GOOD WILL HUNT (1997)
Good Will Hunt adalah sebuah film drama asal negeri paman Sam yang dirilis pada tahun 1997. Film ini disutradarai oleh Gus Van Sant yang juga telah menyutradarai beberapa film lain seperti Psycho (1998), dan Promised Land (2012).
Film ini banyak dibintangi oleh artis-artis terkenal seperti Robin Williams: Sean Maguire, Matt Damon: Will Hunting, Ben Affleck: Chuckie Sullivan, Stellan Skarsgård: Gerald Lambeau, Minnie Driver: Skylar, Casey Affleck: Morgan O'Mally, dan Cole Hauser: Billy McBride.
Film Good Will Hunt mendapat penghargaan diantaranya, Aktor Pendukung Terbaik (Oscar) – Robin Williams, Academy Award for Writing Original Screenplay - Matt Damon & Ben Affleck, Golden Globe Award for Best Screenplay - Motion Picture - Matt Damon & Ben Affleck. Selain itu juga mendapat berbagai macam nominasi yaitu, Academy Award untuk Gambar Terbaik, Academy Award untuk Aktor Terbaik - Matt Damon, Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik - Minnie Driver, Academy Award untuk pensutradaraan - Gus Van Sant, Academy Award untuk Lagu Terbaik – Elliott Smith (lagu "Miss Misery"), Academy Award untuk Nilai Musik Orisinil - Danny Elfman, Academy Award untuk Pengeditan Film - Pietro Scalia, Golden Globe Award for Best Motion Picture – Drama, Golden Globe Award for Best Motion Picture Actor - Drama - Matt Damon, Golden Globe Award Best Actor in a Supporting Role in a Motion Picture - Robin Williams, Directors Guild of America Award for Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures - Gus Van Sant, Writers Guild of America Award for Best Screenplay Written Directly for the Screen - Matt Damon & Ben Affleck.
Film Good Will Hunt menceritakan tentang perjalanan hidup Will Hunting dimulai dari Will Hunting dikisahkan adalah seorang anak yatim piatu. Ia tinggal dan tumbuh bersama ayah angkatnya yang suka bersikap kasar padanya, hal itu membuat Will tidak bisa dekat dan terbuka dengan orang lain. Tidak adanya kasih sayang di dalam kehidupannya membentuknya menjadi pribadi yang tertutup, tidak percaya adanya rasa cinta dan kasih sayang, dan juga membuat ia memiliki masalah mental. Saat ini Will bekerja serabutan seperti menjadi kuli bangunan dan juga cleaning servis di
sebuah universitas. Namun dibalik semua itu ternyata Will adalah seorang pemuda yang sangat jenius dalam bidang sains, terutama di bidang matematika.
Suatu ketika Prof Gerald Lembeau memberikan tantangan kepada anak kelasnya yang mana siapapun yang berhasil menyelesaikan soal yang diberikan, makai ia akan mendapat hadiah, malamnya Will sedang yang membersihkan koridor ruangan melihat papan tulis yang berisi soal dari Prof Gerald Lembau, Will pun langsung mengisi soal tersebut dengan kecerdasan yang dimilikinya. Pada keesokan harinya Prof Gerald mencari tau siapa orang yang sudah berhasil menjawab soal tersebut, ia tanyakan pada anak kelasnya namun tidak ada yang tau, akhirnya ia memiliki ide untuk membuat soal lagi dan berharap ia bisa melihat siapa orang tersebut, dan benar saja akhirnya Prof Gerald mengetahui kalua Will lah yang sudah mengerjakan soal tersebut.
Prof Gerald terobsesi dengan Will karena teringat akan kisah cendekiawan bidang matematika asal India yaitu Ramanujan. Prof Gerald ingin memaksakan kehendaknya agar Will bekerja di bidang matematika dan menyebarkan ilmu yang dimilikinya, meski Will sendiri tidak tahu apa tujuan hidup yang ingin dicapainya. Prof Gerald berharap Will dapat mewariskan ilmunya dan Will dapat ikut serta untuk berkonstribusi di dalam bidang matematika.
