ffi
ffi 1*t#h.r1l'
,1:.-.;;- r;,
i::,,$t
\!l Nt\rl1i Ir1'l()r)t.t-)\
3I) NYI) )IMX
. ).' rnt/,1
\'rl),y'
lsoH 03
ri*.l:6.
f&Y
. .'' l
..:
9TOU
,
? r*fr{DfsBI\T BrrrFIp*rBdItFaIAl ,}I
IsTBrIrn:[\r te{B.ru,{sctrtI nrr1el I
, fm YNIYn?,n:xIw
VlVOvlnS SYtlgBAirlt{n
YAYgN
I
I
:l
MENGUNGKAP KONSEP TRI HITA KARANADALAM IMPLEMENTASI
AKUNTANSISOSIAL...
15AKUNTANSI SUMBANGAN KEAGAMAAN DALAM PERSPEKTIF SISTEM KASTA
DAN STRATA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
8A1I...,...
1.6 KONSTRUKSI MODEL KEPATUHAN PAJAK: TRIANGLE CoMPLIANCEBERBASISKAN JAGADHITA DAN MOKSA DALAM PERSPEKTIF TRI HITA KARANA.,... 17 FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHAD AP AUDIT DELAY PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
TAHUN
2012-2OL4..
18MAKNA 'LAIN" BIAYA PADA RITUAL NGATIJRANG CANANG MASYARAKAT
8A1I...
19 PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA START-UP BISNISKEWIRAUSAHAAN VS AKUNTANSI MANAJ EM EN...
MENGGAGAS PENERBITAN SURATTAGIHAN PAJAK (STP) DAN TINDAKAN
P E NAG I HAN DE NGAN TI NGKAT P E LU NASAN KEWAJ I BAN PE RPAJAKAN WAJIB PAJAK ATAU PENANGGUNG PAJAK ORANG PRIBADI
(STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA DENPASAR
TIMUR)....
2L AKUNTABILITAS DALAM PERSPEKTIF BUDAYA TRI HITA KARANAPADA LEMBAGAPERKREDITAN DESA ADAT KEDONGANAN
BADUNG-BA1I...
22 ANALISIS TEMATIK ATAS ALASAN ADOPSI IFRS DI INDONESIA VERSI PENGAMBILKEBIJAKAN STANDAR
(DSAK-IAI)
23AKUNTABILITAS BERBASIS MODAL SOSIAL DALAM PENGELOAAN DANA DESA
(SEBUAH SUMBANGAN pEMtKtRAN DARI
BAL|)...
24PENGARUH PRINSIP-PRINSIP 6OOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA PADA KINERJA BANK PERKREDITAN RAKYAT
DI KABUPATEN GIANYAR _ BA1I...
MEMAKNAI SUBAK UNTUK MEMPERKUAT SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH DAERAH..
20
25
26
.,
jl
!
:t
-
a AKUNTABILITASPENGELOLAAN LIMBAH BERBASISMULATSAR|RA... ..
27MEMAKNAI NILAI FALSATAH'TRI HITA KARANA (THK)" DALAM TATARAN
PERSEROAN (REFLEKSI PELAKSANAAN
CSR)...
28KONSTRUKSIAKUNTANSI PEMERINTAH BERBASIS
NILAI-NILAISUBAK... ..
29ETIKA KARMAPHALA DALAM MENGUATKAN KODE ETIK
L +
IKATAN AKUNTANINDONES|A.
30OPTIMALISASI PROFIT AND LOSS SHARING DALAM MENGATASI
PRAKTIK RIBA PADA PERBANKAN SYARIAH 31
F
I
l
6
FIe.rnak*:li Subak untul< &fer*perkuat Sist*i;a Pcr;ge'nclalia*
i*iii;.i;;i
Domorinioh tr-tqr.rqia
Ciei,:
J ? t ? !d
STIE i.{obel hrclonesia ir,'lakass;ir .ii. SLrltan aiauiiriir.r l'.1o.
I
12 Makass;ir!iil-:
io.r1'el' , J'.'J-':-*"r,ir i" .. i:,r'i, ., 'l ', t,.rrr:,il ... ..
,{lia
AriesamtiUniversitas Ahn-iad Dahian Yogyakarla
J1. Prarnuka No.42, Un-rbul1-rar jo. D;iera,h lstirner,va Yog,vakarla 55 i 5 i Surel : aliaal ie:: anti (71 gmai i . cor-n
Rohmarvati Kus u*nanin gtias
U nir ersitrs
\:irg"i
e '-ri-r,har o,:
:'
:-Li-i- rr-:.:i,,:,r -:...1r..-i,,ri
ABSTRA.K
Makalah
ini
bertujuan memalmai subak sebagai organisasi tradisionolsctsictl yang sanggltp bertahan hingga 1000 tahun lebih.Sistetn stLbalcyang
dapat bertohan lanta dan masih diteraplron scuttpcti saotitli,
tidali tlapat dilepaslccu'L clori .sistentpengendolian intent sinrctris di subah.Kelltantoon dorisistenini acloloh ntenautlian tttjtLon organisctsi psda harntonisasi hubtLngan dengcut Tuhon, manusict, donoicutr;
dalant c{aran Hindu
clisehi
Tt'iHita
Koronct (THK).l{ilaireligirs.
keaclilut, clcutkebersantaan
dapat clitorik dari proktili stbak wthtk
nrcntperhLctt s.tstenrpengendalicut
intern penterintoh. Sistem pengendalian itttct'tt ]'rlng
i;Ltcrtdiharapkan dapat meruinimalisir terjadin.ya
fraud
di Indonesia.Kata Kunci:
sistem pengendalian intem pemerintah, sistem pengendalian intem simetris, subak, Tri Hita Karana,.fraud'l
Memaknal $ubak
untuk
Memperkuatsistem
PengendaliaaInteroal
Pemeriatah Daerah Oleh:Sylvls
STIE Nobel Indonesia Makassar
Jl.
Sultan Alauddin No. 212 Makassar 90231Surel: sylvia.sjarlis20l@gmail'ssru Alla
Ariesaati
Universitas Ahmad Dahlan Y
agakarta
Jl- Pramuka No.42, Umbrrlharjo,Sffi1ff
Yograkarta 55151 RohmawatiKusuaaaiagttas
Universitas Negeri SurabaYa
Jl.
Ketintang, SurabaYa 6A231 Surel: rlan. tia@gmail. comABSTRAI(
Makatah
ini
berfitjuan memaknai subak sebagoi organisa.si tradi,sional sosial Aang sanggup bertahan hingga -1oootalatn lebih sistem subak gang dapat benaltq\ lama dan
ma'sih ditera4tkatt si:f,;pai sa61t ini, tidak dapat dilepaskandari
si,stem pengendalioniliern
simetisdi
subatc Ketfiamnandai
si,stemini adalai
m.enautkantujuan
organi.sa,si_ po.da harmanisa^si?atbungan dengan
Tlthan,
manusia.dan
alanq datam ajaranHirdu
disebut TriHita
Karana{THK).
Nilai,i:I[gtru, keadilan dan
kebersomaondapat ditark doi praktik stbak
untuktwiperfuiat
sisiem'pengendaiifln interttp;merbttak
sistem pengendalianilttern gang fuid
di?miapkan dapat meminimali.sir terjading a frmrd di Indonesio.
I(ata Kunci:
sistem pengendalianintern
pemerintah, sistem pengendalianintern
simetris, subak, Tri Hita\{*arra,
fraud.ABSTRACT
Thi.s
paper
aim,s to interpretthe
sttbakas
traditional social organization uthich can suruiue more ttnn^ 16OO gears.Sabai
sgqtem suruiuesand
stitl applied todag because sttplzorts of symmetriccontrol"g.L* of
Suba:7.-fnl ,tdr"
oftle
sgstem lies on ttw binding of the goals of organization on the lwrmonization oft?e
relationshipuith
God", tatman, and nafitre; called Tri Hita Karana$HK).
