesia

• 163 kasus keracunan makanan pada tahun 2017

• 36% dari masakan rumah tangga

• 5 Provinsi KLB Keracunan Pangan

tertinggi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa

Timur, Bali, NTB

(7)

Fakta di Indonesia

(8)

Fakta di Indonesia

(9)
(10)

KLB Keracunan Pangan

Permenkes No.2 Tahun 2013

• Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan yang

selanjutnya disebut KLB Keracunan Pangan adalah

suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau

lebih yang menderita sakit dengan gejala yang

sama atau hampir sama setelah mengonsumsi

pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi,

pangan tersebut terbukti sebagai sumber

keracunan. (Pasal 1)

(11)

KLB Keracunan Pangan

Permenkes No.2 Tahun 2013

• Dalam rangka pencegahan meluasnya KLB Keracunan Pangan dilakukan upaya penyuluhan pada masyarakat, pengendalian faktor risiko, dan kegiatan surveilans (Pasal 18)

• Penyuluhan meliputi (Pasal 19):

a. kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan KLB Keracunan Pangan;

b. pengetahuan dalam penanganan korban atau orang yang mempunyai risiko menderita keracunan pangan;

dan/atau

c. pengetahuan dan keterampilan untuk pengelolaan

pangan yang aman dan sehat.

(12)

Food Hazards

PHYSICAL

BIOLOGICAL CHEMICAL

ALLERGEN

(13)

Physical Hazards

Plastik, pecahan gelas, pecahan lampu, logam, paku, kawat, kerikil, stapler, serpihan kayu, serpihan bambu

(14)

Chemical Hazards

senyawa beracun, residu pestisida, logam berbahaya, racun alami

Mycotoxin (Aflatoxin B, C) Karakteristik:

• Dihasilkan fungiAspergillus flavus

• Aflatoxin B1 > M1

• Tidak rusak ketika dimasak Efek:

• Nekrosis hati

• Kerusakan ginjal Langkah pencegahan:

• Jangan sampai jamur tumbuh!

• Ex: kemasan tertutup dan kering

(15)

Route of Aflatoxin

Makanan

Aflatoxin M1

Aflatoksin B1

Pakan

(16)

Chemical Hazards

• Risin →dihasilkan Penicillium; di beras lama

• Toksoflavin → pada tempe bongkrek;

dihasilkan Pseudomonas cocovenenan yang tumbuh di ampas kelapa rusak/busuk

• Glukosida sianogen → mengikat Fe heme sehingga menghambat pelepasan oksigen;

pada kacang-kacangan, singkong Penghilangan :

Pemanasan 130oC, 10 menit

Perendaman 10 jam 30oC → aktivitas turun

• Asam jengkolat → penyebab nefrotosisitas (iritasi tubulus ginjal dan saluran kemih)

• Solanin →menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, dan paralysis

• Sianida → mengganggu kerja otak dan jantung hingga menyebabkan kematian;

terdapat di ketela karet

(17)

Fakta di Indonesia

(18)

Chemical Hazards

• Timah (Pb) → asap rokok, baterai, asap kendaraan; merusak sel darah merah

• Metilmerkuri (Hg) → ikan di sumber air yang tercemar merkuri; menyebabkan gagal ginjal, diare berdarah, edema

• Cadmium (Cd) → pada kerang; menyebabkan hipertensi, keracunan kronik jika

terakumulasi di hati/ginjal

• Arsen (Ar) → ika, siput, udang di perairan yang tercemar Ar; keracunan akut (diare, muntah, tenggorokan kering) dan keracunan kronis (kardiovaskuler, gangguan fungsi hati dan ginjal)

(19)

Biological Hazards

Berupa mikroba, parasite, dan serangga

Mikroba dapat berasal dari udara, air, tanah, dan hama

Mikroba

menguntungkan

merugikan

Cara menghindari bahaya biologis:

•Pilih bahan yang bermutu baik

•Jauhkan dari sumber cemaran mikroba bakteri

kapang

khamir

(20)

INTOKSIKASI

Saluran pencernaan Clostridium botulinum

Staphylococcus aureus Kapang Aspergillus

toksin

Campylobacter jejuni Salmonella typhi Vibrio parahaemolyticus

Bacillus cereus Clostridium perfringens Enteropathogenic E.coli

Onset: 12-36 jam sakit perut, mual, diare,

muntah, demam, sakit kepala

Muntah, diare Onset: 3-12 jam

INFEKSI

(21)

Ensuring Food Safety

a.Makanan yang disiapkan di rumah

• Kebersihan area, peralatan, pemasak dan bahan makanan

• Pencucian bahan

• Proses pengolahan (waktu, makanan hrs sgr dimakan)

• Simpan makanan di tempat yang sehat dan terlindung

• Utk makanan tertentu jgn dibiarkan di udara terbuka (oksigen, kontaminasi m.o.)

• Utk daging yg disimpan tdk beku, jangan lebih dari 1 hari

• Jangan memasak daging yg sdh bau

• Cuci telur sebelum disimpan dlm lemari pendingin

• Cuci setiap bahan sebelum disimpan dlm lemari pendingin Penyiapan bekal: Gunakan wadah yang bersih kemasan yg aman

Rule 15 o C, 2 jam

(22)

Ensuring Food Safety

b. Makanan yang dibeli

• Perhatikan keadaan makanan yg dijual, keadaan penjual, ruang/tempat penjualan, peralatan masak, serta lap

• Perhatikan pengemas

• Makanan kaleng: cek kondisi kaleng, tgl kadaluwarsa

• Makanan kaleng yg sudah dibuka: jangan disimpan

• Makanan jadi yang dikemas: perhatikan keadaaan dan keutuhan

kemasan, tgl kadaluarsa, komposisi, kehalalan

(23)

Ensuring Food Safety

Badan yang bertanggung jawab terhadap keamanan pangan nasional:

1. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Depkes

2. Instansi terkait (Depkes, Dinkes, Deptan, Deperindag, Departemen

Kelautan dan Perikanan, Depdiknas, Pemda, Universitas, Lemlit,

Laboratorium swasta dan pemerintah, asosiasi industri dan perdagangan,

Badan Standardiasi Nasional, Lembaga Konsumen dan LSM lain)

Referensi

Dokumen terkait