PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang dimaksud disini adalah mahasiswa Semester 7 yang dibatasi sebanyak 20 orang jurusan Pendidikan Agama Islam.
Rumusan Masalah
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
Untuk menambah pengetahuan tentang permasalahan peserta didik pendidikan agama Islam dalam persiapan menjadi guru pendidikan agama Islam. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangan informasi tentang permasalahan peserta didik pendidikan agama Islam dalam persiapan menjadi guru pendidikan agama Islam. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat memberikan sebuah inovasi dalam mengembangkan pengetahuan tentang peran guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi siswa mempelajari akhlak aqidah.
Bagi para guru, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam proses belajar mengajar khususnya dalam peningkatan profesionalisme sebagai pendidik yang memahami peran guru agama Islam dalam persiapan menjadi guru pendidikan agama Islam.
LANDASAN TEORI
Guru
Peran guru agama Islam mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar pada pendidikan agama sebagaimana Watten B. Menurut Indrajati Sidi, “calon guru tidak hanya berperan sebagai guru dan dosen saja, namun harus dirinya sebagai guru”. pelatih, mentor dan pemimpin pembelajaran"26 . Berdasarkan pernyataan di atas dapat diketahui bahwa peran guru adalah sebagai salah satu penggerak segala sesuatu pada umumnya, pendidik agama Islam pada khususnya.
Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), H. Keadaan ini hendaknya diperhatikan oleh seorang guru, khususnya guru agama sedemikian rupa sehingga ia selalu berusaha menciptakan inovasi dalam pembelajaran, sebagai solusi untuk meningkatkan daya tarik siswa dalam pembelajaran agama sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, peran guru adalah berinovasi dalam meningkatkan pembelajaran. Peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan nuansa keagamaan di sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta'lim S.
Berdasarkan pemikiran di atas terlihat bahwa peran guru adalah menjadi salah satu penggerak motivasi segala sesuatu pada umumnya, pendidikan Islam pada khususnya. Tujuannya untuk menarik perhatian dan menyampaikan makna pembicaraan tentang pendidikan agama Islam, sebenarnya tidak lepas dari pengertian pendidikan Islam, karena pendidikan agama Islam merupakan cerminan dan penjabaran dari orientasi yang akan dicapai maknanya. pendidikan agama Islam dengan kata lain, pada hakikatnya pendidikan agama Islam adalah suatu perubahan dan pengembangan pada diri manusia yang ingin dibudayakan dalam proses tersebut. Mengenai tujuan pendidikan agama Islam, Omar Muhammad Al Teumy membaginya menjadi tiga jenis, yaitu: tujuan tertinggi dan akhir, tujuan umum, dan tujuan khusus.
Tujuan akhir pendidikan agama Islam berkaitan dengan manusia di muka bumi, yaitu membentuk manusia sejati, manusia yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menempatkan sifat-sifat Allah SWT dalam pertumbuhan dan perkembangan pribadinya, serta mewujudkan sifat-sifat Allah dalam menjalankannya. fungsi kehidupan mereka, sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan agama Islam yang tugas pokoknya meneliti, menganalisis dan mengembangkan akidah Islam berdasarkan sumber utama ajaran Islam yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Al-Qur'an merupakan salah satu aspek pembelajaran tentang kehidupan manusia, oleh karena itu selain sebagai petunjuk jalan yang benar, Al-Qur'an juga merupakan utusan, Al-Qur'an merupakan sumber utama ajaran Islam yang pertama. Begitu pula dalam penyelenggaraan pendidikan Islam, sebagai pandangan hidup manusia, Al-Qur’an selain berisi hukum-hukum juga memuat berbagai aspek ajaran tentang pendidikan, wawasan pendidikan begitu luas dan dijelaskan dalam ayat-ayatnya.
Arifin berkata, Al-Quran juga sebagai sumber pedoman hidup umat manusia memberi wawasan asas tentang masa depan kehidupan manusia dengan ketahanan akar fikiran yang menjangkau jauh dan meluas kepada penemuan sains dan teknologi yang paling maju. . Pemikiran al-Quran tentang hukum-hakam dan masalah-masalah ibadat, dan akhlak adalah kandungannya yang muktamad manakala petunjuk tentang pendidikan adalah tuntutan yang mesti sentiasa digali oleh manusia. Sekiranya Sunnah tidak dijadikan sumber kedua selepas al-Quran, manusia menghadapi kesukaran dalam melaksanakan ajaran agama kerana tidak semua suruhan dan perintah dalam al-Quran diterangkan secara terperinci seperti solat dan kadar zakat. peruntukan.
Pendidikan Agama Islam
Menurut Abdul Majid, pendidikan agama Islam adalah suatu upaya yang disengaja dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati, mengimani ajaran Islam, disertai bimbingan untuk menghormati pemeluk agama lain dalam rangka kerukunan antaragama, sehingga persatuan bangsa. dan integritas terwujud .40. Pendidikan agama Islam merupakan upaya membina dan mendidik peserta didik agar selalu memahami ajaran Islam secara utuh dan kemudian menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Pendidikan agama Islam merupakan upaya sadar generasi tua untuk mentransfer pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT.