Religious ualuels, iustice,and
sotid.aitycan
be draumfrom
thepradiec of
subak to strengtlentle gouern^.it
int"rnaluntrol sgsi"rn
Vigorous internal control sgstem i'sqected
to minimiz,e
frmrdin
Indonesia-r9
PENDAHI'LUAI{
Pada satu kesempatan, penulis pertama pernah bertanya ke teman. di ^lnspektorat Daerah'
"Bagaimana
agarfraud {di pemeirntah iaerah) dapai diminimdistr?" Teman
tersebut menjawab singkat, "Perkuat APIP (Aparat PengawasIntern
Pemerintah)"' Jawaban tersebut menegaskan desakan perbai<an pada manusialaparat) sebagai penggerlk dan sistem sebagai saranauntuk *.-p";;aaf,
peningkatanp.rg".taulan internal
pemerintah' Halini
senada dengan yang disampaikan oleh Gamardan
DJamuhuri(20i5)'
Siste-q pengendalian internyang kuat, bisa 1"[tJ kuat.pada
tatara-rtwacana tapi lernah dalarn
pelaksanaannya' Kebijakan dan prosedur bukan ind.ikatoruntuk
sistem pengendalianlter1-
yangefektif'
tapiharus
ada *kompetensi dankomitmeni
peiaksana aktivitas pengendalian (Fachrudin' 2013)' pada sisi yang lain, aparat pengawas akan gagal arah ketika melakukan tindakan pengawasantanpa ada
sistemyang
menjadipedom"tiry:".
Oleh karenaitu, menurut kami' kedua
hal tersebut, aparataJn
slstemfr"t""
diperbaiki sehingga marnpu merninimalisirfroud'
Dengan demikian, kehadiran APIP bukan lagimenjadi momii
bagi instansi melainkan menjadi solusi atas permasalahan pengelolaan keuangar daerahy"t
gdin"aapi
olehunit
kerja (Gamar dan Djamhuri,2O15).Pemerintahan merupakan ranah yang
tunduk
pada peraturan forma-t yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. p-eraturan d.ibuat^gi, ^pu^t
pemerintah melangkah dijalur
yang sesuai dengan amanatUra"rg-U.a"rq O_";
1945. padatatrun 2008
pemerintah mengeluarkanperaturan
pemerintah Nomor6o Tahun 2oo8
(PP60/2008) tentang
Sistem PengendalianIntern
Pemerintah (SPIP). PPini
menyiratkan bahwainstansi
pemerintahmemiliki
standar:pengendalian
Intern lSbfl dan harus dijalankan agar kegiatan di instansi
pemerintahdilakulan
secara tepat guna dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan kerugian negEuzrdatampemakaiandanapublik.SPlyangdidefinisitanpaaaPP6o12o08menekankanbahwa
SpIdilakukan untuk *i.rg *"rrtat asit
negaradari
kerugian negaraakibat dari
tindakan korupsi.Korupsi
bukan
menjadi masalahdi
Indonesia saja tapijuga di
ne-garamaiu'
Salah satu penyebabkorupsi "a"f"n
pengendalianintern
yang-lemah' Pengendalianintern
merupakanissu
global yangtgrus dimutafirirkan,
seiring berk6mbangnya modusfryua
(McNally' 2013)'Untuk itu
The Committeeof
SponsoringOrg;nizations ofthl
Treadway Commission (COSO)'suatu
organisasibentukan lirrra asosilsi
professionaldi
bidangakuntansi dan
keuangan(AICPA, AAA,
FEI, IlA, dan IMAI)
secaraintens
mengembangkan model lframework)untuk
mengembangkan, menerapkan,dan
mengevaluasi pengendalianintgrn' Frameu;ork ini dikeluarkan
pertamakali
padatahun tggz
aandiperbarui
padatahun 2013'
Organisasibisnis, selrtor publik, dan
non-gouelTlmental organizatiorts (NGOs)dapat
menggunakan frameu,orkcoso
sebagai acuan-"1f"k
mendesainsistem
pengenddianintern
(Fachrudin'2013).
lndonesiaj;;;';;gambil framettork ini
sebagaiicuan untuk
men,rusun SistemPengendalian Intern Femerintah (SPIP) dalam PP 60/2008'
Dengan dikeluarkannya pp tersebut pada
tahun
2.Oo-8, SPIP telah menjadi keharusan bagl instansi pemerintah.Ak;
tetapi,tor"p"i
masihmenjldi
beritaburuk
bagi Bangsa Indonesia'Fakta korupsi
di
Indonesia masitr""ttg"t
memprihatinkan (Irianto' ?91-l)' Hal tersebutdilihat dari
persepsikorupsi versi
Potitical iconomic'Risk Consultancy (PERC), yang menempatkan Indonesie paaapoiir
8.O9 (skala O menunjukkanniiai
terbaikdan
1Oterburuk)'
Begitu jugaIndnnesia
CorruptionWdch
(ICW)titgg"
semesterkedua tahun 2014'
melaporkan kasuskorupsi
kepaladaerah sudair *Ltiufi"tt 219
tersangkadelgal kerugian
negara hinggatriliunan
rupiah.E ti"** dkk.
(2013)menanglap *.t
,af'aud
pa$1-Pemerintah daerah berada pada wilayah abu-abu dikarenatanfr*ra
terpampangty"E, qfl*k*
s€cara sadardan bersam.-""*"
nam141tidak dapat diirentikan,
sehinggatimbul
kegamangan apakah sudah seper:misififu
pemerintah lo.tz tarhadapfrand
,'
1 Kelima asosiasi profesional tersebut AICPA {American. Institute of Certified Public Accountants), IM'S (institute
of
Management Accolnta:ntB),fuiA (A+:d.t
'{ccounting Association}'FEI
(Financieil bxecuti-res InternatiJnal), IIA ffhe Institute of Internal Auditors).Kabar
itu
seolah mengerdilkan B.angsa Indonesiayang dikenal memilikinilai-nilai
kerarifanl,okat. Salah satu contoh dapat
ditarik ;;;;;;ut"itt"ai*iott"l
sosial subak vang ada di Bali'Bali,
daerah denganberibu
pesona,,;;;;-dtk"gumi
oleh masyarakat internasional karena kekayaan budayairl1 Lirraifr* .i.*.ry?. SubJ T"l"j;; ""i"it satu
budaya yang telah lama diwariskan darampengelorg1p"*J,,r*
d, Bali.suuat
merupakan organisasi tradisional yang padatahun ;oi; ?l#iri
oleh ^uNBSCO sebagai*"ti"*
budayadunia'
Subak terdapat oada prasastis*;;. a.i. p.a"
882M(s"*.ty;,
zo.oa"tt' *.,a'r'^t"uttt dari looo
tahun1wi,di",
201o).Ad;G" "iti Uil:^"-q:o: "'UJ;
1i;mengetJl tir
irigasi'(2) m'engelola pura' dan (J) memiliki oto.roroi*&img!", zorb1.
ciri r.rr"='i"i
akan""r"r, "ai
pada'subak, namnn setiapsubak dapat memiliki
kebiasaanV"g -ttit"aa-beda
*"='"1
dengan kebiasaan masyarakat setemPat.Beberapatatacaradisubakmerupakankebiasaanyangtelah]T-11":l*,.olehkarena itu,
pada masaOtl-" g"."
