Kekompleksan makhluk hidup merupa-kan bukti kerja Sang Pencipta (Natural Theology).
Semua jenis makhluk hidup di bumi muncul bersama-sama pada suatu waktu dan tetap tidak berubah sejak mereka diciptakan
Seleksi alam merupakan mekanisme untuk terja-dinya evolusi.
Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari moyang yang sama.
Spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies terdahulu.
Bentuk kehidupan tidak bersifat tetap, tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus- menerus.
Sel yang pertama
BERTAHAN
Menyebabkan tekanan seleksi pada populasi
Faktor yang menyebabkan terjadinya seleksi dalam suatu populasi melalui penggunaan
ketahanan lingkungan
Tahap 2. Makromolekul (misal:
protein) terbentuk dari gabungan molekul kecil
Tahap 1. Terbentuk secara spontan molekul organik kecil
yang terakumulasi
Interaksi antar- makromolekul
Metabolisme dan replikasi Terbentuk kumpulan
yang lebih kompleks dan rumit
Organisme yang mampu beradaptasi
Reaksi spontan menghasilkan makromolekul kompleks dari bahan-bahan anorganik sederhana terjadi secara bertahap
Perubahan secara evolusi hanya terjadi apabila ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan genetik
Perubahan secara evolusi hanya terjadi apabila ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan genetik
Faktor yang menyebabkan terjadinya seleksi dalam suatu populasi melalui
penggunaan ketahanan lingkungan
Oparin dalam jangka waktu lama akumulasi molekul organik di laut molekul organik kecil (monomer) bergabung menjadi molekul yang lebih besar (polimer) polimer bergabung dengan air sop purba membentuk masa yang lebih besar
tetesan yang diselimuti selaput air
Peneliti tentang makhluk hidup
Menyusun makhluk hidup berdasarkan pertambahan bentuk kekompleksannya.
Spesies memiliki bentuk yang tetap dan tidak mengalami perubahan.