FEMINISME
DAN PERKEMBANGAN KESETARAAN
GENDER DI
INDONESIA
KONSEP FEMINISME
Rangkaian dari gerakan sosial, politik, dan ideologi yang memiliki tujuan untuk membangun serta mencapai kesetaraan gender di segala aspek, mulai dari politik, ekonomi, ranah pribadi, hingga lingkup sosial. Sering kali banyak yang salah paham dan berpikir feminisme itu ideologi yang membenci laki- laki. Padahal, baik laki-laki maupun perempuan sama- sama diuntungkan ketika tidak ada relasi yang timpang di antara keduanya.
2
SEJARAH LAHIRNYA FEMINISME
feminisme digunakan sebagai nama untuk sebuah gerakan sosial yang mengusung tentang hak-hak perempuan di Seneca Falls, New York, pada tahun 1848 oleh Elizabeth Cady Stanton dan kawannya, Susan B. Anthony.
Mereka adalah duo pertama yang direkam sejarah
melakukan pengorganisasian gerakan sosial perempuan
pada abad ke-19 yang berjuang untuk penghapusan
perbudakan di Amerika Serikat dan hak perempuan untuk
memilih. Gerakan ini kemudian disebut sebagai feminisme
gelombang pertama.
Satu abad berikutnya, perjuangan pergerakan perempuan bernapas dalam ideologi sosialisme yang diusung oleh feminis Eropa seperti Clara Zetkins, Rosa Luxemburg dan Emma Goldman.
Semangat feminisme dan pembebasan
terhadap perbudakan dan penjajahan
kemudian menular ke negara-negara Asia
dan Afrika yang berada di bawah penjajahan
beberapa negara Eropa pada awal abad ke-
20.
FOKUS UTAMA GERAKAN FEMINISME
sifatnya yang non-kompetitif, artinya bukan persaingan melainkan kolaborasi dalam sebuah masyarakat yang adil gender. Miskonsepsi yang sering dituduhkan terhadap feminisme adalah upaya untuk membuat laki-laki sebagai musuh untuk dikalahkan.
Feminisme tidak bekerja dalam kerangka persaingan,
karena yang menjadi tujuan feminisme adalah
perempuan, laki-laki, dan gender lainnya hidup
berdampingan dengan adil dan setara
FEMINISME LIBERAL
Feminisme liberal
menitikberatkan pada kebebasan individu bagi perempuan. Di awal kemunculannya pada abad 19- 20, perjuangan aliran feminis ini lebih mengarah pada hak individu perempuan dalam ranah politik, ekonomi, dan lingkup sosial
ALIRAN FEMINISME
FEMINISME RADIKAL
aliran feminisme yang berfokus pada hal-hal mendasar atas ketimpangan yang dialami oleh perempuan. Masalah utama tentang patriarki dan mereka menganggap bahwa laki-laki mengendalikan seksualitas perempuan untuk kepuasan si laki- laki.
6
FEMINISME MARXIS- SOSIALIS
berfokus untuk membebaskan perempuan dari pengotakan kelas, patriarki, seks, serta kapitalisme.
berdasarkan isu kaum pekerja perempuan dalam lingkup domestik dan publik dalam mengampanyekan pengupahan kerja domestik bagi perempuan, sosialisasi pekerjaan rumah tangga serta pengasuhan anak
ALIRAN FEMINISME
FEMINISME PSIKOANALIS GENDER
aliran ini merupakan perlawanan atas tokoh Psikoanalis, Sigmund Freud. Freud mengatakan bahwa perempuan mengalami “penis envy”
atau iri terhadap laki-laki karena
tidak memiliki penis, dan akibatnya
merasa diri mereka inferior
dibandingkan laki-laki.
FEMINISME EKSISTENSIALIS Feminisme eksistensialis masuk dalam gelombang kedua feminisme dan berkembang pada tahun 1940. Aliran feminisme ini sangat mendukung perempuan untuk bebas mendefinisikan makna keberadaannya di dunia ini
ALIRAN FEMINISME
FEMINISME PASCA MODERN
“
feminisme bagi kalangan akademis”, aliran ini sulit dimengerti dan dianggap tidak terlibat dalam perjuangan revolusioner sungguhan, seperti protes, boikot, serta demonstrasidengan mengedepankan “feminine writing”, karena menganggap salah satu sumber opresi terhadap perempuan adalah bahasa.8
FEMINISME MULTIKULTURAL DAN GLOBAL
cara pandang bahwa perempuan itu heterogen namun mempunyai beragam irisan yang bertaut seperti umur, status sosial ekonomi, pendidikan, agama, budaya, kewarganegaraan, dan lokasi.
Tiap kelompok perempuan merasakan penindasan yang berbeda seiring dengan beragamnya pengalaman dan identitas mereka.
ALIRAN FEMINISME
FEMINISME EKOFEMINISME
menitikberatkan pada hubungan perempuan secara spiritual terhadap ekologi di sekitarnya. Dalam aliran ini posisi perempuan sebagai “perawat”
yang lebih membutuhkan, dan lebih dekat serta peka dengan alam ketimbang laki-laki. Seperti perempuan, alam pun “digarap”, “diperkosa” serta
“dieksploitasi” oleh kapitalisme yang didominasi oleh laki-laki
GERAKAN FEMINISME DI INDONESIA
⊳ Gerakan feminisme di Indonesia lahir dipengaruhi oleh berbagai kondisi historis sejarah perjuangan bangsa, program pembangunan nasional, globalisasi serta reformasi serta kehidupan religius.
⊳ Pandangan feminisme di setiap era sangat tergantung kepada kondisi dan situasi zaman yang dihadapinya. Hal ini telah memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai pergerakan feminisme di Indonesia
10
ARAH DAN ISU GERAKAN FEMINISME DI INDONESIA
Dalam konteks personal is political, isu-isu yang dianggap pribadi seperti perkawinan dibahas menjadi isu yang politis. Setelah masa revolusi, gerakan perempuan terbagi dua, yakni gerakan politis praktis dan gerakan sosial-politik. Kelas amat memengaruhi perbedaan isu dari tiap-tiap organisasi. Organisasi perempuan dalam politik praktis ramai pada masa revolusi hingga sebelum Orde Baru berkuasa.
Gerakan politik praktis menggunakan pendekatan perempuan sebagai konstruksi sosial sehingga mereka masuk dalam sayap- sayap partai bahkan membuat partai perempuan sendiri
FEMINISME PADA MASA KOLONIAL
Sejarah feminisme ketika zaman kolonial telah dipelopori oleh RA Kartini. tidak seperti saudara laki-lakinya yang disekolahkan di Universitas Leiden negeri Belanda. Ia merasa terhina oleh adanya perkawinan permaduan (poligami) marak tumbuh berbagai organisasi perempuan. Pada tahun 1928 muncullah 30 organisasi, diantaranya Persatoean Perempuan Indonesea (PPI) yang menyuarakan reformasi pendidikan dan reformasi perkawinan. PPI kemudian namanya diganti menjadi Perikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII) yang menyuarakan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Organisasi Istri Sedar (1930) masih tetap menyuarakan anti poligami dan perceraian. Organisasi perempuan berkembang pesat pada tahun 1930-an
12
FEMINISME PADA MASA ORDE LAMA
organisasi wanita GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia) sebagai kelanjutan dari Istri Sedar. Organisasi ini tersebar di berbagai kegiatan masyarakat seperti warung, koperasi, koperasi simpan pinjam, petani, buruh pabrik, taman kanak-kanak yang diselenggarakan di pasar, perkebunan, kampung, Badan Penyuluh Perkawinan, dan kursus-kursus dengan materi buku ajaran komunis.
Organisasi ini menyuarakan : sukseskan pemilu, anti perkosaan, peningkatan kesadaran perempuan tani, berantas buta huruf, hukuman berat bagi pemerkosa dan penculikan, kegiatan sosek bagi kaum perempuan, pendidikan masalah politik, kesehatan, dan monogami
FEMINISME PADA MASA ORDE LAMA
Tahun 1955 muncul Organisasi Perempuan Islam dan Nasionalis, serta berbagai kegiatan yang terikat pada partai politik dan gerakan keagamaan dalam bentuk Balai-balai Perempuan, Bank-bank Perempuan, Surau Perempuan, Organisasi Perempuan serta Majalah Perempuan. Selain itu, tahun 1954 lahir pula organisasi PERWARI (Persatuan Wanita Republik Indonesia).
14
FEMINISME PADA MASA ORDE BARU
Pada tahun inilah hilang organisasi wanita yang bersifat
independen, akan tetapi lahir beberapa organisasi besar
seperti : Golkar, Dharma Wanita ( istri PNS), Dharma Pertiwi
(Istri yang suaminya bekerja di Angkatan Bersenjata) serta
organisasi PKK. Adanya bentuk organisasi seperti ini telah
menciptakan banyak organisasi di setiap departemen,
muncul organisasi perempuan istri pejabat yang bersifat
semu. Kegiatan lebih banyak berhubungan dengan
kepentingan suami. Organisasi ini mendapat bantuan dari
pemerintah baik politik maupun praktis, memperoleh
berbagai kemudahan transportasi, kantor, keuangan dsb.
FEMINISME PADA MASA REMORMASI
Dalam era reformasi, munculnya berbagai organisasi wanita yang membangkitkan kembali para reformis wanita yang tidak saja membela kaumnya sendiri, melainkan juga membela dan memikirkan nasib masyarakat marjinal, dalam bentuk berbagai organisasi LSM
16
KONTRIBUSI GERAKAN FEMINISME DI INDONESIA
⊳ Kongres Perempuan Pertama Indonesia 1928;⊳ Hak pilih dan dipilih perempuan dalam Dewan Kota (Volksraad) dan Pemilu pertama Indonesia tahun 1955;
⊳ Kemerdekaan Indonesia 1945 dan pengakuan negara berdaulat oleh Belanda 1949;
⊳ Pendirian Pusat Keluarga Berencana sebagai organisasi perempuan berdaulat atas organ reproduksinya, pada 1975;
⊳ Undang-undang Perkawinan 1974;
⊳ UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menyebut tentang cuti haid perempuan;
⊳ UU No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dan pendirian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di seluruh kota/provinsi;
⊳ Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum.
THANK YOU
18