subakAi'"* t'"t"s dimodlrettttttt'
Modernisasi subak dilakukanterhadap pota
tanam, lata kelola ;;;"i", tata keioi; air' dan tata kelola
lingkungan' Modernisasisubak pada
satu-S"' ft't'"=li *"'it'gk,-tkan 'produktivitas hasil
pertaraia''namun pada sisi lain meru*"r. t .Jrirrr-u.ra.y. "..uJ-".6u pemerlfh
sebagai pihakeksternal d.ari subak telah -..rgirrl;.."i **ui..i,..-- Ji ""u"t' Modernisasi
mafahmenjad.ikan
o.,rrii-"':"Jp'ry"'t-il;i;;;; *q:o (s;;"'v""" '
2oo2;Martiningsib'
20121yang
dalamjangka p;j"lq 3ustru
a?anLerugikm
geneiasip"-l:T" mereka'
Merusaklingkungan
*.*p"k',. iai"it^t vqe Ut*t'*++.dt,,ffi f=:t Tali't* vaitu Tri
HitaKarana (THIq atau tiga yang.menjaai"p.rry"UrU
t-eUanagil'' iUX
mengajarkan agar manusla dapat bahagia,a nurii" *"i3"g. h"rJ""t;""sm
sr,-g-Pencipta lParhgangan)' dengan sesarna manu siaVo*,
ng;fr ,;; ;;;;"
fingkungan hidup {P alemohonl'Masyarakat Bali percaya sistem.".,ib"t
ir".oprt",, *"aJ "o"i't
yang harus dipertahankan sebabdapat *"*LJ*"n
kesejahteraanbagi m1s{"t"t"*v" setarang dan di
masa akar+datang (rvrartiningJi,
*zotzl
rr,1.1"riri
*rr.atJt
;-ni, ka"'--iingln
menunjukkan bahwa BangsaIndonesia *.*,iff'!;;; lokal yang dala| .memper*irat sistem
pengendatian intern pemerintah.rrr.riir"t
daya tahanorgrii*il *rru.t hi"gg;-igoo t'"t",,'
lebih' Bangsa Indonesiadapat membuktikan
b#wu'
sistempttg""a"fian internl"t'g alU"ttg"n
$ensan kearifan lokaltidak
dapat
dtpandang sebelah,n i' f"iba1.asan "k; di;ahka'-
*,.1a,,',apda
pengettran subakdari
berbagaisudut
pandang. Kedua, mengupasnilai
filosorrs yang ada pada subak' denganmemanding subak ".q?g* ;;i" entitas, a'i *"*ruki
legalitasdari
pemerintah' Terakhir,r"n"t"ilitlai-t'if i t""if^" fotJ
suUatuntuk
memperkuat SPIP'IIENDEDAIII{AN SIIBAI(
subak
seringdikaitkan
denganwujud fisik
berupa sa-luran irigasi yang mengairi sawah terasering yang mengikutikontur t r.i,
sehingga*."'ipifU' ptt""a"'g'o
yang indahdi
Bali.
pengaturun*iut
yangapik ffi;;;trv-3"q..u"tu"1ir
penuh semakin mempercanukpulau
Dewata.Di batik p*o*.1ir;X ;;; a'a:*"t *"u"a' terdapat satu
konsep danaktivitas y*g ,;rr-bt"* pada sistJm "r6"t.- neritut ittl
pengertiansubak
oleh beberapa penulis.Peraturan Daerah Provinsi
Bali No' 9 Tahun
2012 tentantg Subak menjelaskan bahwa subak ada]ah orgarrisasi tradisional dibidangt^o g,1" aa
dan-atau tata tanamandi
tingkat usahatani
pada masyarakat"a", aile;-6.g gelsrat
sosioagraris, rerigius, ekonomis yang secara historis terusiumbuh a* tttft"*U*S' 6t" ",i"t t"iliUti tujuan:
(a) memeliharadan
melestarikan organisasi:"b"u;-O -""'"":'r'tt*tan kehidupan petani'
(c) mengatur pengairanar,, t"t^-t ?.roan,
{d}*.ririrrir,g a.t tot"g"y"*i
pttatti,- aan (e} memelihara serta memperbaikid;.t t"'*.i,"rr. semeitara s,rrr"illo tigoq iz;
mendefinisikan subak adalah -organisasi atau lembagaorai.or.r
yang terge-rat< daram tata gunaair
(sistem irigasi) serta mengatur sistemp.r*"1"lrrr;;1ri; -ftg.t;"tft;-"osiat
reli-gi*s'mandiri
(otonom) yang anggotanyat rairi^a"ri petani;;;;*d" 94T" "y"3 k"-"1aT^*it"'ah
tertentu dandiatur
dalamiauig-owt{.
Definisial*=uira
menunjukkan bahwa orgarrisasi subak mempunyaiffislrffi.?l;= -
irigasiuntuk
sawah para anggotanva vang merupakan petani pada2
suatu wilayah dengan menerapkan aturan-aturan mereka secara
mandiri (aturanlya
disebut auig-awig|.Tidak
jauh
berbedadari definisi
sebelumnya,windia
(2010) memberikandefinisi
subakdari ciri
kirasyalg
terdapat pada subakyaitu
organisasi yang mengatur sistem irigasi darisatu sumber air,
'mengeiolapura, dan memiliki otonomi untuk mengurus
anggota dan kegiatan yangmereta t"atutan.
Pada definisiini
ditambahkan bahwa subakmemiliki
purayang
d.isebutprr.- t.a.r.gul. Pura
bed.ugulmemiliki peran penting di subak
sebab setiapaktivitas bertani
p.t*i
"rr]b"k, selalu aiaJafi dengan
rituai
keagamaan yang dilakukan di purauntuk
memohon doa agar hasil pertanian baik aan3ugauntuk
menyampaikan rasa s5rukur'petani memiliki #r* p"ttittg untuk menjaga keamanan pangan negara dan air
merupakan sumber dayayang
salg-at penting,.tttrt
keberlangsungallpertanian
(Suputra'21fi:Martiningsth,2Oi2; Wittai.
dkk., 2015). Bisa dikatakan bahwa kemanan pangan negara sangat bergantung pada petani danair.
Martiningsih (2012: 303) berpendapat bahwa subakadalah "... o.g"*"l"i
pembagianair di
areal-sawah
secara tradisionaL"yang
mernilikikontribusi dalam
pemUangunanuntuk
mencapai ketahanan pangandan hayati'
Suputra (2011: 11)memani"rrs ""6"k dari
sudut pandang akuntansi dengan delinisi "organisasinir-
Taba yang
tidak
berorientasi memupuk laba, rrlelibatkan administrasi dalarn perputaran rodao.g"rri".Ji".
Ad.ministrasi yang dimaksud adalah sistem pengendalian intern'Beberapa
pengertian subak yang telah aisampaikal-
sebelumnya' membawa kepada p€mahaman bahwa subak ad.alaS orgJnisasi petani yang mengatur sistem irigasiuntuk
sawahpara
anggotanya,memiliki otonomi untuk membuat peraturan yang mengikat
para anggotanya trerdasarkanprinsip
kepentingan trersamadan
menjaga harmonisasi denganT\rhan, manusia, dan alam. S"U"t merupakan organisasi warisan leluhur yang
telah terbentukutuh
mengharmoniskan pemenuhan kebutuhanjiwa
manusia' Subaktumbuh
dan berkembang"eUagaI turunan d; konsep THK, yaitu parahgorqarl pauongon'
dan palemahnrtKeharionisan ini
berdasarkan pada kesadaran Ketuhanan pelaku subak yangmewujud melalui pengabdian kepada sesalna dan pemelihara€rn terhadap alam semesta' Manusia
aararn-m?t*g"r.rgk^tt kehidupantya ua*
bisa lepasdari
anugrah T\rhan atasalam. Manusia
U..g"rrt,rrri pala
kebaikan alam-.Di
sisi 1ain, manusia mampu memengaruhi dan mengubah alam dengan kuasa yang diberikan kepadanya'Dengal
de,0nilr]'an pdemahan merupakan wadahyang dibutuhkan ot"tt *"rrrsia dalam kehidupan' untuk
memeliharapalemalwn, maka
t^t^ io*ongan
]nalus diperhatikan, karenapauongan
lah yartg mengatur palemohan- Caturii" a*ia2 berlaku di sini.