Bersyukurlah tokoh Will ini karena ia dipertemukan oleh Sean Maguire, psikolog yang kesepian sejak kematian istrinya. Will selalu mendapat pencerahan di hampir setiap sesi konsultasinya dengan Sean. Tujuan hidup, cinta, kasih sayang, dan self respect adalah beberapa hal yang dipelajari Will dari Sean dan sebaliknya, Sean pun selalu berintrospeksi diri setelah mendengarkan pernyataan atau pertanyaan Will. Salah satu bagian yang paling saya suka adalah ketika Sean mengatakan jangan pernah mencintai seseorang karena kesempurnaannya, sebab kita hanya akan kecewa bila ternyata kita tidak menemukan kesempurnaan yang kita harapkan pada orang yang kita cintai. Cintailah seseorang karena rasa saling melengkapi di antara ketidaksempurnaan yang dimiliki. Itulah yang membuat seseorang berarti bagi orang lain. Sean pun juga belajar dari Will bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini, perjuangan harus diteruskan dan tidak boleh putus asa.
Menurut saya yang paling berpengaruh dalam perubahan Will yaitu Sean Maguire, walaupun pada awalnya Sean sempat emosi terhadap Will karena telah
menghakimi hidupnya, namun lama kelamaan Sean dan Will menjadi teman dekat yang saling berbagi cerita. Seanlah yang menjadi kunci dari perubahan diri Will terlebih dalam scenenya ketika sesi konsultasi antara Sean dan Will, di mana Sean mengucapkan kalimat "It's not your fault" (saya menghitung, tokoh Sean mengucapkan sepuluh kali kalimat tersebut). Adegan tersebut merupakan momen kunci di mana dinding yang selama ini memisahkan kehidupan Will dari kebahagiaan, dinding yang membekukan hati Will, dinding yang menjadi tempat berlindung Will ketika ia lari dari kehidupan, dan kini dengan satu kalimat "it's not your fault", dinding itu runtuh, membebaskan Will dari sisi gelap hidupnya.
Hal tersebut bukan berarti tokoh yang lain tidak turut serta dalam membangun perubahan diri Will, seperti Prof Gerald dialah yang berusaha menggali bakat dari Will agar tidak tersia-siakan, ia rela membebaskan Will dari penjara agar Will bisa belajar, dan juga Prof Gerald lah yang mempertemukan antara Will dengan Sean Marguire.
Selain Prof Gerald ada juga teman-teman Will yang selalu menemaninya dan bisa membuat Will sedikit terbuka kepada orang lain, teman-temannya juga selalu mensupport apa yang ingin dilakukan Will, bahkan mereka juga bekerja sama untuk memberikan Will sebuah hadiah yaitu mobil agar Will mudah untuk berpergian.
Dari tokoh Will ini saya rasa Will mencerminkan akan sebuah konsep dalam hidup yaitu Kebebasan Berkehendak (Free Will) kebebasan seorang individu untuk memutuskan pilihan-nya sendiri secara sadar, dan bertindak sesuai dengan keputusannya dengan kontrol dan penguasaan penuh, dan dapat melakukan hal yang berlawanan atau berlainan, tanpa ada paksaan dari luar. Persoalan kebebasan kehendak adalah persoalan yang timbul di seputar perdebatan antara kubu yang meyakini akan adanya kebebasan kehendak dan kubu yang menolak adanya kebebasan kehendak (determinisme). Dalam persoalan kebebasan kehendak terdapat dua pandangan utama yakni kompatibilisme dan inkompatibilisme. Inkompatibilisme terdiri dari dua kubu yakni Libertarianisme dan Determinisime Keras. Persoalan kebebasan kehendak dalam lingkup filsafat agama berkenaan dengan refleksi mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan. Refleksi tersebut menyentuh persoalan kehendak bebas manusia di hadapan Tuhan yang Mahakuasa (omnipotent), Mahatahu (omniscient), dan Mahabaik.
