DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG
Sari Kepustakaan : Guide To Applying The WHO Eye Care Competency Framework
Penyaji : Annisak Fitriyana
Pembimbing : dr. Mayang Rini, SpM(K)., MSc.
Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh Pembimbing
dr. Mayang Rini, SpM(K)., MSc.
Senin, 24 Juli 2023
Pukul 08.15 WIB
TO APPLYING THE WHO EYE CARE
COMPETENCY FRAMEWORK
GUIDE
Annisak Fitriyana dr. Mayang Rini, SpM(K)., M.Sc.
Oftalmologi Komunitas
Pusat Mata Nasional
Rumah Sakit Mata Cicendo
PENDAHULUAN
Untuk memberikan panduan dalam menerapkan Kerangka Kerja
Kompetensi Pelayanan Kesehatan Mata dan membantu mengembangan Kerangka Kerja Kompetensi Khusus.
The WHO Eye Care
Competency Framework (ECCF)
merupakan panduan perencanaan dan
pengembangan kinerja dari WHO untuk tenaga
kesehatan mata di tingkat primer atau komunitas hingga tingkat pelayanan tersier.
Panduan ini memberikan langkah-langkah untuk masing-masing tenaga kesehatan dalam
mengembangkan
kurikulum berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
RUANG LINGKUP
ECCF
Pembuat Kebijakan dan Otoritas Pengatur Penyedia Pelayanan Kesehatan Mata
Organisasi Non Pemerintah yang Bergerak di Bidang Kesehatan Mata
Institusi Pendidikan Kesehatan Mata
1.
2.
3.
4.
Pelayanan kesehatan mata masih
menghadapi tantangan seperti keterbatasan integrasi tenaga kerja, ketidaksesuaian tenaga kerja dengan kebutuhan dan kualitas
layanan yang belum maksimal.
LATAR
BELAKANG
FITUR ECCF
Membangun landasan perencanaan dan pengembangan tenaga kerja untuk menginformasikan lembaga pendidikan dalam mempersiapkan tenaga kerja untuk praktik.
Memandu standar praktik menyeluruh bagi praktisi, pemberi kerja, pembuat kebijakan, dan badan pengawas untuk membantu perekrutan, pekerjaan, penilaian, dan regulasi.
Menyamakan persepsi atas ekspektasi dengan bahasa yang umum.
Mendukung keselarasan antara pendidikan dan pekerjaan.
Memfokuskan pada kompetensi dan kegiatan apa yang diperlukan untuk menyediakan layanan perawatan mata untuk memenuhi kebutuhan penduduk, daripada berfokus pada siapa yang harus memberikan layanan tersebut
Memberikan fleksibilitas melalui enam domain dan berbagai kompetensi dan kegiatan pada tingkat kemahiran yang berbeda, memungkinkan ECCF disesuaikan dan disesuaikan dengan konteks yang berbeda dan memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam pembelajaran sepanjang hayat.
Mempromosikan kolaborasi antara disiplin dan spesialisasi perawatan mata melalui bahasa dan struktur yang harmonis.
Memberikan pernyataan publik yang kuat tentang pentingnya tenaga kerja perawatan mata terintegrasi yang berpusat pada masyarakat.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
05 04 03 02
01 PERENCANAAN
MEMAHAMI KONTEKS
PENERAPAN ECCF
MENGEMBANGKAN
KERANGKA KOMPETENSI
MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
TAHAPAN PENERAPAN ECCF
06 SOSIALISASI
02 03 04
Memastikan kebutuhan stakeholders dipahami dan dipertimbangkan selama tahapan penerapan ECCF
PENGENALAN ECCF
KETAHUI KEBUTUHAN STAKEHOLDERS
01
ECCF dikembangkan untuk lembaga pendidikan dan pelatihan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi dan untuk memfasilitasi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.
TENTUKAN KARAKTERISTIK KERANGKA KOMPETENSI
Di mana kerangka kompetensi dan/atau kurikulum berbasis kompetensi akan digunakan.
Pengguna utama.
Pemberi pelayanan kesehatan mata
IDENTIFIKASI SUMBER DAYA YANG DIPERLUKAN
Bentuk tim yang terdiri dari ketua dan anggota untuk melaksanakan tahapan penerapan ECCF.
Tentukan sumber daya dan perannya dalam implementasi ECCF
PERENCANAAN
Akademisi, guru, peneliti, penyedia layanan, asosiasi profesional, badan pengatur, kelompok pasien, perwakilan adat, pengembang
program, tenaga kerja perawatan mata.
Checklist Tahap 1
Apakah ada dukungan dari stakeholder?
Apakah stakeholder telah dibentuk?
Sudahkah karakteristik kerangka kompetensi ditentukan?
Apakah sumber daya dan pendanaan telah
dialokasikan?
MEMAHAMI KONTEKS
Apakah analisis situasi mengenai pemahaman latar belakang telah dilakukan?
Apakah target tenaga kerja sasaran telah dipahami
seluruhnya?
Apakah
dokumentasi target tenaga kerja telah
ditinjau dengan baik?