Jogadhita mengendalikanartha
dan kamo melalui dtnrma-Artha.jangan
samPdunsur ini
mendominasi dan menjadi ujung aaritujgal
hidup pauongan
snai tegit"
p,.la kama" harus dikendalikan.Arttw
dan kama yang sudahdamai (slnntfl -"."p"trri wqiud
keberhasilanpau)ongan subak menuju
porahAangan' kembali kepada Brahman, dan terwujudlah mok'sa'Manifestasi THK dalam subak
ditunjukkan
dengan jelas melalui keberadaan bedugul/puradi
areal pertaniandan
simbolritual yfug dilakukan
melalui persembahan kepadaDewi
Sr;Ritua1
ini berlang"rtt! .tU.t.,,*,
.elaioa,-dan setelah ,.,asatani,
masing-masing rnemprrnyai maftna tersendiri.Suputra
(2O11;82) menyebutkan empat upacara dalamsubak' yaitu:
(1)ngempirq (menjemput air), *grts1*rr pengolahan sawah dengan mengalirkan air
kepersawahan
*t t-p.rtr-" kalt;
12)"4;-g*-g, ritual untuk
menandaitanaman
mulaii"*r*, r 45 hari; lil mno*t,g,'tltort Lntuk
mencegah serangan hama,dan
(a) nAau)ang,,upacara menjelang dilakukannya panen. Ritual tersebut menyertakan gadnya3 se'bagar
k"1"k
pengorbanan suci yang dilandasi
kltulusan
sekaligus harapan agar senantiasa dilindungi dan dilimpahkan*rrgr"frLrupa
kecukupanair,
kese]amatan-sawah, hasil panen yang baik, dan kesejahteraan"6; sutak. Drl?-
menghadirkangadngq dibentuklah praiuru flhak
fu:engurus
suba$Tntuk
mengelolakebutuhL
sehma 1ituat. Sistemprajuru
subak meliputi z Terdiri dan dlwrma,arttu,
leamo. dan moksa- Dhanna adalah perpadual kebenaran-kebajikan yag dituntun oleh agama;or*A^"*pt*bendd-benda
bersifat duniawi, sedangkan ki:maadalah dorongan nafsu dan moksaadalah pelepasan manusia danalttudan
kamauntuk bersatu denganfuh*-' - -
-3 Unsur utama
g";-g" -"aj"ft
"pi, U.r..g", dan airt-Api melambanf,<an Dewo BralunL air simbol dari Dewa Wisrut
aai
Uuriga melamtangtcan Deun Shpa(Suputra, 2Ol1; 841pawilangan (perencanaan sistem kerja subak), ngurat (pencatatan penerinaan
danpengelu}an),'- dan ngobgahang (komunikasi informasi dan bentuk
pelaporanpertkgg.:nglawaban
kegiatan subak). Selain itr-r terdapatpula
patutunann yang besarannya disesuaikan-denganluas petak
sawah ga-rapan,karena benmplikasi
terhadap kebufuhan penggunaan air.liflengatur Subalr deagan
Autlg-aulg
nw4-awtg
sangat dipatuhi oleh anggota subak. Awig-auig mengatur perbuatan yang bolehdan tidak boleh dilakukan oleh anggota subak, berikut sanksi kepada alggota
yang melanggar.Awig-awig memiliki kekuatan untuk mengikat
anggotanya sebabia
disusun dengan-memperhatikan Catur Drestayaitu:
(1) Sasfra Dresta,ajaran
sastraHindu,
(2) l,oka Dresta,peraturan
negara, (31Kuna
Dresta,tradisi turun temurun, dan (a)
Desa Dresta, kebiasaandaerah
seiempat (Sunaryasa,2AO2: 17-19).Oleh karena itu, auig'awig
dapat berupa peraturan yang sifatnya tetap, dan dapatjuga
fleksibel yang berasaldari
keputusan,^p^i
"r.U2t
(disebut j:Ulgp"r*"m)
(Sunaryasa, 2OO2). Autig-awig dikomunikasikan denganbaik kepada
semua anggota sehingga Bengawasandapat dilakukan oleh setiap
anggotaterhadap siapa saja. Karena subak pada dasarr-tya mengatur pembagian
air
dari satu sumber yang sama, maka konflik yallg rawante{adi
adalah masalah pembagian air.- g"gi masyarakat Bali, air dipersonifikasikal
sebagaiDewa Wisnu
sehinggasalgat dihormati dan "-.- konflik
yang bersumberdari
ma.salahair
diusa-hakanuntuk
dihindari"fWindia dkk.,
2015).
Karenaitulah
maka pembentukan subak didasari pada prinsip hidrologis bukan berdasarkan wilayah administratif (Martiningsih,2}l2l-
Subak dibatasi oleh sumberair
yang dapat digunakan bersamadi
suatu kawasan. "Luas kawasan subak, sangat tergantungd..i t.*.-puan suatu
sumberair untuk
mengairi suatu lahantertentu ...
sampaiair
yang mengalirtidak
bisa lagi mengairi sawah tertentu, karena sudah dihalangi oleh sungai, jurang,salulan
irigasi..." {Winaiadkk., 2015:24
dan 26). OLdn karenaitu,
sepanjar}g suatu sumberair
masih marnpu merrjanglau lahan pertanian petanidi
suatu wilayah, maka wilayah yang mendapatkanair dari
sumber yang sama tersebut menjadisatu subak. Satu
subak dapatmelingtupi
beberapa desa, atau dapatjuga
satu desa dapat memiliki beberapa subak (Windia dkk-,2o15)_Auig-atuig mengatur
pembaglanair,
penyiapanlahan,
penggarapanlahan,
sehingga membeiikan- kesejahteraanbagi
anggotasubak melalui hasil pertanian yang
diperoleh.Awig-awig sangat diperlukan
untuk
mengatur kegiatan-kegiatan yang berlangsungdi
subak,""p.rti p...r""rt.an,
pelaksanaan, pengkomunikasian, dan pertanggungiawaban. Penerapan auxg-aw7gdi
subak menyiratkan timahal
utama. Pertama, perencanaan yang terdapat padap"Gt"ngrn.
Anggota subak secara periodik mengadakan rapat meuobahas alrtivitas orgarusasi,ai*.t"."t y, pota taru-, masa tanam, bibit tanarn, dan ntual selgna bertani.
Kedua, responsibilitas, transparansidan komunikasi dalam
ngobgahang.Ngobngahang
menurutSuiutra l21ll;
108) mencatat penerimaandan
pengeluaranmerupalan bentuk
persiapanuniuk
penyebarluasan informasi penggunaan aset serta sebagai bentuk pertanggungiawaban prajuruxtbalc
Ketiga, keteraturan dan kedisiplinan. Hasil dari rapat anggoF subak dijalankani.Gt waktp
dalamhal ritual
dan masa tanarn yang telah disepakati. Halirri terkait
dengan perencanarln masatanam yang telah
memperhitungkancurah hujan dan kebutuhan air
iWirrai", dkk, nd; 28). Keempat, kebersamaan. Subak berpedoman pada semboyan paras paros salunglung atbagantaka safpanagqartinya
segalabaik-buruk atau
berat-ringan perkerjaanaipifruf
bersanna.Prinsip
gotong royongdianut
dengan menghilangkan ego masing-masingdemi
mencapaitujuan
bersama. Prajuntsubok tidak
mendapatkanupatr atau gaji
atas kinerjanya,,ktirrit^s
merekamurni
dikarenakan pengaMian terhadap sesarna anggota. Halini
3uga menyiratkan ketulusan dalam menolong sesalna. Kelima, bentuk kesadaran Ketuhanan-
Xi*raaaan
benugal/pura dan r:rtuzd yang rlengirjng1 masr_ tanamrerupkar.r
simbol bahwa anggotasubak m.yakirri
berl,akunyan mekanismeTuhan melalui alam
semesta, sehingga*..ek
senantiasa bersyukur melaluirituat
selamaaktivitas tanam.
