• Tidak ada hasil yang ditemukan

GREENHOUSE SAYUR HIDROPONIK

N/A
N/A
bkdp bondowoso

Academic year: 2024

Membagikan "GREENHOUSE SAYUR HIDROPONIK "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PERMOHONAN PEMBANGUNAN GREENHOUSE SAYUR HIDROPONIK

TAHUN 2023

ASOSIASI PETANI HIDROPONIK BONDOWOSO Jl. Mastrip No. 2 RT/RW:007/002 Kelurahan Sukowiryo

Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso

(2)

ASOSIASI PETANI HIDROPONIK

“ASTANIK”

KABUPATEN BONDOWOSO JL. Mastrip RT.07 / RW. 02 No.2 Sukowiryo

Bondowoso, 22 Mei 2023 Nomor : 03 /AS/IV/2023

Lampiran : 1 Berkas

Perihal : Permohonan Pembangunan Greenhouse Hidroponik Kepada Yth.

Mentri Pertanian

Cq.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso

Bersama ini, kami mengajukan permohonan pembangunan Greenhouse untuk komoditas sayur hidroponik sebanyak 1 (satu) unit. Pembangunan Greenhouse ini untuk mengembangkan kegiatan usaha tani di Asosiasi Petani Hidroponik Bondowoso serta dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bondowoso.

Demikian kami sampaikan permohonan ini, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Ketua Asosiasi Petani Hidroponik Bondowoso

YUDHA GUSTHI RANDHA

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Indonesia sebagai Negara agraris memilki peran tambahan di sektor pertanian yaitu meningkatkan kesejahteraan penduduknya yang berada di bawah garis kemiskinan dan sebagai besar (60%) bekerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang semakin berkembang akan diikuti kebutuhan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan apabila tidak diikuti dengan ekstensifikasi, bahkan semakin berkurang lahan produktif sangat memungkinkan terjadinya kerawanan pangan. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya eksploitasi SDA dan E (Sumber Daya Alam dan Energi) yang berdampak pada pemanasan global, anomaly iklim, bencana alam, kerusakan dan pencemaran alam (Navitasari dan Lataru, 2020: 29).

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, salah satu faktor sarana untuk menunjang produktivitas yang penting yaitu dengan pembangunan green house. Seiring berkembangnya zaman, penggunaan green house sangat menunjang kebutuhan masyarakat. Penggunaan green house berdasarkan untuk melakukan budidaya tanaman terutama penanaman secara hidroponik. Budidaya tanaman hidroponik harus memperhatikan cahaya, temperatur, kelembaban, media tanam, siklus air dan udara.

Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia juga menjadi salah satu faktor pembangunan green house. Perubahan iklim yang tidak menentu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Sehingga hal tersebut sangat di perhatikan dalam pembangunan green house.

Asosiasi Petani Hidroponik (Astanik) Bondowoso merupakan salah satu wadah bagi para petani hidroponik di Kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan usahatani hidroponik. Salah satu komoditas yang diminati oleh pasar adalah berbagai macam jenis sayur hidroponik. Kami sebagai petani hidroponik di kabupaten Bondowoso merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut karena kurangnya sarana khusus yaitu Greenhouse hidroponik untuk berbbagai jenis sayur hidroponik.

B. Tujuan

1. Memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas sayur hidroponik yang sampai saat ini belum bisa di penuhi

2. Meningkatkan produktivitas para petani dalam berbudidaya tanaman 3. Memperluas pangsa pasar dengan produksi yang lebih bervariatif

(4)

C. Manfaat

1. Tanaman dapat tumbuh dan produksi sepanjang tahun secara berkesinambungan tanpa banyak dipengaruhi oleh musim, sehingga ketersediaan produk bisa terjamin.

2. Kualitas hasil tanaman yang lebih terjamin

3. Penggunaan pupuk dan pengairan yang lebih efisien

4. Resiko serangan hama dan ancaman penyakit bisa lebih rendah

(5)

BAB II GREEN HOUSE A. Penggunaan Green House

1. Sebagai sarana untuk melakukan pembibitan tananam. Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan tanaman mudah rusak dan memberi hasil kurang optimal.

Oleh karena itu, dengan dibuatnya green house house ini tentunya dapat dijadikan sarana yang baik untuk melakukan pembibitan /budidaya tanaman.

2. Sebagai tempat karantina tanaman. Karantina tanaman di perlakukan pada tanaman yang terkena hama, penyakit tanaman dan mengalami cekaman. Maka dengan adanya green house yang baik dan di nilai aman untuk tidak mudah terkena penyakit.