Pengertian pendidikan agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam menuju pembentukan kepribadian utama menurut standar Islam. Dilihat dari konsep pendidikan agama Islam adalah suatu upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik agar mengimani, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Sedangkan pendidikan agama Islam diberi pengertian sebagai upaya mengarahkan sesuatu kepada pertumbuhan pribadi peserta didik secara sistematis dan pragmatis, agar hidup sesuai dengan ajaran Islam, sehingga terjalin kebahagiaan dunia dan akhirat.
GBPP PAI di sekolah negeri menjelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah upaya yang disengaja untuk mempersiapkan peserta didik untuk beriman, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau pelatihan, dengan memperhatikan persyaratan untuk menghormati agama lain secara lintas agama. kerukunan umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Jadi pembelajaran PAI merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari agama Islam. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar, yaitu kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan yang dilakukan secara terencana dan disengaja dengan tujuan untuk dipersiapkan mencapai tujuan.
Siswa yang ingin dipersiapkan untuk mencapai tujuan; dalam arti seseorang dibimbing, diajarkan dan/atau dilatih dalam meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam. Pendidik atau guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang melaksanakan kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam. Secara umum pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama Islam pada peserta didik agar menjadi umat Islam yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara.
Tujuan pendidikan agama Islam ini mendukung dan menjadi bagian dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan Pasal 3 Bab II Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menumbuhkan keimanan melalui penanaman, penanaman dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi umat Islam yang terus mengembangkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Hal inilah yang menjadi alasan penulis memfokuskan pendidikan agama Islam dari segi perilaku karena perilaku merupakan salah satu pokok ajaran agama Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agama Islam.
Penelitian yang Relevan
Katakanlah: “Apakah ada orang yang mengetahui dan ada orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang cerdaslah yang bisa menerima pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan calon guru agama Islam sebelum menjadi guru sesungguhnya. 50 Aan Pratama, “Hubungan Minat Belajar Siswa dalam Mengatasi Kesulitan Sebelum Menjadi Guru PAI. Skripsi Jurusan Sekolah Tarbiyah UIN Raden Fatah Palembang, 2012.
51 Timi Yuliana, “Pengaruh Guru PAI Terhadap Mutu Pendidikan Islam Sebelum Menjadi Guru PAI, Skripsi, Jurusan Tarbiyah IAIN Salatiga, 2011. 52 Hisban, Kajian Manajemen Mutu Pembelajaran PAI Terhadap Akhlak Siswa Jurusan di PAI di IAIN Curup tahun 2016, disertasi, jurusan Tarbiyah curup Salatiga, 2016, h.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Permasalahan Siswa PAI dalam persiapan menjadi guru PAI.. a) Permasalahan internal (1) Permasalahan cita-cita/kepentingan. Disini peneliti ingin mengetahui pendapat mahasiswa prodi PAI mengenai betapa pentingnya kelancaran mahasiswa PAI dalam membaca Al Quran. Hasil yang diperoleh dari wawancara adalah sebagai berikut: Melatih siswa lancar membaca Al-Qur’an sangat penting karena sebagai guru PAI akan menjadi teladan atau teladan bagi siswanya.
Kefasihan pelajar PAI dalam membaca al-Quran sangat mempengaruhi pembelajaran dan juga cukup berpengaruh sekiranya mereka menjadi guru pada masa hadapan. Justeru, pelajar PAI digalakkan supaya fasih membaca al-Quran dan mempertingkatkan bacaan mengikut hukum Makhroj dan Tajwid. Kefasihan membaca Al-Quran pelajar PAI amat penting kerana kebolehan pelajar PAI menentukan perkembangan pelajar dalam membaca Al-Quran.
Hal ini penting karena sebagai calon pendidik, kita para santri PAI diharapkan mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan makhorijul huruf dan kaidah ilmu tajwid. Disini peneliti ingin mengetahui permasalahan apakah siswa PAI memahami ayat-ayat Al-Quran dan hadis yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Dalam pendidikan agama Islam, Alquran dan hadis dijadikan landasan atau rujukan.
Disini peneliti ingin mengetahui bagaimana dukungan orang tua terhadap pilihan siswa PAI menjadi guru PAI. Penting bagi siswa PAI untuk berlatih membaca Al-Qur'an dengan lancar dan sesuai dengan kaidah tajwid yang berlaku. Berikut penjelasan penelitian dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis serta kendala-kendala yang menghambat siswa PAI.
Diskusi kali ini akan membahas permasalahan yang dihadapi siswa PAI dalam persiapan menjadi guru PAI dan hambatan-hambatan yang menghambat persiapan siswa PAI. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap beberapa mahasiswa PAI IAIN Bengkulu, sebagian kecil belum mempunyai persiapan untuk menjadi guru. Penting bagi siswa PAI untuk berlatih membaca Al-Qur'an dengan lancar dan sesuai dengan kaidah tajwid yang berlaku.
Berikut penjelasan penelitian pemahaman ayat Al-Qur'an dan hadis serta kendala yang menghambat siswa PAI. Masalah cita-cita/minat, dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa sudah banyak siswa PAI yang berminat atau bercita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Islam, namun masih ada sebagian kecil siswa yang kurang berminat menjadi guru Pendidikan Agama Islam. Guru pendidikan agama.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian