• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gosip Berkelas Perempuan Masa Kini

N/A
N/A
Yulius Hou Duka

Academic year: 2024

Membagikan " Gosip Berkelas Perempuan Masa Kini"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tern Of Reference (TOR)

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Tema: Gosip Berkelas Perempuan Masa Kini

A. DASAR PEMIKIRAN

Memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan suatu upaya untuk mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh dunia secara umum dan secara khusus di Indonesia. Di Indonesia sendiri yang merupakan negara di asia dengan angka pertumbuhan kasus terhadap perempuan dan anak marak cepat terjadi.

Dikutip dari halaman Viktori News Sumba Timur dalam sambutan bupati sumba timur bapak kristofel praing pada acara memperingati perayaan Hari Anak Nasional Kabupaten Sumba Timur mengungkapkan pada bulan juli 2022 tercacat terdapat 35 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari 13 kasus KDRT, 16 kasus pelecehan seksual, 3 kasus kekerasan fisik dan 3 kasus penelantaran. Hal ini membandingkan pada tahun 2021

Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya membutuhkan kerja sama yang baik dan bersinergi dari berbagai komponen masyarakat secara umum yang tentunya harus mampu bergerak secara cepat dan serentak yang tergolong dari aktivis HAM perempuan, pemerintah, organisasi pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda akademisi perguruan tinggi, Lembaga swadaya masyarakat dan pihak lainnya.

Diskusi tematik memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan merupakan inisiatif kegiatan yang dibentuk oleh badan pengurus cabang GMKI Waingapu untuk melahirkan pemikiran-pemikiran yang menjadikan perempuan selayaknya untuk dilindungan dengan hak asasi manusia dan keadilan yang sama rata.

B. NAMA KEGIATAN

1. Orasi Terbuka/Mimbar Bebas Tentang Tulisan Perempuan 2. Diskusi Tematik “Gosip Berkelas Perempuan Masa Kini

C. TUJUAN

1. Peserta mampu memhami perlu adanya gerakan solidaritas berdasarkan kesadaran bahwa tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

2. Peserta mampu memahami bahwa semua pihak harus mampu turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitas yang mampu memberikan pemahaman yang kondusif dan bersinergi dalam upaya pencegahan hingga penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

D. OUPUT

1. Adanya pemahaman gerakan solidaritas berdasarkan kesadaran bahwa tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

(2)

2. Adanya pemahaman bahwa semua pihak harus mampu turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitas yang mampu memberikan pemahaman yang kondusif dan bersinergi dalam upaya pencegahan hingga penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

E. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/tanggal : Sabtu, 10 Desember 2022 Pukul : 15.00 WITA-Selesai

Tempat : Aula Student Center GMKI Cabang Waingapu F. PESERTA

1. Seluruh anggota GMKI 2. Sinode Gereja Kristen Sumba

3. Organisasi Cipayung (Perwakilan 5 orang)

- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Sumba Timur (5 Orang) - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Waingapu

(5 Orang)

4. OKP Lokal (Perwakilan 2 orang)

- Himpunan Mahasiswa Haharu Kanatang (HIPMAHKAN) Waingapu : 2 Orang - Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lewa ( IKPML) Waingapu:2 Orang

- Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Asal Tambundung – Pinu Pahar (IPMASTAP) Waingapu :2 Orang

- Himpunan Mahasiswa Selatan (HIMAS) Waingapu :2 Orang - Persatuan Mahasiwa Timur (PERMASTI) Waingapu :2 Orang

- Ikatan Kelauarga Mahiswa Sumba Tengah (IKMST) Waingapu :2 Orang 5. Lembaga Kemahasiswaan Unkriswina Sumba ( Perwakilan 2 orang )

6. Jaringan Perempuan Muda (Perwakilan 5 Orang) 7. Lembaga Swadaya Masyarakat

- UPKM/CD Bethesda Yakkum Sumba Timur - Kopesda Sumba Timur

- SOPAN SUMBA G. NARASUMBER

1. Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak “Strategi Dan Kebijakan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

2. Sinode GKS “Peran Gereja dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

3. Jaringan Perempuan Muda Sumba “Peran Perempuan Muda dalam Menyikapi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

H. SUSUNAN ACARA

WAKTU MATERI FASILITATOR

15.00-15.30 Registrasi Panita Kerja

15.30-16.00 Pembukaan Sapaan MC Panita Kerja

(3)

Doa Pembuka Panita Kerja Upacara

- Nasional - Organisasi

Panita Kerja Panitia Kerja

Sambutan Ketua Cabang Bung Marthinus Luta Lapu Sambutan Bupati Sumba

Timur (Membuka Kegiatan)

Bapak Kristofel Praing, M.Si 16.00-16.30 Orasi tulisan perempuan

- Membacakan tulisan perempuan

- Drama, puisi dan kata motivasi tentang perempuan

Tim Panitia Kerja dan Anggota GMKI Cabang Waingapu (Panel)

Sesi Diskusi Tematik

“Gosip Berkelas Perempuan Masa Kini”

Moderator : Arlis Bangu Temba (Sekfung Penguatan Kapasitas Perempuan)

16.30-17.00 Materi 1 :

Strategi Dan Kebijakan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Sumba Timur

Materi 2:

“Peran Gereja dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

Pdt. Marlin Lomi, S.Th Sinode Gereja Kristen Sumba

Materi 3 :

“Peran Perempuan Muda dalam Menyikapi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”

Jaringan Perempuan Muda Sumba

Sesi Diskusi Bersama Moderator

17.00-17.05 Foto Bersama Panitia Kerja

17.05-15.10 Doa penutup Panitia Kerja

I. PENUTUP

Demikian kerangka acuan ini kami buat agar dapat memberikan gambaran kegiatan peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang akan dilaksanakan.

Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan guna kesuksesan dari kegiatan ini.

Sekian dan terima kasih.

Referensi

Dokumen terkait

perlindungan terhadap korban kekerasan baik yang dialami perempuan (isteri) maupun anak. Perlindungan yang dimaksudkan disini adalah segala upaya yang dilakukan

Berbagai tindak kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak baik di dalam rumah tangga maupun di luar rumah tangga akan menghancurkan kehidupan

Berbagai tindak kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak baik di dalam rumah tangga maupun diluar rumah tangga akan menghancurkan kehidupan keluarga,

Dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan perlindungan korban kekerasan terutama bagi perempuan, anak dan keluarganya, Pemerintah Daerah menunjuk Satuan Kerja Pemerintah

Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tanggamus, terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dari 34 kasus di tahun 2016 menjadi 49

1 STRATEGI PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENDAMPINGAN PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Montisa Mariana, dan Irma Maulida* Universitas

● Pada 25 November memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional ● Pada 29 November memperingati Hari Perempuan Pembela HAM ● Pada 1 Desember memperingati Hari

Dalam 16 jurnal internasional, ditemukan faktor penghambat: mewajarkan kekerasan/perempuan merasa sebagai penyebab kekerasan, malu, takut, trauma, persepsi mengungkap kekerasan tidak