3. Sebagai tempat untuk membudidayakan tanaman tertentu. Ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik dan memberi kualitas bagus. Tanaman holtikura merupakan salah satu contoh seperti sayur, buah dan bunga. Tentunya akan membutuhkan tempat yang harus terjaga dari faktor lingkungan secara langsung.

4. Sebagai tempat agrowisata dan edukasi. Selain mempunyai manfaat dalam merawat atau budidaya tanaman, juga dapat dijadikan sebagai tempat agrowisata dan edukasi.

Masyarakat dapat mengunjungi green house house sebagai liburan serta edukasi.

Edukasi yang diperoleh seperti mengenal jenis tanaman holtikultura, perawatan atau budidaya tanaman dengan baik dan mengetahui kualitas tanaman hasil dari hidropohik dan sebagai liburan seperti memetik buah atau sayur secara langsung.

B. Ventilasi Rumah Kaca

Ventilasi merupakan bagian terpenting dalam rancangan green house house untuk wilayah iklim tropik. Ventilasi adalah proses pertukaran udara dari dalam ke luar green house house dan sebaliknya untuk memidahkan panas akibat radiasi matahari, menambah konsentrasi karbondioksida di udara, dan mencegah kelembaban udara agar tidak terlalu tinggi. Terdapat dua jenis ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi mekanik.

Ventilasi alamiah terjadi karena adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar tanaman akibat faktor angin dan termal. Ventalasi mekanik terjadi karena bantuan kipas angin. Luas ventilasi yang direkomendasikan adalah 60% dari luasan lantai. Ventilasi alamiah memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan ventilasi mekanik. Ventalsi

(6)

alamiah tidak membutuhkan energi listrik, tidak membutuhkan pemeliharaan, dan tidak mengeluarkan suara berisik dari putaran kipas. Pengendalian laju ventilasi alamiah dapat dilakukan dengan pembukaan dan penutupan lubang ventilasi.

C. Bentuk Green House

Type green house yang akan dibuat ini termasuk type tunnel (dome). Tipe ini dari depan tampak seperti lorong setengah lingkaran. Kelebihannya adalah memiliki struktur sangat kuat. Atapnya yang berbentuk melengkung kebawah merupakan bentuk yang sangat ideal dalam menghadapi terpaan angin. Sementara struktur busur dengan kedua kaki terpendam ketanah memegang bangunan lebih kuat.

D. Jenis Bahan Green House

Jenis green house yang dipakai adalah green house Besi Hollow. Dari segi umur pakai dan kwalitas, maka yang terbaik adalah green house yang menggunakan struktur besi, terlebih besi galvanis maupun besi yang telah di treatment “hot dipped galvanis” . Struktur yang baik akan mengurangi frekuensi perawatan; sehingga tidak terjadi stagnan kegiatan, walaupun pada keadaan tertentu perlu dilakukan sanitasi, tetapi sanitasi yang terjadwal.

Green House dengan menggunakan besi hollow lebih kami rekomendasikan di banding dengan baja ringan, alasannya dengan besi hollow terutama yang berbahan galvanis atau di treatment “hot dipped galvanis” memiliki ketahanan sampai dengan 15 tahun serta struktur yang bisa lebih renggang (jarak kuda-kuda atap) bisa sampai 3 meter, dibandingkan dengan menggunakan baja ringan yang lebih rapat (1,5 meter), Struktur besi hollow untuk kuda-kuda lebih renggang artinya jumlah sinar matahari yang masuk kedalam green house lebih banyak di bandingkan dengan menggunakan baja ringan.

Selain itu sistem knockdown dapat di aplikasikan jika menggunakan besi hollow, sehingga jika terpaksa dipindahkan lokasinya akan lebih mudah dan efisien.

Dengan struktur yang kuat, maka berbagai jenis tambahan peralatan / optional dapat dipasangkan pada jenis green house besi hollow , seperti sistem pengkabutan, shading net. Selain itu green house dengan besi hollow dapat di buat sistem knockdown sehingga dapat dengan mudah di pindahkan ke lokasi lain jika dalam keadaan terpaksa (sewa lahan sudah habis).

E. Penutup Green House

(7)

Jenis plastik yang biasa digunakan sebagai atap green house yang kuat terhadap faktor iklim antara lain plastik UV, plastik film, polyethylene dan fiberglass. Plastik UV adalah plastik yang dilapisi bahan kimia tertentu, sehingga dapat menahan sinar ultraviolet yang berlebihan tanpa merusak tanaman. Untuk kebutuhan jenis plastik yang umum diperdagangkan di Indonesia adalah jenis plastik UV 6%, 8%, dan 12%, dengan ketebalan sekitar 150 -200 micron.