Rasasyukur
tersebutjuga
menjadikan petaniuntuk pgmiliki
ketulusan sebagai bentuk baktinya terhadap T\rhan,a Iuran wajib anggota petani subak-
4
Setringga memunculkan
nilai-niiai kejujuran,
keikhlasan,dan
tanggungjawab pada masing- masing anggota"uo"f,-S""r.ra terslrat-iJrfil",'UJ*" ""UJ ,,"."p?t*
bentuk karmagogas' sarana petani,rrro-,;*JJ"*"t 'f;;;;y;
sebagai manusi'a, ciptaan Tlrhan yang mampu mengharmoniskanhubungal
sesamaJ"i tltt;"ga
keseimbangan alam'PekasebPernlmpln yaag DiPet"1y1 dan
Dihonnati
Strulrtr.r,r
kepngu-rusan di "yo*;.,"*p.trt*
pirrrpinarrsubak
sebagaiorang
yangdihormati.
pemimp'insubak
lpekaseh)-".".itot "InT',h
sebagaiPe{impin subak !"kTl
karena bayaran yang
diterimt t
p14;;Gcaya
oleh anggota subakmarnpu memrmpln subak (Suputra,
zOift.
Peranp.k ;;-;i"i Ottt"tU"'''gtt ?"'gan
penegakanauig-ouig'
seoerti rarangan
J*l ;;u-.ri-.r, ur.gunan pt*tt'"" & "tul
Jawah' larangan berperang di areal sawah, tidak boleh menanarrl,r"i"t
di areal**;1' a"t
lain-lain (Sunan'asa' 2}o2l'
peran
pekaseh ya^gdominan a.f'#'*?.!ut,rt;oi;;;^u*tX membuai subak
tidak memerlukan"*pr. ti,,g* pry"\ rr*- n^o'""",
subaktidak
bisa menghindardari
programrevolusi hijau pada
masa_orde baru tahun rqzo-an-*ilm"rrtrt"rr p-rd' "rr itu
melaluioendekatan
kepada pekaseh*"*r*rr.i.ui p*g"*.revolusi
hijau ke dalam subak (sunar5iasa' bOOZ;Martiningsth,20t2l.Pr.gr=rr.;;;r!i
f,"i3tt'ini
meliputi: (1) penggu',aan tsaJ<toruntuk
menggantikan""oi';i;'-".itr;r.t
sawah, 1i1penggu""L
""uit-uniuk
menggantikan am-ani
dalam memanenpadi,
(3)p'"'ggr';*; Liiii ""gg"r^ ""ttittgg" padi
sudah dapat dipanen.rtalam
3-4 bulan, yang
sebehrmnya petanimenararn p;di-;?J
yang-uerusia-6 bulan'
(4) p€nggunaanprprrl kimia *"rrggrrriikan pupuk o.gJ"ik, aan is) ptnggunaan
pestisida'*".rig"ntit opredator alami'
^^i^altat'.an
nrorlul
lgar dapatt:tfPo
Revolusitriiaumemilikitujuanmeningkatkanproduksihasilpertaruant
swasembada pangan. Melalui
p."**;;:^n .rti1:*."ktt;;;"
meningkatkan produktivitashasil pertani., J;;k^. N*,rr,, s.,,.;lJ. poo2) dJ;;di;gsr' lzbrz)
mengidentifikasisisi lain akibat
revolusihijau
sebaeai"berik*t. nampatnya
tertiadap lingkungan; pertama'penurunan r.uurrLs t r,rr, v"i., tjirr,*rJ.;fu;;;;g akibat .p:"cg":.""t pupuk
kimia'Kedua, hewan
pr;;;;.f.or*g-at""tis akilat ittot t"?Ut"'uh
oieh pestisida' Ketiga' tanahmenjadi tidrk s";;;; "riu"t tr-utto, tidak mamp" ;;;;;j"k ery dengan dalam
danalodtnya gut*u-'i;*Aun i.rmU"ti.
Keempa-t,O*n"1cyuJ'-;ii"- Iirnglr pupuk kimia
dan pestisida. Kelima, hama wer_eng*.r;;i;irxu"t
potat^ntm
padi sepanjangtahun'
Padi yangselalu tersedia sepanjang tarrSn
jrg-;;;g"rdang tikus'
sementaraitu'
pet'ggunaan pestrsldajustru -r.rioek"&;; k"i=b"1rr-hr*;;;?;* a".
melahirkan hama vi-efeng jenisbaru'
Padr varietas Uaru mampu dipanen 3-1kali aJuoi""t"ft"" *t*"t'tt,.'
padi lokal harus menunggu hingga6 bulan' roia
tana1nn*:T"d'.ional juga IntIl;;J;f,i^'!*?ltanpa
penanaman)' Keenam, saruran irigasip"ry"l..
yangdibanry., p.*J;nt"r, *t"k'gllatinva
binatang arryang berfurrg.i
-"irffif.seimtang". EhbgiJd"I}*""gurans
resaPanair ke dalam tanah' Dampararyateriaiap
sosiar;p"["-r,
te-4adip..g;g;;;
a31.serrtor pertanianakiblt
penssunaan
oJ;;. J;"Lum
revotu"thilG*P di;;;;t dibas
dalom kelompok-kelompor isekeho-se keha\ sesuai dengant"g;= ;.r.t.. n.oggurr."t, t "rtt*
mengakibatkan sehehamanal
(kelompok-il**"rri-..r:ri?"p.il;;;'"edua'
berkurangnvakontribusi
wanitadaram pertar,i"r..
*t .none'buk g"ilJio;*fri""n g;:JA,;
tangkai padi) vang berasal dariperempuan-p"rr-p;; istri anggo^J-J"-;;- Kettei
berkurangnya semangat gotong royongmisalnyada]ompembuatan*1,','i'ie""i,aldbat.pemerintar.ikutca*p,rdalamkegiatan
suba-k. Bendungan
dan
beberap"-;;il
irigasi aari
pemerintah sangat membantu petaru subak. Namun,*bantuanini oriog-tia.r.