Saya teringat akan sebuah pepatah jepang 出る釘は 打た れる (deru kugi wa utareru) “Sebuah paku yang mencuat keluar akan dipalu.” Maksud dari pepatah ini yaitu Jika anda menguasai sesuatu, anda adalah subjek kritik. Dengan kata lain, jika anda sangat pandai dalam suatu hal dan melebihi kemampuan orang-orang di sekitar anda, akan ada yang melawan dan mengkritisi anda. Jika anda memilih untuk menjadi seorang pemimpin, anda selalu memiliki orang-orang yang membenci dan mengkritik anda.
Oleh karenanya, dibutuhkan keberanian untuk menjadi paku yang mencuat dan diperhatikan itu. Nah dari Will ini ia memilih untuk tidak meperlihatkan kejeniusannya karena dirinya belum sanggup akan konsekuensi yang akan ia dapatkan, ketidaksiapan ini juga mungkin disebabkan juga oleh trauma masa lalunya. Namun beruntung pada akhirnya ia merubah pola pikirnya yang dibantu oleh Sean yang tadinya fixed mindset berubah menjadi growth mindset.
Ada satu hal yang saya tidak mengerti dari film ini, yaitu mengapa Prof Gerald begitu peduli akan masa depan Will, padahal yang telah kita ketahui Prof Gerald dengan Will tidak memiliki hubungan apa-apa sebelumnya, bukan keluarga, teman, maupun anak didiknya, tapi mengapa ia begitu peduli dengan Will? Apa karena hanya Will yang mampu menyelesaikan tantangan soal yang diberikan olehnya, sehingga ia tertarik pada Will? Atau karena didasari oleh salah satu 7 dosa besar yaitu Greed (Keserakahan) sehingga Prof Gerald hanya peduli dengan ilmunya yang telah mendapatkan medali fields dan ia ingin ada orang yang mewarisi ilmunya.
Scene yang saya sangat sukai ketika ada adegan monolog berdurasi sekitar empat menit. Empat menit memang bukan bagian besar untuk durasi keseluruhan sebuah film, tetapi empat menit untuk adegan monoton merupakan durasi yang cukup panjang yang membuat penonton fokus pada satu tokoh. Adegan ini didukung dengan pengambilan gambar yang dengan cerdas fokus ke wajah Williams selama ia bermonolog, membuat penonton dapat meresapi setiap kata yang ducapkan dan menangkap semua ekspresi di wajah itu, dengan sesekali memperlihatkan Will yang mendengarkan apa yang diungkapkan secara verbal oleh tokoh Sean. Bahkan di saat kamera mengambil gambar Damon, penonton tetap akan fokus mendengar suara Williams yang bernada rendah namun sangat dalam. Sepanjang monolog itu, Will hanya mengangguk dan memberikan jawaban singkat seperti "yes" dan "nope", membuat penonton ikut terbawa dalam aliran kata-kata Sean. Setelah Sean selesai mengungkapkan pendapat (dan perasaannya),
kamera beralih sepenuhnya mengambil gambar Will. Will tampak seperti baru saja ditelanjangi dengan fakta kehidupan dirinya, ia terkesima, ia menyadari, dan yang paling penting: ia menyetujui semua perkataan Sean, meninggalkan keheningan dan kehancuran dalam hati Will. Ia pun duduk termenung seorang diri di sebuah taman indah.
Mungkin cerita yang dibawakan dalam film Good Will Hunt ini gampang ditebak alurnya. Tapi plot cerita yang simpel seperti ini mampu dieksekusi dengan sempurna.
Film ini dibuat dengan riset yang baik tentang psikologis manusia. Dimana sebagai manusia kita tak suka untuk dipaksa dalam melakukan sesuatu, kita juga dapat dengan mudahnya menyalakan orang lain tanpa berkaca pada diri sendiri. Dari penilaian saya sendiri sebagai penonton awam memberikan nilai 8.5/10, dikarenakan pembawaan tokoh-tokoh yang diperankan sangat baik sekali dan juga dari pelajaran yang dapat diambil dari film ini sangat penting sekali bagi kehidupan sehari-hari kita yaitu sehebat apapun kepintaran yang kita miliki, kekayaan harta yang melimpah, teman-teman yang banyak, semuanya akan sia-sia apabila kita tidak berani mengambil langkah pertama kita untuk beranjak dari zona nyaman.
NAMA : Abyan Dhiya Ulhaq