• Tidak ada hasil yang ditemukan

Guide to Applying The WHO Eye Care Competency Framework

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Guide to Applying The WHO Eye Care Competency Framework"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG

Sari Kepustakaan : Guide To Applying The WHO Eye Care Competency Framework

Penyaji : Annisak Fitriyana

Pembimbing : dr. Mayang Rini, SpM(K)., MSc.

Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh Pembimbing

dr. Mayang Rini, SpM(K)., MSc.

Senin, 24 Juli 2023

Pukul 08.15 WIB

(2)

TO APPLYING THE WHO EYE CARE

COMPETENCY FRAMEWORK

GUIDE

Annisak Fitriyana dr. Mayang Rini, SpM(K)., M.Sc.

Oftalmologi Komunitas

Pusat Mata Nasional

Rumah Sakit Mata Cicendo

(3)

PENDAHULUAN

Untuk memberikan panduan dalam menerapkan Kerangka Kerja

Kompetensi Pelayanan Kesehatan Mata dan membantu mengembangan Kerangka Kerja Kompetensi Khusus.

The WHO Eye Care

Competency Framework (ECCF)

merupakan panduan perencanaan dan

pengembangan kinerja dari WHO untuk tenaga

kesehatan mata di tingkat primer atau komunitas hingga tingkat pelayanan tersier.

Panduan ini memberikan langkah-langkah untuk masing-masing tenaga kesehatan dalam

mengembangkan

kurikulum berdasarkan kompetensi yang dimiliki.

RUANG LINGKUP

ECCF

Pembuat Kebijakan dan Otoritas Pengatur Penyedia Pelayanan Kesehatan Mata

Organisasi Non Pemerintah yang Bergerak di Bidang Kesehatan Mata

Institusi Pendidikan Kesehatan Mata

1.

2.

3.

4.

Pelayanan kesehatan mata masih

menghadapi tantangan seperti keterbatasan integrasi tenaga kerja, ketidaksesuaian tenaga kerja dengan kebutuhan dan kualitas

layanan yang belum maksimal.

LATAR

BELAKANG

(4)

FITUR ECCF

Membangun landasan perencanaan dan pengembangan tenaga kerja untuk menginformasikan lembaga pendidikan dalam mempersiapkan tenaga kerja untuk praktik.

Memandu standar praktik menyeluruh bagi praktisi, pemberi kerja, pembuat kebijakan, dan badan pengawas untuk membantu perekrutan, pekerjaan, penilaian, dan regulasi.

Menyamakan persepsi atas ekspektasi dengan bahasa yang umum.

Mendukung keselarasan antara pendidikan dan pekerjaan.

Memfokuskan pada kompetensi dan kegiatan apa yang diperlukan untuk menyediakan layanan perawatan mata untuk memenuhi kebutuhan penduduk, daripada berfokus pada siapa yang harus memberikan layanan tersebut

Memberikan fleksibilitas melalui enam domain dan berbagai kompetensi dan kegiatan pada tingkat kemahiran yang berbeda, memungkinkan ECCF disesuaikan dan disesuaikan dengan konteks yang berbeda dan memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam pembelajaran sepanjang hayat.

Mempromosikan kolaborasi antara disiplin dan spesialisasi perawatan mata melalui bahasa dan struktur yang harmonis.

Memberikan pernyataan publik yang kuat tentang pentingnya tenaga kerja perawatan mata terintegrasi yang berpusat pada masyarakat.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

(5)

05 04 03 02

01 PERENCANAAN

MEMAHAMI KONTEKS

PENERAPAN ECCF

MENGEMBANGKAN

KERANGKA KOMPETENSI

MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

TAHAPAN PENERAPAN ECCF

06 SOSIALISASI

(6)

02 03 04

Memastikan kebutuhan stakeholders dipahami dan dipertimbangkan selama tahapan penerapan ECCF

PENGENALAN ECCF

KETAHUI KEBUTUHAN STAKEHOLDERS

01

ECCF dikembangkan untuk lembaga pendidikan dan pelatihan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi dan untuk memfasilitasi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.

TENTUKAN KARAKTERISTIK KERANGKA KOMPETENSI

Di mana kerangka kompetensi dan/atau kurikulum berbasis kompetensi akan digunakan.

Pengguna utama.