meuSattan_anggota subak baik dalam perencanaEln maupunp.l^k"";;;;; a*"r:ir.x'"r:" D+ p"r.fr."o
Umum,.?thes
melunturkann,ai kebersa'raan dan
gotongroyong. n o -.-rtiti'juga menjadi berkurang
sehingga pemehharaanffi ;*g.- sublk :i,u""*tGi""8' K";;i;
berkurangnyaotonomi
subak dengan masulcn5naprogram-prog;;*p.;rintah- drl;';;ngatur
-*E"it"" subak
sepertiprogram Bimbinlan-
M?"*, f.t"rlif6"il0rl1"r", i"*; Ttt='i*' dsb'
Kelima' memudarnyakebersamaan misalnya ketika
*";;I[til..'ts
sebagai cara memberantas hama secara alami' sKo,tn,rgiog|salahsatudanctlfi,-U{4G,.mer.ttpakanrstukpendekatandirikepadaBmh,no,lmelaluikar5ra, kerja dengen
*gi" ttt""gdt'Jtt
a'rr ketuhrsan hati'ilEMBINGI(AIIGSEIIARIAHSI,BAI(I(EPEI{GUATAI{SPIP
sPIP memiliki
lima unsur
(PP60/2008);
(1) lingkungan pengendalian, (2)penilai"t'
T"-ik"' (3) kegrataIl pengendalian, (4) informasiaan'tomunikasi, dan
(5i pemanta'uan pengendalian intern. Lingkungan pengendalian sangat ditentukan oleh pirnpinan instansi pemerintahuntuk
menghad.irtr,
"u"*lr"Lrja
yang kondusif dengan perilaku etis, membentukstrulrtur
yangmalllpu
mendukung kerjasana dengan*..."rop.tk"t
orang-orangyang
kompetensidi bidangnya. peiitalan risiko merupakan upaya antisipasi atas situasi yang
dapatmengancarn tercapainya
tujuan
organisa-si. Xegiatanptttgtttd'lian
merupakantindak lanjut atas penilaian risiko
dengancara
membuattUijakan dan prosedur
secal'iatertulis
danmelakukan evaluasi atas pelaksarlaannya. Informasidnn komunikasi
menunjugt"tl
fu25i1 yan$diperoleh
dari
kegiatan pengendalianharus
disampaikan kepadapihak yang
memerlukan dalambentuk
danwaktu
yang tepat. Pemantauanwajib dilatrutan
olehpimpinan
instansipemerintah melalui p"*Lt"iran .berkelanjutan, eviluasi terpisah, dan tindak lanjut
iekomendasi hasil audit dan reviu lainnya'
SpIp mengambil
unsur-unsu.
penglrrdaliandari
COSO, sementara COSOdiilhami
oleh kecutanganp.t"i*
keuangan oieh|erus
ahaan-"""rwsahaan besardi
Amerika Serikat yang mengakibattan Ue.nentinya Jperasip.tr"rt",t'-perusahaan
tersebut sehingga menimbulkan kerugian besar be.gi para investornya. Melihatdari hat
tersebut, investor merupakan pihakyang ingin
aiserar,o'Itt<anoleh proyek CoSo
sebatr dianggapseb'gei pihak yang
d'apatmempertahankan
t"u.rLg"rttg"t,
iria,.p orgarrisasi- Berbeda dariitu,
stakelwlder dari suatu organisasitidak I^i,, adafih pift*-pift"t yJng
ditayani oleh organisasi dengan keberadaan organisasi. Subak menunjukkanne.lavarrattnyitrrt"tt
hanya kepada pemberi dana6 tapi juga kepadaalam dan Tuhanl
Integrasip.ng..rd.rian yang
sepertiitu tidak
dibicarakan dalam COSO sehingga tind.akan penyelematanIt
."org"ti*."i t
Uitt d-itujukanuntuk
pihak pemberi dana saja.unsur
pengendalian yangdibingkai
oleh kesetrarian subakdiuraikan berikut ini untuk dapat direfleksitan ke p.rrJr"put sptp. Unsur-unsur
pengendalian-y'ng diterapkan
oleh subak menampakkan bahwa pengendalian dilakukanuntuk
menjaga keselarasan hubunganantara manusia, a)ann, dan Tr:han'
Ltngtungau
PeageadallanLingkungan pengendalian pada
subak tidak
lepasdari
peknsehyang memiliki
karisma sehingga dipercaya oleh para anggota dapat menelakkanaruig'auig'
Pekaseh menunjukkan tanggung jawab*;r"hy"
kepada*Fuhan ierrga., menggiatkan Penanamannilai-nilai kebaikanmelalui rituai t.rgmi*.
S^etainitu, dari
s"istem""U"f. juga
tergamb,arkan bahwaplaiwu stftak senantiasa"aktif untuk
membimbing anggota terhadap kewajibannya selama masatanam
denganketulusan. Nilai ketulusan ini
merupakanbentuk bakti
mereka terhadapanugerah
T\rhan. Demikian pula
d.atamlingkungan
pemerinta.han,aparat yang
terlibatseharusnya telah menyiapkan bekal spiritual a4,"- diri untuk
mengemban amanahmenciptakar ringr.ungan yang kondusif, bebas dari tindakan yang berbau
fTrud
Penilalan RtslLoSetiap organisasi merniliki
risiko.
Namun, SPI yangbaik akan
mampu mencegah upaya penyimpangandan
membawa organisasidapat terus bertahan'
Sebagaimanasuhk
yangmengtradapi banyak ancanan. Subak
-.*p,
bertatran hinega saatini
karena beberapa hal;pertama dan yang utama, keyakinan paaa a.laran agama- setiap kegiatan pengelolaan sawah selalu
diikuti
aen[anritual
tiagamaa;.
Ritual keagamaanini
merupakan bentuk rasa s5rukur dan d.*.. Masyara}atBali
memercayai bahwa*-l<etika ntualkeagamaan tidak dilakukart, makaakan
mendatangkanazab
(Sunaryasa, 2OO2).Kedua, 6smilih
pernirnpinyang
di-percaya marnpu menyelesaikan-"oirrt sub"k
dengan adil, seperti bagaimana membagiair di
musim6 perda provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 tentang subak pada pasal 16 menyebutkan pendapaian subak selain diperoleh dari kmmo subakiuga dari bantuan pemerintah'
kering. Ketiga, nilai-nilai yang
d.isampaikandalam
atuig-awigantara lain
keberssmaan' Kebersamaanadalah "... aktivitas yang dilakukan tanpa
berorientasipada uang'
tanpaberorientasi dengan
nilai
ekonomi/untungrugi,
sehinggadi
sana ada keikhlasan' ketulusanuntuk
menolongtanpa
pamerih" (sunaryasa, 2OA2: 102). Kebers€Lmaanatau
gotong royonS mendorong anggotas,rUf.
menjadirukun dan tentram
karena pekedaandilakukan untuk kepentingin U.r""-" dengan
memegangprinsip "paras paros
selunglung sebagantaka (tenggang rasa, susahdan
senangsaro.
dita.nggung bersam,a)" (\JVidnyani,2015)'
Keempat,p.*i""y"i"t"t^n
autig-auig yattgU"it
kepada para anggota subak menyebabkan pengawasaniapat -aif"i.ot"o
ot.t si.i"
saja terhadap siapa saja. Kelima, keterbukaandan
kejujurandJam
mempertanggungiawabkan dana para anggota'Keglatan Pengeadalian
Sebagaimana
organisasi lainnya, subak juga
mengeloladana untuk
menjalankanaktivitasnya
seperti "pemetihataan -lahan pertanian, penunjang administrasi subak'
dan upacara teagamaan(wianyani, 20i5).
Karenaitulah suuat juga tidak
lepasdari
akuntansi lkeuanganaar, *arra;.-..r;. Akuntansi
keuangandi subak melakukan
pengukuran atas penerimaandan pengeluaral yang disebut pewitangan dilanjutkan
dengannyurat yaitu
mencatat penerimaan-(natura dan uang tunail dari
anggotadan
penggunaanuang'
dan menjalankan ngo1i,ho'ngyaitu
membuat petaporan keuanganuntuk
dibacakan paria rapat anggota subak {SuPutra, 2011).Akuntansi
manajemendi subak ditunjukkan
dengan menggelart"??t
anggotauntuk
membahasp.r"rr""riran
dan sekaligus melaporkan penerimaal uang, pelaksanaan kegiatan,dan penggun"r. ,rrrg.