Plastik UV yang tersedia dipasaran bermacam-macam dan di kelompokan berdasarkan atap green house yang menggunakan plastik UV, terdapat Angka-angka persen UV seperti 6%, 12% dan 14% itu berarti banyaknya kandungan bahan kima yang terkandung, semakin banyak bahan kima ada, semakin besar pula kemampuan plastik UV untuk menahan sinar. Disekeliling green house sebaiknya dipasang dinding pengaman. dinding pengaman ini berfungsi melindungi tanaman dari berbagai gangguan yang datang dari luar, yang sifatnya dapat merugikan pertumbuhan tanaman. Contohnya mencegah masuknya serangga. Dinding pengaman ini yang biasa dipakai adalah sejenis green, polynet, dsb.

(8)

BAB III

RUANG LINGKUP USAHA A. Analisis SWOT

1. S (Strength/Kekuatan)

a. Asosiasi Petani Hidroponik Bondowoso memiliki potensi dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengembangkan produk pertaniannya agar lebih berkualitas

b. Harga jual sayur hidroponik yang relatif tinggi 2. W (Weakness/Kelemahan)

a. Kurangnya sumber daya ahli

b. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung 3. O (Opportunities/Peluang)

a. Permintaan pasar terhadap komoditas sayur hidroponik yang sampai saat ini belum terpenuhi.

4. T (Threats/Ancaman) a. Hama penyakit

b. Harga pasar yang tidak menentu B. Aspek Kelayak Usaha

1. Sebagai pengembangan komoditas sayur hidroponik 2. Biaya Produksi dan resiko relatif kecil

3. Nilai jual yang tinggi

4. Tidak membutuhkan lahan yang luas C. Aspek Teknis dan Teknologi

1. Instalasi DFT dan NFT 2. Pengaturan suhu ruangan 3. Pencampuran nutrisi otomatis D. Aspek Produksi dan Operasional

Penyerapan hasil produksi akan di pasarkan melalui Outlet DeGengan yang berafiliasi dengan Asosiasi Petani Hidroponik sebagai mitra yang siap menyerap hasil produksi serta ke beberapa outlet sayur dan buah di sekitar Kabupaten Bondowoso.

(9)

E. Rencana Lokasi Greenhouse

Kami mengusulkan pembangunan Greenhouse untuk komoditas sayur dengan lokasi di Dusun Krajan RT/RW: 003/001 Desa Gambangan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Titik koordinat -8.03024148029328, 113.77102619559764

Gambar foto lahan

Gambar peta lokasi

(10)

BAB IV

ANALISIS FINANSIAL USAHA A. Biaya Pembuatan Green House

Asumsi perkiraan kebutuhan pembuatan 1 unit Green House dengan ukuran 8 x 25 meter sebesar Rp.400.000.000,-

B. Analisis Finansial Usaha per Unit Luas Green House : 8x25 meter

Jumlah Populasi : 3560 lubang tanam Hasil Panen Rata-rata : 100gr/lubang tanam Jumlah tanaman : 3560 tanaman Masa Budidaya : 45 hari

Hasil dalam Satu Kali Panen = Hasil Panen x Jumlah Populasi

= 100gr x 3560

= 356 kg

No Kuantitas Unit Harga Total

1 Bibit 1 pack Rp. 250.000 Rp. 250.000

2 AB Mix 1 Set Rp. 250.000 Rp. 250.000

3 Ongkos Kerja 1.5 Bln Rp. 1.000.000 Rp. 1.500.000

4 Listrik dan air 1.5 Bln Rp. 200.000 Rp. 300.000 Total Rp2.300.000,0

0 Produksi Hasil Panen = 356Kg x Rp. 20.000/Kg

= Rp. 7.1200.000,.

BEP Unit = Biaya Tetap : (Harga/Unit – Biaya variable/Unit) = Rp. 400.000.000 : (Rp.20.000 – Rp.646 )

= 20667 Kg = 20,667 Ton

(11)

GAMBARAN RENCANA GREEN HOUSE

(12)

LAMPIRAN

Susunan pengurus Asosiasi Petani Hidroponik Bondowoso Ketua : Yudha Gusthi Randha

Sekretaris : Rudiyanto

Bendahara : Daniael Siyanto

Referensi

Dokumen terkait