Pemberi pelayanan kesehatan mata

IDENTIFIKASI SUMBER DAYA YANG DIPERLUKAN

Bentuk tim yang terdiri dari ketua dan anggota untuk melaksanakan tahapan penerapan ECCF.

Tentukan sumber daya dan perannya dalam implementasi ECCF

PERENCANAAN

Akademisi, guru, peneliti, penyedia layanan, asosiasi profesional, badan pengatur, kelompok pasien, perwakilan adat, pengembang

program, tenaga kerja perawatan mata.

Checklist Tahap 1

Apakah ada dukungan dari stakeholder?

Apakah stakeholder telah dibentuk?

Sudahkah karakteristik kerangka kompetensi ditentukan?

Apakah sumber daya dan pendanaan telah

dialokasikan?

(7)

MEMAHAMI KONTEKS

Apakah analisis situasi mengenai pemahaman latar belakang telah dilakukan?

Apakah target tenaga kerja sasaran telah dipahami

seluruhnya?

Apakah

dokumentasi target tenaga kerja telah

ditinjau dengan baik?

Peran tenaga kerja sasaran menjadi bagian dari sistem kesehatan

Hubungan tenaga kerja sasaran dengan tenaga kerja lain

Mengetahui persepsi tenaga kerja sasaran

Checklist Tahap 2

Menggunakan The WHO Eye Care Situation Analysis Tool (ECSAT) :

Mengetahui kebutuhan pelayanan kesehatan mata sesuai sasaran

Mengetahui ketersediaan tenaga kerja

Melakukan pelatihan kompetensi tenaga kerja Regulasi ketenagakerjaan

Mobilisasi dan motivasi tenaga kerja

ANALISIS SITUASI

MEMAHAMI TARGET TENAGA KERJA

DESK REVIEW DOKUMENTASI

Kerangka kerja dan standar kompetensi

Undang-undang dan pedoman yang relevan

Berguna untuk mencegah kesenjangan dokumentasi dan meminimalisir duplikasi

kerangka kompetensi.

(8)

KENALI KOMPONEN UTAMA ECCF

Domain Kompetensi Kegiatan Tugas

IDENTIFIKASI KOMPONEN UTAMA ECCF

Kompetensi dan perilaku merupakan komponen yang paling utama dalam penerapan ECCF.

Untuk mengidentifikasi dan mengekstrak ECCF pilih level yang sesuai dengan konteks

ADAPTASI KOMPONEN UTAMA ECCF

"Penyesuaian Terminologi dan Bahasa"

Apakah sosialisasi komponen utama

ECCF telah dilakukan?

Apakah komponen utama ECCF telah diidentifikasi dan diekstraksi?

Apakah adaptasi dan modifikasi komponen utama ECCF telah dibuat untuk

disesuaikan dengan konteksnya?

Checklist Tahap 3

Pengetahuan Perilaku

Keterampilan

Tingkat kemahiran

Bertujuan agar kerangka kompetensi lebih dapat diterima dan diaplikasikan

Domain kompetensi dan aktivitas

pemberi pelayanan kesehatan mata

(9)

MENYUSUN KERANGKA KOMPETENSI

Apakah kerangka kompetensi telah

disusun dan diedarkan untuk ditinjau?

Apakah terdapat tim peninjau untuk

memberikan umpan balik draf kerangka kompetensi?

Apakah umpan balik dan perubahan telah dipertimbangkan dan/atau diadopsi dari proses

peninjauan dan validasi?

Apakah finalisasi kerangka kompetensi telah diselesaikan?

Checklist Tahap 4

PENINJAUAN ULANG OLEH STAKEHOLDER

VALIDASI OLEH STAKEHOLDER DAN PEER REVIEWER

MENGEMBANGKAN KERANGKA

KOMPETENSI

Penting untuk melibatkan stakeholder dalam setiap proses peninjauan. Tinjauan draf kerangka kerja kompetensi berguna untuk memastikan isi

dan materi sesuai dan tidak terdapat setiap kesenjangan.

Memberikan penjelasan dalam bentuk pengantar yang mengacu pada ECCF sebagai sumber.

Kompetensi yang disusun harus menggambarkan aspek pekerjaan apa yang perlu diharapkan,

dinilai dan diukur.

Validasi kerangka kompetensi dapat dilakukan melalui survei mengenai readability, akurasi,

penerapan.