Setiaptegiatan vang akan dilalsanakan perlu dituangkan
dalampeuitangan yaitu ,..t&." kerja
d1ng..t-o,"it"i
kebutuhan dana dan
alokasidana
padakebutuhan (Suputra,201i). SuUat
memperoleh danadari:
(1)internal dari iuran
anggotatpeturunan\'.rrrtot pelaksanaan ,p..*i
keagamaandan \2) eksternal dari
bantuaniemerintah untuk elonomi produktif
(simpanpinjam),
pemeliharaansaluran irigasi
danpenunlang administrasi subak tWidnyani, 2Oi5). Jumlah dana yang harus
dikumpul Qtdurunan)uasing-masing alggota dil.itung
secara proporsional berdasarkanluas
sawah (Suputra, 2011).Kegiatan pengendalian
lebih banyak
berasaldari diri
pengelola subak- Kesadarandiri terhaiap ka;ru-pt-1"
(manusia akan menuai apa yangia
tanarn) membawa pengelola subak bekerjade..g*
3r3rr..b"n,
yang diberikan oleh pemerintah kepada setiap subak mencapaiRpSO jutaT per tahun. Terbutanya aliran pendapatan subak dari pihak
luar
cukup tnenggoda'ketua subak
sehinSSa melakui<anp.ty^"f"frg"naan dana' Kami
mendapatkantiga
beritapen5relewengan
uanfrubak
oleh mantan-ketua subak yaitutahut
2O73 senilai W724,9 juta8, dantahun
2014 du"a kasus penyelewengan dana subak dengannilai
Rp189juta
dan Rp13O jutae.Melihat hal tersebut, subak harus mulai
]nenrikirkan kegiatan pengendalian tambalr'anterutama
terhadapuantuan
sosialyang diberikan oleh
pemerintah- Mohameddkk'
(2014)mencontohkan beberapa kasus penyeleiengan dana organisasi yang
tidak
berorientasi labadisebabkan oleh kurangnya pengendalian intern dikarenakan organisasi yang
tidakberorientasi laba tidak
"al" p"-ifit dan
pendanaannyasangat
bergantungpada
pihak eksternal.felu diintat
segitigafrqrdy"rrg &"r-paikan
oleh Edwin Sutherland dan Donald7 Diambil dari http://dipabali.com/index.php/2015/oglo7 /akhimya-pencairan-hibahdesa-adatdiatur-dengan-
pergub/
|i oilmrrit dari httpl/www.antaranad.co m/berita/lla9olketua-subak-ebet-ebetandituntut-15-tahun. Akses 7 Februari2015.
, Diakses pada 7 Februari 2016 pada http://balipost.comlread/headline/2014105/23/12499/tersandunS- penggelapan{ana-subak-kelian-subak-abian-mertasari-iayaditahan.htmi dan
i,t p//U.iipost.comlread/headline/20141721291274}3/terlibat-kasus-korupsidana-subak-mantan-perbekel-
pesinggahanditahan.html.
*Cressey menjelaskan bahwa (1) peluang melakukan
fraldterbuka
karena SPI yang lemah, (2}tekanan keuangan merupakan *o*" yang timuul
sehingga me-laku\anfraud' dan
(3)rasioaalisast
dikarenakanetika
yang lemah sehinggapelatti
memtrenarkan tindakanfraud
yang ia takukan (Verschoor, 2075l.'
'tffif";|i;-rilTffL
pad.a konsep
nsob*satrans, pencatatan-
"g*- p""rimaan.
d'anpengeluaran selama
aktivitas
tanam. wgobna;hfl.,g*".op;k"t' bentuk
informasi sederhanad.6 prajuru
subokyangdipertangsrrr;"";"dt"tt i"at "tii"p
kegiatanrapat
anggota subak' Dalam ngobngatnng terdayntunsur if;r"p*"i
danrespott*iu*iL"'
Halini
didasarkan pada TiKagapari.sad.ha,merupakane.*;;;k,.manusia v*g or.uputi
mnnacikg utaciko" dankayiknTiga dasa;;;"*
tersebut mengajark".,-rrr"1a!"n"n1ra:-i"l'k"kan
kebaikandalam pikiran, peikataan, dan p"ri.."tlrr. Praiuru
subakyang menjalankan Tri
Kagaporisttdlnmenunjukkan balrtinya
tt rrgg""g:awa6)
11gRta.Tuhan,lehingga
tidak ditemukan asimetri informasi dalampenyarnpal;-i;d;-y;.
eegitupula
dalam -sistem pemerintahan' Aparat yangberpildrJ;ri"t , d; uertinaat baik
mampu menjagaakuntabilitas
informasi pemerintahan."Htfff"ffi}fff]L
budaya yang telah.?d, sera*a ribuan tahttn,
sehingga sistem tersebuttelah tumbuh
menjadi bagiandJam diri
anggotasubak. Nilai-nilai
yang termuatdalam subak seperti
pengabdian,ketulusan, kebersimaa,, keadilan, dan
kedisiplinanmerupakannormayang.lr!asa,u"s,.s;t^""u"t.SelainituadanyakesadaranKetuhanan
dalamdiri
mereka merupakan sarana pemantauan yang efektif dibandingkan alat manapun' Konsep pengendalian-intern
seperti
itu memuat
penyLdaranaparat
terhadap keberadaan d.irinyadan
hubungannya telhada.nirt.rr,
manusia,i; d^*r;
yangkami sebut
sebagai sisternporg.oauli-^;-;i*
simetri:s.Akan tetapi,
proses pemantauandari pihak lain
juga diperlukan,""O"g"l *Jana klarifikasi a"t *fitL *"t'g,,g"tkan a,tar
manusia' Pemantauandari pihak lain p;h am*k,,, a..rg* L.r"irlrgif.* indang-u.tdang
yangtelah
berlakudengan
pralrtik
selama yang te4ad)'PEI{UTT'P
Konsep penting
dari sPI aa3|rr
pensenr{aljar'. Pengendaliany."is.Fp"l Fl:t 1t1*::
ketika risiko-risiko
5ra,gada dikenili, ia, risiko dapat dikenali ketika tujuan
organlsasldiketahui (Beasley,
2OO7l.Organisasi subak *t*31,u-i balwa tujuan subak
adalahmel.akukanpembagianairsecaraadilkepa.daansggta.anggotanya.olehkarenaitu,risikoyang dihad.api ad.alah
tonnit
antaranggo;jtL-n"*b"d". air?irasatidak adil'
Subak dibatasi oteh sejauh mana"r.t*
orit.yatrmengapi Xr^a"i
satu sumberair' Air
merupakan sumber dayayang langka, "r; tt"i^V" t"*^ LtUicara alokasi
anggaranpada
Pemerintah Daerah'pemerintah Daerah menghadapi alr"r"" p"a" setiap 6tt"p d"i.- proses tat€-
kelola pemerintahan;mulai dari menyusun
perencartaan,fo".tgaor.asitao^lSndanatan
daerah' menggunakan anggaran sesuaip.r"rr*ri"an,
hingga mempertansqqnsiayabkan penggunaananggaran.Diperlukansistempengendalianyangmlmpu*emueriteyatinankepadapublik
bahwa pemerintafran telah berlangsung secarabaik dan bersih'Sistem pengendaliro
p"*"titt rril'vuoglekarang
berl'aku 'tnasih'mencari bentuk {karena masih banyakditemukan fi,,ud *I#Sg""-emerlufan
pembentukan ,5onsep dasar sebagailanda,*n
apararii,- *iaarya. sPIPEbih crndong pid^ p"n"rupan
konsep yang ditetima secaxainternasional {berkiblat p"a, cosot ".hirl&" cenderung
mengabaikan konteks*".vrt"t"t f.a".L"L
yang -terk:tqtt"y"
akan budaya lokalnya'Azr2, dkk (2O1Sl merlyatakan
Ufr*"'Spfp
sangati"tt"it
den*an integritas atau perilaku etisdari pemirnpin agar marnPu *"*L-tit"" "!-t'tt"i kepaia -'gg"lt organisasi untuk
mematuhiaturan a* *"rr"r.*t"r, J"l-"if''i-t"tuk
berkomitmettpad"
perilakuetis'
SPIP8
merupakan proses pada semua level
org.nisasi,
pada setiapalrtivitas
organisasi,dan
pada setiapwaktu. perilatu
etis mendorong peiaksanaan aktivitas yang mempertirnbangkan nilai-nilai kebaikan
sehinggamenghasilkan akuntabilitas yang
bebasfraud dan
pemberianpelayanan
publik yan[
menghormatihak pubkk. Jadi, akuntabilitas bukan
perkara mampumemfuat laporal tit".i"
yangterukur
tapijuga
menyangkut moral, hak, dan kewajiban'Jika sektor puUUt ingin berubah, tidak cukup hanya
menggantiperaturan tapi harus
ada kesadaranuntuk melakukan
perubahanetika birokrasi
dalarn melayanipublik
(Siddique' 2006).Ti'tik rawan pengendalian ada pada
diri
pelaku. Ketika pelaku merasa bahwa perbuatan yangdilakukan-haiya untuk
pertanggungiawaban kepada manusia maka hitanglah esensiirri"p.r.g"ndalian.