Peran tenaga kerja sasaran menjadi bagian dari sistem kesehatan
Hubungan tenaga kerja sasaran dengan tenaga kerja lain
Mengetahui persepsi tenaga kerja sasaran
Checklist Tahap 2
Menggunakan The WHO Eye Care Situation Analysis Tool (ECSAT) :
Mengetahui kebutuhan pelayanan kesehatan mata sesuai sasaran
Mengetahui ketersediaan tenaga kerja
Melakukan pelatihan kompetensi tenaga kerja Regulasi ketenagakerjaan
Mobilisasi dan motivasi tenaga kerja
ANALISIS SITUASI
MEMAHAMI TARGET TENAGA KERJA
DESK REVIEW DOKUMENTASI
Kerangka kerja dan standar kompetensi
Undang-undang dan pedoman yang relevan
Berguna untuk mencegah kesenjangan dokumentasi dan meminimalisir duplikasi
kerangka kompetensi.
KENALI KOMPONEN UTAMA ECCF
Domain Kompetensi Kegiatan Tugas
IDENTIFIKASI KOMPONEN UTAMA ECCF
Kompetensi dan perilaku merupakan komponen yang paling utama dalam penerapan ECCF.
Untuk mengidentifikasi dan mengekstrak ECCF pilih level yang sesuai dengan konteks
ADAPTASI KOMPONEN UTAMA ECCF
"Penyesuaian Terminologi dan Bahasa"
Apakah sosialisasi komponen utama
ECCF telah dilakukan?
Apakah komponen utama ECCF telah diidentifikasi dan diekstraksi?
Apakah adaptasi dan modifikasi komponen utama ECCF telah dibuat untuk
disesuaikan dengan konteksnya?
Checklist Tahap 3
Pengetahuan Perilaku
Keterampilan
Tingkat kemahiran
Bertujuan agar kerangka kompetensi lebih dapat diterima dan diaplikasikan
Domain kompetensi dan aktivitas
pemberi pelayanan kesehatan mata
MENYUSUN KERANGKA KOMPETENSI
Apakah kerangka kompetensi telah
disusun dan diedarkan untuk ditinjau?
Apakah terdapat tim peninjau untuk
memberikan umpan balik draf kerangka kompetensi?
Apakah umpan balik dan perubahan telah dipertimbangkan dan/atau diadopsi dari proses
peninjauan dan validasi?
Apakah finalisasi kerangka kompetensi telah diselesaikan?
Checklist Tahap 4
PENINJAUAN ULANG OLEH STAKEHOLDER
VALIDASI OLEH STAKEHOLDER DAN PEER REVIEWER
MENGEMBANGKAN KERANGKA
KOMPETENSI
Penting untuk melibatkan stakeholder dalam setiap proses peninjauan. Tinjauan draf kerangka kerja kompetensi berguna untuk memastikan isi
dan materi sesuai dan tidak terdapat setiap kesenjangan.
Memberikan penjelasan dalam bentuk pengantar yang mengacu pada ECCF sebagai sumber.
Kompetensi yang disusun harus menggambarkan aspek pekerjaan apa yang perlu diharapkan,
dinilai dan diukur.
Validasi kerangka kompetensi dapat dilakukan melalui survei mengenai readability, akurasi,
penerapan.
Penerapan kompetensi yang terkait dengan praktik yang berpusat pada individu yang berbasis bukti dan pemecahan masalah dalam lingkup praktik, komunikasi dan profesionalisme
Dapat berupa : metode tatap muka, daring atau metode campuran untuk individu dan atau
kelompok.
Melibatkan pengembangan rencana kurikulum, di mana konten, hasil dan pengalaman belajar disusun menjadi unit atau modul atau silabus Modul atau silabus tersebut harus fleksibel terhadap revisi.
pengembangan Learning Outcome
Deskripsi tingkat kinerja yang diharapkan pada penyelesaian program
Waktu yang tersedia untuk mencapai perilaku atau tugas
Tingkat otonomi peserta didik setelah menyelesaikan program.
Learning outcome meliputi
MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Apakah pengembangan learning outcome telah dilakukan?
Apakah terdapat
rencana pengembangan pengalaman belajar?
Apakah pengurutan kurikulum sudah dilakukan?
Apakah penilaian telah ditentukan?
Apakah semua komponen kunci,
termasuk isi kurikulum dan pendekatan
pendidikan, telah dikembangkan?
Apakah umpan balik dan perubahan telah dipertimbangkan
dan/atau diadopsi dari proses peninjauan?
Apakah semua persetujuan telah diperoleh?
Apakah finalisasi kurikulum berbasis kompetensi telah dilakukan?
Checklist Tahap 5
pengembangan pengalaman belajar
pengurutan kurikulum
penilaian kurikulum
Review dari stake holder
finalisasi
1
2
3
4
Asesmen merupakan komponen penting dalam pendidikan berbasis kompetensi. Penilaian kompetensi dan kegiatan harus diselaraskan dengan hasil belajar.
Penilaian kurikulum harus bersifat transparan.
5
Berguna untuk memastikan bahwa kurikulum sesuai dan dapat mengatasi kesenjangan.
Institusi perlu mendapat persetujuan dari fakultas lain dan kepala departemen untuk konten kurikulum yang akan direvisi.
6
Kurikulum berbasis kompetensi dapat difinalisasi ketika seluruh tujuan telah tercapai dan evaluasi dari peninjau telah dilakukan secara adekuat.