(10)

Penerapan kompetensi yang terkait dengan praktik yang berpusat pada individu yang berbasis bukti dan pemecahan masalah dalam lingkup praktik, komunikasi dan profesionalisme

Dapat berupa : metode tatap muka, daring atau metode campuran untuk individu dan atau

kelompok.

Melibatkan pengembangan rencana kurikulum, di mana konten, hasil dan pengalaman belajar disusun menjadi unit atau modul atau silabus Modul atau silabus tersebut harus fleksibel terhadap revisi.

pengembangan Learning Outcome

Deskripsi tingkat kinerja yang diharapkan pada penyelesaian program

Waktu yang tersedia untuk mencapai perilaku atau tugas

Tingkat otonomi peserta didik setelah menyelesaikan program.

Learning outcome meliputi

MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Apakah pengembangan learning outcome telah dilakukan?

Apakah terdapat

rencana pengembangan pengalaman belajar?

Apakah pengurutan kurikulum sudah dilakukan?

Apakah penilaian telah ditentukan?

Apakah semua komponen kunci,

termasuk isi kurikulum dan pendekatan

pendidikan, telah dikembangkan?

Apakah umpan balik dan perubahan telah dipertimbangkan

dan/atau diadopsi dari proses peninjauan?

Apakah semua persetujuan telah diperoleh?

Apakah finalisasi kurikulum berbasis kompetensi telah dilakukan?

Checklist Tahap 5

pengembangan pengalaman belajar

pengurutan kurikulum

penilaian kurikulum

Review dari stake holder

finalisasi

1

2

3

4

Asesmen merupakan komponen penting dalam pendidikan berbasis kompetensi. Penilaian kompetensi dan kegiatan harus diselaraskan dengan hasil belajar.

Penilaian kurikulum harus bersifat transparan.

5

Berguna untuk memastikan bahwa kurikulum sesuai dan dapat mengatasi kesenjangan.

Institusi perlu mendapat persetujuan dari fakultas lain dan kepala departemen untuk konten kurikulum yang akan direvisi.

6

Kurikulum berbasis kompetensi dapat difinalisasi ketika seluruh tujuan telah tercapai dan evaluasi dari peninjau telah dilakukan secara adekuat.

(11)

Apakah ada rencana penyebaran kerangka kompetensi dan/atau kurikulum berbasis

kompetensi?

Apakah kerangka kompetensi

dan/atau kurikulum berbasis

kompetensi telah disosialisasikan kepada pengguna?

PENYEBARAN

Promosi hasil dari penyusunan kompetensi diperlukan untuk memastikan bahwa calon pengguna mengetahui dan memahami kerangka kompetensi tersebut.

Promosi dapat dilakukan dengan cara mempromosikan di media sosial, promosi melalui jaringan stakeholder serta pemangku kepentingan lain.

Checklist Tahap 6

Setelah penyebaran dilakukan, evaluasi dan

cari dampak dari kompetensi yang sudah

dibuat serta sesuaikan kebutuhan pada

interval yang telah ditentukan sebelumnya,

contohnya dilakukan revisi setiap 5 tahun.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Eye Care Competency Framework. Geneva: World Health Organization; 2022.

(https://www.who.int/publications/i/item/9789240048 416)

Yu, M., Keel, S., Mariotti, S. et al. Development of the WHO eye care competency framework. Hum Resour Health 21, 46;2023

Van Melle E, Frank J, Holmboe E, Dragone D, Stockley D, Sherbino J et al. A core components framework for evaluating implementation of competency-based medical education programs. Acad Med.

2019;94(7):1002-9

Global competency and outcomes frame work for universal health coverage. Geneva: World Health Organization; 2022 (https://apps.who.

int/iris/handle/10665/35271).

Using a contextualized competency framework to develop rehabilitation programes and their curricula.

Geneva: World Health Organization; 2021

(https://apps.who.int/iris/handle/10665/339205) 1.

2.

3.

4.

5.

Referensi

Dokumen terkait

Volume I Tahun 2021 November 2021 E-ISSN: 2808-5361 http://e-journal.fkmumj.ac.id/ Proceeding The First Muhammadiyah Internasional- Public Health and Medicine Conference 755

Finally, it was found that, although internal auditors were involved in auditing ethics programmes, their focus was limited to an assessment of the code of ethics and related policies,