PLda ranah-sektorpublik, publik
yangperlu
mendapat perhatian karenadilandasi
amanahyang harus dijalankan
sebagaiwakil rakyat.
Denganmengikuti
logika berfikir sepertiitu, mati
dapat dikatakan bahwa SPIP merupakan upayauntuk
mengarahkan pemerintah agar melakukan tugas pengelolaan keuangan secarajujur
agartidak
merugikanpublik. SpIp
merupakan perangkaiyang sarat nilai yang
menghendakiperilaku etis
dariaparat
pemerintahuntuk
memegangkomitmen
menjalankantugas
pemerintahan dengan Uersitriemi
menjaga kepercayaan masyarakat. Sebaikapa
pelayananpublik yang
dapat diberikan olehaparit
pemerintah sangat bergantung pada moral aparat pemerintah (Bhuiyan dan Amagoh, 2O11).DAF"TAR PUSTAI(A
Aztz,M.A.A.;Rahman,H'A';Alam'Md'M';dan-Said'J'2015'oEnhancementofthe
Accountability of Public secto.s'through Integrity-sistem'
Internal control
System and Leadership Practices:A
ReviewSt"ail nociaii
Acorwmics and' Finance' Vo1'28'
hlm',"""r.r1uil-.t? ,oor.
.Developing EfrectiveInternar controls Using t,.e coso
Model".Presentasi disampaikan paaa omce
of state controller Internal
Controlsin a coso
EnYironment Seminar'
Bhuiyan, s. H. O"o-a*"goh,
F.,1011. "Public sector
Reformin
Kazakhstan: Issues and perspective*'. tnt"iot|onat ,toiiol of
Publickctor
Managemen4Yol' 24 No' 3'
hlm'"""nr*3il T: r. 2013.
"COSO Framework2o13 dan
Relevansinva dengan pengendalianInternaldiKemenketf.ED(JKASIKeuongan,EdrsilT,hlm.9-12.--
Gamar,
N. dan Djamhuri, A.
2015. "Auditorinternal
sebagai"DoElt
FYauddi
PemerintahDaerah'.
Jurnal
Alanntansi MuttipamdigmaYol' 6 No' 1'hlfr"
107-123'Irianto, G. 2015. "Spirit Profetik, aturrt"r] dan
PencegahanFtld]: ldato
Pengalattmn Jabatan Gunt Besar dalamAiiong imu Arunlonii S"nor
Publitc Disampaikan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya Malang'McNally,
J.
S.20[-"tfr"
2013 COSOf'ru-r*trk &
SOX Compliance, One Approachto
anEffectiveTransition,.TheCommitleeofsponsorirrgorganirotionsoftheTreadwag
Commission (COSO}
Martiningsih,
N. G.'A. C.'g. zotz.
oPelestarian Subak dalam Upaya Pemberdayaan KearifanIrkal
Menuju KetahananP"t;;;; iayati"' Jurrwl
Bumi Lestan'Vol'
12 No'2'
hlm'303-3 12.
Motramed,I'S.;Aziz,N'H'A';Masrek'M'N';danDaud'N'M'2014'oMosqueFund
Management,
i.*.."" on a.co,.r.tafiUty and Internal bontrols"'
Procediafucial
and Belwuioratscrences, Vol 145'hlm'
189-194'PeraturanDaerah Provinsi-Bali No' 9 Tahun 2072 tentang
Subak
--
Peraturan Pemerin-tah No. 6O Tahun 20o8 tentang sistem rengendalian.$tern Pemerintah' setiawan,
A.
R.;Irianto,
G; danA.h";,
r"r. zor-g. "sgstern-Driuen (tln)FYaud: Tafsir AparaturTerhadap*SisiGelap,PengelolaanKeuanganDaeratr".JurnalAklntansi
Muttiparadigma"Vol' 4 No' 1'
hlm'
85-100'Siddique, N.
e. "frblic
Management Reformin
Malaysia Recent Initiatives and Experiences' 20A6,. International Journa] o7 eua'Uc Sedor Minagement,YoL^19 N9' 4'hlm'
339=358'Suputra, I D. c. D.
2011. RefleksiNilai-nilai Akuntaisi dalam
Organisasi Subakdi
Bali'Di.sertasi
p*iri*
Ooktorllmu
Akuntan'si tlniuersitas Brauijag a Malang'Sunarlrasa,
t Ivtade-oka.
2OO2.Up;t; iewitalisasi feran subak dalam
Pelestarian Fungsiringl<unga' studi Kasus: s*uJ Jatiluwih dan subak
Kloda Tabanan'Bali'
resis U agi"strri ltnut Ltqtatng an - Uniuersitas Dip one gorokmarang'
Verschoor,
c. c.
2015. oovercomingth" F."oa rrianlte".
strategic-Finan'e, July,hlm'
17-18widnyani, N. M. s. 2015-
"n{engungkapt*l*dtas
Pengelolaan Sumber Daya IembagaI-okal subak dalam
Mewujuf,kan Pembangunan De-:rkelanjutandi
Pedesaan (studiKasus
pJ;-ilb"k
Tabola,O."" p"t,-'I1
Tabola, Kecamatan Sidemen' Kabupaten Karangasc ml". F-JournalSt
A-kuntu€,rsitds Pefidiitihaa Ganeslrru Vol- 3 (1),hlm'
-windia, w. 2o1o.
sustainobilitgoy dial Inigation
sgstemin Bali (F4eriene
of Bali Islond)'Makalah
disampaikan Pada-Seminai on thJ History of Irrigation in
Eastern Asia', wi'di",Y;flm;d;
dan sedana,
G'-2-91.?'"t=f5.ry*3^fd^",
"1",:',l1iX"i
subaksebagai warisan
;il;F a" rlw. &tnul
Kaiianray^
o5 No. 01, hlm. 23-38.Windia, W.; pusposutardjo, S.; Sutawan,
fr.
S.; Sudira, P'; danArif,
S'- S'!n'd')'
"Sistem lrigasi Subak Dengan Lan6asantri-tiit^ r<"r"o. $HKI S"P"*a T.yrq"g
Sepadan Dalarnpertanian Beririgasi,. oSs.unud-".ia7ina**.pirp/ soca/articie/viewFile I 4a95 I 3082